Lengahnya Dinas Pertanian Sukabumi, Besar dugaan Pendistribusian Benih Padi jadi Bancakan
Lengahnya Dinas Pertanian Sukabumi, Besar dugaan Pendistribusian Benih Padi jadi Bancakan
SUKABUMI.radar.informasi.com – Sejumlah Kelompok Petani mengeluhkan bantuan benih padi dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian yang dibagikan oleh Dinas Pertanian Sukabumi melalui UPTD Pertanian wilayah dan BPP Kecamatan, pasalnya bantuan benih padi yang diberikan kepada Kelompok Tani tidak sesuai, yang seharusnya didapatkan Kelompok Tani, misalya Kelompok Tani yang seharusnya mendapatkan benih 725 kg yang berisi 5 kg per kantong untuk para Petani, ternyata yang didapatkan Kelompok Tani hanya 425 kg, padahal seharusnya bantuan tersebut harus tersalurkan semua kepada para Petani dan tidak dipungut biaya alias gratis, Rabu (21/04/21).
Bantuan benih padi kepada para Petani melalui Kelompok Tani merupakan program Kementrian Pertanian guna mendukung kedaulatan pangan, dimana bantuan benih padi ini untuk mendorong produktifitas Petani menjadi lebih baik. Namun sayang, bantuan subsidi benih padi yang disalurkan oleh pihak Pemerintah Pusat ke daerah diduga sering dijadikan bahan bancakan oleh para Oknum – oknum yang tidak bertangungjawab.
Bantuan subsidi benih padi pada tahun anggaran 2021 untuk Kabupaten Sukabumi sudah sebulan lebih berjalan, proses penyalurannya kepada para Petani melalui kelompok tani. Namun kenyataan subsidi benih padi itu ketika sampai kepada pihak kelompok tidak dikasih semua oleh Oknum penyalur dengan alasan untuk administrasi di kantor BPP Pertanian.
Seperti yang dijelaskan oleh salahsatu Kelompok Tani yang bernama H.Karim, Ia menerima bantuan benih padi yang ada di wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabum, Ia menjelaskan Kepada media radar.informasi.com, “Saya mendapatkan benih 375 Kg tapi yang diterima 300 kg, yang 75 Kg di ambil oleh oknum BPP Kecamatan Jampangkulon”, jelasnya.
Di UPTD Pertanian wilayah Kecamatan Jampang Tengah hasil investigasi media radar.informasi.com dilapangan, ada salah satu kelompak yang menerangkan bernama Edih, Ia menjelaskan bahwa, “Saya seharusya mendapatkan benih padi 750 kg, tetapi saya mendapatkan cuma 600 kg yang sebagian di ambil oleh oknum BPP Jampang Tengah”.
Sementara itu di UPTD Pertanian Wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten, salahsatu kelompok memaparkan hanya menerima 100 kg.
“Untuk bantuan benih padi saya menerima 100 Kg, seharusnya kan 500 kg, ujar Ali Sayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sukabumi , Sudrajat ketika dikonfirmasi oleh Media radar.informasi.com bahwa, “Bantuan subsidi benih padi dari pihak Pemerintah memang ada dan harus disampaikan kepada kelompok, semuanya tidak ada pengurangan sedikitpun jika memang ada yang seperti itu di wilayah BPP Kecamatan akan saya pangil karena perbuatan tersebut tidak boleh dan itu sudah jelas melakukan kesalahan”.
Disinggung tentang pengawasan dari Dinas pertanian untuk pendistribusian benih padi yang diduga jadi bancakan, Ia pun berkomentar, “Memang saya tidak pernah turun ke lapangan untuk mengawasi tetapi ada bagian yang mengawasi dari pihak UPTD wilayah dan BPP Kecamatan jadi kami haya bisa menerima laporan saja”, ungkapnya.
Analisa kami selaku Media untuk pendistribusian benih di Kabupaten Sukabumi, kurangya pengawan dari Dinas Pertanian haya mengandalkan dari wilayah , sehingga bisa terjadi penyaluran benih padi ini diduga tidak sesuai dan dijadikan ajang bancakan.
Dan melihat kondisi penditribusian benih padi seperti ini ,sudah jelas ini sangat merugikan negara dan menyalahi aturan dan kepada Aparat Penegak Hukum untuk segera turun dan memerikasa penyaluran benih di wilayah – wilayah kecamatan Kabupaten Sukabumi.
Reporter : Iman
Redaktur : Dewi Pelangi


