Radar Informasi

Diduga Yayasan Miftahul Hasanah Al-Tahqiq manfaatkan Dana Hibah Provinsi Untuk Renovasi Rumah Pribadi

Diduga Yayasan Miftahul Hasanah Al-Tahqiq manfaatkan Dana Hibah Provinsi Untuk Renovasi Rumah Pribadi

CIANJUR.radar.iformasinews.com – Demi memulihkan Ekonomi Masyarakat Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan program prioritas pembangunan, seperti Bantuan Hibah yang bersumber dari dana APBD Perubahan tahun 2020 yang telah direalisasikan awal tahun 2021, Sebagaimana yang pernah disusun dalam rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020 dan KUA PPAS APBD Tahun 2021 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2020,
(Sabtu 06/02/2021).

Sementara itu, Pemprov Jawa Barat telah menetapakan 9 prioritas pembangunan untuk tahun anggaran 2020, diantaranya
pendidikan agama dan tempat ibadah, infrastruktur konektivitas wilayah, namun sangat disayangkan ada saja Oknum Ketua Yayasan yang diduga meraup keuntungan prbadi untuk merenovasi Rumah Pribadi dari anggran Hibah perubahan APBD tahun anggaran 2020.

Salah Satunya Yayasan Miftahul Hasanah Al-Tahqiq, yang berlokasi di Kampung Sawah Girang, RT.02/02 Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Yayasan tersebut mendapatkan bantuan untuk pembangunan Ruang Kobong Baru dengan jumlah anggaran Rp.100.000.000,00.

Dari hasil penelusuran awak Media radar.infomasi.com ke Yayasan Miftahul Hasanah al-Tahqiq Pimpinan Yayasan, Ende Junaedi yang terlihat oleh Awak Media, Ia sedang merenovasi rumah pribadi dan Warga sekitar membenarkan bahwa rumah tersebut Milik Pribadi Ende.

‌Saat di Konfirmasi, “Anggaran Hibah Yang diberikan Melalui Provinsi Jawa Barat Sudah Kami Realisasikan Untuk membangun tempat mengaji “,ujar Ende

Akan tetapi Faktanya yang kami lihat itu bukan bagunan untuk Ruang Kobong anak anak Santri dan hanya Pemagaran saja, jika dikalkulasikan tidak Sepadan dengan anggaran yang sudah diberikan, yang terlihat jelas justru dinding pada rumah pribadinya. Ini sudah jelas melanggar Juklak dan Juknisya Aturan Pemerintah yang seharusnya anggaran Hibah Pemprov tersebut dibangun untuk Ruang Kobong baru bukan untuk Renovasi rumah pribadi.

Ditempat lain kami meminta tanggapan dari LSM Laskar Siliwangi ,Samsul Hidayah, “Itu jelas sudah merugikan uang negara maka kepada penegak huku baik itu Kejaksaan maupun Kepolisian, Oknum Ketua Yayasan tersebut harus diperiksa dan diproses secara hukum yang berlaku”, ungkap Samsul Hidayah.

Reporter : Iman
Redaktur : Dewi Pelangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *