Diduga Ngantuk Sopir Truk Kelapa Sawit Tabrak Pengendara Lain Saat Lalin Padat

SUKABUMI.radarinformasi.com – Kembali terjadi Laka lantas di Jalan Nasional Bogor – Sukabumi tepatnya di Jl. Raya Siliwangi, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Berawal dari truk muatan sawit yang menabrak mobil Calya yang tepat berada di depanya kemudian mobil Calya tersebut menabrak 1 mobil Toyota Rush yang tepat di depannya, Jumat (05/05/2023) pukul 18.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam tragedi tersebut namun diduga salahsatu penumpang mobil Calya putih mengalami shok yang cukup hebat karena sedang mengandung. Kerugian materi yang di alami oleh mobil Calya tersebut di duga cukup besar karena mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan dan belakang bodi mobil.

Diduga supir truk bermuatan sawit tersebut mengantuk, karena saat dimintai keterangan tentang penyebab dari terjadinya laka lantas tersebut Ia mengaku ngantuk sehingga tidak fokus mengendara.

“Tadi saya ngantuk jadi kurang fokus nyetir,” ucap Yadi (supir truk).

Ketika ditanya perihal identitas diri seperti KTP atau kartu SIM Ia mengatakan bahwa tidak membawa identitas apapun karena baru kehilangan tas beberapa hari yang lalu.

” Saya gak bawa SIM ataupun KTP bahkan Hp pun gak bawa, karena 2 hari yang lalu sempat kecopetan waktu sedang beristirahat saat mengirim sawit ke luar kota. Saya memang belum bilang bos soal kehilangan itu tapi saya sudah bikin laporan kehilangan ke Polsek Cikidang”, ungkapnya.

Ketika diminta bukti surat kehilangan tertulis laporan tersebut di buat pada Rabu, 02 November 2022 di Polsek Cikidang.

Menurut keterangan korban Ia memang melihat dari kaca spion depan bahwa mobil truk tersebut berjalan cepat padahal arus lalin sedang padat.

“Mobil saya dan yang di depan sedang berhenti bahkan mobil saya juga di rem tangan karena kondisinya memang sedang macet parah, bahkan kalo mobil yang depan saya tidak pakai rem tangan mungkin tabrakan itu lebih banyak korban, saya lihat dari kaca mobil truk itu memang melaju cepat tapi saya tidak bisa menghindar karena di kiri banyak sepeda motor jadi cuma bisa pasrah dan memberi isyarat pada keluarga saya yang ada dalam mobil merunduk”, ucapnya.

Namun yang sangat di sayangkan diduga Abang (pemilik mobil truk sawit) membiarkan supir pengantar sawit ke luar kota tanpa bekal identitas apapun.

“Sopir itu cuma sopir cadangan karena supir aslinya sedang ada keperluan jadi gak bisa bekerja selama beberapa hari”,ujarnya.

“Saya akan bertanggungjawab mengganti kerugian yang di alami oleh pihak korban dengan memperbaiki mobilnya sampai kembali seperti semula, karena itu tanggung jawab saya sebagai pemilik mobil bukan tanggungjawab Pendor dari BUMN sawit”, sambungnya.

“Saya hanya pemilik mobil, tapi berhubungan langsung dengan pihak pendor pengelola transportasi pengangkut sawit, namun tidak ada perjanjian kontrak apapun hanya secara lisan saja”, pungkasnya.

Reporter   :   Dahlia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *