BOGOR.radarinformasi.com— Seorang perempuan bernama Rlyeni Rosalina (32) ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Pabuaran RT 02 RW 08, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Korban diduga menjadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, Asep Sunarya. Selasa (17/6)
Kejadian ini pertama kali terungkap setelah seorang saksi, Gilang Prima Nanda (26), melihat Asep menghampiri tetangga sekitar, Manih, dan memberitahukan bahwa istrinya sudah meninggal dunia. Keduanya kemudian menuju ke lantai dua rumah korban dan mendapati Rlyeni sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap, dengan darah keluar dari hidungnya.
Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, Gilang segera menghubungi saksi lainnya, Sahroni, untuk meminta bantuan. Sahroni kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Putri.
Kapolsek Gunung Putri melalui piket fungsi yang bertugas, langsung melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 01.45 WIB. Dalam olah TKP, turut diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah seprai, satu buah bantal, satu buah selimut, satu unit iPhone 13 warna hitam, dan satu unit HP Infinix hitam.
Polisi menduga kuat pelaku pembunuhan adalah suami korban, Asep Sunarya, yang hingga kini masih dalam pencarian setelah melarikan diri sesaat setelah kejadian.
Pihak kepolisian telah membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi, serta mengumpulkan keterangan para saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap kronologi dan motif pembunuhan.
Kasus ini ditangani dengan dugaan pelanggaran Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025, PT PLN Nusantara Power UP Indramayu menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan menanam 1.400 pohon serta membersihkan kawasan pesisir dan sekitar pembangkit listrik, Jumat (13/6/2025).
Kegiatan bertajuk Coastal & Power Plant Clean Up ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan menekan penggunaan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Senior Manager PLN Nusantara Power UP Indramayu, Fu’ad Arifin, menjelaskan bahwa aksi kolaboratif ini melibatkan seluruh karyawan dan masyarakat sekitar. Ribuan pohon yang ditanam terdiri dari tanaman buah, pohon peneduh, dan tanaman hias, disebar di lingkungan PLTU Indramayu dan sekitarnya.
Tak hanya itu, di wilayah desa penyangga juga ditanam 9.500 bibit mangrove dan 250 pohon cemara laut guna memperkuat ekosistem pesisir yang rentan terhadap abrasi.
“Aksi bersih-bersih pantai ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ini bagian dari tekad kami dalam mengurangi sampah plastik yang sulit terurai dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan,” ungkap Fu’ad.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menguatkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak termasuk LSM dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai guna.
Fu’ad juga mengajak seluruh insan PLN untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga bumi dari polusi plastik dan kerusakan lingkungan. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh power people sangat penting dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan hijau.
Lewat aksi ini, PLN Nusantara Power UP Indramayu ingin menunjukkan kepemimpinan dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait kelestarian alam dan ketahanan ekosistem.
BOGOR.radarinformasi.com — Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., menerima Brevet Kehormatan “Setia Waspada” dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitasnya dalam mendukung tugas-tugas pengamanan VVIP di wilayah Kabupaten Bogor. Jumat (13/6)
Upacara penganugerahan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni 2025, bertempat di Gedung Pelangi, Markas Komando Paspampres, Jakarta. Brevet ini merupakan simbol penghormatan dan kepercayaan dari Paspampres atas sinergi yang kuat antara Polres Bogor dengan institusi pengamanan VVIP, khususnya dalam setiap pelaksanaan pengamanan Presiden, Wakil Presiden, serta tamu negara lainnya di wilayah hukum Polres Bogor.
Selain Kapolres Bogor, penghargaan serupa juga diberikan kepada sejumlah pejabat utama Polres Bogor, yaitu:
Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila, S.H., S.I.K.
Kabag Ops Polres Bogor AKP Nur Istiono, S.I.K., M.H.
Kasat Resnarkoba AKP Bagus Azi Lesmana Putra, S.I.K., M.M., M.Si.
Kasat Reskrim AKP Teguh Kumara, S.T.K., S.I.K.
Penganugerahan Brevet “Setia Waspada” ini menjadi wujud apresiasi atas komitmen Polres Bogor dalam menjunjung tinggi profesionalisme dan memperkuat sinergitas antarinstansi demi menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya dalam mendukung tugas-tugas pengamanan VVIP.
“Brevet kehormatan ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan bukti kepercayaan atas kesetiaan dan kesiapsiagaan kami dalam menjalankan tugas negara. Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan meningkatkan profesionalisme serta memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujar AKBP Rio Wahyu Anggoro usai menerima brevet.
Dengan diterimanya brevet tersebut, diharapkan sinergi antara Paspampres dan Polres Bogor semakin solid, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus berkontribusi secara maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi kepentingan bangsa dan negara.
BOGOR.radarinformasi.com – Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana, S.H., M.H. bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Dramaga melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) hasil operasi gabungan Tiga Pilar di wilayah hukum Dramaga. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 12 Juni 2025, dan turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Dramaga, Jl. R. Soewandana No. 74, Kabupaten Bogor. Jumat (13/6)
Pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Hari Jadi Bogor ke-543 tingkat Kecamatan Dramaga. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 1.500 botol miras oplosan jenis Ciu dan Arak Bali, serta 4 jeriken berisi masing-masing 40 liter. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara digilas menggunakan mesin road stone mini.
Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., agar seluruh personel Bhabinkamtibmas aktif menjaga keamanan dan ketertiban bersama masyarakat dan instansi terkait.
“Menjaga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas polisi. Kami terus bersinergi dengan masyarakat, Koramil, Forkopimcam, dan Forkopindes untuk memastikan wilayah Dramaga tetap aman dan kondusif,” tegas IPTU Desi.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penertiban terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas selama masa jabatannya sebagai Kapolsek Dramaga, demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh warga.
Kegiatan ini juga menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat.
Di kesempatan terpisah, Plt. Kasi Humas Polres Bogor IPDA Yulista Mega Stefani, S.H., mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang mengganggu kamtibmas, termasuk dugaan tindak kriminal atau perekrutan tenaga kerja ilegal yang menjanjikan gaji besar namun tanpa legalitas hukum.
“Praktik semacam itu termasuk dalam kategori Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Masyarakat bisa mengadukan ke Call Center Polri (021) 110 yang aktif 24 jam atau melalui nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 5587,” ujarnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan acara Kenal Pamit Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Barat, yang berlangsung secara khidmat di Aula Mapolda Jabar pada Kamis, (12/06/2025) Kegiatan ini menjadi momen penting dalam rangka regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi di lingkungan Polda Jawa Barat. Jumat (13/6)
Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Pol. Harry Haryadi B. secara resmi melepas jabatannya sebagai Karo SDM Polda Jabar. Prosesi serah terima jabatan dilakukan dengan penuh rasa hormat, dihadiri oleh para pejabat utama Polda Jabar, para Kapolres jajaran, serta tamu undangan dari berbagai satuan kerja kepolisian di wilayah Jawa Barat.
Kapolres Bogor, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi serta pengabdian Brigjen Pol. Harry Haryadi B. selama menjabat sebagai Karo SDM. Beliau menilai bahwa sosok Brigjen Pol. Harry Haryadi telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan personel dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan Polda Jabar.
Tidak hanya itu, AKBP Rio Wahyu Anggoro juga mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru yang akan mengemban tugas sebagai Karo SDM Polda Jabar. Ia berharap ke depan sinergi dan komunikasi antar satuan kerja, khususnya antara Polres Bogor dan Biro SDM Polda Jabar, dapat semakin solid dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang profesional dan humanis.
Kehadiran Kapolres Bogor dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Polres Bogor terhadap penguatan institusi Polri melalui hubungan kerja yang harmonis dan suportif di tingkat kewilayahan. Momen serah terima jabatan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kelanjutan kinerja organisasi, sekaligus memperkuat soliditas dan loyalitas dalam tubuh Kepolisian Daerah Jawa Barat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aksi cepat dan tanggap diperlihatkan oleh anggota TNI, Kopda Suhardi, yang turut membantu evakuasi korban dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dumtruk dan sepeda motor di pertigaan Kongsijaya, Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Kamis pagi (12/6/2025).
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 07.20 WIB. Berdasarkan informasi di lokasi, mobil dumtruk bernomor polisi B 9982 BYZ yang dikemudikan oleh Evan Setiawan (42), warga Sumedang, diduga kehilangan kendali saat melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Ketidakseimbangan laju kendaraan membuat truk menyerempet sepeda motor bernomor E 6601 PBM yang datang dari arah Ujungaris.
Sepeda motor tersebut dikendarai oleh Wasniti (48), warga Blok Kalen Timbang, Desa Pendok, Widasari, yang saat itu tengah berboncengan dengan seorang perempuan bernama Wasem (sekitar 40 tahun), yang berasal dari alamat yang sama. Akibat kerasnya benturan, Wasem meninggal dunia di tempat kejadian, sementara Wasniti mengalami luka berat.
Kopda Suhardi, anggota Koramil 1611/Losarang yang kebetulan melintas dalam perjalanan menuju Makodim 0616/Indramayu, langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
“Saya melihat korban tergeletak di simpang pertigaan Kongsijaya, langsung saya berhenti dan memberikan bantuan semampu saya sambil menunggu bantuan medis datang,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Tak berselang lama, sekitar pukul 07.40 WIB, ambulans dari Puskesmas Widasari tiba dan segera mengevakuasi korban ke RS Mitra Plumbon Widasari. Kemudian, pada pukul 07.55 WIB, petugas Polsek Widasari tiba di lokasi dan langsung mengamankan kendaraan beserta sopir truk untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga langsung menuju rumah sakit untuk melakukan pendataan terhadap korban. Dari insiden tersebut, tercatat satu korban meninggal dunia atas nama Wasem, dan satu korban lainnya, Wasniti, mengalami luka berat dan masih dalam perawatan intensif.
BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, Polres Bogor melaksanakan kegiatan bakti sosial yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. Rabu (11/6)
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79 sekaligus wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Polres Bogor menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang membutuhkan, seperti lanjut usia (lansia), masyarakat kurang mampu, serta pekerja informal di wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Kapolres Bogor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur Polri atas kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga hingga memasuki usia ke-79 tahun.
“Bakti sosial ini adalah bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar AKBP Rio Wahyu Anggoro.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, serta disambut antusias oleh masyarakat penerima bantuan. Selain pembagian sembako, kegiatan ini juga diisi dengan silaturahmi antara Kapolres dan masyarakat setempat.
Diharapkan, kegiatan bakti sosial ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi inspirasi dalam membangun solidaritas antara Polri dan masyarakat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Warga Blok Tempel, Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, digemparkan dengan penemuan mayat pria mengapung di aliran Sungai Klontongan, Selasa (10/6/2025) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Kepolisian Sektor Sliyeg membenarkan peristiwa tersebut. Kapolsek Sliyeg IPTU Edi Mulyana mengungkapkan, korban diketahui bernama Dian Ferdiana Adita (45), warga Desa Tanjar Lor, Kecamatan Kertasemaya, Indramayu.
“Korban ditemukan oleh warga bernama Dirjo dalam posisi telungkup. Ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas setempat, lalu diteruskan ke Polsek,” kata IPTU Edi.
Petugas gabungan dari Polsek Sliyeg, Unit Inafis Polres Indramayu, serta tenaga medis dari Puskesmas Sliyeg dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban. Dokter Masludi turut membantu dalam proses pemeriksaan awal.
Hasil pemeriksaan tim medis RSUD Indramayu tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka di bagian mata diduga akibat benturan saat jatuh ke sungai.
“Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat epilepsi dan telah hilang selama dua hari. Mereka menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelas Kapolsek.
IPTU Edi Mulyana pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit tertentu, untuk mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak warga aktif menjaga keamanan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat bisa melapor potensi gangguan kamtibmas melalui layanan ‘Lapor Pak Kapolres – SIAP MAS INDRAMAYU’ di WhatsApp 081999700110 atau call center 110.
BOGOR.radarinformasi.com – Seorang pria bernama M. Anjar (Acay), warga Kampung Taringgul, RT 03/03, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, dilaporkan hilang di Kali Cileungsi, tepatnya di lokasi penyebrangan antara Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup dan Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, pada Senin (9/6) sore.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban sebelumnya berpamitan untuk mencuci mobil di lokasi tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Namun hingga pukul 16.00 WIB, korban tidak memberikan kabar. Merasa curiga, keluarga menyusul ke lokasi dan menemukan mobil korban berada di pinggir sungai, dengan kunci mobil dan telepon genggam masih berada di dalam kendaraan. Namun, korban tidak tampak di sekitar lokasi.
Pihak keluarga menyebut bahwa korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi), yang menimbulkan dugaan bahwa korban mungkin mengalami kejang dan terpeleset ke dalam sungai.
Hingga saat ini, korban belum ditemukan. Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur relawan, aparat desa, dan pihak kepolisian. Selain pencarian manual, proses investigasi juga sedang dilakukan dengan pengecekan rekaman CCTV di sekitar area kejadian.
Potensi SAR dan Tim Penolong yang Terlibat antara lain: Destana Desa Gunung Sari, Relawan Rekan Indonesia, Babinsa dan Binmas Desa Gunung Sari, Babinsa dan Binmas Desa Tarikolot, Tim Reaksi Cepat (TRC) Safety Riding Polres Bogor, Unit Ambulans NU Desa Tarikolot serta Warga dan relawan sekitar.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau melihat kejadian untuk segera melapor ke aparat terdekat. Pencarian masih akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.
JAKARTA.radarinformasi.com – Ketua umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan akhirnya angkat bicara atas insiden yang terjadi terhadap kedua anggotanya di Paniis Mandirancan Kuningan Jawa Barat. Sabtu (7/6)
Dia mengatakan kedua anggotanya itu benar adanya sebagai ketua kordinator wilayah (korwil) dan wakil ketua korwilnya di Kuningan Provinsi Jawa Barat. Mereka mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang mengaku dari anggota ormas Al Jabar dan anggota XTC (Exalt To Coitus) ormas otomotif Kuningan. Peristiwa naas itu terjadi pada hari Kamis (5/6/2025) kemarin, sekitar pukul 20.55 wib.
“Luka-luka akibat pengeroyokannya cukup serius ya, dan ini tidak bisa dibiarkan. Kepolisian Polres Kuningan harus segera mengambil tindakan tegas untuk menangkap para pelaku yang sudah terindikasi nama serta alamatnya,” ucap Opan melalui keterangan Pers nya di Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Zaky saat ini kata Opan harus mendapatkan perawatan cukup serius di rumah sakit (RS) Ciremai Cirebon. Kondisi Zaky pasca pengeroyokan mengalami ketidakstabilan akibat pukulan, tendangan serta bagelan benda tumpul dikepalanya.
“Semalam kami di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mendapatkan informasi bahwa Zaky harus dilarikan kerumah sakit Ciremai untuk pemeriksaan intensif,” jelas Opan.
Untuk itu lanjut dia, DPP FWJ Indonesia akan mengambil langkah cepat dan terukur hingga proses hukum para pelakunya segera ditindak tegas.
“Kejadian yang menimpa kedua anggota kami di Kuningan Jawa Barat atas nama Irwan Fauzi dan Zaky merupakan peristiwa berdarah yang dilakukan para pelaku dari oknum ormas Al Jabar. Ini harus di proses serius oleh Kepolisian Polres Kuningan Polda Jawa Barat,” tegasnya.
Berdasarkan Laporan Kepolisian yang diterimanya, Opan meminta penyidik segera menerapkan Pasal 170 ayat (2) KUHP Pidana, dimana pelaku pengeroyokan dijerat hukuman penjara paling lama sembilan tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat.
Sebelumnya diketahui, insiden berdarah yang terjadi di Terminal Paniis Mandirancan Kuningan Jawa Barat merupakan dendam pribadi antara Zaky (korban) dengan Hadi alias Kokong (pelaku). Zaky pernah diminta warga Paniis untuk menggerebek Kokong yang kerap mengedarkan obat terlarang dan obat-obatan jenis tipe G, hingga usaha Hadi alias Kokong tutup total.
Kalah adu argumentasi dengan Zaky, pelaku kemudian balik kanan, namun berselang 10 menit, Hadi alias Kokong (pelaku) kembali datang dengan sekelompok preman berjumlah 15 orang yang mengaku dari ormas Al Jabar dan XTC (Exalt To Coitus) Kuningan.
Tanpa basa-basi, Kokong bersama kawanan premannya langsung mengeroyok habis-habisan Zaky. Melihat wakilnya dikeroyok hingga tak berdaya, Irwan Fauzi ketua FWJ Indonesia korwil kuningan langsung melerainya. Namun na’as, justru Irwan juga digiring dan dijadikan bola tendangan, pukulan bahkan bagelan benda tumpul hingga babak belur dan berlumur darah.
Sementara FWJ Indonesia Korwil Indramayu Mutadi, A.Md.Kom, menegaskan bahwa penyerangan yang dilakukan 15 orang oknum anggota ormas Al Jabar dan anggota XTC (Exalt To Coitus) ormas otomotif Kuningan harus diproses secara hukum seadil adilnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, dan supaya kedepan tidak ada yang melakukan perbuatan perbuatan seperti itu lagi terhadap anggota FWJI se-Indonesia jaga marwah FWJ Indonesia,” harap Korwil Indramayu Mutadi
Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Polres Kuningan maupun Polda Jabar belum memberikan tanggapan apapun.