Selain Menjual Kentang Busuk, Penyaluran BPNT di E-warung Desi Menuai Konflik
BOGOR.radarinformasi.com- Mengingat kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang, terutama untuk wilayah Jawa dan Bali, maka Pemerintah menyalurkan Bansos kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru dengan indeks sebesar Rp.200.000,00/KPM selama Juli-Desember 2021, Rabu (15/09/21).
Akan tetapi dengan adanya tambahan KPM baru tersebut justru menimbulkan permasalahan baru dalam penyalurannya, pasalnya Warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, yang mendapat 7 paket tersebut banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum untuk meraup keuntungan pribadi, sehingga membuat sebagian Warga geram.
Warga mengatakan bahwa 7 paket Sembako yang harusnya diterima, hanya diterima sebanyak 6 paket, dengan alasan yang satu paket dibagikan kepada keluarga yang belum menerima, ditambah lagi KKS dikolektifkan oleh pihak RT dan Sembako diantar ke rumah Warga dengan dipungut biaya berkisar antara Rp.10.000,00-Rp.30.000,00.
“Saya menerima KKS sekitar 2 minggu yang lalu, kemudian sebelum penyaluran, KKS tersebut diambil lagi ma RT untuk di gesek, setelah itu Sembako dianterin ke rumah dan dimintai biaya berkisar Rp.10.000,00-Rp.30.000,00, saya aja belum tau PIN saya karena amplop juga belum saya buka”, ujar salahsatu Warga yang enggan disebut namanya.
“Saya dapat 7 paket tapi cuma dikasihkan 6 paket, kata pak RT sih yang 1 paket diberikan kepada keluarga yang belum dapat”, jelasnya.
Selain itu, Kentang yang diberikan kepada KPM juga nampak busuk dan tidak layak konsumsi.
Danrem 061 Surya Kencana Tinjau Vasinasi Massal Kawasan Puncak
BOGOR.radarinformasi.com- Untuk menekan merebaknya wabah penyakit virus global Covid-19 dan membantu upaya Pemerintah dalam penanganan penyakit tersebut, Korem 061 Surya Kencana, Polri dan Forkompimda Kabupaten Bogor menggelar Program Vaksinasi Massal di Aula Kantor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, pada Sabtu (11/09/2021).
“Selama seminggu sepekan kami sudah melaksanakan program Vaksinasi guna mempercepat penanggulangan wabah penyakit virus Covid-19 dan kami menghimbau dan mengajak pada Warga kalau mau di vaksin ga usah takut, karena Vaksin tersebut sangat bermanfaat pada tubuh kita terutama untuk menambah kekebalan tubuh supaya kita lebih kuat menghadapi segala penyakit, seperti halnya penyakit virus Corona-19 yang masih ada negara kita ini”, ungkap Brigjen TNI Achmad Fauzi disela-sela memantau kegiatan Vaksinasi di Kawasan Wisata Cisarua.
Ia menambahkan bahwa, “Program Vaksinasi akan terus dicanangkan ke semua kawasan-kawasan yang sering banyak dipadati oleh para pengunjung Wisatawan untuk berlibur ke tempat lebih ramai, terutama kawasan wisata Puncak ini dan saya juga sangat mengapresiasi melihat begitu antusiasnya Warga yang ikut Program Vaksinasi massal ini dan meminta ke semua Warga yang akan mengikuti Vaksinasi harus selalu menerapkan Protokol Kesehatan agar terhindar dari wabah penyakit virus Corona tersebut, saya berharap akan tercapai target Vaksinasi yang sebesar-sebesarnya dalam Program Vaksinasi ini”.
Ditempat kegiatan, Brigjen TNI Achmad Fauzi yang didamping Sekcam dan Kapolsek Cisarua meninjau langsung ke tempat kegiatan Vaksinasi tersebut, dari informasi, sebanyak 1200 kouta yang telah dilaksanakan Vaksinasi pada hari tadi.
Sementara itu Kapolsek Cisarua,Kompol Supriyanto memaparkan bahwa, “Kami dari unsur TNI, Polsek, Kecamatan, Satpol PP dan Danrem serta Dandim, Allhamdullah bisa memberikan motivasi dorongan semangat pada Petugas, agar bisa melayani dengan baik dan juga kami dibantu oleh Kepala Desa, RT dan RW untuk mengkoordinir Peserta Vaksinasi sehingga nantinya mereka sudah terdaftar sebagai Peserta Vaksinasi, khusus Kawasan Cisarua, Vaksinasi dilaksanakan setiap hari sesuai permintaan Masyarakat itu sendiri”, jelasnya.
Gelar Vaksinasi Bersama Polres Bogor, SEMMI dan UIKA Komitmen Lawan Covid-19
BOGOR.radarinformasi.com- Serikat Mahasiwa Muslimin Indonesia Kabupaten Bogor menggelar aksi kemanusiaan dengan menyelenggarakan Vaksinasi bersama Polres Bogor dan Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Vaksinasi yang mayoritas pesertanya adalah Masyarakat dan Mahasiswa ini menargetkan 1.500 peserta demi upaya percepatan pemerataan Vaksin di Kabupaten dan Kota Bogor, Kamis (19/08/21).
Mifta Huzzaman selaku Ketua Umum dan juga Ketua Pelaksana kegiatan ini menuturkan, “Dalam perjalanan dan cita-cita berdirinya SEMMI di Bogor ini adalah untuk memperjuangkan hal-hal yang bersifat kemanusiaan, serta kemaslahatan umat. Salahsatu fakta konkritnya adalah Vaksinasi yang kami selenggarakan bersama Polri, UIKA, BEM UIKA, dan Mahasiswa UIKA, tentu ini adalah langkah yang kami harapkan kedepannya mampu menyadarkan kita selaku Mahasiswa bahwa tugas kita bukan hanya berretorika dan berdialegtika melainkan perlu dan harus bekerja nyata”, tuturnya.
Lebih lanjut ketua penanggungjawab kegiatan, Ramdhan Agung Giri Nugroho yang juga Dewan Pembina SEMMI Kabupaten Bogor menyatakan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada UIKA, BEM UIKA, POLRES Bogor dan seluruh element Mahasiswa yang terlibat.
“Acara ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap bangsa dan negara ini, serta kami mengucapkan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada UIKA, BEM UIKA, POLRES Bogor dan seluruh element Mahasiswa yang terlibat dalam mensukseskan acara ini, semoga apapun yang kita lakukan dengan niat baik hari ini akan menjadi pemberat amal baik kita di akhirat kelak dan semoga ini bisa menjadi tonggak awal pergerakan Mahasiswa untuk lebih fokus kepada hal-hal yang bersifat kemanusiaan dan sosial di kemudian hari nanti”, tutupnya.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh beberapa pejabat dan petinggi Polri di daerah, diantaranya, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, serta Kapolres Bogor, AKBP Harun. Dalam hal ini Dedie A.Rachim selaku Wakil Walikota Bogor banyak mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada SEMMI, UIKA, dan Polres Bogor atas kesuksesan terselenggaranya giat Vaksinasi di Kota Bogor ini, pria yang akrab di sapa Kang Dedie ini menuturkan, “Saya ucapkan terimakasih terkhusus kepada SEMMI, Polres dan UIKA serta seluruh panitia serta Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan sosial ini”.
AKBP Harun, selaku Kapolres Bogor juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya terhadap dedikasi SEMMI untuk tetap Komitmen dalam berjuang dalam ranah sosial dan Kemanusiaan
“Dedikasi SEMMI, bersama seluruh element yang terlibat sangat luar biasa, ini bentuk nyata kerja Mahasiswa untuk rakyat dan saya secara pribadi maupun instansi sangat senang dengan kegiatan ini, semoga kedepannya akan terus dan terus ada kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan demi terciptanya Indonesia yang sehat, adil dan makmur”, tutur Kapolres Bogor tersebut
Tentu selain itu, ada hal unik dimana Polres Bogor dapat saling bersinergi dengan Polresta Kota Bogor dalam kegiatan ini, karena kita ketahui bersama UIKA berada di Wilayah Hukum Polresta Kota Bogor, ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir, dan mengabdi untuk Negeri tanpa melihat hal-hal yang bersifat regional, atau tertorial, sehingga dapat memperlancar kegiatan Vaksinasi yang di selenggarakan oleh SEMMI, UIKA, BEM UIKA, Dan Polres Bogor.
Meski dalam keadaan Cacat, Janda dan Anak Warga Kelurahan Pakansari tak Tersentuh Bantuan Apapun
BOGOR.radarinformasi.com- Meskipun kehidupannya serba kekurangan, akan tetapi Mumun (51) tahun janda dengan satu anak yang ditinggal mati oleh suaminya sejak beberapa tahun lalu, tidak pernah tersentuh bantuan dari pihak manapun, selain hidup sebagai single fighter, Mumun dan Nurul putrinya yang berusia 23 tahun juga tidak bisa berbicara (cacat) akibat kecelakaan yang dialaminya waktu itu, Selasa (03/08/21).
Anehnya, meskipun Mumun dan anaknya hidup dalam serba kekurangan, namun sejak adanya wabah pandemi Viruscorona Disease 2019 (Covid-19) menerpa negeri ini, tetapi mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor maupun pusat, baik itu Program Keluarga harapan (PKH) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST).
Mumun warga Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor – Jawa Barat tersebut bercerita bahwa dirinya yang ditinggal suami sejak 10 tahun meninggal dunia lantaran penyakit yang diderita oleh sang suami dan kini membuat kedua anaknya itu berstatus yatim, akan tetapi hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan apapun.
“Sejak pandemi terjadi di awal Januari 2020 silam sampai Agustus 2021 ini, tidak ada bantuan apapun yang terima melalui kelurahan maupun dari ketua RT dan RW setempat. Makanya, kalau untuk makan terkadang masih ada yang membantu dari saudara-saudara,” akunya.
Masih menurutnya, “Saya harap pemerintah, ibu Bupati Bogor maupun ketua DPRD Kabupaten dan Dermawan dapat mengulurkan bantuan kepada saya ini, serta semoga anak saya ini dapat kelayakan penanganan secara medis, sehingga anak saya bisa normal lagi seperti anak perempuan pada umumnya”.
Ombudsman: Pemerintah dan Polres Harus Tegas terhadap Sekolah yang Langgar Aturan
BOGOR.radarinformasi.com- Dengan ramainya pemberitaan dibeberapa Media Online terkait aktifitas Pembelajaran Tatap Muka dan dugaan Jual Beli LKS yang dilakukan oleh MI An.- Naba dan Yayasan Al-Muawanah, yang beralamat di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Kepala Ombudsman Raya Indonesia merasa geram dan akan turun langsung, Selasa (20/07/21).
Ia berharap agar Pemerintah dan Polres Bogor harus tegas dalam menyikapi permasalahan ini, pasalnya saat ini Jawa dan Bali adalah provinsi yang sedang dalam kondisi gawat dalam wabah Covid-19, perlu diketahui juga “Siapapun pelaku yang melanggar ketentuan, dapat dikenai pidana sesuai pasal 14 UU no 4 tahun 1984 tentang wabah menular”.
“Pemerintahan Kabupaten Bogor harus memberi sanksi kepada Yayasan dan sekolah, khususnya Polres Bogor harus menindak dan menjerat oknum Kepala Sekolah serta Pemilik Yayasan dengan UU wabah menular jika benar terbukti adanya pelanggaran, termasuk oknum Kemenag diduga membekingi,” ungkap Teguh, selaku Kepala ORI saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Selasa (20/07/2021).
Masih katanya, “Saat ini Tenaga Kesehatan (Nakes) sudah kepayahan, ini malahan ada yang mau menyebarkan Virus ke anak-anak sekolah, harusnya paham soal PPKM Darurat, jelas melarang ada pembelajaran tatap muka di wilayah, jika tidak ada tindakan lebih lanjut akan hal ini, maka Ombudsman Raya Indonesia akan turun langsung untuk lakukan pemeriksaan terkait hal tersebut”, Tegas Teguh.
Perangkat beserta Kepala Desa Lakanaha Sumbangkan Dua Ekor Sapi Kurban
Munabarat. radarinformasi.com- Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laillaha illa Allahu, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahilham. Gema takbir berkumandan menggema, Masyarakat Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, bergegas menuju Masjid Husnul khatimah guna menjalankan Sholat Idul Adha 1442 H/ 2022 M, tepatnya Selasa (20/07/2021).
El Badrun selaku Kepala Desa Lakanaha mengatakan, “Kurban ini betul-betul keikhlasan hati dari Perangkat saya, tanpa ada dorongan, paksaan dari pihak siapapun, semata-mata sebagai bukti bahwa perangkat saya sepenuhnya bekerja, bukan untuk kepentingan pribadi, namun juga ingin membagi rizki kepada warga yang layak, walaupun tidak seberapa nilainya”.
“Kurban ini bersumber dari dana hasil tabungan perangkat saya, usetiap triwulan gajian mengumpulkan Rp.500.000,00/orang terhitung sejak mulai gajian sampai sekarang, Alhamndulillah dana yang terkumpulkan bisa membeli Sapi dua ekor, dengan harga Rp.14.000.000,00 dimana harga @ Rp. 7.000.000,00 /ekor dan sisanya masih ada sisa sekitar Rp 4.000.000,00″, jelasnya.
“Harapan kami kepada Masyarakat yang tidak kebagian kali ini jangan berburuk sangka, saya beserta perangkat, mohon untuk dimaafkan,,segelah kekurangan dan kesalahan kami”, pungkasnya.
Pengkolektifan KKS di E-warung Leni Desa Sukakarya atas Himbauan pihak Kecamatan
BOGOR.radarinformasi.com – Adanya pengkolektifan KKS BPNT di E-warung Leni Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, ternyata atas arahan dari Iwan Dharmawan selaku Pembina Monitoring dalam penyaluran BPNT terutama dalam hal pemantaun Prokes, Senin (19/07/21).
Sangat disayangkan Gerakan Pegang KKS sendiri (Pastikan Kartu KKS hanya dipegang, disimpan dan dimanfaatkan oleh KPM sendiri) tidak diindahkan dalam hal ini, bahkan sangat disesalkan kebijakan yang dibuat sudah menyalahi aturan (Pedum) karena seperti yang dijelaskan dalam Gerakan Pegang KKS sendiri sudah gamblang tertulis agar tidak diberikan kepada pihak lain demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat dikonfirmasi via seluler Iwan Dharmawan mengatakan bahwa, “Memang benar saya yang mengintruksikan, hal tersebut untuk menghindari adanya kerumunan dimasa PPKM, kalau masalah digesek 3 (tiga) hari sebelum penyaluran saya baru tahu hari ini”.
“Saya hanya memantau terkait Prokesnya saja bukan tehknis pelaksanaannya”, ujarnya singkat.
Disini perlu dipertanyakan kinerja TKSK dan Kepala Desa dalam pemantaun penyaluran BPNT, bahkan untuk penggesekan yang dilakukan 3 (tiga) hari sebelumnya mereka tidak mengetahuinya. Penunjukan E-warung harus benar-benar orang yang memahami Pedum dan dapat melaksanakan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku, jangan sampai kebijakan menabrak aturan.
Dua sekolah di Kecamatan Caringin lakukan PTM di masa PPKM Darurat
BOGOR.radarinformasi.com- Untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat, Bupati Bogor, Hj.Ade Yasin mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, MUI, Tokoh Agama, Pimpinan dan Ketua Ormas, PMI, Muspika, Pengurus PHRI, Apindo, Dewan Pendidikan, dan pengurus organisasi profesi lainnya untuk berperan aktif dalam penegakan PPKM Darurat, Sabtu (17/07/21).
Ketentuan PPKM Darurat yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor Nomor : 443/355/Kpts/Per-UU/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif melalui PPKM Darurat di Kabupaten Bogor, yang dimulai sejak 03-20 Juli 2021 kedepan, selaras dengan Instruksi Presiden tentang PPKM Darurat khusus Jawa dan Bali.
Maka seluruh daerah di Jawa dan Bali wajib melaksanakan instruksi itu tanpa ada perdebatan, sebab melihat kondisi saat masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan di Jawa dan Bali. Hal tersebut berlaku pula untuk jenjang pendidikan, baik untuk anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada enam provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku.
Namun sangat disayangkan, PPKM Darurat tersebut diabaikan oleh dua sekolah di wilayah Kecamatan Caringin, yaitu MI. An-Naba dan Yayasan Al.Muawanah yang terdiri dari Siswa-siswi MTs dan MI.
Saat dikonfirmasi pihak Kepala Sekolah dari Yayasan Al.Muawanah mengatakan bahwa Kepala Sekolah tidak bisa ditemui dikarenakan sedang sakit dan dalam masa pemulihan.
“Meskipun saya istri dari Kepala Sekolah akan tetapi disini saya hanya sebagai Staff Pengajar, saya tidak bisa memberikan statmnt apa-apa terkait PTM ini, Kepala Sekolah juga sedang dalam keadaan sakit dan sedang masa pemulihan”, ujar Ane mewakili Kepala Sekolah.
Berbeda dengan Emus Mulyadi selaku Kepala Sekolah MI.An-Naba, “Disini bukan PTM akan tetapi hanya penjaringan Siswa Baru karena saat ini sedang PPDB”.
Pernyataan dari Kepala Sekolah tersebut jelas berbeda dengan keluhan dari Wali Murid, dimana Wali Murid mengatakan ada pengumuman di group sekolah agar anak-anak dapat mengikuti PTM.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh beberapa Siswa yang ditemui pihak media, dimana anak-anak tersebut mengatakan bahwa mereka sudah mulai masuk dari hari Senin kemarin.
Saat disinggung terkait jual beli LKS yang terjadi di MI An-naba, Emus Mulyadi tidak memberikan jawaban dan memblokir nomor media yang mengkonfirmasinya.
Puskesmas Marobea Akan Laksanakan Vaksin Pada Hari Sabtu (17/07/2021)
MUNABARAT. radarinformasi.com. Puskesmas Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, akan menggelar kegiatan Vaksin, pada Sabtu besok, Jum’at (16/07/21).
Juliati, S.Km selaku Kepala Puskesmas Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, mengatakan, “Puskesmas Marobea akan mendapat stok Vaksin dari pihak TNI,, diantaranya, PKM Tiworo Tengah, Wuna, Lailangga, Barangka juga Kombikuno. Mengingat Lebaran sudah dekat, maka Puskesmas Marobea akan melaksanakan Vaksin hari Sabtu depan”.
Lanjutnya, “Dinas Kesehatan dan Puskesmas Marobea telah melayani Vaksin dosis 1 dan 2, berjumlah, 676 jiwa, dosis 1 berjumlah 549 jiwa, sedangkan dosis 2 sejumlah 127 jiwa. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada keluhan bagi yang telah melakukan Vaksin”.
“Adapun data perdesa yang Puskesmas Marobea layani berjumlah 496 jiwa dari 4 desa, diantaranya Desa Marobea,144 jiwa, Desa Lakalamba 66 jiwa, desa Ondoke 95 jiwa dan Desa Lawada Jaya 191 jiwa”, pungkasnya.
Dandim 0616/Indramayu Pantau Serbuan Vaksinasi Covid-19 Wilayah Kecamatan Jatibarang
INDRAMAYU, radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mengejar target program 1 juta vaksin di tanah air pada bulan Juli tahun 2021, Kodim 0616/Indramayu turut menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal melalui kegiatan yang bertajuk ’’Serbuan vaksinasi Kodim 0616/Indramayu’’ yang digelar di Kantor Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Dandim 0616/Indramayu Letkol.Inf.Teguh Wibowo,S,Sos saat dikonfirmasi tentang kegiatan ini menuturkan jika kegiatan vaksinasi ini telah memasuki pelaksanaan yang ke-11 kalinya dan dari pantauan nampak animo masyarakat dari seluruh penjuru wilayah di Kabupaten Indramayu sangat tinggi animonya untuk turut mengikuti kegiatan tersebut berkat kerjasama antara Polres Indramayu dan Pemerintah Kab. Indramayu, Sabtu (10/7/2021).
‘’Animo masyarakat Kabupaten Indramayu sangat tinggi, hal ini terbukti dari banyaknya calon peserta terpaksa harus dibagi Perzona pelaksanaannya ke hari selanjutnya. Hal ini tentunya sebagai upaya untuk membatasi menumpuknya jumlah peserta yang justru dapat menimbulkan kerumunan dan dapat berakibat mengabaikan protokol kesehatan,’’ ungkap Letkol.Inf.Teguh Wibowo.
‘’Salahsatu masyarakat yang turut mengikuti vaksinasi ini, Ratna (28) warga Desa Jatibarang Baru menuturkan puasnya pelayanan yang diberikan Kodim 0616/Indramayu bersama Tim Vaksinator yang terlibat dalam kegiatan ini.
‘’Tertib dan cepat, tidak lama antri dan petugas juga ramah selalu mengingatkan protokol kesehatan jaga jarak, pakai masker dan lainnya sehingga kami merasa nyaman,’’ tutur Ratna.
Reporter : Selamet hidayat Redaktur : Dewi Pelangi