INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya, Polsek Sukagumiwang, Polres Indramayu, intensifkan patroli malam lewat kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) pada Minggu dini hari, 2 Juni 2025. Kamis (5/6)
Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto, SH, didampingi Iptu Rudi Hartono, SH, serta tujuh personel lainnya. Mereka menyisir sejumlah titik rawan, termasuk perbatasan Indramayu Cirebon dan wilayah Ligung, Kabupaten Majalengka.
“Fokus utama kami adalah mencegah munculnya aksi geng motor dan potensi gangguan Kamtibmas lainnya,” ujar AKP Suripto.
Selain menyasar kelompok geng motor, patroli juga menargetkan kepemilikan senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), bahan peledak (handak), tindak kriminalitas C3 (curas, curat, curanmor), serta praktik premanisme, penyakit masyarakat, dan penggunaan knalpot bising.
Tak hanya itu, petugas turut mengamati kerumunan anak-anak muda yang masih berada di luar rumah pada larut malam. Pemeriksaan dilakukan secara persuasif dan humanis terhadap barang bawaan mereka, serta disampaikan imbauan menjauhi narkoba, miras, dan senjata tajam.
“Kami imbau untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing demi menjaga ketertiban umum,” tegas AKP Suripto.
Kapolsek juga mengingatkan remaja agar menghindari aktivitas malam hari yang tidak perlu serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif.
Melalui kegiatan ini, pihak kepolisian berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama.
Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno turut menyerukan pentingnya kewaspadaan kolektif.
“Warga bisa memanfaatkan layanan aduan Lapor Pak Kapolres – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp di nomor 081999700110 atau call center 110,” jelas AKP Tarno.
“Kami sangat menghargai partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung keamanan dan ketertiban di wilayah Indramayu,” pungkasnya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, secara resmi membuka kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di GOR Dharma Ayu, Indramayu, pada Rabu (4/6/2025).
O2SN tahun ini diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar yang telah lolos seleksi tingkat kecamatan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu. Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi dan mengembangkan bakat olahraga sejak dini, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang tangguh, sportif, dan berjiwa kompetitif.
Dalam sambutannya, Wabup Syaefudin menegaskan pentingnya O2SN sebagai bagian integral dari proses pendidikan karakter generasi muda.
“Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat jasmani dan rohani, serta berkarakter kuat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam bertanding. Kepada para juri dan wasit, wakil bupati mengingatkan pentingnya profesionalisme dan objektivitas agar kompetisi berjalan adil dan melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Indramayu di tingkat provinsi bahkan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, dalam laporannya menyampaikan bahwa O2SN tahun 2025 mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni Kids Athletics, Renang, Bulu Tangkis, Pencak Silat, Karate, dan Taekwondo, yang diikuti oleh peserta didik kelas 3 hingga kelas 5 SD.
“O2SN SD ini menjadi momentum penting bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat dan minatnya di bidang olahraga secara sehat dan kompetitif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun karakter, sportivitas, rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat hidup sehat dan budaya gemar berolahraga,” ujarnya.
Mengusung tema Sinergi Inovatif dan Kreatif untuk Mengembangkan Talenta Olahraga Hebat Berkarakter, pelaksanaan O2SN diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang unggul dan berdaya saing, serta mempererat kesatuan dan persatuan antar siswa di Kabupaten Indramayu.
Acara pembukaan O2SN SD tingkat Kabupaten Indramayu ditandai pemukulan gong serta servis bulu tangkis oleh Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan tamu undangan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan komitmen nya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien melalui pencegahan korupsi yang terintegrasi dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komitmen pencegahan korupsi dituangkan dalam Penandatanganan Komitmen Anti Korupsi yang dilakukan antara Kepala Daerah dan Ketua DPRD berlangsung di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (4/6/2025).
Bupati Indramayu, Lucky Hakim menyampaikan, pihaknya sangat berkomitmen untuk pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Review terhadap berbagai perencanaan yang telah disusun harus dilakukan.
Lucky Hakim juga mengapresiasi atas pendampingan dan pengawasan yang dilakukan KPK, khususnya melalui program Monitoring Center for Prevention (MCP). Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berbenah dalam mewujudkan birokrasi yang bersih.
“Kami komitmen terhadap pencegahan korupsi di Kabupaten Indramayu ini. Dengan menggandeng KPK dan pendampingan semoga terwujud tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” tegas Lucky Hakim.
Wakil Ketua DPRD Indramayu, Sorojudin mengatakan, lembaga nya siap mendukung langkah-langkah pencegahan korupsi, termasuk dalam hal transparansi anggaran dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan daerah dan pengelolaan keuangan daerah.
“Lembaga DPRD akan memaksimalkan fungsinya terutama di fungsi penganggaran dan juga pengawasan bagi pemerintah daerah. Kami terus bersinergi agar bisa berjalan maksimal,” kata Sirajuddin.
Sementara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam arahan nya mengingatkan bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan akuntabilitas dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Menurut Dedi, dalam aksi pencegahan korupsi yang merupakan wujud tata kelola pemerintahan yang baik maka harus dimulai sejak perencanaan. Selanjutnya perencanaan harus menghasilkan outcome yang maksimal sehingga bisa berjalan efektif dan efisien.
“Audit investigatif harus terus dilakukan terutama pada sektor perencanaan. Perhatikan juga outcome nya,” tegas KDM.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda KPK dalam penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang akuntabel dan bebas korupsi. Selain diberikan pengarahan, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama antara KPK, Pemkab Indramayu, dan DPRD dalam implementasi upaya pencegahan korupsi yang berkelanjutan.
Turut hadir pada penandatanganan tersebut, Sekretaris Daerah, Inspektur, dan Ketua APDESI Kabupaten Indramayu.
PONTIANAK.radarinformasi.com – Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri, tiba di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa malam, (3/6). Kehadiran Kapolri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional untuk mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara panen raya jagung di Kabupaten Bengkayang. Rabu (4/6)
Kunjungan ini berkaitan langsung dengan rangkaian kegiatan nasional yang akan dilaksanakan pada 5 Juni 2025 di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, meliputi Panen Raya Jagung, Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) pembangunan 18 unit gudang penyimpanan jagung, Ekspor Perdana Jagung dari Kalbar, serta Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani.
Di sela-sela kunjungannya Kapolri langsung mengecek Alsintan yang nantinya akan diberikan kepada kelompok tani di Bengkayang.
Dalam pernyataannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. “Kehadiran kami di Kalimantan Barat merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung program-program strategis nasional, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Kapolri.
Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyatakan kesiapan penuh jajaran Polda Kalbar dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Kami telah menyiapkan seluruh aspek pengamanan dan koordinasi lintas sektor agar kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini momen penting bagi Kalbar untuk menunjukkan potensinya sebagai lumbung pangan strategis,” ungkap Kapolda Kalbar.
Turut mendampingi Kapolri dalam kunjungan ini adalah Irwasum Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., Asisten Logistik Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., Kadiv Humas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Kakortastipidkor Irjen Pol. Cahyono Wibowo, S.H., M.H., dan Koorspripim Polri Kombes Pol. Dedy Murti Haryadi, S.I.K., M.Si.
Dari unsur daerah, hadir pula Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., serta Kabid Propam Polda Kalbar Kombes Pol. Irwan M. Ginting, S.I.K., M.M.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menjadi simbol sinergi kuat antara pusat dan daerah, serta menunjukkan dukungan penuh institusi kepolisian terhadap agenda strategis nasional. Panen raya jagung di Bengkayang tidak hanya mencerminkan keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan menjadikan Kalbar sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Indonesia bagian barat.
BOGOR.radarinformasi.com — Upaya konfirmasi terhadap aparat Desa Bojong Kulur, menyusul temuan aktivitas penjualan obat keras tanpa izin di sebuah warung dekat sekolah, berujung sunyi. Pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh awak media kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong Kulur tidak direspons. Saat dihubungi melalui telepon, panggilan justru ditolak.
Sikap diam dari aparat desa menimbulkan tanda tanya besar. Dalam isu serius yang menyangkut kesehatan dan keselamatan pelajar, tidak adanya respons sama sekali justru memperkuat dugaan adanya pembiaran. Bukannya merespons cepat, pihak desa justru terkesan menutup diri dari upaya konfirmasi media dan kekhawatiran warga.
Ketiadaan komunikasi dari aparatur desa menjadi anomali serius, terlebih setelah terungkap bahwa warung tersebut menjual obat-obatan keras secara bebas, bahkan kepada anak-anak berseragam sekolah. Lokasi warung yang hanya beberapa meter dari sekolah dan masjid seolah tidak cukup menjadi alarm bagi pemerintah desa untuk bertindak atau minimal memberi penjelasan.
Dalam konteks ini, diam bukan sekadar tidak menjawab — tetapi menjadi bagian dari persoalan. Apakah pihak desa benar-benar tidak tahu, atau sengaja tidak mau tahu?
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait laporan adanya warung yang menjual obat keras tanpa izin di wilayah Bojong Kulur, Humas Polres Bogor menyatakan akan berkoordinasi dengan polsek tekait. “Baik, terima kasih infonya. Akan saya teruskan ke polsek setempat,” ujar Humas Polres Bogor melalui pesan singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pernyataan resmi dari Sekdes, Kepala Desa, maupun perangkat lainnya. Selain itu, pihak polsek terkesan lamban dalam melakukan penanganan. Radar Informasi akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang bagi klarifikasi.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh pelajar serta atlet dari Kabupaten Indramayu dalam berbagai ajang kompetisi, Selasa malam (3/6/2025). Apresiasi ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi dan prestasi generasi muda Indramayu di berbagai bidang. Rabu (4/6)
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, puluhan siswa dari tingkat SD dan SMP telah menorehkan prestasi membanggakan.
Dalam ajang Jenius Science Olimpiade (JSO) para pelajar dari SMPN 2 Sindang, sejumlah berhasil meraih di antaranya Aidan Banu Adjie (Matematika – Perunggu), Raffa Atmosfara (Matematika – Perak), Gendis Septiane Malika (Matematika – Perak), dan Fadllurrohman (IPA – Perunggu), Faeyza Adha Fathan (IPS – Perak), Lakeisya Arsyfa Valeriezia (Bahasa Inggris – Perunggu).
Selain itu, Habibi yang memperoleh medali Emas di bidang IPA, dan Perunggu di bidang Matematika. Nayra Ashila membawa pulang medali Perak di bidang Matematika dan IPA serta Perunggu di Bahasa Inggris. Kaisah Zaakirah juga turut menyumbangkan tiga medali Perunggu dari lomba Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.
Sedangkan dari SMPN Unggulan Sindang, Farzan Ahza Alditian berhasil memperoleh medali Perak di bidang IPA dan Perunggu di Bahasa Inggris. Sementara Muhammad Hamka Sahbani mendapatkan medali Perak di bidang IPA. Medali Perunggu juga diraih oleh Rakha Zuhdi Nufail, Rajendra As-Syaguie Fadli, Fazhira Aurel Al Fassya Hidayat, dalam bidang Matematika.
Kemudian Salsabila Cheryl dari SMP Kebangkitan Pelajar Indramayu yang juga merupakan santri Pondok Pesantren Nahdlatul Mubtadiin Al-Islamy, Pekandangan Jaya, turut membanggakan Indramayu dengan meraih Medali Perunggu di bidang Matematika kategori Level 4 tingkat Provinsi Jawa Barat.
Di bidang seni, Andien Khalisah Alvera dari SDN 2 Rambatan Kulon berhasil meraih Juara Umum Tertinggi dalam Lomba Tari Kreasi Nusantara serta Juara 1 Kategori Tunggal B dalam kompetisi yang sama.
Tak hanya di bidang pendidikan dan seni, kebanggaan juga datang dari dunia olahraga. Dua atlet asal Indramayu berhasil mencetak prestasi gemilang dalam kejuaraan renang tingkat provinsi.
Sementara itu, dua atlet dari Haurgeulis Swimming Club, yaitu dr. Lizikri, S.POG menyumbangkan dua medali Perak masing-masing dari nomor 1009 meter gaya bebas dan 50 meter gaya bebas.
Kemudian, prestasi luar biasa diraih oleh dr. Mayla Azkiya yang berhasil menyabet enam medali emas dalam cabor renang. Medali tersebut diraih dari nomor 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya dada, 50 meter gaya kupu-kupu, 200 meter individual medley, 50 meter gaya punggung, dan 50 meter gaya bebas.
Bupati Lucky Hakim menyatakan, deretan prestasi tersebut mencerminkan semangat, kerja keras, dan dedikasi tinggi dari warga Indramayu di berbagai bidang.
“Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus memberikan dukungan penuh untuk pengembangan potensi sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda dan para atlet daerah,” pungkasnya.
Bupati Lucky berharap, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh masyarakat Indramayu untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.
BOGOR.radarinformasi.com – Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Acara digelar di Pendopo Soekarno Hatta, Komplek Pemda Cibinong, mulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat struktural, dan tamu undangan lainnya. Rabu (4/6)
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Ketua DPRD Kab. Bogor Sastra Winara, Kepala Kejari Bogor Dr. Irwanuddin Tadjuddin, serta pejabat Polres Bogor seperti Kasat Narkoba AKP Bagus Azi Lesmana dan Kasat Reskrim AKP Teguh Kumara.
Sebanyak 13 pejabat eselon II dilantik dan menempati jabatan baru berdasarkan keputusan Bupati Bogor. Pergantian ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi serta peningkatan efektivitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, Bupati Rudy Susmanto, S.Si, menyampaikan harapan agar para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas dan dedikasi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pemutaran lagu kebangsaan, pembacaan surat keputusan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan pakta integritas, hingga amanat Bupati. Pejabat yang dilantik berasal dari berbagai OPD strategis, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, hingga Sekretariat DPRD.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan institusi Polri terhadap proses pembangunan dan tata kelola pemerintahan daerah. “Kami dari Polres Bogor siap mendukung sinergi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Stabilitas kamtibmas menjadi fondasi utama agar program-program pembangunan bisa berjalan optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Guru Besar universitas IPB, Prof.Dr. Manuntun Parulian Hutagaol mengatakan kalau belum lama ini tengah heboh seruan terbuka agar pemerintah menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL). Apalagi, narasi Tutup TPL itu disampaikan pemimpin salah satu organisasi keagamaan. Rabu (4/6)
Tidak sedikit pihak menganggap TPL sebagai perusak lingkungan sehingga menimbulkan banjir dan longsor di Toba, dan masyarakat juga katanya mengalami kerugian materi, non materi yang cukup besar, akan tetapi, seruan tutup TPL tidak didasarkan pada pemahaman yang logika serta berbasis data yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
“TPL merupakan perusahaan besar yang nilai investasinya mencapai triliunan rupiah. Investasi besar itu untuk mengolah kayu (sumber daya alam, SDA) menjadi produk komersil,” ujarnya pada media
Selain itu, kata dia, seruan tutup TPL tidak mencerminkan ketidakpahaman aturan hukum yang harus ditaati perusahaan serta mekanisme pengawasan dan penegakan secara hukum oleh pemerintah.
“Benar bahwa TPL sebagai perusahaan komersial mengejar keuntungan (profit). Tetapi, TPL sebagai perusahaan besar dan terbuka (Tbk) bukanlah entitas bisnis yang melakukan strategi maksimisasi keuntungan jangka pendek,” ucapnya pada 27/05/2025.
Menurutnya, TPL butuh Waktu sekitar 25 tahun untuk mendapatkan Kembali investasinya ditambah sejumlah return (profit) yang diharapkan pemilik perusahaan, Artinya, satu “investment cycle” dari TPL membutuhkan kegiatan produksi yang berkelanjutan selama sekitar 25 tahun.
Implikasinya, TPL harus kerja keras menjamin pasokan bahan baku (kayu) yang cukup dan sesuai kebutuhan perusahaan selama periode panjang ini. Jadi mereka harus melakukan berbagai cara menanam dan memanen pohon-pohon yang akan menjadi bahan baku pabriknya secara berulang.
Selain itu, biasanya perusahaan besar seperti TPL berharap dapat melakukan bisnisnya tidak hanya satu siklus investasi. Tetapi berkelanjutan tanpa batas waktu, oleh karena itu, penanaman dan pemanenan pohoh diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa batas waktu dengan prasyarat bisnis.
Tidak sedikit pihak menganggap TPL sebagai perusak lingkungan sehingga menimbulkan banjir dan longsor di Toba. Dan, masyarakat mengalami kerugian materi, non materi yang cukup besar. Akan tetapi, seruan tutup TPL tidak didasarkan pada pemahaman yang logika serta berbasis data yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
“TPL merupakan perusahaan besar yang nilai investasinya mencapai triliunan rupiah. Investasi besar itu untuk mengolah kayu (sumber daya alam, SDA) menjadi produk komersil,” ujarnya kepada media.
Selain itu, kata dia, seruan tutup TPL tidak mencerminkan ketidakpahaman aturan hukum yang harus ditaati perusahaan serta mekanisme pengawasan dan penegakan secara hukum oleh pemerintah.
“Benar bahwa TPL sebagai perusahaan komersial mengejar keuntungan (profit). Tetapi, TPL sebagai perusahaan besar dan terbuka (Tbk) bukanlah entitas bisnis yang melakukan strategi maksimisasi keuntungan jangka pendek,” katanya.
Menurutnya, TPL butuh Waktu sekitar 25 tahun untuk mendapatkan Kembali investasinya ditambah sejumlah return (profit) yang diharapkan pemilik perusahaan.
Artinya, satu “investment cycle” dari TPL membutuhkan kegiatan produksi yang berkelanjutan selama sekitar 25 tahun. Implikasinya, TPL harus kerja keras menjamin pasokan bahan baku (kayu) yang cukup dan sesuai kebutuhan perusahaan selama periode panjang ini.
Jadi mereka harus melakukan berbagai cara menanam dan memanen pohon-pohon yang akan menjadi bahan baku pabriknya secara berulang. Selain itu, biasanya perusahaan besar seperti TPL berharap dapat melakukan bisnisnya tidak hanya satu siklus investasi. Tetapi berkelanjutan tanpa batas waktu.
Oleh karena itu, penanaman dan pemanenan pohoh diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa batas waktu. Dengan prasyarat bisnis.
Seperti itu, apakah tuduhan TPL merusak lingkungan yang mengakibatkan banjir dan longsor sebagaimana isi seruan tersebut di atas dapat diterima akal sehat?
“Tuduhan tersebut absurd (mustahil). Alasannya adalah pohon-pohon yang ditanam untuk dijadikan bahan baku tidak dapat tumbuh dengan baik di tanah yang rusak secara ekologis dan akan hancur bila terjadi banjir dan tanah longsor, sebagai akibatnya, TPL akan rugi dan tidak akan dapat memungut kembali (recover) investasinya. Harapannya untuk melakukan bisnis berkelanjutan juga tidak mungkin terwujud,” ujarnya.
Ia menambahkan, bila lingkungan hidup di KDT hancur maka pasokan bahan baku TPL tidak terjamin sehingga perusahaan akan gulung tikar. Apakah pihak TPL akan melakukan perbuatan sebodoh itu?
“Selain karena tuntutan untuk memenuhi kepentingan perusahaan (self interest) sendiri, TPL juga harus memastikan operasinya tidak merusak lingkungan,” katanya.
Sebagai perusahaan PMA yang mendapat hak konsesi atas tanah negara, TPL harus mematuhi berbagai aturan negara yang mewajibkannnya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Maka dari itu, kepatuhan perusahaan dimonitor oleh negara baik secara langsung maupun tidak langsung melalui penyampaian laporan kegiatan secara berkala pada lembaga pemerintah terkait.
“Laporan berkala merupakan salah satu instrumen penting bagi pemerintah dalam mengawasi aktivitas TPL,” ujarnya.
Lebih lanjut ia bilang, audit terhadap kegiatan TPL merupakan instrument penting lainnya yang dipakai pemerintah dalam menjaga kepatuhan perusahaan. Laporan dan hasil audit tersebut dapat diakses secara online.
“Status perusahaan adalah perusahaan terbuka (Tbk). Artinya, pemilikannya bukan oleh seorang individu atau suatu keluarga, tetapi oleh banyak investor yang membeli sahamnya di bursa,” katanya.
Ia menuturkan, setiap investor bisa memonitor pergerakan (trend) Harga saham TPL secara “real team” di bursa. Pergerakan harga saham dibursa ditentukan oleh kinerja perusahaan.
Kinerja perusahaan yang baik akan mendorong harga sahamnya naik dan sebaliknya. Bila benar merusak lingkungan, dapat dipastikan harga sahamnya akan turun dan para pemegang saham akan rugi.
“Artinya, trend harga sahamnnya mejadi instrument penting bagi para pemegang saham untuk mengendalikan perilaku manajemen TPL dalam mengelola bisnisnya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, trend harga saham tersaji secara “real time”, dapat dikatakan bahwa manajemen TPL setiap saat harus menjaga operasi perusahaan agar tidak merusak lingkungan.
Berdasarkan diskusi singkat tersebut di atas dapat disimpulkan, tidaklah masuk akal bila perusahaan melakukan pengrusakan lingkungan sebagaimana tuduhkan dalam isi seruan tersebut.
Sebab bila TPL melakukan perbuatan perbuatan seperti itu, maka perbuatan tersebut justru akan merugikan perusahaan.
“Dampak Keberadaan TPL terhadap kesejahteraan masyakarat tuduhan seolah-olah TPL tidak memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sudah dijawab oleh perusahaan dengan lugas yang mana dijelaskan bagaimana perusahaan mempekerjakan belasan ribu orang lokal baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Selain itu, TPL sudah rutin memberikan dana CSR satu persen dari total nilai penjualan perusahaan pertahunnya. Lalu, memberikan bantuan langsung kepada korban bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam seruan tutup TPL diklaim bahwa perusahaan telah “mengeruk” keuntungan triliunan rupiah dan tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan masyarakat.
“Klaim TPL meraup keuntungan itu sangat naif dan keliru. Peningkatan pendapatan masyarakat lokal serta pemberantasan kemiskinan di suatu wilayah bukanlah tanggung-jawab perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, melainkan tugas pemerintah,” ujarnya.
Baginya, tidak ada aturan perundangan yang mewajibkan suatu perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah untuk melakukannya. Menciptakan keadilan ekonomi juga bukan tugas perusahaan, tapi tanggung jawab pemerintah.
“Yang diharapkan pemerintah dari perusahaan adalah perusahaan mempekerjakan orang lokal, memberikan dana CSR dan menjaga kelestarian lingkungan. Namun, pemerintah tidak pernah menetapkan sejauh mana perusahaan harus berbuat,” katanya.
Apa Benar Menutup TPL Akan Membuat Alam KDT Semakin Lestari? Kalau seandainya pemerintah menyetujui penutupan TPL sebagaimana diserukan, pertanyaan yang urgen untuk kita jawab adalah siapkah masyakat KDT menerima konsekuensinya?
Sebenarnya, timbulnya dampak negatif akibat penutupan sudah diantisipasi dalam seruan tersebut di atas. Namun, antisipasinya hanya sebatas masalah pengangguran yang mungkin timbul yang mana para pekerja langsung. Dan, tidak langsung akan kehilangan pekerjaannya. Populasi mereka ini sangat besar.
Diperkirakan ada sekitar 13.000 orang. Tidak jelas apa solusinya. Dalam seruan tersebut hanya dihimbau agar pemerintah menyediakan lapangan kerja untuk mereka ini.
Himbauan ini sangat sulit dipenuhi oleh pemerintah mengingat saat ini kondisi perekonomian nasional dan keuangan negara “sedang tidak baik-baik saja”.
Sebagai konsekuensinya angka pengangguran dan kemiskinan akan semakin buruk di KDT. Kemiskinan adalah “musuh” lingkungan.
“Masalahnya adalah kaum miskin akan berusaha mempertahankan keberlanjutan hidupnya dengan segala cara, termasuk merambah hutan dan sumberdaya alam lainnya,” ujarnya.
Makanya, pendapatan kaum miskin perlu terus ditingkatkan melalui pembangunan berkelanjutan (Kuznet, 1970). Bila tidak ada penciptaan lapangan kerja baru untuk menggantikan lapangan kerja yang lama, maka seruan penutupan TPL justru akan “counter productive” terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Bila seandainya TPL ditutup, maka pertanyaan yang juga relevan adalah siapa atau lembaga mana yang “merawat dan menjaga” pepohonan dan sumberdaya alam lainnya yang ada di lahan yang tadinya dikelola TPL? Kegiatan ini bukanlah hal yang mudah.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menerima audiensi Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Indramayu pada Selasa, (3/6/2025), bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati. Rabu (4/6) Ketua Dekopinda Indramayu, Jubaedi Rasman menyampaikan, audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan gerakan koperasi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di Indramayu. Rasman menegaskan, Dekopinda siap membantu Pemkab Indramayu dalam pembinaan dan pemberdayaan koperasi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. ”Saat ini terdapat 114 koperasi di Kabupaten Indramayu, dengan 71 koperasi yang aktif dan rutin melaporkan kegiatannya. Kami berharap Pemkab bisa memberikan perhatian lebih, termasuk dalam pemeliharaan sarana dan prasarana koperasi,” ujar Jubaedi. Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Syaefudin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil Dekopinda. “Saya memahami betul semangat dari program Presiden terkait Koperasi Desa Merah Putih. Ini adalah bentuk dorongan nyata untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan melalui APBN, dan pemerintah daerah tentu harus menyambut baik hal ini,” ujar Wabup. Wabup juga menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara Dekopinda dan koperasi-koperasi yang ada di daerah. Menurutnya, koperasi harus disesuaikan dengan potensi dan kompetensi desa masing-masing, serta tidak hanya dijadikan sebagai tempat simpan pinjam semata. Wabup menambahkan, aspirasi yang disampaikan Dekopinda akan menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk makin memprioritaskan perlindungan bagi petani, nelayan, dan pelaku ekonomi kecil lainnya. Plt Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Industri (Diskopdagin) Indramayu, Esmega, dalam kesempatan yang sama juga menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat kerja sama dan komunikasi dengan Dekopinda. Esmega menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan, termasuk pembinaan koperasi-koperasi yang belum aktif secara administratif. “Kami berkomitmen untuk terus membangun komunikasi intensif dengan Dekopinda dan menggali informasi yang dibutuhkan demi penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” tutup Esmega. Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan gerakan koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat di Kabupaten Indramayu.
BOGOR.radarinformasi.com — Bhabinkamtibmas Polsek Megamendung, Aiptu STP. Sirait, melaksanakan kegiatan sambang ke Pos Satkamling yang berlokasi di Kampung Rawa RT 002/003, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (3/6/2025).
Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari program rutin Bhabinkamtibmas dalam rangka menjalin kedekatan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Megamendung.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu STP. Sirait menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak warga untuk terus menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. Ia berharap melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang harmonis antara warga dan Polri, sehingga komunikasi serta koordinasi dalam menjaga keamanan dapat berlangsung dengan baik.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami dalam menciptakan rasa aman dan nyaman,” ujar Kapolsek Megamendung, AKP Yulita H., S.H., M.H., mewakili Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H.
AKP Yulita menambahkan bahwa kegiatan sambang Bhabinkamtibmas seperti ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat secara langsung.
“Sesuai arahan Bapak Kapolres, kami mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas serta meningkatkan peran aktif dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, kita dapat membangun lingkungan yang lebih aman. Mari kita jaga kebersamaan ini demi kenyamanan bersama,” pungkas Kapolsek Megamendung.