Camat Sukagumiwang Pimpin Pembinaan Administrasi Desa di Cadangpinggan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang melaksanakan Pembinaan Administrasi Desa Semester I Tahun Anggaran 2026 di Desa Cadangpinggan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan tertib administrasi pemerintahan desa agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”
Selasa (21/7/2026).

Pembinaan dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, serta dihadiri Sekretaris Kecamatan, para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Sub Bagian (Kasubag), Kuwu Desa Cadangpinggan Bagyana Kusmiarta, beserta jajaran perangkat desa.

Kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa. Melalui pembinaan ini, Pemerintah Kecamatan melakukan evaluasi sekaligus pendampingan terhadap pengelolaan administrasi desa agar lebih tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi.

Dalam pelaksanaannya, tim pembina memeriksa berbagai dokumen administrasi pemerintahan desa, memberikan arahan terkait penyempurnaan administrasi, serta menyampaikan masukan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa. Kegiatan ini juga menjadi wadah konsultasi bagi perangkat desa dalam menyelesaikan berbagai kendala administrasi.

Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan menegaskan bahwa administrasi desa merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Pembinaan administrasi bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk pendampingan agar pemerintah desa mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Kami berharap seluruh perangkat desa memiliki pemahaman yang sama dalam pengelolaan administrasi sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Cadangpinggan, Bagyana Kusmiarta, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan berbagai arahan dan masukan dari tim pembina akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan di desanya.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berkomitmen melaksanakan pembinaan administrasi secara berkelanjutan kepada seluruh desa di wilayahnya. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan tertib administrasi, memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa, serta mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Sumber: Humas Sukagumiwang
Andika

Polindra dan Pantai Bali 2 Bersinergi, Mahasiswa Ciptakan Mesin Pengolah Air Payau

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) bersama pengelola Pantai Balongan Indah atau Pantai Bali 2 menjalin sinergi melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengatasi kebutuhan air di kawasan wisata.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembuatan mesin pengolah air payau menjadi air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan mandi, cuci, kakus (MCK).

Mesin hasil karya mahasiswa Polindra itu diperkenalkan dalam acara soft opening yang digelar di halaman Pantai Wisata Bali 2, Jalan Raya Balongan, Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Indramayu Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM., beserta jajaran, Ketua Pantai Balongan Indah Akso Surya Darmawangsa bersama jajaran, serta sejumlah awak media.

Dalam sambutannya, Ketua Pantai Balongan Indah Akso Surya Darmawangsa mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara sektor pariwisata dan dunia pendidikan.

Menurut Akso, pengelola kawasan wisata perlu terus belajar dan berinovasi agar mampu berkembang serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana. Sebenarnya dari awal tidak ada rencana untuk mengadakan acara seperti ini. Namun, tujuan kami adalah agar tempat-tempat wisata di sepanjang pantai ini juga mau belajar dan berkembang. Belajarnya tidak harus ke Bali, tetapi bisa belajar ke Polindra,” ujarnya.

Ia berharap, sinergi tersebut dapat mendorong pengembangan sumber ekonomi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Balongan.

“Ini merupakan upaya untuk mencapai tujuan dan mengembangkan sumber ekonomi kita agar ekonomi dapat tumbuh dan manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat, khususnya warga Balongan,” katanya.

Sementara itu, saat ditemui awak media, Direktur Polindra Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berawal dari persoalan kebutuhan air di kawasan Pantai Bali 2.

“Sekarang kita bersinergi dengan wisata Pantai Balongan 2. Ada permasalahan air bersih di pantai ini, sehingga kita selesaikan dengan membuat mesin penjernih air,” ungkap Rofan.

Ia menjelaskan, mesin tersebut dirancang untuk mengolah air payau agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan MCK.

“Air payau ini kita olah menjadi air yang layak digunakan untuk mandi dan kebutuhan sanitasi di kawasan Pantai Balongan,” jelasnya.

Rofan menambahkan, mesin tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Polindra yang dikembangkan sebagai bagian dari tugas akhir.

“Ini merupakan hasil karya mahasiswa dan tugas akhir mahasiswa. Kami ingin agar tugas akhir yang dibuat di Polindra dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Mesin pengolah air tersebut dibuat oleh dua mahasiswa semester VIII Politeknik Negeri Indramayu, yakni Ahmad Farhani dan Anggerata Gama Inka.

Salah satu pembuat mesin, Ahmad Farhani, menjelaskan kepada awak media bahwa mesin tersebut mampu menghasilkan sekitar tujuh liter air per menit atau sekitar 420 liter per jam.

Jika dioperasikan selama 24 jam, kapasitas produksinya diperkirakan dapat mencapai sekitar 10.000 liter air per hari.

Ahmad menjelaskan, proses pengolahan air dilakukan melalui beberapa tahapan. Air dari sumur bor terlebih dahulu ditampung di tandon pertama untuk menjalani proses pengendapan.

Selanjutnya, air dialirkan melalui sistem penyaringan untuk mengurangi bau, kadar zat besi, kekeruhan, ion, serta berbagai partikel halus.

Dalam proses filtrasi, mesin tersebut menggunakan sejumlah media penyaring, di antaranya pasir silika, mangan, karbon aktif, dan media filter lainnya.

Setelah melalui proses penyaringan, air kemudian dialirkan ke tandon kedua sebelum dipompa melalui membran. Air hasil pengolahan tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan MCK.

Ahmad mengatakan, proses pembuatan mesin tersebut membutuhkan waktu hampir dua bulan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya referensi mengenai mesin pengolahan air payau dengan konsep yang dikembangkan.

“Referensi mengenai mesin seperti ini masih minim. Saya banyak belajar secara otodidak, berdiskusi dengan pihak Polindra, serta belajar dari para teknisi yang berpengalaman,” ungkapnya.

Ia menuturkan, ide pembuatan mesin tersebut berawal dari obrolan bersama sejumlah pihak, termasuk pengelola Pantai Balongan Indah, Bapak Hasan, serta ayahnya, Sobari.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan untuk menjawab persoalan tingginya biaya penggunaan air PDAM yang selama ini menjadi salah satu beban operasional kawasan wisata.

“Latar belakang saya membuat mesin ini karena pernah mendengar keluhan mengenai biaya PDAM yang cukup tinggi, bisa mencapai sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta. Dari situ muncul ide, kenapa tidak membuat mesin untuk mengolah air yang tersedia di sekitar pantai,” katanya.

Ia berharap, keberadaan mesin tersebut dapat membantu mengurangi biaya penggunaan air PDAM sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia di sekitar kawasan Pantai Balongan.

Kolaborasi Polindra dan pengelola Pantai Bali 2 tersebut menjadi salah satu contoh penerapan hasil karya mahasiswa dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, inovasi yang lahir dari lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akhir, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha pariwisata.

Reporter : Andika

UPTD BLK Indramayu Buka Pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran

INDRAMAYU.radarinformasi.com – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu membuka Pelatihan Bahasa Jepang bagi calon peserta Program Pemagangan ke Jepang. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan IM Japan sebagai upaya mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten untuk bekerja di Negeri Sakura.

Pelatihan berlangsung selama 60 Jam Pelajaran (JP) dan ditujukan bagi calon pekerja migran yang ingin mengikuti program pemagangan ke Jepang.

Peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh berbagai fasilitas, di antaranya pelatihan Bahasa Jepang selama 60 JP, modul pembelajaran, alat tulis, serta kaos seragam.

Adapun persyaratan umum pendaftaran meliputi laki-laki berusia 18 hingga 25 tahun 6 bulan, berpendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat, memiliki tinggi badan minimal 160 sentimeter, berat badan minimal 50 kilogram, sehat jasmani dan rohani, tidak bertindik maupun bertato, tidak memiliki riwayat patah tulang, serta tidak menggunakan kacamata dan tidak buta warna.

Pelatihan akan dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Pendaftaran dibuka hingga 29 Juli 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui tautan https://bit.ly/sigap_bahasajepang⁠� atau dengan memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui nomor 0877-7618-2626 (Gerry).

Melalui pelatihan ini, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa dan keterampilan yang memadai sehingga siap mengikuti program pemagangan di Jepang serta mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.

Sumber BLK Indramayu

Andika

BPP Sukagumiwang dan Kelompok Tani Pelajari Program PM-AAS, Dorong Penerapan Pertanian Modern

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern terus dilakukan di Kecamatan Sukagumiwang. UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukagumiwang bersama Kelompok Tani (Poktan) melaksanakan studi banding ke Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, untuk mempelajari implementasi Program PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agricultural System), Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian serta petani melalui pembelajaran langsung mengenai penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern yang telah dikembangkan di Desa Plosokerep.

Selama kunjungan, peserta berkesempatan mengamati berbagai teknologi, metode budidaya, dan sistem pengelolaan lahan yang diterapkan guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian.

Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP, mengapresiasi pelaksanaan studi banding tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian sekaligus membuka peluang penerapan berbagai inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Sukagumiwang.

“Studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga mampu menginspirasi para petani untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Sukagumiwang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan memperoleh pemaparan mengenai konsep PM-AAS, yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi pertanian modern, pengelolaan lahan secara efisien, serta penerapan berbagai inovasi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Selain menerima materi, para peserta juga melakukan peninjauan langsung ke area pertanian untuk melihat implementasi teknologi, penggunaan alat dan mesin pertanian, serta metode budidaya yang telah diterapkan di lapangan.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman dengan pengelola program, membahas berbagai tantangan dalam penerapan pertanian modern, sekaligus menggali strategi yang dinilai efektif untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.

Camat Moh. Mulya Setiawan berharap hasil studi banding tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penerapan inovasi yang sesuai dengan kondisi kelompok tani di Kecamatan Sukagumiwang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, UPTD BPP Sukagumiwang bersama kelompok tani diharapkan mampu mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Program PM-AAS secara bertahap, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu melalui penerapan teknologi dan sistem pertanian modern.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Diskominfo Indramayu Edukasi Siswa SMK PGRI tentang Etika dan Keamanan Digital saat MPLS

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Suwenda, memberikan edukasi mengenai etika dan keamanan digital kepada para siswa baru SMK PGRI Indramayu dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Asesmen Awal Pemetaan Karakteristik dan Kompetensi” tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar dalam menggunakan media sosial secara bijak sekaligus memperkenalkan prinsip 3S (Screentime, Screenzone, dan Screen Break) sebagai pedoman menciptakan kebiasaan digital yang sehat.

Dalam pemaparannya, Suwenda menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan pemahaman, etika, dan tanggung jawab dalam memanfaatkannya. Menurutnya, dunia digital semestinya menjadi sarana untuk memperluas wawasan, mempererat komunikasi, serta memperoleh informasi yang bermanfaat.

“Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi wawasan mengenai pemanfaatan teknologi sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Suwenda juga mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati saat menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga data pribadi, memverifikasi setiap informasi sebelum dibagikan, menghormati privasi orang lain, serta memahami bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital.

“Biasakan saring sebelum sharing, jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif,” pesannya.

Selain membahas etika bermedia digital, Suwenda turut memberikan pemahaman mengenai cyberbullying atau perundungan siber. Ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan digital beserta dampaknya terhadap kondisi fisik maupun psikologis korban. Para siswa juga diimbau untuk tidak membalas tindakan pelaku, menyimpan bukti, dan segera melaporkan kejadian kepada orang tua atau pihak sekolah apabila menjadi korban.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Wong Reang Apps, aplikasi layanan digital milik Pemerintah Kabupaten Indramayu. Materi disampaikan oleh Staf Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Indramayu, Saji Yogie Permana.

Dalam sesi tersebut, para siswa diajak mencoba langsung berbagai fitur aplikasi, mulai dari akses CCTV yang terintegrasi dengan pemerintah daerah, layanan pengaduan masyarakat, pembayaran pajak, hingga marketplace yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan produk usahanya.

“Melalui Wong Reang Apps, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik dalam satu aplikasi sehingga pelayanan menjadi lebih mudah dan cepat,” jelas Saji Yogie Permana.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI Indramayu, Warsinih, menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu atas edukasi yang diberikan kepada peserta didik maupun tenaga pendidik.

Menurutnya, pemahaman mengenai literasi digital menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga perlu terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu yang telah memberikan wawasan mengenai dunia digital kepada para siswa. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Salah seorang peserta MPLS, M. Riyan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala Diskominfo Indramayu. Materinya menarik, mudah dimengerti, dan menambah pengetahuan kami tentang penggunaan teknologi secara bijak,” tuturnya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pertamina EP Diduga Belum Tuntaskan Penanganan Dugaan Pencemaran Limbah di Pantai Wisata BALI 2 Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengelola Pantai Wisata Balongan Indah (BALI 2), Akso Surya Dermawangsa, menilai dugaan pencemaran limbah minyak mentah di kawasan Pantai Balongan Indah, Kabupaten Indramayu, hingga kini belum dituntaskan oleh Pertamina EP Jatibarang, Minggu (19/7/2026).

Akso menjelaskan, saat tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, ia menerima laporan dari tim SAR dan para pedagang mengenai adanya limbah minyak mentah yang mencemari kawasan pantai. Menurutnya, dokumentasi berupa foto-foto kejadian menunjukkan dugaan limbah menyebar dari wilayah perairan hingga ke bibir Pantai Balongan Indah.

“Sampai hari ini belum ada niatan serius dari Pertamina EP untuk menyelesaikan permasalahan limbah di wilayah perairan Pantai Balongan Indah,” ujar Akso.

Ia berharap Pertamina EP segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi lingkungan yang terdampak. Menurutnya, penanganan yang belum tuntas telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat, pengelola wisata, maupun pelaku usaha di sekitar kawasan pantai.

Akso juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, kondisi air laut terdampak limbah sehingga mengganggu aktivitas wisatawan. Sejumlah pengunjung yang mandi di laut, kata dia, mengalami kesulitan membersihkan minyak yang menempel di tubuh dan mengeluhkan rasa gatal pada kulit.

Selain berdampak terhadap kenyamanan pengunjung, pencemaran tersebut juga disebut memukul sektor ekonomi masyarakat sekitar. Selama sekitar satu minggu setelah kejadian, jumlah wisatawan mengalami penurunan sehingga pendapatan para pedagang ikut terdampak.

Menurut Akso, persoalan tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Polairud Polda Jawa Barat dan pihak Pertamina EP. Dalam peninjauan itu, ia mengklaim telah disampaikan agar penanganan segera dilakukan. Namun hingga kini, menurutnya, penyelesaian yang diharapkan belum terealisasi.

Ia berharap pihak yang bertanggung jawab di Pertamina EP segera menuntaskan persoalan tersebut, termasuk melakukan pemulihan lingkungan dan memperhatikan dampak yang dialami masyarakat serta pelaku usaha wisata.

Sementara itu,  Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom., menilai Pertamina EP perlu segera menyelesaikan dampak dugaan pencemaran lingkungan di Pantai BALI 2. Menurutnya, jika terbukti limbah berasal dari aktivitas perusahaan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, maka penyelesaiannya harus dilakukan secara cepat dan bertanggung jawab.

Mutadi juga mengingatkan bahwa ketentuan mengenai pencemaran lingkungan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, antara lain Pasal 99 mengenai kelalaian yang mengakibatkan pencemaran, Pasal 104 mengenai pembuangan limbah tanpa izin atau tidak sesuai izin, serta Pasal 116 yang mengatur pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ia menegaskan bahwa penerapan pasal-pasal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum apabila berdasarkan proses penyelidikan dan pembuktian ditemukan adanya pelanggaran.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Pertamina EP belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi atas pernyataan dan tudingan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. Oleh karena itu, informasi ini akan diperbarui apabila telah diperoleh penjelasan resmi dari pihak Pertamina EP sebagai bentuk keberimbangan informasi.

Reporter : Andika

Polres Indramayu Imbau Masyarakat Waspadai Hoaks Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Polres Indramayu mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait adanya Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Gratis Tahun 2026 yang mencatut nama institusi Polri.

Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat menegaskan tidak pernah menyelenggarakan program pemutihan pajak kendaraan bermotor sebagaimana yang beredar dalam unggahan di media sosial.

Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak ikut menyebarkan berita palsu yang dapat merugikan banyak pihak.

Untuk memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan, masyarakat diimbau mengakses kanal resmi Bapenda Jawa Barat atau menghubungi layanan Call Center 150410 maupun layanan WhatsApp 0811-2230-1818.

Polres Indramayu juga mengajak masyarakat menjadi pengguna media sosial yang bijak dengan selalu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Prinsip “saring sebelum sharing” diharapkan dapat mencegah penyebaran hoaks dan menciptakan ruang digital yang lebih aman serta terpercaya.

Sumber: Humas Polres Indramayu
Andika

MPLS SMPN 2 Sindang Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital dan Pendidikan Karakter

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Sindang tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan pendidikan karakter dan literasi digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium SMP Negeri 2 Sindang, menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Suwenda, sebagai narasumber. Ratusan siswa baru mengikuti sosialisasi yang membahas pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab, Kamis (16/7/2026).

Kehadiran Suwenda memiliki makna tersendiri karena ia merupakan alumnus SMP Negeri 2 Sindang. Dalam kesempatan tersebut, ia memotivasi para siswa agar memanfaatkan masa sekolah untuk membangun masa depan melalui semangat belajar, kerja keras, serta pembentukan karakter yang baik.

“Dulu saya juga pernah duduk di bangku sekolah ini. Kalian harus bangga menjadi bagian dari SMP Negeri 2 Sindang. Kebanggaan itu harus dibuktikan dengan semangat belajar, meraih prestasi, dan menjaga karakter yang baik,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Suwenda mengajak para siswa memanfaatkan internet dan teknologi digital untuk kegiatan yang positif, seperti belajar, mengembangkan keterampilan, dan mencari informasi yang bermanfaat.

Ia juga memperkenalkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Menurutnya, regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi anak di ruang digital sekaligus mendorong generasi muda agar lebih bijak bermedia sosial dan menghindari perundungan siber.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Sindang, Fajar Ismadi, mengapresiasi kehadiran Diskominfo Kabupaten Indramayu yang turut mengisi rangkaian MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.

Ia menjelaskan, tahun ini SMP Negeri 2 Sindang menerima 380 siswa baru melalui jalur prestasi akademik, prestasi nonakademik, domisili, dan afirmasi. Kegiatan MPLS dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Menurutnya, MPLS menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif sejak awal.

Selain itu, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan minat dan bakat. Salah seorang siswi kelas IXE, Marsya Azani Zaenuni’am, mengajak adik-adik kelasnya untuk aktif mengikuti kegiatan sesuai potensi masing-masing.

“Pilihlah ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat kalian. Selain menambah kemampuan, kegiatan ini juga melatih kerja sama, kedisiplinan, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi. Semoga betah dan sukses belajar di SMP Negeri 2 Sindang,” ajaknya.

Melalui rangkaian MPLS ini, SMP Negeri 2 Sindang berupaya membentuk peserta didik yang berkarakter, cakap memanfaatkan teknologi secara positif, serta siap menjadi generasi muda yang berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

HUT ke-25 Partai Demokrat, Herman Khaeron Gelar Donor Darah, Pengobatan Gratis dan Pasar Murah di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si., menggelar kegiatan sosial berupa donor darah, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, dan pasar murah di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu, Jum’at (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian “Demokrat Peduli” yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat.

Acara dibuka langsung oleh Herman Khaeron bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. H. Ratnawati, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu, H. Nico Antonio, serta jajaran pengurus partai tingkat kecamatan dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Herman Khaeron mengatakan Partai Demokrat ingin terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di usia ke-25 ini, Partai Demokrat ingin hadir nyata di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui kegiatan politik, tetapi juga melalui aksi sosial. Hari ini kami menggelar donor darah, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Herman Khaeron.

Selain kegiatan kesehatan dan donor darah, panitia juga menggelar pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan sayuran dengan harga subsidi.

Herman Khaeron mengatakan, sebanyak 3.000 paket sembako disediakan dalam kegiatan tersebut. Pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Kami menyediakan 3.000 paket sembako. Saya sangat terharu karena saat ini harga berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Mudah-mudahan melalui pasar murah ini, masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu H. Nico Antonio, S.T., menegaskan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Momentum HUT Partai Demokrat kami jadikan pengingat untuk terus turun ke masyarakat, mendengar aspirasi, dan membantu warga,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Partai Demokrat berharap semangat kepedulian dan kebersamaan dapat terus diperkuat serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika

Pemkab Indramayu dan IPB University Kembangkan Bandeng Cabut Duri Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah melalui inovasi pengolahan hasil perikanan.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan diseminasi inovasi produk Bandeng Cabut Duri Khas Pesisir Utara Indramayu Rasa Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan IPB University.

Program ini digelar sebagai respons terhadap kebutuhan pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan, serta UMKM sektor perikanan di Kabupaten Indramayu. Melalui inovasi tersebut, komoditas bandeng yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk segar didorong untuk diolah menjadi produk pangan yang lebih praktis, higienis, bercita rasa lokal, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dalam kolaborasi tersebut, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, berperan sebagai mitra riset melalui Program EQUITY DAPT 2025/2026.

Program tersebut diarahkan untuk mendiseminasikan hasil riset perguruan tinggi kepada masyarakat dan pemerintah daerah sehingga dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan sekaligus menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi bagi daerah.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa IPB University yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kabupaten Indramayu. Didampingi Dr. Gatot Yulianto, dosen IPB University sekaligus putra daerah Indramayu, para mahasiswa turut terlibat dalam proses pemetaan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, mengatakan potensi besar sektor perikanan tidak seharusnya berhenti pada produksi bahan mentah.

Menurutnya, diperlukan upaya hilirisasi melalui inovasi pengolahan, standardisasi mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar komoditas perikanan memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Potensi perikanan Indramayu harus terus dikembangkan agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Tim Kegiatan IPB University, Bambang Riyanto, mengatakan inovasi bandeng kuah gomyang kemasan pouch dikembangkan sebagai model hilirisasi yang sederhana dan dapat direplikasi oleh pelaku UMKM.

“Program ini berangkat dari potensi unggulan Indramayu. Bandeng sebagai komoditas lokal perlu naik kelas menjadi produk siap saji khas daerah yang aman, praktis, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.

Dalam kegiatan diseminasi tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai penerapan Good Hygiene Practices, pemilihan bahan baku bandeng segar, teknik pencabutan duri, formulasi bumbu kuah gomyang khas Indramayu, pengendalian mutu, hingga teknik pengemasan modern.

Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan kemasan aluminium foil pouch melalui sistem vacuum packaging, pemeriksaan kualitas seal, proses pemanasan, pelabelan, serta manajemen penyimpanan produk.

Pemilihan bandeng cabut duri dengan cita rasa kuah gomyang dalam kemasan pouch dinilai strategis karena memadukan potensi bahan baku lokal, cita rasa khas pesisir Indramayu, dan teknologi pengolahan serta pengemasan modern.

Produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari pusat oleh-oleh, koperasi, ritel lokal, pameran UMKM, hingga platform marketplace dan pasar pangan siap saji.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan IPB University, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi sektor perikanan daerah.

Dengan dukungan pendampingan berkelanjutan, peningkatan mutu, penguatan kemasan, serta tertib administrasi produksi, inovasi bandeng khas Indramayu tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi identitas pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di wilayah pesisir.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika