MTQ Tingkat Kecamatan Sukagumiwang 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Kafilah Terbaik ke Tingkat Kabupaten

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP., secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Sukagumiwang Tahun 2026 di Aula Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah pembinaan generasi muda Qurani yang religius, berakhlakul karimah, dan berprestasi.

Pembukaan MTQ dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), UPTD/B se-Kecamatan Sukagumiwang, para kepala sekolah, Ketua MUI Kecamatan Sukagumiwang, Ketua UPZ, para kuwu, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Sukagumiwang, Yayan Tefianty, S.E., yang juga menjabat Sekretaris Kecamatan Sukagumiwang, menjelaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus menyiapkan peserta terbaik untuk mewakili Kecamatan Sukagumiwang pada MTQ tingkat Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, MTQ tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

“Melalui MTQ ini diharapkan tumbuh kecintaan terhadap Al-Qur’an, meningkatnya pemahaman serta pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Sukagumiwang,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sukagumiwang Moh. Mulya Setiawan mengatakan, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan sarana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik serta mampu mengimplementasikan ajarannya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadikan MTQ sebagai media pembelajaran dan pengembangan diri, bukan semata-mata untuk meraih kemenangan,” pesannya kepada para peserta.

Panitia menyebutkan, cabang yang akan diikuti Kecamatan Sukagumiwang pada MTQ tingkat Kabupaten Indramayu meliputi tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, cabang murottal, tahfidz 1 juz, tahfidz 5 juz, serta kaligrafi.

Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat diawali dengan pembacaan basmalah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua LPTQ Kecamatan Sukagumiwang.

Pelaksanaan MTQ ini bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi kandungannya, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap lahir qari, qariah, hafidz, dan hafidzah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada MTQ tingkat Kabupaten Indramayu maupun jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, MTQ diharapkan semakin memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejalan dengan semangat pembangunan Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang Monitoring Distribusi KKS untuk 67 KPM, Pastikan Tepat Sasaran

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang melakukan monitoring pelaksanaan pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada 67 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berlangsung di Kantor Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sukagumiwang, Juniri, S.E., M.A.P., mewakili Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP.

Monitoring dilakukan untuk memastikan proses penyaluran KKS berjalan tertib, tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat penerima manfaat program bantuan sosial pemerintah.

Pendistribusian KKS ini merupakan tindak lanjut dari Surat Dinas Sosial Kabupaten Indramayu Nomor 400.9/571/Injamsos tanggal 4 Juni 2026 tentang percepatan redistribusi KKS Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako Tahun 2026. Kegiatan ini juga mengacu pada surat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Indramayu Nomor IDR/5/1880 tanggal 17 Juni 2026 mengenai jadwal distribusi KKS.

Berdasarkan jadwal tersebut, distribusi KKS di Kecamatan Sukagumiwang dilaksanakan pada pukul 13.30 hingga 14.30 WIB dengan total 67 KPM. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pihak BNI menggunakan area Kantor Kecamatan Sukagumiwang sebagai lokasi pelayanan.

Dalam pelaksanaannya, petugas BNI melakukan verifikasi data sebelum menyerahkan KKS kepada masing-masing penerima manfaat. Proses ini turut didampingi dan diawasi oleh pihak kecamatan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur serta meminimalkan potensi kendala administratif.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sukagumiwang, Juniri, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung program perlindungan sosial pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di lapangan sangat penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Monitoring ini dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, proses pendistribusian berjalan aman, tertib, dan kondusif. Para penerima manfaat hadir sesuai jadwal sehingga pelayanan dapat dilakukan secara efektif tanpa menimbulkan kerumunan.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap distribusi KKS ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan sosial, sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi keluarga yang membutuhkan di wilayah setempat.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, pelaksanaan redistribusi KKS Tahun 2026 diharapkan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Obat Keras Beredar Terang-terangan di Bojonggenteng, Mantan Kades Diduga Ikut Terseret

SUKABUMI.radarinformasi.com – Warga Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi mengaku resah dengan adanya dugaan aktivitas penjualan obat keras tanpa izin yang disebut masih berlangsung di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas tersebut diduga telah berjalan cukup lama dan hingga kini masih beroperasi. Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan serta memastikan legalitas kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut.

Saat awak media mendatangi lokasi untuk menggali informasi lebih lanjut, seorang warga yang mengaku sebagai pribumi setempat dan ikut berjaga di sekitar area mengatakan bahwa pemilik bernama Jack. Ia juga berujar bahwa Jack sulit untuk dihubungi.

“Percuma ditelpon tidak akan dijawab. Saya aja telpon juga ga pernah nyambung,” ujarnya kepada awak media.

Di lokasi yang sama, awak media juga sempat ditemui oleh mantan Kepala Desa setempat. Dalam keterangannya, ia menyebut tidak berada dalam posisi sebagai pelindung atau “backup”, melainkan hanya berupaya menjaga kondusifitas lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa menurutnya pihak yang berjualan merupakan warga pribumi, meskipun disebutkan bahwa pemilik atau pengelola utama berasal dari luar daerah.

Namun demikian, pernyataan tersebut menuai perhatian, mengingat aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran obat keras tanpa izin merupakan hal yang dilarang.

Ironis rasanya, ketika seorang mantan Kepala Desa yang semestinya menjadi contoh dalam melindungi generasi muda dari bahaya obat-obatan terlarang, justru terkesan memberi ruang bahkan dukungan terhadap aktivitas yang melanggar hukum tersebut.

Publik kini menanti langkah nyata aparat penegak hukum untuk menjawab keresahan warga. Jika dugaan tersebut terbukti benar, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang turut memfasilitasi, membiarkan, atau memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut. Kepercayaan masyarakat hanya dapat terjaga apabila hukum ditegakkan secara adil, tegas, dan transparan.

Red

Tak Perlu ke Pulau Dewata, Pesona Pantai “Bali 2” Indramayu Tawarkan Pengalaman Liburan Tak Terlupakan

​INDRAMAYU.radarinformasi.com – Mencari destinasi liburan akhir pekan yang eksotis dengan hembusan angin laut yang menyejukkan kini tak perlu merogoh kocek dalam hingga menyeberang ke Pulau Dewata. Cukup arahkan kendaraan Anda ke pesisir utara Jawa Barat. Pantai Balongan Indah 2 atau yang hits dengan julukan Pantai “Bali 2” kembali membuktikan diri sebagai primadona wisata pesisir kebanggaan Kabupaten Indramayu. Minggu (21/6/2026)

​Berada di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45217, destinasi ini menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam tropis, fasilitas yang ramah keluarga, dan aksesibilitas yang sangat mudah dijangkau.

​Mengapa Pantai “Bali 2” Wajib Masuk Daftar Liburan Anda?

​Berbeda dengan pantai utara pada umumnya, Pantai Bali 2 telah bertransformasi menjadi kawasan wisata modern yang tertata apik. Pihak pengelola sukses menyulap bibir pantai menjadi area rekreasi komprehensif. Berikut adalah daya tarik yang membuat pengunjung selalu ingin kembali:

​Spot Swafoto Instagramable: Deretan instalasi tematik yang berlatar belakang lautan lepas siap mempercantik feed media sosial Anda, terutama saat momen sunset yang memukau.

​Aman untuk Anak-Anak: Hamparan pasir yang bersih dan riak ombak yang relatif tenang menjadikannya lokasi yang ideal untuk anak-anak bermain pasir dan air.

​Fasilitas Terpadu: Kenyamanan terjamin dengan deretan gazebo rindang untuk bersantai, area bilas yang memadai, toilet bersih, hingga fasilitas ibadah (mushola) yang terawat.

​Testimoni Wisatawan: “Tempat Healing yang Sempurna”

​Daya pikat Pantai Bali 2 rupanya telah menyebar luas dari mulut ke mulut. Tak heran, pada libur akhir pekan ini, kantong parkir dipenuhi oleh kendaraan pribadi hingga bus pariwisata dari berbagai daerah.

​Bagi Putri, warga asal Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, jarak tempuh dari rumahnya terbayar lunas sesampainya di sini. Datang satu mobil penuh bersama keluarga, ia mengaku takjub dengan wajah baru pesisir Indramayu ini.

​”Ini baru pertama kali saya dan keluarga mampir ke Pantai Bali 2. Meski sama-sama warga Indramayu, karena Haurgeulis lumayan jauh dari laut, rasanya seperti liburan ke luar kota. Pemandangannya sangat bagus, bersih, dan tertata rapi. Angin pantainya sejuk, cocok banget buat healing bareng keluarga di hari Minggu ini,” ungkap Putri.

​Pesona yang sama juga berhasil memikat rombongan wisatawan dari luar daerah. Ibu Neni, koordinator rombongan asal Cirebon, memilih destinasi ini sebagai penutup hari yang manis bagi kelompoknya.

​”Kami ini rombongan dari Cirebon, total 35 orang yang tergabung dari guru-guru SMP Plered. Kebetulan hari ini kami sehabis menghadiri acara undangan di Indramayu. Daripada langsung pulang, kami sepakat mampir liburan ke Bali 2. Ternyata tempatnya sangat nyaman untuk kumpul rombongan besar, asyik buat bersantai melepas lelah sebelum menempuh perjalanan pulang ke Cirebon,” jelas Ibu Neni antusias.

​Manjakan Lidah dengan Kuliner Khas Pesisir

​Satu hal yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Pantai Bali 2 adalah wisata kulinernya. Kunjungan Anda belum lengkap tanpa mencicipi aneka hidangan laut yang dijajakan oleh para pelaku UMKM lokal di sepanjang kawasan wisata.

​Mulai dari ikan bakar bumbu khas Pantura, cumi saus padang, hingga jajanan tradisional yang ramah di kantong, semuanya siap memanjakan lidah Anda sembari menikmati deburan ombak.

​Dengan tata kelola yang semakin profesional, kebersihan yang terjaga, serta keramahan warga lokal, Pantai Bali 2 Indramayu bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi wisata utama yang menjanjikan kenangan manis. Siapkan rencana akhir pekan Anda, dan buktikan sendiri pesona “Bali” di tanah Indramayu!

Reporter : Andika

Pemkab Indramayu Dukung Investasi Strategis PPB, Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digagas PT Polytama Propindo. Investasi strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri di Kabupaten Indramayu.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Proyek PPB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jum’at (19/6/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu memiliki berbagai potensi yang mendukung perkembangan sektor industri. Salah satunya adalah kondisi geografis yang relatif datar sehingga memudahkan aktivitas logistik dan distribusi barang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Seluruh pekerjaan, menurutnya, harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar keselamatan yang berlaku guna meminimalkan risiko.

“Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Perputaran ekonomi di sekitar proyek harus bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Lucky Hakim.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pembangunan pabrik polipropilena kedua akan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun.

Proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 tersebut diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan menjadi 600.000 metrik ton per tahun.

Menurut Permono, pembangunan PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor polipropilena yang hingga saat ini masih cukup tinggi.

“Keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan industri nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Project Director PPB, Burhanudin, memaparkan bahwa proyek tersebut berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Kilometer 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Pembangunan proyek akan dilaksanakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd. bersama PT Enviromate Technology International dengan komitmen tinggi terhadap standar keselamatan kerja.

Pihak konsorsium menargetkan pencapaian Zero Lost Time Incident atau tidak adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. Selain itu, pelaksanaan proyek juga akan mengedepankan standar kualitas, ketepatan waktu, pengendalian biaya, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan industri, proyek PPB juga akan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, dan vendor daerah yang memenuhi standar kompetensi.

Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan diselenggarakan guna mendukung transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada tenaga kerja lokal.

Melalui dukungan terhadap investasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

HLM TPID dan TP2DD 2026, Indramayu Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang membuka kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk mengendalikan inflasi, di antaranya melalui gerakan pasar murah, Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), serta mendorong masyarakat menanam cabai guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga terus mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan daerah.

“Sinergitas dan kolaborasi harus dilaksanakan lintas sektor, baik perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha maupun seluruh pihak terkait,” tegas Lucky Hakim.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu telah menerbitkan sejumlah kebijakan pendukung, termasuk peta jalan implementasi transaksi pemerintah daerah dan penggunaan layanan digital perbankan dalam transaksi keuangan di lingkungan perangkat daerah serta mitra kerja pemerintah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi ekonomi daerah merupakan dua agenda strategis yang sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tengah meningkatnya tekanan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang, cabai, dan beras.

“Target inflasi tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen atau 2,5 persen plus minus 1 persen. Karena itu diperlukan langkah bersama untuk menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan,” ujarnya.

Wihujeng juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat, Indramayu dinilai perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan daerah.

Di bidang digitalisasi, Bank Indonesia terus mendorong percepatan ETPD guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta optimalisasi pendapatan daerah di tengah berbagai tantangan fiskal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Indramayu selama semester pertama tahun 2026.

Ia menjelaskan, IPH digunakan sebagai indikator untuk memantau perkembangan harga bahan pangan dan melihat pergerakan inflasi daerah. Berdasarkan hasil pemantauan, cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling memengaruhi perubahan IPH bersama beras, daging, dan telur.

“Sepanjang semester pertama tahun 2026 terjadi fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi. Karena itu diperlukan upaya pengendalian harga secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” katanya.

Melalui pelaksanaan HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan visi Indramayu REANG yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Peringati 1 Muharram 1448 H, Masyarakat Padati Masjid Agung Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana khidmat mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Indramayu. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi momentum refleksi diri sekaligus mempererat kebersamaan dalam menyambut tahun baru Hijriah. Kamis (18/6/2026)

Mengusung tema “Muharram 1448 H, Saatnya Evaluasi dan Tingkatkan Kualitas Ibadah serta Lebih Peduli kepada Kaum Dhuafa Khususnya Anak Yatim untuk Indramayu REANG”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Indramayu, Edi Umaedi, mengatakan semangat hijrah harus dimaknai sebagai dorongan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Semangat hijrah sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Profesionalisme, disiplin, dan integritas merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga bernilai ibadah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan dan budaya gotong royong sebagai modal penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan penuh kepedulian.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, menegaskan bahwa peringatan Muharram tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, hijrah memiliki makna yang luas, mencakup perubahan akhlak, pola pikir, serta peningkatan kualitas keimanan. Pergantian tahun Hijriah menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Momen itu menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi simbol nyata kepedulian sosial yang terus dijaga oleh masyarakat Indramayu.

Salah seorang penerima santunan mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut dan merasakan perhatian dari berbagai pihak.

“Saya senang bisa ikut acara ini dan merasa diperhatikan. Terima kasih,” ujarnya.

Melalui tausiyah, doa bersama, dan kegiatan sosial, peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi terwujudnya Indramayu REANG yang lebih baik.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pelatihan Tata Boga Berbasis Masyarakat di Sukagumiwang Resmi Ditutup

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Program Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) Sub Kejuruan Tata Boga yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu resmi berakhir. Penutupan kegiatan berlangsung di Aula Ki Sapu Angin, Kecamatan Sukagumiwang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menandai selesainya rangkaian pelatihan keterampilan tata boga yang telah diikuti peserta selama beberapa waktu sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kemandirian masyarakat.

Acara penutupan dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Indramayu, instruktur, serta seluruh peserta yang telah menyelesaikan materi pelatihan, baik teori maupun praktik.

Instruktur pelatihan dari UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Ando, mengapresiasi semangat dan kedisiplinan peserta selama mengikuti kegiatan. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal pengetahuan, tetapi juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Manfaatkan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya. Terus belajar, berkreasi, dan jangan takut memulai usaha agar keterampilan ini dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Surachman, mengatakan bahwa Pelatihan Berbasis Masyarakat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, memiliki daya saing, serta mampu menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar. Ia juga mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Camat Sukagumiwang, Moh Mulya Setiawan, S.STP., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan pelatihan masih terdapat kekurangan.

“Kami memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Namun kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh manfaat maksimal dari pelatihan yang telah diberikan. Semoga keterampilan yang didapat menjadi bekal untuk membuka usaha, meningkatkan kemampuan, dan membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.

Program pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis di bidang tata boga yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha. Melalui dukungan APBD Kabupaten Indramayu, pemerintah terus berupaya mendorong lahirnya masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh sebagai langkah nyata dalam meningkatkan taraf hidup sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Camat Sukagumiwang Tinjau Langsung Layanan PBB Keliling Bapenda di Desa Cibeber

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Moh Mulya Setiawan, S.STP., melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan layanan Bapenda On The Spot berupa pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) keliling di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Monitoring tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung tertib, lancar, serta memberikan kemudahan bagi warga dalam menunaikan kewajiban pembayaran pajak daerah. Dalam kegiatan itu, Camat didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi, SE, serta Staf Tata Pemerintahan, Amrullah.

Program Bapenda On The Spot merupakan salah satu inovasi layanan yang dihadirkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Indramayu dengan sistem jemput bola. Melalui layanan ini, petugas mendatangi langsung wilayah desa sehingga masyarakat dapat mengecek tagihan PBB sekaligus melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Pada pelaksanaannya, transaksi pembayaran dilakukan secara non-tunai melalui QRIS dan mobile banking (M-Banking). Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya digitalisasi pelayanan publik agar proses pembayaran berlangsung lebih cepat, aman, mudah, dan transparan.

Saat meninjau kegiatan, Moh Mulya Setiawan mengatakan layanan PBB keliling diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Layanan jemput bola ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya fasilitas pembayaran melalui QRIS dan M-Banking, masyarakat diharapkan semakin mudah dan terbantu dalam membayar PBB tepat waktu,” katanya.

Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Cibeber. Selain memperoleh informasi terkait besaran tagihan PBB, masyarakat juga dapat langsung melakukan pembayaran dengan proses yang lebih praktis dan efisien.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai inovasi pelayanan yang digagas Pemerintah Kabupaten Indramayu. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Komitmen pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif terus diwujudkan melalui semangat “Kami Siap Melayani”.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Terkait Tersangka BGN, Dashboard MBG Kabupaten Bogor Tak Bisa Diakses

BOGOR.radarinformasi.com — Akses terhadap Dashboard Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bogor dilaporkan tidak dapat diakses publik setelah munculnya temuan mengenai keterkaitan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dengan sejumlah dapur MBG yang dikelola Yayasan Ageung Ridzki Saudara.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait transparansi pengelolaan program MBG, khususnya di Kabupaten Bogor yang selama ini dikenal memiliki dashboard pemantauan operasional yang terbuka dan dapat diakses masyarakat.

Berdasarkan data yang beredar, Yayasan Ageung Ridzki Saudara mengelola sedikitnya tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor, yakni Megamendung Pasir Angin 3, Megamendung Cipayung 2, dan Citapen Ciawi 02. Ketiga SPPG tersebut disebut merupakan bagian dari sedikitnya tujuh SPPG di sejumlah daerah yang terafiliasi dengan yayasan yang sama.
Selain Kabupaten Bogor, yayasan tersebut juga tercatat mengelola SPPG di Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung.

Temuan itu menjadi perhatian karena Sony Sonjaya saat ini menjabat Wakil Kepala BGN sekaligus Ketua Tim Verifikasi SPPG tingkat nasional. Posisi tersebut memiliki peran dalam proses verifikasi dan penilaian kelayakan operasional dapur MBG.

Data yayasan menunjukkan sejumlah pengurus memiliki hubungan keluarga dengan Sony Sonjaya. Rahmanisa Kartikasari Sonjaya tercatat sebagai anggota pengurus, sementara Ela Komalasari dan Rizal Daffa Noer Sidik juga masuk dalam struktur kepengurusan yayasan tersebut.


Keterkaitan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan Program MBG, terutama terkait proses verifikasi dan penetapan mitra pelaksana.

Sorotan publik semakin menguat setelah Dashboard MBG Kabupaten Bogor yang sebelumnya menampilkan data operasional secara rinci tidak lagi dapat diakses. Padahal, platform tersebut selama ini menjadi salah satu sumber informasi yang digunakan masyarakat untuk memantau pelaksanaan program di daerah.

Sejumlah pihak menilai hilangnya akses terhadap dashboard tersebut perlu mendapat penjelasan resmi guna menghindari spekulasi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola Program MBG.

Mereka menilai keterbukaan informasi menjadi aspek penting mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional dengan nilai anggaran yang mencapai Rp335 triliun pada 2026.

Selain itu, muncul pula dorongan agar dilakukan audit independen terhadap SPPG yang memiliki keterkaitan dengan yayasan tersebut, termasuk penelusuran proses verifikasi dan persetujuan operasionalnya.

Usulan lainnya adalah pembukaan data kepemilikan manfaat (beneficial ownership) seluruh mitra MBG, penguatan mekanisme pengawasan internal, serta penyusunan aturan yang lebih tegas terkait potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan program.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai penyebab tidak dapat diaksesnya Dashboard MBG Kabupaten Bogor maupun terkait temuan keterkaitan antara pengurus Yayasan Ageung Ridzki Saudara dengan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

Red