570 KPM Kebon Pedes Tanah Sareal Terima Bansos BLT

570 KPM Kebon Pedes Tanah Sareal Terima Bansos BLT

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menurunkan kembali Bantuan Langsung Tunai atau BLT yang diperuntukan bagi warga yang terdampak perekonomiannya akibat sejumlah bahan pokok melonjak naik, salah satunya minyak curah, bahkan beberapa bulan kebelakang sebagaian wilayah tanah air kesulitan mendapatkan minyak curah tersebut, walaupun ada tentunya harga komuditi tersebut melambung tinggi bahkan mencapai kenaikan 50 person, Jum’at (15/04/22).

Untuk mengatasi masalah tersebut Pemerintah Pusat memberikan bantuan kembali dalam bentuk uang cash senilai Rp. 300.000.- (tiga ratus ribu rupiah) yang mana bansos BLT tersebut khusus untuk membantu serta meringankan beban masyarakat dalam keperluan membeli minyak curah untuk kebutuhan sehari-hari.

Bukan hanya BLT untuk pembelian minyak curah Pemerintah pusat pun menurunkan secara double, dengan mendistribusikan Bantuan Pangan Non Tunai dalam bentuk yang sama yaitu uang cash senilai Rp.200.000.- (dua ratus ribu rupiah).

Sehingga yang diterima warga penerima manfaaf sebanyak 500.000.- (lima ratus ribu rupiah), pemerintah menegaskan bansos BLT yang diterima masyarakat wajib dibelanjakan untuk keperluan serta kebutuhan paket sembako, tidak boleh dibelanjakan untuk hal-hal diluar kebutuhan pokok, apalagi saat ini memasuki Bulan Suci Ramadhan, setidaknya dalam jangka waktu kedepan masyarakat akan menyambut Hari Raya Idul Fitry 1443 H, bisa saja dana BLT dapat digunakan untuk keperluan jelang lebaran.

Seperti halnya yang tengah diterima warga Kebon Pedes, Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor, dimana sesuai data valid kurang lebih 570 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatakan BLT tersebut.
Tentunya setelah mendapatkan BLT ada sedikit warga yang membelok dari kegunaan BLT yang telah diterimanya, kemungkinan setelah menerima uang cash akan diperuntukan dengan keperluan yang lain, bahkan jauh dari fungsi bansos BLT yang memang diberikan pemerintah untuk mengatasi kesulitan economic masyarakat.

Hal ini yang tidak diinginkan Ivan selaku Ketua LPM Kel. Kebon Pedes, Ia menyampaikan kepada Awak Media bahwasannya Bansos BLT yang diterima warganya harus sesuai diperuntukan atau dibelanjakan untuk kebutuhan pokok, lebih lebih Ivan menerangkan adanya BLT minyak goreng yang diberikan Pemerintah Pusat senilai 300.000.- (tiga ratus ribu rupiah) jangan sampai di salahgunakan.

“Sedikit lagi kita akan menyambut hari lebaran tidak menutup kemungkinan harga bahan pokok akan kembali melambung tinggi, bila dirumah ada stok kan enak untuk keperluan lebaran sudah ada jadi ga pusing lagi mikirin minyak curah toh dananya sudah diberikan pemerintah”, tegasnya.

“Kami dari pihak pengurus tidak pernah ada bahasa memaksa atau mengarahkan para KPM harus membelanjakan uang BLTnya di warung atau agen terdekat itu uang mereka terserah mau belanja dimana pun, itu hak mereka”, jelasnya.

Masih menurutnya, “Disini memang pihak kami menyediakan bahan bahan pokok yang sesuai dengan kebutuhan para KPM, kalau mau membelanjakan sebagian uangnya di lokasi yang telah kami sediakan silahkan kalaupun tidak ya kami tidak pernah memaksa, toh harga yang kami berikan juga tidak jauh berbeda dengan harga umumnya di toko toko sembako lainnya”.

“Sehingga apabila ada penemuan, kami memaksa para KPM untuk membelanjakan uang BLTnya dilokasi yang telah kami siapkan kami sama sekali tidak mengetahuinya, pihak kami hanya membantu para KPM agar sekiranya BLT yang diterima agar di gunakan sesuai amanah dari pemerintah, ya namanya uang kalau udah sampai rumah beda lagi ceritanya”, ungkap Ivan menutup keterangannya.

Reporter : Fahri
Redaktur : Dewi Pelangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *