Bupati Lucky Hakim Tinjau Sejumlah Wilayah Terdampak Banjir di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Luapan sungai, pasang air laut, curah hujan tinggi, serta sistem drainase yang belum optimal menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu tergenang banjir. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan kolaborasi lintas pihak.

Hal itu disampaikan Bupati Indramayu Lucky Hakim saat meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir. Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap dampak banjir yang dirasakan masyarakat pada Minggu, (25/1/2026).

Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, Desa Rambatan Kulon, Bendungan Karet di Kecamatan Lohbener, serta Desa Bugel Kecamatan Patrol.

Di Desa Pabean Ilir, Bupati Lucky Hakim mendengarkan langsung keluhan warga. Keni, warga RT 15, menyampaikan bahwa air mulai masuk ke permukiman sejak Sabtu malam dan menggenangi wilayah RT 15 dan RT 16.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim yang didampingi Camat Pasekan Taryadi mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah genangan. 

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera mendatangkan pompa penyedot air untuk mempercepat surutnya banjir, mengingat wilayah tersebut tidak memiliki saluran pembuangan air alami.

“Kita upayakan secepat mungkin pompa air didatangkan. Jika memungkinkan, besok sudah bisa dilakukan penyedotan. 

Ke depan, Pemkab Indramayu akan melakukan perbaikan drainase, pembuatan saluran air, serta penambahan pompa berkapasitas lebih besar agar genangan tidak berlarut-larut,” ujar Lucky Hakim.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Bendungan Karet Kecamatan Lohbener. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim didampingi BPBD Indramayu, Camat Lohbener Warno, perwakilan BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman. 

Bupati meninjau sejumlah pintu air yang kondisinya dinilai rawan jebol.

Menurut Lucky Hakim, secara geografis Kabupaten Indramayu berada di wilayah hilir dan dekat dengan laut, sehingga rentan terhadap banjir. 

Selain dipengaruhi banjir rob akibat pasang air laut, debit air kiriman dari wilayah hulu juga turut meningkatkan risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama.

“Saat ini pemerintah daerah bersama kecamatan dan desa bergotong royong melakukan penanganan darurat dengan menambal tanggul yang jebol. 

Untuk perbaikan permanen, sudah dikontrakkan dan direncanakan mulai dikerjakan pada Februari hingga Maret dengan pemasangan pancang sepanjang kurang lebih 13 kilometer,” jelasnya.

Di Desa Rambatan Kulon, Dewi, warga RT 27 Blok Pulo, menyampaikan bahwa banjir terjadi sejak Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB akibat sungai meluap, tanggul jebol, serta rembesan air yang masuk ke permukiman warga.

Sementara itu, saat meninjau Desa Bugel Kecamatan Patrol, Bupati Lucky Hakim yang didampingi Camat Patrol Bagus Asep Trisnadi menyampaikan empati kepada warga terdampak banjir. 

Ia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Pemerintah akan terus berupaya memperbaiki tanggul dan saluran air. 

Namun kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menutup saluran dan gorong-gorong. Ini harus menjadi upaya bersama agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lucky Hakim juga menyapa warga dan menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada sejumlah warga terdampak sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

BBWS Cimancis Salurkan Bantuan Mesin Diesel untuk Antisipasi Banjir di Desa Kenanga

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) menyalurkan bantuan berupa mesin diesel kepada warga Blok Dukuh, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jum’at (23/1/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya mendukung pengelolaan air di lingkungan warga sekaligus mengantisipasi potensi banjir akibat tingginya curah hujan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui perwakilan BBWS Cimancis bekerja sama dengan PT Wika–BNL, JO, dan diserahkan langsung kepada masyarakat setempat.

Perwakilan BBWS melalui PT Wika–BNL, JO menyampaikan bahwa bantuan mesin diesel ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pencegahan banjir. Pihaknya berharap mesin diesel tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

Warga Blok Dukuh menyambut baik bantuan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian BBWS Cimancis. Mereka berharap keberadaan mesin diesel ini dapat membantu mempercepat penanganan genangan air saat musim hujan serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Babinsa Desa Kenanga, anggota Koramil 1602/Sindang sekaligus tokoh masyarakat, Serma H. Mustofik, S.H., turut mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ia menyampaikan terima kasih kepada BBWS atas perhatian terhadap kondisi lingkungan warga.

“Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada BBWS yang telah memberikan bantuan mesin diesel untuk membantu mengantisipasi terjadinya banjir di lingkungan warga,” ujar Serma H. Mustofik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. 

Saya berharap warga dapat menjaga bantuan dari BBWS ini agar tidak rusak dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. 

(Simber: Tosim / Andika).

Satbinmas Polres Indramayu Gelar “Razia Rambut” di SDN 1 dan 2 Paoman, Libatkan Kapster Profesional

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Indramayu, Polda Jabar, menggelar kegiatan pemangkasan rambut bagi murid SDN 1 dan SDN 2 Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menertibkan penampilan anak-anak sekaligus sebagai pendekatan humanistik Polri kepada masyarakat,” Sabtu (24/1/2026).

Petugas Satbinmas terlihat berkeliling kelas untuk menargetkan murid laki-laki dengan rambut gondrong atau tidak rapi. Murid-murid yang terjaring kemudian dikumpulkan di ruang khusus, di mana telah menanti seorang kapster profesional.

Kapster berbaju merah dengan apron plastik dan masker tampak cekatan memangkas rambut murid menggunakan gunting dan clipper. Meski awalnya seperti “razia”, raut wajah anak-anak justru terlihat senang, karena model cukuran yang diberikan sesuai keinginan mereka namun tetap rapi.

“Alhamdulillah, murid-murid senang setelah rambutnya dicukur, karena kami juga menyediakan kapster profesional, sehingga hasilnya bagus,” ujar KBO Satbinmas Polres Indramayu, Iptu Tasim, saat ditemui di SDN 1 Paoman.

Iptu Tasim menjelaskan, program cukur rambut gratis ini rutin dilaksanakan Satbinmas sebagai bagian dari pembinaan karakter anak sejak dini. “Ibaratnya seperti jemput bola, kami mendatangi kelas-kelas dan mengajak mereka untuk memangkas rambut agar lebih rapi. 

Beberapa murid juga meminta model tertentu, dan itu diperbolehkan, asalkan tetap mengutamakan kerapian,” jelasnya.

Menurut Tasim, kegiatan ini bukan sekadar pemangkasan rambut, tetapi juga sarana pendidikan karakter, membiasakan anak-anak menjaga penampilan, disiplin, dan percaya diri sejak usia dini. 

Reporter : Andika

Peredaran Obat Golongan G Kian Terbuka di Ngamprah, Ratusan Butir Berhasil Diungkap

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com — Dugaan peredaran obat keras terbatas (golongan G) di wilayah Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, kian menjadi sorotan. Aktivitas ilegal tersebut dinilai berlangsung semakin terbuka dan meresahkan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peredaran obat golongan G tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Fadhal. Ia disebut merupakan bagian dari jaringan yang dikendalikan Frans, yang juga dikenal dengan nama Arul.

Pengungkapan peredaran obat keras ini terjadi di TKP Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah. Dari lokasi tersebut, berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa 175 butir obat keras diduga jenis Dextro, 156 butir obat keras diduga jenis Double Y, 61 butir obat keras diduga jenis Heximer, serta 93 butir obat keras diduga jenis Tramadol. Selain itu, turut diamankan uang tunai sebesar Rp1.025.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan obat-obatan tersebut.

Warga sekitar mengaku resah dengan maraknya peredaran obat keras tanpa izin resmi. Menurut warga, obat golongan G kerap disalahgunakan dan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda.

Saat ini, pelaku penjualan obat terlarang tersebut telah diamankan dan dibawa ke Polres Cimahi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini dilakukan guna mendalami peredaran obat golongan G tersebut serta menelusuri jaringan yang lebih luas.

Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur larangan peredaran sediaan farmasi tanpa izin resmi.

Red

Jaringan Obat Golongan G Menggurita di Batujajar, Ratusan Butir Obat Keras Diamankan

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com – Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, diduga menjadi salah satu titik aktif peredaran obat keras terbatas (golongan G). Aktivitas ilegal tersebut disinyalir telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peredaran obat golongan G di wilayah Batujajar diduga dijalankan oleh seorang penjual bernama Edo. Sementara itu, sosok yang disebut sebagai pemilik atau pengendali jaringan diketahui bernama Nazar, yang dikenal dengan julukan Pampam.

Dalam penggerebekan di TKP Batujajar, diamankan sejumlah barang bukti berupa ratusan butir obat keras berbagai jenis, yakni 102 butir obat keras diduga jenis Double Y, 207 butir obat keras diduga jenis Heximer, 46 butir obat keras diduga jenis Dextro, 129 butir obat keras diduga jenis Dextro lainnya, serta 11 butir obat keras diduga jenis Trihex. Selain itu, polisi juga menyita dua unit telepon genggam merek Oppo dan Realme, serta uang tunai sebesar Rp950.000 yang diduga hasil transaksi penjualan obat ilegal tersebut.

Warga setempat mengaku khawatir dengan maraknya peredaran obat keras ilegal di wilayahnya. Mereka menilai, penyalahgunaan obat golongan G sangat berpotensi merusak kesehatan dan masa depan generasi muda, terutama kalangan remaja.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak kepolisian bertindak tegas dengan mengamankan penjual yang diduga terlibat. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana berat bagi setiap pihak yang terlibat dalam peredaran obat keras ilegal.

Red

Cililin Darurat Obat Golongan G, Peredaran Diduga Terorganisir dan Menyasar Remaja

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com — Peredaran obat keras terbatas (golongan G) diduga kian mengkhawatirkan di wilayah Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Aktivitas ilegal ini disinyalir bukan dilakukan secara sporadis, melainkan merupakan bagian dari jaringan yang terstruktur dan terorganisir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penjualan obat golongan G tanpa izin resmi diduga dijalankan oleh seorang pria bernama Hatjam. Dalam operasionalnya, ia disebut berada di bawah kendali Rijal yang berperan sebagai koordinator lapangan. Sementara itu, seorang pria bernama Andre diduga sebagai pengendali utama jaringan peredaran obat ilegal tersebut di wilayah Cililin.

Keresahan masyarakat kian meningkat. Warga menilai peredaran obat keras ini sudah berada pada tahap darurat karena mudah diakses dan diduga kuat menyasar kalangan remaja, termasuk anak usia sekolah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak masa depan generasi muda apabila tidak segera ditangani secara serius.

Dari tangan terduga pelaku Hatjam, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 394 butir obat keras diduga jenis Tramadol, 300 butir obat diduga jenis Heximer, serta 50 butir obat diduga jenis Trihex. Selain itu, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp410.000 yang diduga hasil penjualan, serta 1 unit telepon genggam merek Realme yang diduga digunakan untuk transaksi.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polres Cimahi guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan pengembangan jaringan di atasnya.


Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, karena mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin dan di luar jalur distribusi resmi.

Kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan peredaran obat golongan G yang diduga masih aktif di wilayah Kecamatan Cililin dan sekitarnya.

Red

Obat Keras Menyasar Remaja, Penjual di Sindang Kerta Digeruduk

BANDUNGBARAT.radarinformasi.com — Dugaan peredaran obat keras terbatas (golongan G) yang menyasar kalangan remaja terungkap di wilayah Kecamatan Sindang Kerta, Kabupaten Bandung Barat. Aktivitas ilegal tersebut dinilai meresahkan warga karena dilakukan secara terbuka dan diduga melibatkan jaringan terorganisir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penjualan obat golongan G di wilayah tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Wildan. Dalam praktiknya, Wildan disebut berada di bawah kendali Gatot yang berperan sebagai koordinator lapangan (korlap).

Peredaran obat keras tanpa izin ini disinyalir menyasar berbagai kalangan, khususnya remaja dan anak usia sekolah. Warga sekitar pun mengaku resah karena khawatir dampak negatif dari penyalahgunaan obat-obatan tersebut terhadap generasi muda.

“Yang beli kebanyakan anak-anak muda, bahkan ada yang masih sekolah. Itu yang bikin kami khawatir,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Dari tangan Wildan, terdapat sejumlah barang bukti berupa 46 butir obat keras diduga jenis Double Y, 99 butir obat keras diduga jenis Trihex, dan 183 butir obat keras diduga jenis Tramadol. Selain itu, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp714.000 yang diduga hasil transaksi penjualan, serta 1 unit telepon genggam merek Samsung yang disinyalir digunakan untuk sarana komunikasi dan transaksi.

Penjual yang diduga terlibat saat ini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pengembangan terhadap dugaan adanya jaringan peredaran obat golongan G yang lebih luas.

Secara hukum, peredaran obat keras tanpa izin edar dan tanpa resep dokter merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda maksimal Rp5 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Red

Jalan Berlumpur Ancam Keselamatan Anak Sekolah, Warga Blok Darim Minta Pemerintah Segera Bertindak

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Kondisi jalan menuju Blok Darim, Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kian memprihatinkan. Saat musim hujan, jalan tersebut berubah menjadi lintasan berlumpur, licin, dan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Jumat (23/1/2026), permukaan jalan dipenuhi genangan air dan lumpur tebal. Kondisi ini kerap menyebabkan pengendara roda dua tergelincir, terutama pada jam-jam sibuk saat warga beraktivitas dan anak-anak berangkat maupun pulang sekolah.

Sejumlah warga mengeluhkan kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah desa maupun instansi terkait. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat Blok Darim untuk beraktivitas sehari-hari.

“Kalau hujan jalannya licin sekali. Anak-anak sekolah sering jatuh. Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun tapi belum pernah diperbaiki,” ujar salah seorang warga Blok Darim.

Selain mengancam keselamatan anak-anak, jalan tersebut juga memiliki peran vital bagi para petani. Jalan Blok Darim menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian, terutama saat musim tanam dan panen padi. Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga.

Warga menilai kondisi tersebut sangat ironis, mengingat Blok Darim merupakan kawasan dengan tingkat kepadatan permukiman yang cukup tinggi. Infrastruktur jalan yang seharusnya menunjang mobilitas masyarakat justru berubah menjadi sumber risiko kecelakaan.

Masyarakat Blok Darim berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Indramayu segera turun tangan melakukan perbaikan. Warga menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan masa depan generasi muda.

(Sumber: Teja / Andika)

Pastikan Keselamatan Warga, Camat Sukagumiwang Tinjau Kenaikan Debit Sungai Cimanuk

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi debit air Sungai Cimanuk yang mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kegiatan ini dipimpin langsung Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP., didampingi Kasi Trantibum Dedi Nurhadi beserta jajaran, serta pamong dari Desa Sukagumiwang, Tersana, dan Gedangan, Sabtu (24/1/2026).

Monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana banjir, khususnya di wilayah yang berada di sepanjang aliran Sungai Cimanuk. Sejumlah titik rawan luapan air menjadi fokus pemantauan karena berpotensi berdampak pada permukiman warga maupun area pertanian.

Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dalam menghadapi cuaca ekstrem. Menurutnya, peningkatan intensitas hujan berpengaruh langsung terhadap volume air sungai sehingga pengawasan perlu dilakukan secara berkala.

“Kami ingin memastikan kondisi debit air masih dalam batas aman sekaligus menyiapkan langkah cepat apabila terjadi perkembangan yang berpotensi membahayakan masyarakat,” ujar Mulya Setiawan di sela kegiatan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh aparat desa telah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di desa-desa yang berdekatan langsung dengan Sungai Cimanuk, seperti Sukagumiwang, Tersana, dan Gedangan.

Sementara itu, Kasi Trantibum Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pamong desa dan warga setempat untuk memantau situasi lapangan. 

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda darurat, seperti luapan air atau kerusakan tanggul.

“Kami mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di bantaran sungai saat debit air meningkat dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah setempat,” katanya.

Selain melakukan pemantauan, rombongan juga berdialog dengan pamong desa guna menghimpun informasi terkait kondisi lingkungan, kesiapan masyarakat, serta langkah mitigasi yang telah dilakukan di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap potensi dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin serta koordinasi lintas sektor berjalan optimal demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di tengah cuaca yang tidak menentu.

(Sumber: Humas Sukagumiwang / Andika)

Polisi Pastikan Penanganan Profesional Kasus Dugaan Pemukulan Wartawan di Cileungsi

Polres Bogor menegaskan komitmennya untuk menangani secara profesional dan transparan kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan yang terjadi di lingkungan SKPT Polsek Cileungsi. Setiap laporan masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan insan pers, dipastikan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan keterangan para saksi serta melengkapi alat bukti. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan perkara dapat berjalan secara objektif, akuntabel, dan tidak tergesa-gesa.

Menanggapi pertanyaan dari kuasa hukum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) terkait perkembangan penanganan perkara, Polres Bogor menyatakan terbuka terhadap komunikasi dan koordinasi sebagai bagian dari prinsip keterbukaan informasi publik. Kepolisian menegaskan tidak ada upaya menghambat proses hukum, melainkan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Polres Bogor juga menegaskan komitmennya dalam menjamin perlindungan terhadap kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, sekaligus memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum akan ditangani secara adil dan tanpa pandang bulu.

“Masyarakat dan insan pers diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” ujar Kabid Humas, Jumat (23/1/2026).

Melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, Polres Bogor berkomitmen menjaga kondusivitas serta meningkatkan kepercayaan publik.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule