INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana meriah menyelimuti Pesta Laut Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (8/10/2025). Warga tumpah ruah menikmati rangkaian acara yang menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut.
Dalam sambutannya, Kuwu Pabean Udik, Samsil Ma’Arip, menegaskan bahwa pesta laut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang sarat makna. “Tradisi ini adalah ungkapan syukur atas hasil tangkapan nelayan sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian laut,” ujarnya.
Samsil menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga ekosistem laut—sumber utama penghidupan masyarakat pesisir.
Pesta laut tahun ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari ritual adat dan lomba perahu hias, hingga bazar kuliner khas pesisir yang menarik minat pengunjung.
Pihak panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga acara dapat berjalan lancar dan penuh makna.
Dengan semangat gotong royong dan rasa syukur yang mendalam, Pesta Laut Desa Pabean Udik tidak hanya memperkukuh identitas budaya masyarakat pesisir Indramayu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan bahari untuk generasi mendatang.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana berbeda terasa di Balai Desa Babadan, Kecamatan Sindang, pada Jum’at (03/10/25. Deretan karung beras dan amplop bantuan tertata rapi di meja. Warga, terutama para lansia dan anak yatim, tampak hadir dengan wajah penuh harap dan bahagia. Hari itu, Pemerintah Desa Babadan kembali menyalurkan zakat pertanian gerakan sosial yang tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat agraris setempat.
Kepala Desa Babadan, Sugeng Sari Kuswanto, menjelaskan bahwa program ini berawal dari gagasan sederhana: bagaimana hasil bumi yang melimpah bisa memberi manfaat lebih luas bagi warga. Dengan luas lahan sawah sekitar 150 hektare dan panen mencapai 900 ton per musim, Sugeng ingin agar keberkahan hasil panen juga dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
“Kami ingin petani Babadan tak hanya menanam untuk hidup, tapi juga untuk berbagi. Sebagian hasil panen disalurkan sebagai zakat agar manfaatnya kembali ke masyarakat sendiri,” ujar Sugeng.
Program zakat pertanian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang hadir mewakili Bupati Lucky Hakim. Dalam sambutannya, ia menilai inisiatif Babadan patut dijadikan contoh oleh desa-desa lain.
“Gerakan ini luar biasa. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Selain bernilai sosial, zakat juga bernilai ibadah. Inilah bentuk nyata kemandirian desa,” ungkap Syaefudin.
Ia menambahkan, semangat Babadan Berzakat sejalan dengan visi Indramayu Bermartabat (REANG), yang menekankan pentingnya kemandirian desa serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal. Dengan pengelolaan yang transparan, zakat pertanian diyakini bisa menjadi pilar kesejahteraan sekaligus ketahanan pangan desa.
Acara berlangsung hangat saat Wakil Bupati menyerahkan zakat secara simbolis kepada anak-anak yatim dan lansia. Raut syukur terpancar dari wajah para penerima. Camat Sindang bersama jajaran perangkat desa turut mendampingi kegiatan tersebut hingga selesai.
Di Desa Babadan, zakat bukan hanya kewajiban agama melainkan simbol kebersamaan. Dari hamparan sawah yang menghijau, tumbuhlah solidaritas untuk membangun desa yang mandiri, makmur, dan berkeadilan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pagi yang sibuk di Kecamatan Krangkeng terasa berbeda pada Sabtu (4/10/2025). Di sela aktivitas warga, suasana hangat tampak di halaman UPTD SD Negeri 3 Dukuhjati. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Mutaqin, datang berkunjung untuk bersilaturahmi dengan para guru, sekaligus menyapa salah satu tenaga pendidik yang akan segera memasuki masa purna tugas.
Bukan kunjungan formal semata, kedatangan Zaenal menjadi wujud penghargaan terhadap pengabdian panjang seorang guru P3K, Triana Mariani. Sosok yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan itu tetap setia menjalankan tugasnya di usia senja.
Selama dua dekade, Triana dikenal sebagai guru yang sabar dan berdedikasi tinggi. Ia memulai kariernya sebagai guru honorer, sebelum akhirnya resmi diangkat menjadi P3K. Meski kini masa pensiunnya tinggal menghitung bulan, semangatnya tak pernah surut. Setiap pagi, bersama sang suami, Triana menempuh perjalanan panjang dari Desa Sindang menuju sekolah di Dukuhjati dengan sepeda motor tua yang kerap kali mogok di jalan. Namun tak sekali pun ia mengeluh.
“Guru seperti Bu Triana adalah teladan. Pengabdian mereka menjadi semangat bagi kita semua,” ujar Zaenal. Ia menegaskan, BKPSDM akan terus melakukan kunjungan langsung ke sekolah dan instansi di wilayah Indramayu untuk memastikan pelayanan terhadap ASN dan P3K berjalan maksimal.
Zaenal menambahkan, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memberikan bimbingan teknis dan memastikan proses administrasi pensiun berjalan lancar. “Kami datang bukan hanya untuk memantau, tetapi juga melayani dan mendengarkan langsung kebutuhan para pegawai,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pengadaan dan Informasi BKPSDM, Titin Nurhaeri, mengimbau agar para guru P3K yang akan pensiun segera menyiapkan dokumen yang diperlukan. “Persiapkan sejak dini agar prosesnya lebih mudah. Jika ada kesulitan, silakan datang ke BKPSDM untuk kami bantu,” tuturnya.
Bagi rekan-rekan di sekolah, Triana bukan hanya guru senior, tetapi juga simbol ketulusan dalam mendidik. Dua puluh tahun mengabdikan diri di ruang kelas bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang diisi dengan cinta terhadap profesi dan anak didiknya.
Kunjungan itu pun menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pendidik. Sebuah pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam mengajar adalah bagian dari pengabdian besar untuk mencerdaskan generasi bangsa. Triana Mariani mungkin akan segera menutup lembar tugasnya, tetapi semangat dan ketulusannya akan terus menjadi inspirasi di dunia pendidikan Indramayu.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat persatuan antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam membangun daerah yang mandiri, berbudaya, dan sejahtera.
Puncak peringatan digelar melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Indramayu di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (7/10/2025). Acara dipimpin Ketua DPRD Indramayu Nurhayati, didampingi para wakil ketua, serta dihadiri oleh Bupati Lucky Hakim, Wakil Bupati Syaefudin, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, unsur Forkopimda, anggota DPRD, dan sejumlah tamu undangan.
Sebelum rapat dimulai, dilaksanakan kirab Tunggul Pataka dan Lambang Daerah sebagai wujud penghormatan terhadap perjalanan sejarah Indramayu. Warga tampak antusias menyambut iring-iringan tersebut di sepanjang jalan protokol, sementara Bupati dan Wakil Bupati membalas sapaan masyarakat dengan senyum dan lambaian tangan penuh keakraban.
Mengusung tema “Menjaga Pangan, Merawat Budaya, Membangun Sejahtera”, peringatan tahun ini mencerminkan komitmen daerah untuk memperkuat ketahanan pangan, melestarikan kebudayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi unggulan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pembangunan Indramayu yang hampir mencapai setengah milenium. Ia menegaskan bahwa setiap keberhasilan merupakan hasil sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Indramayu sebagai daerah religius dan berkeadilan sosial melalui visi Indramayu Reang—Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” ujar Lucky Hakim.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan, mulai dari penghargaan bidang UMKM dan pendidikan, hingga pengakuan Indikasi Geografis Mangga Gedong Gincu Indramayu di tingkat nasional. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat sektor pangan dan perikanan dengan program intensifikasi pertanian, revitalisasi tambak Pantura, serta asuransi bagi nelayan kecil.
Sementara itu, Ketua DPRD Nurhayati menilai peringatan hari jadi bukan sekadar acara seremonial, tetapi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen membangun daerah.
“DPRD dan Pemkab Indramayu akan terus bersinergi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat. Semangat gotong royong masyarakat harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial menghadapi tantangan ke depan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah sebagai fondasi moral pembangunan.
“Kita patut bangga menjadi bagian dari masyarakat Indramayu yang memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya. Itulah identitas yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Dari sisi provinsi, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi memberikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunan Indramayu yang dinilainya memiliki potensi besar di bidang kebudayaan, industri, dan pariwisata.
“Jika mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern, Indramayu bisa menjadi daerah unggul dan berdaya saing tinggi,” tutur Dedy.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan pelestarian nilai sejarah dan estetika lokal.
“Kita ingin pembangunan tidak sekadar fungsional, tetapi juga mencerminkan jati diri masyarakat Indramayu,” tambahnya.
Gubernur menutup dengan pesan agar pembangunan fisik selalu dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin kemajuan yang bukan hanya tampak dari bangunan, tapi juga dari kesejahteraan dan profesionalitas warganya,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi ke-498 ini menjadi simbol kebanggaan dan refleksi bersama bagi masyarakat Indramayu. Semangat “Menjaga Pangan, Merawat Budaya, Membangun Sejahtera” menjadi fondasi untuk mewujudkan Indramayu yang religius, berdaya saing, dan makmur di masa depan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Gema budaya dan kreativitas berpadu dalam Pesona Wastra Indramayu 2025, sebuah ajang yang menghidupkan kembali pesona kain tradisional khas Indramayu lewat sentuhan modern. Gelaran ini menjadi bagian dari Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu serta Festival Tjimanoek 2025, yang digelar pada Selasa (7/10/2025) di Halaman Gedung Landraad Alun-alun Indramayu.
Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, acara ini menghadirkan beragam kegiatan menarik mulai dari Pameran Wastra Indramayu, Workshop Membatik, hingga Talkshow Inspiratif seputar pelestarian kain tradisional.
Pameran wastra tersebut diikuti oleh berbagai pelaku usaha dan perajin lokal seperti Perajin Tenun Gedogan, Sekar Indah Bordir, Senang Hati Batik, Wangi Asri Batik, Batik Indra Mjoe, Batik Bintang Arut, hingga Paoman Art/Tekav. Selain memamerkan hasil karya, para peserta juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk ikut belajar langsung teknik membatik bersama para ahlinya.
Sesi talkshow turut menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif di dunia wastra, di antaranya Carwati Basuri (Owner Senang Hati Batik Indramayu), Nurmaya (Praktisi Tenun), Hamzah (Owner Sekar Indah Bordir), serta Darwinah (Kick Andy Heroes dan Founder Rumah Edukasi Kenanga).
Acara semakin semarak dengan kehadiran Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, yang meninjau langsung stan-stan pameran seperti Batik Paoman, Batik Complongan, dan Batik Bordir. Mereka juga menyaksikan proses membatik yang dilakukan oleh anak-anak dan guru, serta demonstrasi menenun songket oleh Bu Sunari, salah satu pelestari tenun songket yang kini kian langka.
Kepala Disdikbud Indramayu, Caridin, melalui Kabid Kebudayaan Taufiq Nasution, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.
“Acara ini bukan sekadar pameran, tetapi juga pendidikan budaya. Kami ingin anak-anak muda mengenal dan mencintai warisan leluhur seperti batik agar tetap hidup di masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Helmi, perwakilan Nang Dermayu, merasa bangga bisa turut serta dan belajar langsung proses membatik serta menenun. Ia mengaku, kegiatan ini membuka mata generasi muda tentang betapa kayanya warisan kain Indramayu.
Hal senada disampaikan oleh Liha, perwakilan Nok Dermayu, yang menilai Pesona Wastra menjadi ajang penting untuk mengenalkan tenun gedogan, kain tradisional yang kini hanya dikerjakan oleh satu pengrajin.
“Kami berharap anak muda Indramayu bisa ikut menjaga dan melanjutkan warisan budaya ini,” tuturnya.
Melalui Pesona Wastra Indramayu 2025, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam melestarikan, memodernisasi, dan mempromosikan wastra Indramayu agar tetap relevan serta menjadi kebanggaan di tengah arus modernisasi.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kabupaten Indramayu mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Pentas Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XII sekaligus Pameran Produk Unggulan KUNCI BERSAMA Tahun 2025.
Ajang tahunan yang mempertemukan kabupaten/kota di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini resmi dibuka di Alun-alun Indramayu, Selasa malam (7/10/2025). Tahun ini, pelaksanaan PORSENITAS terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu.
Selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Oktober 2025, Indramayu dipenuhi semarak berbagai kegiatan olahraga, seni, dan pameran potensi unggulan dari daerah peserta.
Sedikitnya sepuluh cabang olahraga dipertandingkan, mulai dari tenis lapangan, bulu tangkis, tenis meja, catur, bakiak, lari balok, pickleball, sepak takraw, bola voli, hingga voli pasir. Tak hanya itu, pameran produk unggulan daerah turut menarik perhatian masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal masing-masing wilayah.
Kegiatan ini diikuti oleh 10 kabupaten/kota anggota KUNCI BERSAMA, yakni Kabupaten Kuningan, Cirebon, Pangandaran, Majalengka, Ciamis, Brebes, Cilacap, Kota Cirebon, Kota Banjar, dan Indramayu sebagai tuan rumah.
Pembukaan berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Tujuh kesenian Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ditampilkan, di antaranya Tari Randu Kentir, Berokan, Tari Topeng Kelana Udeng, Sintren, Gong Renteng, Kuda Lumping, dan Bujanggaan — menjadi suguhan memukau bagi tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya. Ia menilai, meski Indramayu merupakan anggota termuda dalam KUNCI BERSAMA, masyarakat menyambut ajang ini dengan antusias tinggi dan keramahan khas Wiralodra.
“PORSENITAS bukan sekadar lomba olahraga atau pentas seni, tapi juga wadah mempererat kebersamaan, bertukar pengalaman, dan memperkuat kerja sama antardaerah. Semoga kegiatan ini memberi manfaat ekonomi dan memperkuat kolaborasi lintas wilayah,” ujar Lucky.
Sementara itu, Ketua KUNCI BERSAMA sekaligus Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turut mengapresiasi sambutan hangat dari tuan rumah. Ia menyebut, pertemuan di “tanah Wiralodra” ini menjadi simbol semangat kekeluargaan dan kebersamaan antarwilayah.
“PORSENITAS adalah wadah untuk memperkuat sportivitas dan persaudaraan lintas batas. Dengan kebersamaan yang kokoh, KUNCI BERSAMA akan terus melangkah maju,” ujarnya.
Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Barat, Faiz Rahman, mewakili Gubernur Jawa Barat. Ia turut mengucapkan selamat ulang tahun bagi Kabupaten Indramayu sekaligus mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala regional ini.
“Di tengah tantangan ekonomi, kegiatan seperti ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana untuk memperkuat potensi budaya, olahraga, dan pariwisata daerah. Siapa pun pemenangnya, yang menang tetap KUNCI BERSAMA,” ungkapnya.
PORSENITAS XII 2025 bukan hanya perayaan olahraga dan seni, melainkan simbol persatuan dan kolaborasi lintas daerah perbatasan. Dengan semangat “KUNCI BERSAMA”, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya wilayah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera bersama.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana semarak menyelimuti area Sport Center Indramayu pada Rabu malam (8/10/2025), saat 17 stan pameran dari kabupaten dan kota anggota KUNCI BERSAMA resmi dibuka. Pameran ini menjadi bagian dari Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XII Tahun 2025, yang digelar mulai 8 hingga 12 Oktober.
Kegiatan tersebut menampilkan beragam potensi dan produk unggulan dari 10 daerah anggota KUNCI BERSAMA. Selain pameran antardaerah, terdapat pula 20 stan Pameran Pembangunan dari berbagai SKPD Kabupaten Indramayu yang memperkenalkan inovasi, layanan publik, hingga hasil pembangunan daerah.
Sebagai rangkaian Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu, panitia juga menghadirkan 150 stan Pasar Rakyat yang dikelola pelaku UMKM lokal. Ajang ini bukan hanya sarana promosi potensi daerah, tetapi juga momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparra) Indramayu, Ahmad Syadali, selaku Ketua Pelaksana Porsenitas XII mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus memperkenalkan hasil pembangunan di setiap wilayah.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Semoga pameran ini mempererat silaturahmi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Sekretariat KUNCI BERSAMA, Maman Suparman, mewakili Ketua Sekretariat KUNCI BERSAMA, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, menyebutkan bahwa setiap daerah menampilkan 10 produk unggulan. Ia menilai pameran ini efektif mendorong pertumbuhan transaksi ekonomi serta menjadi wadah pertukaran pengalaman antar pelaku usaha.
“Kegiatan ini selalu memberi dampak positif. Produk unggulan daerah makin dikenal, masyarakat terhibur, dan sektor ekonomi lokal pun bergairah,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang memperkuat kolaborasi antarwilayah.
“Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga ruang untuk bertukar ide dan memperkuat persaudaraan,” ungkapnya.
Lucky berharap kegiatan bertema “Informasi dan Pelayanan” ini mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal sekaligus menjadi sarana edukatif dan rekreatif bagi masyarakat.
“Mari bersama membangun Indramayu yang REANG – Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” tutupnya.
Usai sambutan, Bupati dan Wakil Bupati Indramayu bersama jajaran KUNCI BERSAMA meninjau sejumlah stan pameran. Mereka mengapresiasi kreativitas para peserta yang menampilkan inovasi dan potensi terbaik dari masing-masing daerah.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Gelaran Pekan Olahraga dan Pentas Seni Perbatasan (Porsenitas) XII Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menghadirkan persaingan ketat antar daerah peserta. Dalam cabang catur cepat beregu eselon, tuan rumah Indramayu sukses merebut medali emas setelah menundukkan lawan tangguh dari Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Pangandaran. Pertandingan digelar di Aula Dinas Keuangan dan Aset Daerah, Rabu (8/10/2025).
Tim Indramayu yang dipimpin Muhammad Zaenal Mutaqin, Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu, tampil impresif hingga laga pamungkas. Kedua tim Indramayu dan Majalengka sempat mengumpulkan poin sama, yakni 15 poin. Namun di babak penentuan, Indramayu berhasil menambah 3 poin berkat kemenangan gemilang dari Zaenal Mutaqin dan Pedy Chrisnaedy, yang memastikan posisi puncak dan menyegel emas untuk daerahnya.
“Pertandingan kali ini cukup berat. Lawan bermain sangat taktis dan penuh kejutan. Tapi kami mampu membalikkan situasi lewat strategi serangan cepat,” ujar Zaenal, yang diamini oleh Pedy.
Menurut keduanya, laga berlangsung intens dan menuntut fokus tinggi. Banyak pemain terjebak dalam strategi lawan hingga kehilangan raja mereka akibat salah langkah.
Sementara itu, Koordinator Cabor Catur Porsenitas XII, Nana Sugiana, menjelaskan bahwa pertandingan catur cepat beregu eselon berlangsung satu hari dengan format tiga pemain per tim. Setiap tim memperebutkan tiga medali: emas untuk juara pertama, perak untuk kedua, dan perunggu untuk ketiga.
“Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar tanpa ada protes dari peserta. Semua tim bermain sportif,” kata Nana.
Dengan capaian ini, Indramayu menegaskan dominasinya di ajang Porsenitas XII, sekaligus menambah daftar prestasi olahraga di tingkat regional perbatasan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Peringatan Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu tahun ini diwarnai dengan kegiatan sosial bertema “Untuk Anak Indramayu, Agar Hidup Sehat dan Saleh Menuju Indramayu REANG.” Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan senilai total Rp1,08 miliar kepada ribuan penerima manfaat, sekaligus menggelar khitanan massal bagi anak-anak,” di pendopo Indramayu, Selasa (07/10/25).
Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, Aspuri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung visi Indramayu REANG — Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong — melalui program Indramayu Berzakat.
“Momentum ini kami manfaatkan untuk mengajak masyarakat semakin sadar akan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai jalan menuju kesejahteraan bersama,” ujar Aspuri kepada Diskominfo Indramayu.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi bantuan pendidikan bagi 1.961 siswa, guru, dan tenaga administrasi honorer senilai Rp980,5 juta, alat bantu disabilitas bagi empat penerima manfaat sebesar Rp19,6 juta, serta paket sembako untuk 400 kaum dhuafa senilai Rp44,3 juta. Selain itu, sebanyak 108 anak peserta khitan massal menerima paket tas, alat tulis, dan uang tunai sebesar Rp10,8 juta. Tambahan 560 paket sembako juga diberikan kepada yatim piatu, lansia, pengemudi ojek online, dan tukang becak dengan nilai total Rp112,9 juta.
Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian sosial dan solidaritas warga Indramayu.
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Kegiatan seperti ini memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga,” tegas Bupati Lucky.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan seluruh pihak yang berperan aktif dalam kegiatan tersebut. “Mari terus saling mendukung dan menjaga semangat optimisme demi Indramayu yang lebih baik,” pesannya.
Usai sambutan, Bupati Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin menyerahkan bantuan secara simbolis dan menyapa langsung anak-anak peserta khitanan massal. Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti kegiatan yang disambut antusias warga.
Salah satu orang tua peserta, Iin Indriyani asal Desa Pekandangan, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini. “Kegiatan seperti ini benar-benar membantu masyarakat kecil. Semoga bisa terus diadakan setiap tahun,” tuturnya.
Sementara itu, Haris, seorang pengemudi ojek online, turut menyampaikan apresiasi. “Saya senang sekali karena Pemkab Indramayu peduli dengan kami. Semoga Indramayu makin jaya dan sukses selalu,” ujarnya.
Melalui kegiatan bakti sosial dan khitanan massal ini, semangat kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indramayu kembali tumbuh. Hari Jadi ke-498 bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat tekad bersama menuju Indramayu yang religius, sejahtera, dan berkeadilan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berinovasi dalam membuka akses lapangan kerja yang lebih luas dan transparan bagi masyarakat. Terbaru, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan aplikasi pencari kerja berbasis digital bernama “Nyari Gawe”, Selasa (7/10/2025), di PT Sun Bright Lestari (SBL), Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Peluncuran aplikasi ini menjadi langkah nyata Pemprov Jabar dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang efektif, efisien, dan bebas praktik percaloan. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat terhubung langsung dengan perusahaan tanpa perlu melewati proses panjang yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
“Cukup daftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja. Nantinya HRD perusahaan akan langsung menghubungi pelamar sesuai kualifikasi. Prosesnya cepat dan tanpa biaya tambahan,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan, sistem Nyari Gawe memungkinkan pemerintah daerah mengirimkan data pencari kerja secara langsung kepada perusahaan sesuai kebutuhan. Selain mempercepat proses rekrutmen, sistem ini juga menutup celah terjadinya pungutan liar.
Pada tahap awal, PT SBL membutuhkan 530 tenaga kerja baru, sementara 17 perusahaan lain ikut bergabung secara daring dengan total proyeksi 11.500 lowongan hingga akhir tahun 2025. Pemerintah menargetkan peningkatan formasi kerja hingga 25 persen pada tahun 2026, atau setara 14.375 lowongan baru.
Bupati Indramayu Lucky Hakim yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut positif inovasi ini. Ia menilai, “Nyari Gawe” merupakan solusi konkret untuk mengakhiri praktik tidak sehat dalam proses penerimaan tenaga kerja.
“Masih banyak warga yang harus membayar jutaan rupiah hanya untuk bisa bekerja di pabrik. Bahkan ada yang pingsan karena mengantre panjang. Ini harus kita hentikan,” tegas Lucky Hakim.
Lucky juga mengimbau seluruh perusahaan di Indramayu agar mendukung sistem rekrutmen yang transparan, adil, dan tanpa biaya tambahan. Menurutnya, kehadiran aplikasi ini adalah langkah penting menuju pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Saat ini, aplikasi “Nyari Gawe” sudah dapat diakses melalui tautan s.id/appNyariGawe dan akan segera tersedia di Play Store. Pemerintah berharap platform ini menjadi bagian dari transformasi digital di sektor ketenagakerjaan Jawa Barat, sekaligus memudahkan warga dalam mencari pekerjaan yang layak dan terpercaya.