Car Free Night Jadi Panggung Kreatif Anak Muda, Hidupkan UMKM Lokal

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas di bidang musik dan ekonomi kreatif. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat melalui kegiatan Car Free Night (CFN) yang rutin digelar setiap akhir pekan di kawasan Alun-Alun Indramayu, Jalan S. Parman, dan Jalan RA. Kartini.

Kini, Car Free Night bukan sekadar tempat warga bersantai di malam Sabtu dan Minggu. Acara ini menjelma menjadi “catwalk” bagi para musisi muda dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk unjuk karya di hadapan masyarakat. Setiap pekan, panggung terbuka ini diisi dengan berbagai penampilan musik akustik, band, hingga atraksi seni dari komunitas kreatif Indramayu.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Atang Suwandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin dalam mendorong ekonomi berbasis kreativitas masyarakat.

“Car Free Night adalah wadah inklusif bagi anak muda yang ingin menyalurkan bakat musik dan seni mereka, sekaligus sarana berinteraksi dan membangun jaringan kreatif. Kegiatan ini berlangsung setiap akhir pekan mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB,” jelasnya, Kamis (23/10/2025).

Tak hanya menjadi ajang hiburan, CFN juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Di sepanjang area acara, para pelaku UMKM, penjaja kuliner, hingga komunitas kreatif ikut memeriahkan suasana, menciptakan harmoni antara hiburan dan ekonomi rakyat.

Salah satu pengunjung, Rina (27), mengaku selalu menantikan momen CFN.

“Setiap minggu selalu ada yang baru musik, jajanan, dan suasananya bikin semangat. Seru lihat anak muda Indramayu punya tempat mengekspresikan diri,” tuturnya.

Sementara itu, musisi kafe lokal, Penjol, mengapresiasi kegiatan ini sebagai ajang berharga bagi seniman daerah.

“Kami merasa lebih dihargai. Lewat Car Free Night, kami bisa tampil di depan publik yang lebih luas dan menambah pengalaman manggung,” katanya.

Diskominfo berharap Car Free Night dapat terus menjadi simbol semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun Indramayu yang kreatif, hidup, serta berdaya saing tinggi sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

(Andika/Diskom).

Gelombang Protes Warga Cidempet: Balai Desa Didatangi Ratusan Massa

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Siang ini, Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, memanas. Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cidempet (GAMACI) menggeruduk Balai Desa, sebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktransparanan pemerintah desa,” Rabu (22/10/2025).

Massa menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari hilangnya aset desa hingga praktik pungutan liar dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dalam pernyataannya, Saripudin, salah satu perwakilan GAMACI, menegaskan bahwa terdapat kejanggalan serius dalam pengelolaan aset desa, termasuk hilangnya 4 ekor sapi dewasa dan 17 ekor kambing yang seharusnya tercatat sebagai milik desa. Ia juga menyoroti pungutan biaya dalam PTSL yang seharusnya bebas biaya sesuai ketentuan BPN.

“Kami menuntut penjelasan. Mengapa warga masih dipungut biaya di luar ketentuan? Uang rakyat harus dikembalikan,” tegas Saripudin.

Selain itu, massa juga menyuarakan kekecewaan terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan.

GAMACI pun mengajukan empat tuntutan utama:

1.Penjelasan transparan terkait aset    desa yang hilang.

2.Pengembalian dana dari pungutan liar PTSL.

3.Transparansi pengelolaan dan penggunaan dana desa.

4.Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPD.

Warga memberikan ultimatum 2×24 jam kepada pemerintah desa. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka menegaskan, pemerintah desa harus mundur.

(Andika/Uncu).

Wabup Syaefudin: Hari Santri Jadi Wadah Penguatan Semangat Keislaman dan Kebangsaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di Indramayu menjadi momen penting untuk meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus keislaman. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, mewakili Bupati Lucky Hakim, saat menghadiri rangkaian acara yang digelar Yayasan Griya Aswaja, Rabu (22/10/2025).

Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri para santri, pengasuh pesantren, tokoh agama, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kegiatan.

Dalam sambutannya, Wabup Syaefudin menekankan bahwa Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan. “Ini adalah momentum spiritual sekaligus kebangsaan yang sarat makna. Peringatan ini mengingatkan kita pada peran besar santri dan ulama dalam merebut, memperjuangkan, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski tantangan zaman modern berbeda, semangat juang, dedikasi, dan keikhlasan santri harus terus menyala. Santri, menurutnya, tetap menjadi penjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin—membawa kedamaian, toleransi, dan cinta tanah air.

Lebih lanjut, Syaefudin menyoroti peran strategis santri masa kini. “Santri tidak hanya mewarisi tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial. Mereka hadir sebagai pendidik, penggerak moral, penjaga harmoni, dan pemimpin di berbagai bidang kehidupan,” katanya.

Melalui momentum ini, Wabup mengajak seluruh santri dan masyarakat Indramayu meneladani semangat juang para ulama dan pejuang terdahulu. “Mari jadikan nilai-nilai kesantrian sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berakhlakul karimah, berbudaya, dan berdaya saing,” tandasnya.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Griya Aswaja yang telah menginisiasi kegiatan penuh makna tersebut. Ia berharap yayasan ini terus menjadi pilar pengembangan generasi muda Islam yang cinta ilmu, damai, dan tanah air.

Acara peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Yayasan Griya Aswaja ditutup dengan serangkaian kegiatan seperti pembacaan tawassul dan istighosah, pembacaan resolusi jihad, doa bersama, serta penampilan seni islami yang mencerminkan peran santri sebagai penjaga moral bangsa.

(Andika/Diskom).

Indramayu Rayakan Hari Santri 2025: Santri Didorong Jadi Pelopor Peradaban

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kabupaten Indramayu memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan menggelar Apel Hari Santri di Alun-Alun Indramayu, Acara ini dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, jajaran Forkopimda, Kepala Kemenag Indramayu, para kiai, pimpinan pesantren, santri, serta pelajar madrasah,” Rabu (22/10/25).

Pada momen tersebut, Wakil Bupati Syaefudin membacakan amanat Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Menteri Agama menekankan pentingnya Hari Santri sebagai momentum kebangkitan dan penguatan peran santri dalam mengawal kemerdekaan dan membangun peradaban global.

“Santri tidak cukup menjadi penonton perubahan zaman, tetapi harus menjadi pelaku sejarah yang membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin untuk dunia yang damai dan berkeadaban,” tegas Syaefudin.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pesantren, melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren, termasuk Dana Abadi Pesantren sebagai wujud dukungan nyata negara. Menteri Agama juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program yang mendukung pesantren, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang meningkatkan kualitas hidup santri di seluruh Indonesia.

Menteri Agama menegaskan bahwa santri masa kini perlu menguasai kitab kuning sekaligus teknologi, sains, dan bahasa dunia. Komitmen ini diperkuat oleh Wakil Bupati Syaefudin yang menyatakan pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan pesantren serta peningkatan kualitas pendidikan santri di Indramayu.

Selain apel, kegiatan juga diwarnai pemberian penghargaan dari berbagai lomba dan bantuan untuk sejumlah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Indramayu.

(Andika/Diskom).

Desa Cikawung Tembus 5 Besar Nasional, Harumkan Nama Jawa Barat di Ajang Desa/Kelurahan Award 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Indramayu. Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, berhasil menorehkan pencapaian gemilang dengan menembus lima besar Nasional Regional 2 dalam ajang Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional 2025, mewakili Provinsi Jawa Barat.

Keberhasilan ini tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Nomor 100.3.5.2/5025/BPD tertanggal 17 Oktober 2025, tentang Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional 2025.

Sebelumnya, Desa Cikawung telah dinobatkan sebagai Desa Terbaik di Jawa Barat, dan kini sukses melangkah ke tingkat nasional setelah melalui proses seleksi serta verifikasi ketat dari Kemendagri.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Cikawung dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Selanjutnya, Desa Cikawung akan mengikuti tahapan pemaparan, wawancara, dan klarifikasi data yang dijadwalkan berlangsung secara virtual pada 27–30 Oktober 2025.

Kuwu Desa Cikawung, Sept Rahayu, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk mewakili Jawa Barat.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama kami. Amanah ini akan kami jaga dengan terus berinovasi dan berupaya memberikan yang terbaik untuk kemajuan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi tersebut. Menurutnya, capaian Desa Cikawung bukan hanya kebanggaan bagi warganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indramayu.

“Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan Indramayu yang Religius, Ber-Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Desa Cikawung menegaskan tekadnya untuk terus menggali potensi lokal, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, Desa Cikawung dapat mengharumkan nama Indramayu dan Jawa Barat dengan meraih gelar Desa Terbaik Nasional 2025.

(Andika/Diskom).

Festival Literasi 2025, Indramayu Mantapkan Langkah Menuju Era Melek Digital

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Semangat literasi kembali bergema di Kabupaten Indramayu. Melalui Festival Literasi 2025, Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu terus mendorong masyarakat untuk gemar membaca dan menulis sebagai fondasi membangun generasi cerdas, kreatif, dan berdaya saing di era digital.

Kegiatan yang resmi dibuka pada Selasa (21/10/2025) dan berlangsung hingga 28 Oktober 2025 ini mengusung tema “Merayakan Budaya Baca, Menyongsong Masa Depan Indramayu REANG.” Festival ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi serta mendukung visi besar Indramayu REANG Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.

Beragam kegiatan turut memeriahkan agenda tersebut, mulai dari peluncuran Aplikasi Satu Data Perpustakaan, bedah buku, gelar wicara, bazar dan pameran literasi, hingga panggung sastra dan musik. Sebanyak 20 stan pameran juga tampil menonjol, menampilkan karya literasi dan inovasi dari pelajar, guru, komunitas, hingga pelaku UMKM lokal.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Ahmad Sudalim Gymnastiar, menjelaskan bahwa festival ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses informasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat.

“Festival ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerbang menuju masyarakat yang cerdas, mandiri, dan sejahtera melalui literasi,” ujarnya.

Salah satu inovasi utama yang dihadirkan adalah Aplikasi Satu Data Perpustakaan, sebagai bagian dari transformasi digital pengelolaan data literasi di Indramayu.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses data perpustakaan secara online dengan mudah, transparan, dan terintegrasi. Tampilan yang sederhana dan ramah pengguna memudahkan siapa pun untuk memanfaatkannya tanpa perlu instalasi tambahan,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Indramayu, Ida Nuryani, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Festival Literasi 2025. Ia menekankan bahwa literasi merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter dan inovatif.

“Peran keluarga sangat penting. Jadikan rumah sebagai sekolah pertama untuk membangun kebiasaan membaca. Mulailah dari hal kecil, seperti membaca cerita bersama anak dan berdiskusi,” pesannya.

Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Aan Hendrajana. Dalam sambutannya, Aan menegaskan bahwa literasi memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

“Bupati berpesan agar para pelajar membiasakan membaca dengan mendalam. Literasi bukan hanya membaca teks, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi dengan bijak, termasuk di media sosial,” ungkapnya.

Aan juga memuji inovasi DPA Indramayu melalui peluncuran aplikasi digital yang dinilai mampu memperluas akses layanan publik. Ia menambahkan bahwa perpustakaan Indramayu kini telah dikenal hingga mancanegara dan pernah dikunjungi mahasiswa dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, hingga Australia.

Usai pembukaan, Bunda Literasi bersama jajaran pejabat daerah meninjau berbagai stan pameran literasi, berdialog dengan para pelaku dan komunitas literasi, serta memberikan dukungan kepada para peserta. Festival Literasi 2025 pun menjadi bukti nyata komitmen Indramayu dalam membangun masyarakat melek literasi menuju masa depan yang cerdas dan berdaya.

(Andika/Diskom).

Warga Sekarmulya Lestarikan Tradisi Unjungan, Pererat Nilai Budaya dan Kepedulian Sosial

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana khidmat menyelimuti Makam Buyut Impong Ki Bagus Karang Kletak di Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, saat warga menggelar tradisi Unjungan pada Kamis (16/10/2025).

Tradisi turun-temurun yang sarat nilai spiritual ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus ajang memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Gabuswetan Suminta, Kabid Kebudayaan Disdikbud Indramayu Taufik Ismail, Kuwu Sekarmulya Cahyono beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, panitia adat, dan para pemuda.

Lebih dari sekadar ritual, Unjungan Buyut Impong menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar tradisinya. Selain prosesi adat, kegiatan juga disertai pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud nyata kepedulian sosial masyarakat Sekarmulya.

Dalam momentum tersebut, warga juga diingatkan pentingnya menjaga kerukunan menjelang Pemilihan Kuwu (Pilwu). Masyarakat diminta tetap kompak, tidak mudah terpancing isu menyesatkan, dan bersama menjaga kondusivitas demi kemajuan desa.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan santunan anak yatim secara simbolis. Tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan antarwarga.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang hadir mewakili Bupati Lucky Hakim, menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan keluarga besar Buyut Impong atas konsistensi menjaga tradisi ini dari tahun ke tahun. Ia menilai, Unjungan bukan hanya tontonan budaya, melainkan juga tuntunan hidup yang sarat nilai spiritual dan sosial.

“Dengan mengingat jasa para leluhur, kita belajar bersyukur dan tidak melupakan sejarah. Mari jaga dan lestarikan budaya kita, karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kemajuan Indramayu berawal dari desa-desa yang rukun dan kompak,” tutur Wabup Syaefudin.

(Andika/Diskom).

Wabup Syaefudin Dukung KDMP Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai mampu menjadi tonggak kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat di tingkat desa.

Pernyataan itu disampaikan Syaefudin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fisik 80.000 gerai, pergudangan, dan sarana pendukung KDMP yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada Jum’at (17/10/2025). Di Indramayu, kegiatan berlangsung di Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, dan dihadiri berbagai pejabat daerah serta perwakilan instansi terkait.

Menurut Syaefudin, kehadiran KDMP di setiap desa sejalan dengan visi pembangunan Indramayu Reang Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.

“Kami sangat mendukung langkah ini. KDMP menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi rakyat dan mendorong kemandirian desa. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan,” ujar Syaefudin.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo menegaskan bahwa TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah guna menyukseskan program nasional tersebut.

“Sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat sangat penting agar KDMP benar-benar memberi manfaat bagi rakyat,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Indramayu, Nurhayati, yang menilai KDMP berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa.

“Kami di DPRD siap mengawal dan mendukung penuh program ini agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyebut peletakan batu pertama ini sebagai langkah awal berjalannya KDMP secara nasional.

“KDMP diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi desa dan memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” tuturnya.

Senada, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pemerintahan desa.

“Kepala desa dan perangkat harus kompak. KDMP harus menjadi pusat ekonomi dan offtaker hasil bumi masyarakat desa. Ini bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menilai berdirinya KDMP sebagai wujud nyata pembangunan ekonomi nasional yang dimulai dari desa.

“KDMP hadir untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Pembangunan ekonomi harus dimulai dari akar rumput dengan memaksimalkan potensi lokal,” jelasnya.

Melalui program yang digagas Presiden Prabowo ini, pemerintah berharap lahirnya ekosistem ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sehingga memperkokoh ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

(Andika/Diskom).

NasDem Indramayu Gelar Reses dan Layanan Kesehatan Gratis di Lohbener

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Partai NasDem Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan reses dan pelayanan kesehatan gratis di Desa Lohbener, Agenda ini digelar sebagai sarana untuk menjalin komunikasi langsung dengan warga serta menyerap aspirasi masyarakat di tingkat desa,” Senin (20/10/25).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sri Wahyuni Utami Herman bersama Taufik Hadi, perwakilan DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu. Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni menegaskan pentingnya momentum reses sebagai media dialog dua arah antara partai dan masyarakat.

“Kami ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga Lohbener agar program yang kami jalankan benar-benar tepat sasaran,” ujar Sri Wahyuni.

Turut hadir Camat Lohbener, H. Warno, yang memberikan apresiasi terhadap langkah Partai NasDem dalam menjangkau masyarakat di akar rumput.

“Keterlibatan partai politik seperti ini sangat membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik,” ungkapnya.

Selain agenda serap aspirasi, Partai NasDem juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga. Pemeriksaan meliputi cek tekanan darah, kadar gula, hingga konsultasi kesehatan ringan. Antusiasme warga terlihat dari ramainya peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Partai NasDem terhadap kesehatan masyarakat. Semoga menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan,” tambah Sri Wahyuni.

Program reses dan layanan kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen NasDem Indramayu dalam memberdayakan masyarakat secara menyeluruh baik di bidang politik, sosial, maupun kesehatan. Warga Lohbener pun menyambut hangat kegiatan tersebut dan berharap agar langkah serupa terus berlanjut demi kemajuan desa mereka.

(Andika/Uncu).

Pemdes Jatimulya Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Silaturahmi Warga

INDRAMAYU – radarinformasi.com
Pemerintah Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi, sebuah ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil panen sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga serta penghormatan kepada para leluhur,” Senin (20/10/25).

Sedekah Bumi bagi masyarakat Jatimulya bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga ungkapan spiritual dan sosial. Dalam ajaran Islam, kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan panen yang melimpah. Warga biasanya membawa tumpeng dan berbagai hidangan untuk disantap bersama sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas.

Prosesi dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama, dilanjutkan dengan pertemuan warga dan keluarga besar desa. Acara juga dimeriahkan dengan pentas seni dan budaya khas Indramayu, seperti pertunjukan Singa Depok, yang menambah semarak suasana.

Kuwu Jatimulya, Rastim, S.H., selaku panitia pelaksana, menyampaikan bahwa tradisi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan melestarikan warisan budaya leluhur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Terisi Boy Beli Prima, S.Sos, Kapolsek Terisi AKP Joni, S.H., Danramil Terisi Kapten Inf. Asep MS, serta perangkat desa dan unsur Muspika Kecamatan Terisi.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, tradisi yang juga dikenal dengan sebutan Munjungan ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut digelar setiap dua musim panen sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga Jatimulya.

Ritual yang sarat makna ini diharapkan dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar budaya lokal Indramayu tetap lestari dan menjadi identitas kebanggaan masyarakat Jatimulya. (Andika/Kml).