Ketua MKKS Bogor Bongkar Kebohongan Kepsek SMK Wijaya Plus 2: Ijazah Bukan di Dinas, Masih Ada di Sekolah!

BOGOR.radarinformasi.com – Dugaan penahanan ijazah oleh SMK Wijaya Plus 2 Ciawi terus menjadi sorotan. Kasus ini semakin mendapat perhatian setelah Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bogor, Budiantoro, turut memberikan pernyataan terkait persoalan ini. Polemik ini bermula dari keluhan orangtua siswa yang mengaku kesulitan mengambil ijazah anak. Selasa (4/2)

Orangtua siswa mengaku telah berulang kali mendatangi sekolah untuk mengambil ijazah, namun selalu mendapat alasan berbeda dari pihak sekolah. Selain itu, orangtua siswa diarahkan untuk menghubungi dinas pendidikan tanpa kepastian. Situasi ini menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran, mengingat ijazah merupakan dokumen penting bagi masa depan siswa.

Pernyataan Kepala Sekolah SMK Wijaya Plus 2

Saat dimintai keterangan melalui Whatsapp terkait ijazah, Kepala Sekolah SMA Wijaya Plus 2, Ade Firmansyah, menyatakan semua ijazah sudah ada di dinas. “Ijazah ambil di dinas, sudah kita serahkan melalui MKKS,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa sudah diberikan secara kolektif dan meminta menghubungi Ketua MKKS terkait kebenarannya. “Kolektif ke MKKS dulu, untuk itu bisa hubungi Ketua pak Budi dinomor tersebut,” tuturnya sambil mengirimkan nomer Ketua MKKS.

Pernyataan Ketua MKKS Kabupaten Bogor

Setelah mendapatkan nomor Ketua MKKS Kabupaten Bogor, Budiantoro, orangtua siswa yang bersangkutan kemudian mengkonfirmasi terkait keberadaan ijazah.

Terhubung melalui sambungan telepon, Ketua MKKS Kabupaten Bogor, Budiantoro memberikan pandangannya terkait permasalahan penahanan ijazah yang terjadi.

Budiantoro menegaskan bahwa sekolah wajib memberikan ijazah kepada siswa tanpa ada alasan penahanan. “Pihak sekolah harus memberikan hak anak, apalagi demi kemajuan anak dan juga bangsa. Tidak ada istilah menahan ijazah, apalagi hanya sekadar salinan untuk kepentingan dalam hal pekerjaan,” ujar Budiantoro saat dimintai tanggapannya via sambungan telepon.

Sementara itu, pernyataan Kepala Sekolah SMK Wijaya Plus 2, Ade Firmansyah, yang menyebutkan bahwa ijazah sudah diberikan ke dinas terkait, kembali dipertanyakan.

Disisi lain, Budiantoro juga menegaskan bahwa ijazah siswa yang bersangkutan masih berada di sekolah. “Tidak benar apabila Ijazah siswa sudah di dinas, belum ada. Ijazah siswa masih ada di sekolah, karena saat ini juga masih dalam tahap pendataan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jawa Barat telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan sekolah menyerahkan ijazah kepada siswa maksimal hingga 3 Februari 2025. Sekolah tidak diperbolehkan menahan ijazah dengan alasan apa pun.

Penahanan ijazah seperti ini dikhawatirkan dapat menghambat masa depan siswa, terutama dalam mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan. Dengan adanya perhatian dari MKKS Kabupaten Bogor, diharapkan pihak sekolah segera mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Red

Bupati Indramayu Serahkan Hibah Daerah dalam Peringatan Isra Miraj

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (3/2/2025). Acara ini dirangkaikan dengan penyerahan hibah daerah yang bersumber dari APBD 2025 kepada 20 lembaga dan organisasi di Indramayu. Selasa (4/2)

Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran lembaga kemasyarakatan dan keagamaan. “Hibah ini bertujuan untuk membantu lembaga menjalankan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 20 penerima hibah, termasuk Kodim 0616, Polres Indramayu, BAZNAS, MUI, PCNU, Kwarcab, FKDT, PKK, dan KONI, mendapatkan bantuan guna mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Bupati Nina juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Indramayu dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab. Ia berharap dana hibah digunakan secara bijak dan sesuai aturan guna menghindari potensi permasalahan di masa depan.

Peringatan Isra Miraj juga diisi dengan tausiah oleh KH. Syairoji Bilal yang menyampaikan makna perintah salat bagi umat Islam. Acara ini turut dihadiri ASN Pemkab Indramayu serta perwakilan penerima hibah.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Mentan dan Menhut Tanam Serentak Program Agroforestry, Bupati Nina Agustina: Indramayu Siapkan 4.400 Hektare Kawasan Hutan

INDRAMAYU. radarinformasi.com – Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Perum Perhutani melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan dengan mengintegrasikan tanaman Padi Lahan Kering dengan Tanaman Serbaguna (MultiPurpose Tree Species/MPTS) dengan pola agroforestry, di Areal Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2/2024). 

Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang dilakukan dengan pendekatan pola agroforestry, yaitu dengan mengintegrasikan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan untuk mencapai manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial. 

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Pengembangan dengan pola agroforestry juga dapat menjadi solusi adaptif dan mitigatif yang efektif untuk mendukung ketahanan pangan. 

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan. Dengan integrasi antara pertanian dan kehutanan, kita dapat memaksimalkan produktivitas lahan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan melindungi ekosistem,” kata Raja Juli. 

Raja Juli Antoni menambahkan, berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan, Kementerian Kehutanan melalui program kehutanan sosial bersama dengan Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan agroforestry untuk tanaman pangan seluas Kurang Lebih 1,9 juta hektare. Dari luasan tersebut, terdapat areal yang sesuai untuk komoditas padi lahan kering seluas Kurang Lebih 389.406 hektare. Sehingga, jika ditambahkan potensi pada areal Perhutani, maka terdapat potensi areal untuk pengembangan padi lahan kering seluas Kurang Lebih 419.462,37 hektare. 

Sementara Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan penanaman agroforestry pangan serentak ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kokoh dan mandiri, sekaligus sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menjadikan hutan melalui pengembangan agroforestry sebagai cadangan pangan agroforestry. 

“Dengan demikian, hutan tidak hanya memberikan manfaat ekologi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berimbang demi pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Amran. 

Sementara Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan, sekitar 4.400 hektare kawasan hutan yang masuk di Kabupaten Indramayu siap mendukung program tersebut. Luasan lahan yang bisa dijadikan agroforestry tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki wilayah hutan seperti Gantar, Kroya, dan Terisi. 

“Alhamdulillah ini bisa meningkatkan jumlah produksi padi di Indramayu karena memanfaatkan lahan hutan. Kita optimis swasembada pangan yang menjadi program Presiden RI bisa terwujud,” tegas Nina Agustina. 

Secara keseluruhan penanaman serentak berlangsung di 26 titik lokasi di seluruh Indonesia. 

Pada kesempatan tersebut Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian juga menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian Tentang Sinergitas Program Pembangunan Bidang Kehutanan Dengan Bidang Pertanian Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Pabrik Narkotika Terbesar di Jawa Barat, Polisi Sita 1 Ton Tembakau Sintetis

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil mengungkap laboratorium narkotika terselubung (clandestine laboratory) di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor. Pabrik ini diketahui memproduksi narkotika golongan I jenis tembakau sintetis. Selasa (4/2)

“Barang bukti yang ditemukan kurang lebih 1 ton tembakau sintetis,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Johanes R. Manalu, kepada wartawan, Selasa (4/2/2025).

Menurut Kombes Johanes, laboratorium narkotika tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diungkap di Jawa Barat. “Ini clandestine lab terbesar di Jawa Barat dengan barang bukti sekitar 1 ton tembakau sintetis,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyampaikan hal serupa terkait pengungkapan pabrik narkotika ini. Namun, ia belum dapat memberikan informasi lebih lanjut, termasuk jumlah tersangka yang diamankan dari lokasi.

“Kami masih melakukan pengembangan. Mohon waktu dan doanya,” kata AKBP Rio.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kisah Inspiratif, Regenerasi Sepak Bola di Kaki Gunung Tangkuban Perahu

SUBANG.radarinformasi.com– Di sebuah desa kecil yang dikelilingi hamparan kebun teh di kaki Gunung Tangkuban Perahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mimpi-mimpi besar mulai tumbuh. Pemandangan alam yang asri menjadi latar semangat anak-anak Ciater yang berlatih keras di bawah bimbingan Sekolah Sepak Bola (SSB) Naraga. Selasa (4/2)

Sekolah ini, yang lahir dari semangat gotong royong warga, kini menjelma menjadi simbol harapan regenerasi talenta muda di lapangan hijau. “Awalnya, kami hanya mengandalkan iuran seadanya dari orang tua,” kata Didin Wahyudin, pelatih SSB Naraga, saat ditemui di Ciater, Subang.

Dengan suara penuh kehangatan, ia menceritakan bagaimana SSB ini didirikan bersama beberapa rekannya di bawah naungan Yayasan Naraga Muda Ciater, pada 2021. Iuran yang terkumpul dari warga, menurut Didin, kerap berjumlah puluhan ribu rupiah, itu pun tidak selalu ada.

Namun, semangat mereka untuk menyediakan kegiatan positif bagi anak-anak kampung tidak pernah surut. “Kami kumpulkan anak-anak yang biasanya hanya bermain tanpa arah di jalanan. Sekarang, mereka punya tempat untuk menyalurkan energi dan belajar disiplin,” tambahnya.

Antusiasme warga Ciater ternyata tinggi. Anak-anak dari sekitar kampung berdatangan, hingga anggota SSB Naraga mencapai 160 anak. Namun, mereka harus berjuang keras mengatasi berbagai kendala. “Bola yang kami punya sangat terbatas, lapangan sering tergenang air saat hujan, dan fasilitas lain pun seadanya,” ujar Didin.

Dukungan TMMS Membawa Harapan

Segalanya berubah saat PT. Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) memberikan dukungan melalui program CSR-nya. Didin mengatakan, bantuan dari TMMS meliputi penyediaan bola, peralatan latihan, seragam, dan perbaikan lapangan. “Sekarang, pelatih juga mendapatkan honor, sehingga kami bisa bekerja lebih fokus dan program latihan berjalan lebih baik,” katanya.

Lapangan yang dulu sederhana kini memiliki tribun kecil untuk penonton. “Penonton, terutama orang tua, sekarang bisa menonton dengan nyaman. Ini menciptakan suasana positif bagi anak-anak,” ujarnya.

Dukungan TMMS terhadap SSB Naraga sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang menjadi salah satu nilai utama perusahaan. CEO TMMS, Herryan Syahputra, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bagian dari tanggung jawab sosial, tetapi juga wujud nyata penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam operasional perusahaan.

“Kami percaya, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang membangun manusia dan komunitas di sekitar kita. Mendukung SSB Naraga adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan. Anak-anak ini adalah masa depan, dan investasi pada mereka adalah investasi bagi generasi mendatang,” kata Herryan.

Kumpulan Prestasi SSB Naraga

Kerja keras anak-anak SSB Naraga akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Mereka berhasil menjuarai Piala Soeratin untuk kelompok usia 13 dan 15 tahun di tingkat Kabupaten Subang pada 2023 dan 2024. Selain itu, di tingkat nasional, SSB Naraga juga mencatatkan prestasi membanggakan sebagai juara Piala Gubernur Jawa Barat U12 pada 2023 dan runner up Top Soccer Championship U17 yang berlangsung di Jakarta pada 2024.

“Ini pencapaian yang luar biasa bagi kami yang baru berdiri beberapa tahun,” kata Didin. Perjuangan menuju kemenangan ini tidaklah mudah. Kondisi lapangan desa yang kerap tergenang air saat hujan menjadi kendala besar. “Kami sering pindah-pindah lokasi latihan. Anak-anak kadang tidak tahu tempat latihan baru, sehingga program terhambat,” kenangnya. Namun, tekad mereka tetap bulat, dan berbagai prestasi berhasil diraih.

Membangun Karakter Anak-Anak Desa

Lebih dari sekadar melahirkan pemain berbakat, SSB Naraga telah menjadi wadah pembentukan karakter anak-anak di Ciater. “Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan semangat juang di sini. Orang tua senang karena mereka punya kegiatan positif,” ujar Didin.

Hal ini diamini oleh Anjas Jasmani, perwakilan manajemen TMMS dalam pengelolaan program SSB Naraga. “Di desa, anak-anak sering kali tidak memiliki himpunan atau perkumpulan yang dapat mengarahkan mereka di jalur yang benar. Dari situlah kami berdiskusi untuk memberikan wadah bagi mereka,” ujar Anjas.

Menurut Anjas, dukungan TMMS tidak hanya fokus pada sepak bola, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter anak-anak. “Kami menggunakan kurikulum yang bukan hanya mengajarkan teknis bermain bola, tetapi juga nilai-nilai sikap, ibadah, dan kedisiplinan. Dengan ini, kami berharap anak-anak dapat menjauhi pergaulan negatif yang menjadi tantangan di era modern ini,” jelasnya.

CEO TMMS Herryan menambahkan, dukungan terhadap komunitas seperti SSB Naraga juga menjadi salah satu cara perusahaan berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Kami ingin memastikan keberadaan perusahaan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan cara ini, TMMS dapat terus tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.

Di bawah langit Ciater yang dikelilingi hamparan kebun teh, anak-anak SSB Naraga terus berlatih. Didin dan tim pelatih lainnya kini terus merancang program latihan yang semakin baik, didukung penuh oleh TMMS.

Kisah SSB Naraga bukan hanya tentang kemenangan di lapangan, tetapi juga perjalanan penuh inspirasi dari sebuah desa kecil yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk bermimpi besar.

“Dari Ciater, kami ingin menunjukkan bahwa dengan semangat dan dukungan, segalanya menjadi mungkin,” pungkas Didin.

Di kaki Gunung Tangkuban Perahu, SSB Naraga mengukir kisah inspiratif dari lapangan desa sederhana hingga menjadi juara Piala Suratin. Berkat semangat gotong royong, anak-anak Ciater kini ikut menyalakan harapan bagi masa depan sepakbola Indonesia.

Red

Tim Dukcapil Patas Go Permudah Layanan Administrasi Kependudukan di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Warga Kecamatan Indramayu kini semakin mudah mengurus administrasi kependudukan berkat inovasi layanan Dukcapil Patas Go. Layanan jemput bola ini memungkinkan masyarakat, terutama yang mengalami kendala fisik atau mental, mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor kecamatan. Selasa (4/2)

Salah satu warga yang merasakan manfaat layanan ini adalah Wartini. Sebelumnya, ia mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan, tetapi kini semua dokumennya telah lengkap setelah tim Dukcapil Patas Go melakukan verifikasi langsung ke rumahnya. “Sekarang sudah lengkap dan tidak ada kendala,” ujar Ferry Andi Irawan, operator Kecamatan Indramayu, dalam wawancara dengan awak media radarinformasi.com pada Selasa (04/02/2025).

Ferry menjelaskan bahwa untuk kasus seperti Wartini, tim Dukcapil Patas Go turun langsung ke rumah warga guna memastikan pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat segera diselesaikan. “KK sudah bisa dicetak, sementara KTP bisa langsung diproses oleh tim Dukcapil Patas Go untuk perekaman KTP di lapangan,” tambahnya.

Layanan ini tidak hanya memudahkan warga yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi juga memastikan administrasi kependudukan berjalan cepat dan tepat. “Dengan adanya inovasi ini, masyarakat yang mengalami kendala mobilitas tidak perlu datang langsung ke kantor kecamatan atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil),” ucap Ferry.

Kepala Tim Dukcapil Patas Go, Usman, menegaskan bahwa layanan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses layanan kependudukan. “Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan dokumen kependudukan dengan mudah, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan,” ujarnya kepada awak media di kediaman Santi, Wakil Ketua RT 01 Kelurahan Lemah Mekar, Indramayu, pada Senin (03/02/2025).

Ferry juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memastikan dokumen kependudukan mereka tidak bermasalah di masa depan. Jika ada kendala atau pertanyaan terkait administrasi kependudukan, warga dapat langsung datang ke kantor kecamatan untuk melakukan pengecekan. “Kami akan menerima dan melayani semua kebutuhan administrasi kependudukan dengan baik,” tutupnya.

Wawancara ini dilakukan di Kantor Kecamatan Indramayu, yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso No. 3, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu. Layanan jemput bola ini diharapkan dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan kemudahan dalam mengurus dokumen kependudukan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

SMK Wijaya Plus 2 Ciawi Tahan Ijazah, Siswa Kesulitan Mendapatkan Dokumen Penting

BOGOR.radarinformasi.com – SMK Wijaya Plus 2, yang berlokasi di Jl. Bitungsari No.1, Bitung Sari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga menahan ijazah salah satu alumninya sejak kelulusan. Sebelumhya, siswa yang didampingi orangtua telah berupaya meminta salinan ijazah untuk keperluan melamar pekerjaan, namun pihak sekolah tidak memberikannya. Selasa (4/2)

Pada Jumat, 31 Januari 2025 lalu, siswa yang didampingi orangtua tersebut mengonfirmasi keinginannya untuk mengambil ijazah. Pihak sekolah menyarankan untuk datang pada hari Senin. Namun, ketika orangtua siswa tersebut menghubungi kembali pada hari Senin, ia diminta untuk datang keesokan harinya, yaitu hari Selasa.

Lalu pada hari Selasa, pihak sekolah justru mengarahkan orangtua siswa tersebut untuk mengambil ijazahnya di dinas terkait. “Ijazah sudah diberikan ke dinas, ambil saja sendiri,” ujar Kepala Sekolah, Ade Firmansyah.

Perlu diketahui, bahwa Dinas Pendidikan Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 3597/PK.03.04.04/SEKRE yang menegaskan bahwa sekolah, baik negeri maupun swasta, tidak diperkenankan menahan ijazah dengan alasan apapun. Surat edaran ini ditujukan kepada kepala SMA/SMK/SLB di seluruh Jawa Barat guna mempercepat penyerahan ijazah kepada siswa.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang menahan ijazah lulusannya. Ia menyebut ijazah adalah hak siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi dokumen penting untuk masa depan mereka.

Dedi meminta agar tidak ada lagi sekolah yang menahan ijazah siswa terlebih sudah ada dana BOS atau Bantuan Operasional Sekolah. 

Disisi lain, ia juga memahami bahwa salah satu alasan penahanan ijazah sering kali berkaitan dengan faktor ekonomi, seperti tunggakan biaya sekolah. Oleh karena itu, ia meminta sekolah untuk mendata serta melaporkan tunggakan tersebut agar dapat dicarikan solusi tanpa mengorbankan hak siswa.

“Tidak ada alasan nahan ijazah karena siswanya dapat BOS,” ujar pria yang disapa KDM saat membahas anggaran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diunggah di YouTube.

Penahanan ijazah dapat menghambat masa depan siswa, terutama dalam mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan. Diharapkan pihak sekolah dapat mematuhi imbauan pemerintah dan segera menyerahkan ijazah kepada siswa yang berhak.

Red

Tim Patas Go Disdukcapil Indramayu Tanggap Layani Warga di Gang Dongol 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tim Dukcapil Go Patas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Indramayu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat dan responsif. tim tersebut menyambangi kediaman Wartini, warga Gang Dongol RT 01 RW 08, Kelurahan Lemah Mekar, untuk membantu pengurusan dokumen kependudukan yang dibutuhkan pada Senin (03/02/25).

Ketua Tim Kegiatan, Pak Usman, menyatakan kepada awak media bahwa program layanan jemput bola ini bertujuan memastikan seluruh warga, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), mendapatkan akses mudah terhadap dokumen kependudukan. “Kami terus berupaya memberikan layanan yang cepat dan responsif agar masyarakat tidak mengalami hambatan dalam mengurus dokumen penting mereka,” ujar Usman.

Kehadiran Tim Dukcapil Go Patas mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Wakil Ketua RT 01, Santi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelayanan cepat yang diberikan Disdukcapil Indramayu. “Banyak warga yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan karena berbagai kendala, dan kehadiran tim ini sangat membantu, terutama bagi warga seperti Wartini,” katanya.

Selain mendapat dukungan warga, kegiatan ini juga menarik perhatian media yang turut meliput jalannya pelayanan. Wartawan RadarInformasi.com yang hadir di lokasi mengapresiasi dedikasi Tim Dukcapil Go Patas dalam memberikan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Program ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan. Diharapkan, layanan cepat dan ramah seperti ini dapat terus berjalan dan semakin mempermudah akses masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengurus dokumen kependudukan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Seluruh Pegawai Rutan Kelas IIB Tarutung Ikuti Apel Bersama Kemenkumham dan Kementrian Imigrasi Secara Virtual

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Seluruh pegawai Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung Kemenkumham Sumut Ikuti Apel Pagi Bersama di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual yang dipimpin oleh Wakil Menteri Hukum (Wamenkum), Edward Omar Sharif Hiariej, bertempat di Aula Rutan Kelas IIB Tarutung secara virtual, Senin (03/01).

Dalam amanatnya, Edward Omar Sharif Hiariej menyampaikan bahwa apel ini menjadi ajang silaturahmi serta sarana berbagi informasi strategis guna membangun sinergi di tengah dinamika perubahan kelembagaan yang masih berlangsung.

“Sinergi yang baik antara bidang hukum, hak asasi manusia, serta imigrasi dan pemasyarakatan akan memastikan program kerja yang berkesinambungan, adaptif terhadap perubahan regulasi, dan mampu mendukung visi besar menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Edward Wamen Hukum.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Hukum juga menegaskan untuk mematuhi instruksi presiden tahun 2025 mengenai pembatasan belanja APBN , meskipun ada pembatasan anggaran kita dituntut untuk tetap bekerja maksimal.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk lebih kreatif dan efisien dalam menjalankan tugas. Pastikan setiap kebijakan yang diambil optimal meskipun dengan sumber daya terbatas. Mari berinovasi dan mencari cara baru yang lebih efektif. Saya percaya dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan dedikasi, kita dapat menghadapi semua tantangan,” tegas Wamen.

Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan arahan dan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Kami siap mendukung penuh segala kebijakan dan program yang digulirkan oleh pemerintah pusat. Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak untuk memastikan tugas dan fungsi berjalan optimal,” ujar Evan.

Dengan mengikuti apel pagi bersama ini, diharapkan seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Tarutung semakin termotivasi dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Reporter : Reno H
Redaktur : Rizal

Ketua LSM Trinusa Indramayu Kecam Pernyataan Menteri Desa PDT yang Dinilai Merendahkan Wartawan dan LSM

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trinusa Indramayu, Naryo, mengecam pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto yang viral di media sosial. Dalam pernyataannya, Menteri Desa PDT menyebut wartawan dan LSM sebagai “wartawan bodrex dan LSM pengganggu” kepada Jenderal Polisi M. Fadil Imran. Pernyataan tersebut dinilai mencederai profesi jurnalis dan aktivis LSM di seluruh Indonesia. Senin (3/2)

Menurut Naryo, seorang menteri seharusnya memastikan bahwa para kepala desa bekerja sesuai regulasi dalam mengelola Dana Desa, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang merendahkan pihak yang berperan dalam pengawasan.

“LSM memiliki landasan hukum yang jelas, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas), khususnya dalam Pasal 5 dan Pasal 6 yang mengatur tugas serta fungsi LSM. Selain melakukan pemberdayaan, LSM juga berhak mengawasi kinerja pemerintah, termasuk pemerintah desa, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” tegas Naryo.

Ia menambahkan bahwa dalam berbagai instansi negara, baik kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan, ada oknum-oknum yang berpotensi menyalahgunakan wewenang. Oleh karena itu, seorang menteri harus lebih berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyinggung profesi yang berperan dalam kontrol sosial.

Naryo juga mengajak seluruh LSM dan insan pers di Indonesia untuk bersama-sama melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum pejabat negara. Dengan demikian, pelayanan publik yang baik dan pembangunan yang merata dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Kami berharap tidak ada lagi pejabat negara, baik menteri maupun di bawahnya, yang mengeluarkan pernyataan serupa di masa mendatang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Menteri Desa PDT Yandri Susanto yang baru dilantik pada 21 Oktober 2024 ini bukan kali pertama tersandung polemik di tengah masyarakat. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut dari 2012 hingga 2019.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal