
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam sarasehan bertema “Meneropong Indramayu dalam Perspektif Perempuan: Suarane Reang” yang digelar di aula Universitas Wiralodra, Jl. Ir. H. Juanda KM 3, Kelurahan Karanganyar, Bupati Indramayu terpilih Lucky Hakim menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan publik dan membuka ruang partisipasi masyarakat. Acara ini sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Ulang Tahun Yayasan Selendang Puan dan penyerahan sertifikat pendidikan politik, Senin (9/12).
Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengungkapkan pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan program-program yang telah dirancang dapat berjalan optimal. Ia juga menyoroti peran perempuan dalam pembangunan daerah melalui perspektif yang lebih inklusif.
“Harapan saya, komunikasi ini tidak hanya terjalin saat acara seperti ini, tetapi terus berlanjut. Masyarakat berhak mengawal dan mengingatkan jika ada yang kurang tepat dalam pelaksanaan program pemerintah,” ujar Lucky.
Evaluasi Layanan Publik
Lucky menekankan bahwa sejumlah program strategis perlu dievaluasi, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan perizinan. Ia mengakui adanya keluhan masyarakat terkait layanan BPJS yang dinilai kurang memadai.

“Kita akan evaluasi, apakah pelayanan di puskesmas dan rumah sakit sudah sesuai standar. Kalau belum, perlu langkah tegas, termasuk audit terhadap direktur rumah sakit. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal profesionalisme,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Lucky menyoroti pentingnya kesejahteraan guru serta penghapusan pungutan liar yang merugikan tenaga pendidik. Ia menambahkan bahwa pemerintahannya akan memastikan tidak ada potongan honor bagi guru honorer dan akan menindak tegas pelanggaran yang ditemukan.
Perizinan dan Transparansi
Terkait masalah perizinan, Lucky menggarisbawahi perlunya reformasi birokrasi untuk menghindari praktik korupsi. “Kita tidak ingin ada lagi cerita ‘wani piro’. Semua harus transparan dan akuntabel. Kalau ada kendala seperti sistem mati atau teknis lainnya, segera kita atasi,” katanya.
Lucky juga menyinggung pengelolaan PDAM yang menjadi salah satu sorotan masyarakat. Ia memastikan akan melakukan audit terhadap penggunaan anggaran untuk memastikan pelayanan air bersih dapat dinikmati seluruh warga.
Fokus Pada Profesionalisme
Sebagai langkah awal, Lucky akan memprioritaskan pengisian jabatan strategis dengan figur profesional, bukan pelaksana tugas (PLT). “PLT itu kewenangannya terbatas, sehingga program besar sulit dijalankan. Kita butuh orang yang kompeten dan mampu bekerja secara penuh,” paparnya.
Sarasehan yang dihadiri oleh akademisi, siswa, dan tokoh masyarakat ini juga menjadi ajang diskusi mengenai peran perempuan dalam pembangunan daerah. Lucky berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintahannya dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan berdampak nyata.
“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal program ini. Tidak cukup hanya didoakan, tapi juga diawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Lucky.
Reporter : Andika
Redaktur : Rizal




















