6 (enam) Anak Yatim di Desa Sukakerta Luput dari Perhatian

6 (enam) Anak Yatim di Desa Sukakerta Luput dari Perhatian

BOGOR.radarinformasi.com– Dimasa pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan bantuan dari berbagai pintu, dengan sasaran bagi warga yang terdampak, sehingga bisa membantu  meringankan kehidupan mereka, bahkan bagi warga yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah bisa dialokasikan melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Jum’at (06/08/21).

Akan tetapi sangat disayangkan keluarga Idris (almarhum) yang saat ini meninggalkan 6 Anak Yatim tidak tersentuh bantuan apapun, baik dari Pemerintah Pusat ataupun dari Pemerintah Desa, sedangkan kehidupan mereka sangat memprihatinkan, rumah yang mereka tempati pun sudah reyot dan tak layak huni.

Ke 6 anak yang tinggal di Kp.Sukawening Rt.03/06 Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur-Jawa Barat, berharap agar Pemerintah Desa setempat dapat membantu mereka, karena kehidupan mereka saat ini sangat memprihatinkan.

“Saya berharap kepada Ima Rismayanti selaku Kepala Desa dapat melihat kondisi warganya yang hidup dalam kekurangan, selain masuk dalam kategori fakir miskin mereka juga anak-anak yatim yang berhak mendapat bantuan, kondisi rumahnya juga sangat memprihatinkan hampir roboh”, ujar salahsatu warga.

Sungguh ironis, jika berbagai bantuan Pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) serta Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tidak menyentuh anak yatim piatu yang  tinggal di bawah garis kemiskinan.

Red

Misjaya Meregang Nyawa Akibat Luka Bacokan Tetangganya

Misjaya Meregang Nyawa Akibat Luka Bacokan Tetangganya

BOGOR.radarinformasi.com- Kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, kali ini terjadi di Kp.Pangerasan Rt.01/05 Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, terjadi sehari setelah kasus pembunuhan di Cibogo, tentu saja hal ini harus mendapat perhatian penuh dari aparat kepolisian dan diharapkan agar secepatnya dapat terungkap, Kamis (05/08/21).

Misjaya pria berusia 51 tahun ditemukan telah bersimbah darah oleh sang adik dalam kondisi tergeletak di sebuah saung, kemudian korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Melania, Bondongan Kota Bogor, namun sayang nyawanya tidak dapat diselamatkan. Dari informasi yang dapat dihimpun, untuk sementara motif pembunuhan akibat dendam pribadi.

“Untuk sementara motif pembunuhan adalah dendam pribadi, Pelaku juga masih dalam tahap pengejaran dan korban langsung di tangani pihak Polsek Cijeruk Polres Kabupaten Bogor, Korban langsung di rujuk ke RS.POLRI untuk dilakukan otopsi”, ujar EM salahsatu anggota FKDM.

Red

Meski dalam keadaan Cacat, Janda dan Anak Warga Kelurahan Pakansari tak Tersentuh Bantuan Apapun

Meski dalam keadaan Cacat, Janda dan Anak Warga Kelurahan Pakansari tak Tersentuh Bantuan Apapun

BOGOR.radarinformasi.com- Meskipun kehidupannya serba kekurangan, akan tetapi Mumun (51) tahun janda dengan satu anak yang ditinggal mati oleh suaminya sejak beberapa tahun lalu, tidak pernah tersentuh bantuan dari pihak manapun, selain hidup sebagai single fighter, Mumun dan Nurul putrinya yang berusia 23 tahun juga tidak bisa berbicara (cacat) akibat kecelakaan yang dialaminya waktu itu, Selasa (03/08/21).

Anehnya, meskipun Mumun dan anaknya hidup dalam serba kekurangan, namun sejak adanya wabah pandemi Viruscorona Disease 2019 (Covid-19) menerpa negeri ini, tetapi mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor maupun pusat, baik itu Program Keluarga harapan (PKH) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST).

Mumun warga Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor – Jawa Barat tersebut bercerita bahwa dirinya yang ditinggal suami sejak 10 tahun meninggal dunia lantaran penyakit yang diderita oleh sang suami dan kini membuat kedua anaknya itu berstatus yatim, akan tetapi hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan apapun.

“Sejak pandemi terjadi di awal Januari 2020 silam sampai Agustus 2021 ini, tidak ada bantuan apapun yang terima melalui kelurahan maupun dari ketua RT dan RW setempat. Makanya, kalau untuk makan terkadang masih ada yang membantu dari saudara-saudara,” akunya.

Masih menurutnya, “Saya harap pemerintah, ibu Bupati Bogor maupun ketua DPRD Kabupaten dan Dermawan dapat mengulurkan bantuan kepada saya ini, serta semoga anak saya ini dapat kelayakan penanganan secara medis, sehingga anak saya bisa normal lagi seperti anak perempuan pada umumnya”.

Reporter : Yayan
Redaktur : Dewi Pelangi