Kesra Banjarwangi berharap Data KPM Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Kesra Banjarwangi berharap Data KPM Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Bogor.radarinformasi.com – Dengan adanya Pandemi Covid-19, Masyarakat banyak yang terkena dampak, diantaranya dampak Ekonomi sehingga mereka butuh perhatian lebih dari Pemerintah, tak terkecuali danpak yang berimbas pada Masyarakat Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, Selasa (13/10/2020).

Dari 2000 lebih data pengajuan bantuan pemerintah, hanya 70% yang terealisisakian hal tersebut, membuat kecemburuan Sosial di Masyarakat sehingga menjadi PR bagi pemerintahan yang berada ditingkat bawah mulai dari Kepala Desa, Kesra hingga RT yang langsung bersentuhan dengan Masyarakat.

“Ada beberapa bantuan yang menimbulkan gejolak antar Warga, diantaranya bantuan yang bersumber dari Provinsi karena yang mendapatkan dari kalangan orang mampu bahkan ada yang sudah meninggal 10 tahun lalu, tetapi namanya tercantum sebagai Penerima Manfaat, permasalahan ini yang membuat Masyarakat menanyakan kepada Aparat Pemerintahan Desa sebagai pucuk pimpinan yang ada dibawah”, ujar Saptaji Kasi Kesra Desa Banjarwangi.

“Saya berharap agar Masyarakat bisa lebih mengerti karena pada dasarnya yang menentukan itu bukan dari Pemerintahan Desa, akan tetapi saya selaku Kasi Kesra akan selalu mengajukan bagi Masyarakat yang belum tersentuh sama sekali bantuan dari Pemerintah”, pungkasnya.

(Yusril)

Sinergitas Karang Taruna dan Pemerintah Kecamatan Ciawi Modal Utama Wujudkan Kabupaten Termaju

Sinergitas Karang Taruna dan Pemerintah Kecamatan Ciawi Modal Utama Wujudkan Kabupaten Termaju

Bogor.radarinformasi.com – Untuk menghidupkan kembali kinerja dan aktifitas Karang Taruna Kecamatan Ciawi serta
mengembangkan jaringan komunikasi dan dalam rangka membantu tugas Pemerintah Kecamatan, maka Karang Taruna Ciawi menggelar Temu Karya Karang Taruna untuk merevilitasi sekaligus pembentukan Karang Taruna tingkat Kecamatan Ciawi,
(Sabtu, 10/10/2020).

Temu Karang Taruna yang diadakan disalah satu Hotel dikawasan Gadog Megamendung tersebut diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju, dalam acara tersebut tampak dihadiri oleh Sekdis, Camat Ciawi, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten dan Apdesi Kecamatan Ciawi.

Banyak hal yang diharapkan dengan diadakannya Temu Karya Karang Taruna ini, diantaranya agar membantu menanggulangi permasalahan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda, hal tersebut ditegaskan oleh Adi Henryana selaku Camat Ciawi.

Sementara itu, Irfan Darajat selaku Ketua karang taruna tingkat Kabupaten Bogor berharap, ” Siapapun yang menjadi Ketua di Kecamatan Ciawi, harus mampu bersinergi dengan pemerintah guna memajukan Karang Taruna lebih baik lagi dan bisa meningkatkan program Karang Taruna, baik dalam kegiatan sosial ataupun dalam menghadapi pandemi Covid 19 saat ini”.

Supardi selaku Sekdis memaparkan setelah adanya Temu Karya ini ada kegiatan lebih lanjut sehingga Masyarakat dapat merasakan kehadiran Karang Taruna ditengah – tengah mereka dan dapat membantu Pemerintah dalam penyaluran Bansos.

 

( Dewi/Bule )

Tidak Melibatkan Komite Sekolah, diduga Kepala Sekolah SDN Sukajadi tidak Transfaran dalam Pengelolaan BOS

Tidak Melibatkan Komite Sekolah, diduga Kepala Sekolah SDN Sukajadi tidak Transfaran dalam Pengelolaan BOS

Bogor.radarinformasi.com – Ada beberapa Modus Kepala Sekolah untuk menyelewengan Dana BOS, bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanpun mengungkapkan bayak penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah atau dana BOS yang kerap dilakukan oleh beberapa oknum Kepala Sekolah/ pendidikan baik di sekolah maupun di Dinas Pendidikan setempat itu dilarang, Jum’at (09/10/2020).

Modus pertama, kepala sekolah diminta menyetor sejumlah uang tertentu kepada pengelola dana BOS di Dinas Pendidikan dengan dalih mempercepat proses pencairan dana BOS.

Modus kedua, adalah kepala sekolah menyetor sejumlah uang kepada oknum pejabat Disdik dengan dalih uang administrasi.

Ketiga, Sekolah tidak melibatkan komite sekolah dan dewan pendidikan dengan tujuan mempermudah penyelewengan dana BOS.

“Tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki Komite Sekolah yang menerima dana BOS, karena syaratnya penggunaan dana BOS harus bersama Komite Sekolah,” jelasnya.

Modus selanjutnya adalah Dana BOS hanya dikelola oleh Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, lalu Dana BOS sengaja dikelola secara tidak transfaran, indikasinya hampir tidak ada sekolah yang memasang papan informasi tentang dana BOS.bahkan udah jelas dalm UU no.14 tahun 2008 harus transfaransi .

Begitupun yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN Sukajadi Sudirman, dalam melakukan apapun diduga tidak melibatkan Komite Sekolah, padahal sudah di atur oleh peraturan Menteri Permendikbud nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah itu juga sudah jelas .

Analisa kami Kepala Sekolah SDN Sukajadi Kecamatan Leuwisadeng, diduga manggelapkan anggaran Dana Pemerintah/BOS.

Kami meminta kepada penegak hukum baik itu Kejaksaan /Polri/Tipikor/Pidsus agar turun kelapangan untuk memeriksa Kepala Sekolah tersebut.

( IMAN )

Ngaku Wartawan Senior, Pengawas Proyek Pembangunan SDN Sukamahi 02 Bersikap Sombong dan Arogan

Ngaku Wartawan Senior, Pengawas Proyek Pembangunan SDN Sukamahi 02 Bersikap Sombong dan Arogan

Bogor.radarinformasi.com – Dalam sebuah proyek pembangunan yang menggunakan anggaran dengan bersumber dari APBN/APBD seharusnya ada transfaransi, Masyarakat maupun Awak Media mempunyai hak untuk menjadi Kontrol Sosial dalam pelaksanaannya, namun sangat disayangkan saat Media radarinformasi.com mendatangi ke lokasi rehabilitasi SDN Sukamahi 02, pihak Pelaksana melontarkan kata – kata yang kurang sopan terhadap Awak Media, Minggu ( 04/10/2020).

Kejadian bermula saat Tim radarinformasi.com menyambangi lokasi pembangunan, dimana dilokasi hanya bertemu dengan Mandor Harian dan tidak bisa secara gamblang menjelaskan pengalokasian dana yang terpampang di papan kegiatan, para pekerja yang tidak menggunakan APD serta tidak menjalankan protokoler kesehatan. Mandor merasa risi saat Awak Media mempertanyakan hal tersebut dan membuat laporan kepada pihak Pengawas Proyek, KP (62thn) keesokan harinya Pengawas tersebut menelpon pihak Awak Media dan melontarkan kata – kata yang tidak sopan, dengan mengecam bahwa Awak Media yang turun ke lokasi pembangunan adalah Wartawan Abal – abal, bahkan dengan nada tinggi Ia mengatakan bahwa dirinya adalah Wartawan Senior.

Tidak sebatas permasalahan tersebut, faktanya proyek rehabilitasi SDN tersebut ternyata tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintah setempat, terutama pihak pemerintah desa, akan tetapi dengan bantahan Mandor Harian menegaskan bahwa Ia telah koordinasi dengan pihak desa, namun pada kenyataannya pihak desa sendiri mengetahui ada pembangunan setelah berita mencuat.

“Baru hari ini Kepala Sekolah dan Pelaksana berkoordinasi dengan saya, itupun dengan bahasa yang menurut saya kurang sopan, Pelaksana dengan nada tinggi mengatakan bahwa Ia adalah Wartawan Senior”, ungkap Mamat (Budi),SE selaku Kepala Desa.

( Dewi )

Aksi Demo Mahasiswa Bogor Tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Low)

Aksi Demo Mahasiswa Bogor Tolak RUU Cipta Kerja (Omnibus Low)

Bogor.radarinformasi.com – Ratusan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (omnibus low), didepan pintu utama Kepresidenan Istana Bogor, Kamis,(08/10/2020).

Aksi unjuk rasa Mahasiswa dilakukan dengan cara orasi menyuarakan nasib buruh yang ada di Indonesia, menentang UU Cipta Kerja (omnibus low) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sejak tanggal 05 oktober 2020. Orasi Mahasiswa ini menuntut keadilan Pemerintah, agar mencabut kembali UU tentang Cipta Kerja ke tidakadilan terhadap nasib Buruh.

Kericuhanpun terjadi, saat Mahasiswa berusaha maju mendekati Gerbang Istana, akhirnya terjadi insiden dorong-mendorang antar Mahasiswa dengan Aparat Kepolisian dan TNI. Aksi demo Mahasiswa mendapat penjagaan ketat dari Aparatur Negara untuk mengamankan para Demonstran dari Mahasiswa, dengan jarak 3 meter dari Gerbang Istana Bogor.

Akibat aksi demo Mahasiswa, jalan di seputaran Juanda mengalami kemacetan total dan kendaraan yang akan melintas dijalur tersebut dialihkan ke Sudirman mengarah Air Mancur untuk mengurangi kemacetan tersebut, beberapa Personil Dishub diturunkan untuk mengatur lalulintas.

(Dede Mamad)

Dana Desa sebagai Pelumas Roda Pembangunan Ekonomi Desa

Dana Desa sebagai Pelumas Roda Pembangunan Ekonomi Desa

Bogor.radarinformasi.com – Dana Desa adalah sebagai stimulasi yang mampu mengubah dan memperlancar roda pembangunan ekonomi punggiran sekaligus sebagai pelumas roda pembangunan desa, maka untuk itu perlu dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan berjalan lancar, Rabu (07/10/2020).

Dana Desa sendiri digelontorkan oleh Pemerintah Pusat yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan sumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jumlah yang diterima paling sedikit adalah 10% dari APBN. Untuk pengalokasiaannya juga harus digunakan secara konsisten dan terkendali. Setiap kegiatan yang menggunakan alokasi dana desa, melalui beberapa tahapan proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang jelas dan berdasar prinsip. Segala bentuk laporan yang dibuat harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salahsatu desa penerima manfaat dari Dana Desa adalah Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, mengingat kondisi saat ini, ditengah Pandemo Covid 19, tanpa membuang waktu Badri, selaku Kepala Desa langsung merealisasikan untuk BLT DD dan Stunting untuk kemajuan desa dan kesejahteraan Masyarakatnya.

Kinerjanya patut diacungi jempol, bekerja untuk kepentingan Masyarakat dan berusaha melakukan yang terbaik sehingga respon dari Masyarakat juga sangat baik.

“Untuk Dana Desa sudah tersalurkan dengan baik, Masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya, mulai dari BLT DD dan juga Stunting, pelayanan Posyandu dan juga penanganan gizi buruk semua sudah terealisasikan dengan baik”, ungkap Badri kepada radarinformasi.com.

(Iman)

Diduga Kepala Desa Bungur, Manfaatkan Dana Covid 19 untuk Memperkaya Diri

Diduga Kepala Desa Bungur, Manfaatkan Dana Covid 19 untuk Memperkaya Diri

LebakBanten.radarinformasi.com – Kemenkeu sudah menyalurkan Dana Desa tahap 1 sejak tanggal 28 Januari 2020, sesuai intruksi Presiden Republik Indonesia IR H.Joko Widodo pada hari Rabu pada tanggal 29 January 2020 di Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) telah menyalurkan Dana Desa sebesar RP 97,3 Miliar, Selasa (06/10/2020).

Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2020 sebesar Rp.72 Triliun, rata – rata desa mendapatkan kurang lebih Rp.960.000.00 atau dari tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut dikeluarkan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sanjojo setelah RI 1 menggelar Rapat Kabinet dalam rangka mengintruksikan penanganan khusus terkait Covid 19 dan Stuting. Komentar Dirjen daerah tertinggal Kermendes PDTT Samsul Widodo, Stunting menjadi masalah besar kementrian Desa bersama Kementrian Keuangan mengalihkan anggaran DD Covid 19 dan Stunting, prinsipnya desa adalah ujung tombak terkait wabah Covid 19 dan Stuting.

Ketentuan dalam peraturan Menteri Keuangan RI.No. 61/PMK 07/2019 Tentang Pedoman Pengunaan DD untuk mendukung pelaksanaan wabah Covid 19, terutama Stunting Pasal 1 Peraturan Menteri Dana Desa adalah bagian belanja negara yang diserahkan langsung terhadap desa tersebut, kegiatan pencegahan Stunting terindikasi adalah aksi Intregrasi – Prgency Program dalam kegiatan yang telah dianggarkan dalam program kegiatan di desa.

Kementrian Kesehatan dan Kementrian lain untuk pencegahan dan pengurangan angka Stunting di Indonesia, maka dari itu desa harus betul – betul sigap dalam penangan dan desa wajib melaporkan.

Publikasi dan pelaporan prioritas penggunaan DD di bidang pembangunan pemberdayaan masyarat dialihkan untuk penangan Covid 19 dan Stunting, Kepala Desa hukumnya wajib mempublikasikan terkait di wilayah desa tersebut untuk pelaporan baik itu ke Kabupaten dan Pusat, karena publikasi tersebut pemerintah harus mengetahui.

Sarana publikasi wajib dan harus di prioritaskan, Baliho, Papan informasi, Media Elektronik, Media cetak, Media sosial, Weebset Desa, Wampred dan Pengeras suara. Permendes no 19 tahun 2017 tentang segala prioritas penggunaan DD yang dilaksanakan tahun 2018-2019
ditegaskan untuk meningkatkan Pendidikan dan Budaya Masyarakat.

DD diwajibkan untuk Perpustakaan Desa, diantaranya Pengadaan buku Perpus Taman Bacaan Buku Masyarakat dan Taman Bacaan Keagamaan.

Hasil kofirmasi wartawan radarinformasi.com melalui telepon celluler kepada Baehaki selaku Kepala Desa Bungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak Banten, menjelaskan terkait aturan publikasi dan pelaporan, ” Saya mengakui tidak mempublikasikan di Media Elektronik dan anggaran untuk Stunting dari Dana Desa yang di intruksikan oleh Kementrian Desa senilai 9%”.

Diduga hasil analisa kami tidak dilaksanakan, selain itu untuk makanan tambahan ibu hamil/menyusui dan balita di anggarkan senilai Rp.20.000.000.00 dari DD sesuai Kementrian Desa dan kesehatan terkait anggaran transportasi untuk ibu hamil ke Posyandu atau ke Puskesmas hasil dari keterangan Narasumber yang bisa di pertanggungjawabkan Kepala Desa tidak pernah memberikan uang transportasi tersebut.

Pantauan kami Kepala Desa Bungur tidak transfaransi, kami minta kepada Aparat Penegak Hukum baik itu Kapolres/Tipikor ataupun Kejaksaan supaya turun kelapangan untuk memeriksa atau memanggil Kepala Desa tersebut agar di lakukan penyelidikam atau pemanggilan karena di duga banyak anggaran yang tidak di laksanakan atau fiktif.

(IMAN)

Alumni SMK Dwi Dharma kembali Berikan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Cibuntu

Alumni SMK Dwi Dharma kembali Berikan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Cibuntu

Sukabumi.radadinformasi.com – Alumni Smk Dwi Dharma kembali memberikan donasi kemanusiaan, untuk korban musibah banjir bandang, di Desa Cibuntu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, Minggu ( 04/10/2020).

Alumni Yadwidha kembali memberikan bantuan kepada korban bencana banjir bandang di Desa Cibuntu, bantuan yang diberikan kali ini berupa bahan bangunan seperti semen dan yang lain – lainnya.

Bantuan bahan bangunan ini dimaksudkan untuk membantu pembangunan infrastruktur warga yang rusak karena bencana banjir bandang kemarin. Alumni Dwi Dharma yang turun langsung ke lokasi yang terkena bencana merasa khawatir pada para korban bencana.

Tidak hanya infrastruktur sosial dan keagamaan, tetapi banyak pula rumah – rumah warga yang mengalami kerusakan parah pasca kejadian yang juga menelan banyak korban nyawa dan korban luka – luka parah tentunya.

Ketua pelaksana bantuan Burhan mengatakan ” Kami Persatuan Alumni Dwi Darma 1998/1999 masih ada dan akan selalu ada ketika panggilan kemanusian mengetuk hati nurani kita”.

“Semoga semua Alumni SMK Dwi Dharma akan selalu mau dan siap untuk membantu para korban bencana alam sebisa dan semampunya dimanapun lokasi bencana”,pungkasnya.

(Dahlia)

HUT TNI ke-75, Koramil 2124/Cisarua – Megamendung diisi dengan Santunan Anak Yatim

HUT TNI ke-75 diisi dengan Santunan Anak Yatim

Bogor.radarinformasi.com – Pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-75 TNI tahun 2020 di Koramil 2124/Cisarua ditengah Pendemic Covid-19 dilaksanakan secara sangat sederhana menyesuaikan protokol Kesehatan Covid-19, namun demikian tanpa mengurangi makna dan esensi peringatan HUT ke 75, syukuran dilakukan dengan melaksanakan santunan anak Yatim piatu, do’a bersama dan Donor Darah, Senin (05/10/2020).

Kegiatan santunan anak Yatim piatu diberikan kepada 30 anak Yatim
piatu yang berdomisili di wilayah Koramil Cisarua didampingi para Babinsa masing-masing, turut dihadiri oleh Camat Cisarua (Deni Humaedi, AS),
Camat Megamendung (Endi Rismawan),
Kapolsek Cisarua (Kompol Yayan, SH.),
Kapolsek Megamendung ( AKP Susilo Tri Wibowo), Ustad Jujun Junaedi, Para Babinkamtibmas dan Babinmas serta
Pwk Ormas/OKP di Wil Cisarua dan Megamendung.

Kegiatan Donor Darah difasilitasi oleh Camat Cisarua dan Ketua PMI Kecamatan Cisarua, Oden dilaksanakan di Aula Kecamatan Cisarua dan diikuti oleh laki – laki sebanyak 40 pendonor, dalam kesempatan tersebut, Danramil beserta Camat Cisarua turut menyumbangkan darahnya diikuti para Babinsa dan Staf Kecamatan Cisarua.

“Apa yang kami laksanakan hari ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahu TNI semoga berkenan dan berkah bagi masyarakat Cisarua dan Megamendung, sehingga Sinergitas antara TNI khususnya personel Militer Koramil 2124/Cisarua dengan unsur Masyarakat dapat terus terjaga dan lestari, Dirgahayu TNI ke 75, sinergi untuk Negeri”, pungkas Mayor Inf. Aris Nazzarudin selaku Danramil Cisarua.

(Dewi)

Rehabilitasi SDN Sukamahi 02 di Sinyalir tidak Transfaran, Protokoler Kesehatan-pun di Abaikan

Rehabilitasi SDN Sukamahi 02 di Sinyalir tidak Transfaran, Protokoler Kesehatan-pun di Abaikan

Bogor.radarinformasi.com – Ruang kelas adalah fasilitas umum yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar, oleh karena itu bangunanpun harus sesuai standar kenyamanan dan kekuatan seperti yang diisyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana.

Maka untuk itu dalam proses rehabilitasi atau pembangunan harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, Pemerintah juga telah berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dengan menggelontorkan dana untuk pembangunan ataupun rehabilitasi.

Salahsatunya rehabilitasi yang tengah dilaksanakan di SDN 2 Sukamahi , Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, namun sangat disayangkan pembangunan yang dikerjakan oleh CV.Aruziki dalam papan kegiatannya tidak dicantumkan nilai volume, hal tersebut tentu saja melanggar undang – undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Sabtu (03/10/2020).

Dari ukuran papan kegiatanpun tidak sesuai terlalu kecil sehingga kurang jelas dan ditempel ditembok, padahal sesuai aturan papan kegiatan harus dipasang menggunakan kaso ukuran 5/7 cm serta diletakkan pada tempat yang mudah dilihat sehingga memudahkan dalam mengidentifikasikan sebuah proyek.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Aruziki tersebut dalam pelaksanaannya juga tidak mengindahkan protokoler kesehatan, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri untuk keamanan para pekerjanya juga, Saat disinggung terkait masker, Acum Susanto selaku Mandor mengatakan bahwa, “Para pekerja tidak memakai masker karena mereka berada di lingkup sekolah dan tidak keluar, para pekerja tersebut mengontrak satu tempat, 70% warga luar sehingga tidak pulang tiap hari sehingga tidak ada kontak dengan orang lain”.

Ia juga menegaskan hanya 30% Warga Desa Sukamahi yang dilibatkan, bahkan itu juga sudah koordinasi dengan Kepala Desa, namun saat dikonfirmasi Budi selaku Kepala Desa mengatakan tidak ada koordinasi dengan pihak desa, Titik selaku perwakilan dari CV. Aruziki saat dikonfirmasi via telpon untuk pembuatan papan kegiatan atas arahan dari Disdik dan melarang Awak Media untuk memplubikasikan.

 

( Dewi )