Viral…!! Kuburan Ditengah Jalan yang Rusak Diduga untuk Peziarah Ramadhan di Sukabumi

Viral…!! Kuburan Ditengah Jalan yang Rusak Diduga untuk Peziarah Ramadhan di Sukabumi

Sukabumi.radarinformasi.com- Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1443 H, masyarakat Jalan Semplak-Cikadu, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi (Tugu Macan Sukalarang), Jawa Barat, beramai-ramai menanam pohon pisang dan membuat kuburan, ini semua dilakukan karena masyarakat kesal dengan kondisi jalan yang sudah rusak parah akan tetapi tidak ada perbaikan dari pihak terkait, Selasa (29/03/22).

Saking geramnya salah seorang warga sampai mengunggah peristiwa tersebut ke dalam akun facebooknya (28/03/22), warga meminta agar Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat perduli dengan kondisi jalan yang ada di wilayahnya.

Saat dikonfirmasi via seluler salahsatu warga mengatakan, “Kami selaku masyarakat selalu aktifitas melewati jalan itu. Kondisi jalan tersebut sangat dikeluhkan oleh kami maupun masyarakat luar ketika melewati jalan rusak itu saat musim penghujan.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah atau Provinsi untuk segera mengeksekusi perbaikan jalan tersebut karena tanggungjawab jalan berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU)”, keluhnya.

Sementara itu, radar informasi mencoba konfirmasi kepada Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Drs. Asep Jafar, melalui virtual kontak WhatsApp tetapi tidak ada respon sama sekali yang sekiranya dapat memberikan keterangan informasi untuk masyarakat.

Lebih lanjut, radar informasi konfirmasi melalui kontak WhatsApp kembali terkait selokan air di sepanjang jalan kerusakan tersebut kepada Kabid Sumber Daya Air (Kabid SDA) Kabupaten Sukabumi, Adi mengatakan, “Kalau yang di maksud drainase jalan, coba sampaikan kepada Kabid Bina Marga (PU) Kabupaten Sukabumi Agus Hermawan terkait hal tersebut atau ke UPTD wilayah,” ujarnya.

Reporter : Rick
Redaktur : Dewi Pelangi

Viral …!!, SPBU di Baros Kota Sukabumi diduga Curang saat Berikan Pelayanan Pengisian BBM

Viral …!!, SPBU di Baros Kota Sukabumi diduga Curang saat Berikan Pelayanan Pengisian BBM

SUKABUMI.radarinformasi.com – Seperti diketahui di berbagai media masa/sosial dengan keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dimanapun sering terdengar banyak Oknum-oknum yang berbuat curang saat memberikan pelayanan dalam pengisian BBM kepada konsumen.

Seperti halnya yang tengah viral di Media Sosial dari salahsatu akun Facebook Supriadi mengatakan dalam statusnya dengan memperlihatkan seorang laki-laki yang jadi Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar Jalan Raya Baros Kota Sukabumi berbuat curang dalam pengisian BBM yang menimbulkan sejumlah pertanyaan publik.

Supriadi tersebut dalam status Facebooknya menjelaskan dengan berbahasa sunda, “Kade ka Bapa-ibu anu bade ngisi bensin di SPBU Baros Operator na ieu curang abdi tos dua kali, nu sakali mah diantepkeun pas dicoba deui masih kitu ngisi 100 dina layar tos aya angka 30 rebu hente ti 0 kade tah hati-hati”. (Awas kepada Bapak-ibu yang mau ngisi bensin di SPBU Baros Operatornya ini curang, saya sudah dua kali yang sekali dibiarkan pas dicoba lagi masih begitu ngisi 100 terlihat di layar sudah ada angka 30 ribu tidak dari 0 awas tuh hati-hati).

Selanjutnya terkait fostingan viral di media sosial tersebut Awak Media melakukan konfirmasi kepada pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tersebut, pihak SPBU mengatakan, “Permasalahan status fostingan dari salahsatu akun Facebook atas nama Supriadi tersebut kami sudah tahu”.

“Tetapi atas nama akun Facebook Supriadi itu masih kami telusuri, apakah atas nama akun Media Sosial itu orang yang jelas atau akun Facebook orang yang tidak jelas. Terkait masalah tersebut sudah kami sampaikan juga kepada pihak kepolisian,” ucap Juanda Pengawas Lapangan SPBU Baros Kota Sukabumi pada Senin (14/03/22).

Juanda menambahkan, “Sedangkan foto petugas Operator yang ada di dalam postingan Facebook Supriadi tersebut sebagai petugas Operator yang tidak mungkin berbuat curang”.

“Saya sebagai pengawas lapangan, tau betul cara petugas operator itu dan lainnya selalu memberikan pelayanan sesuai prosedur”, katanya.

Reporter   : Erick
Redaktur   : Dewi Pelangi

Viral… 3 Bocil di Sukabumi Ditangkap Warga Curi Emas buat Foya-Foya Bayar Cewek Open BO”

Viral… 3 Bocil di Sukabumi Ditangkap Warga Curi Emas buat Foya-Foya Bayar Cewek Open BO”

SUKABUMI.radarinformasi.com – Video viral di media sosial tiga Bocah kecil (Bocil) di Sukabumi mencuri perhiasan emas sebesar Rp 8 juta yang berhasil diamankan oleh warga ke dalam mobil pick up terbuka. Saat diamankan ketiga bocah tersebut sudah dalam keadaan babak belur.

Keterangan dalam video yang beredar tersebut dari salahsatu akun @romansasopirtruck yang membagikan videonya dengan keterangan “Bocil nyolong perhiasan emas dan uang, yang 8 juta uangnya sudah habis dipakai buat foya-foya, salah satunya buat open BO,”. (jasa pemuas hasrat).

Penangkapan bocil tersebut dikutip trans7.co.id – terjadi pada Senin, 28 Februari 2022 ketika hendak menjual emas curian ke toko emas di Mareleng, Waluran, Sukabumi.

Satu bocil diikat dengan duduk disamping pengemudi dan dua lainnya diikat dibelakang mobil mobil pick up.

“Uang 40 juta dan berikut perhiasan, kejadiannya di Mareleng, dia lari kesini ngejual emas,” kata pria perekam video.

Perekam juga menanyakan uang delapan juta tersebut dipakai untuk apa. Kemudian dalam rekaman video lain, salahsatu bocah diinterogasi dalam sebuah ruangan.

“Jang ka awewe sajuta si wati jeung (buat ke cewe satu juta)”, jawab salah satu bocil yang menggunakan kaos hitam.

“Dipakai buat ke perempuan, Pak, namanya ***, berdua sama si ***, bayar satu juta lebih sama buat minum-minum,” jawab salah satu bocil menggunakan bahasa sunda yang duduk dilantai.

Diketahui ketiganya mencuri emas dan uang di rumah milik Muslihin, warga Kampung Samelang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Sukabumi sekitar satu minggu lalu sebelum penangkapan.

Mereka mencuri emas senilai Rp 7 juta, dan 2 handphone dengan total kerugian mencapai Rp 40 juta.

Kehilangan harta benda, Muslihin berkoordinasi dengan toko emas setempat jika ada yang menjual emas miliknya.

Pemilik toko emas langsung menghubungi Muslihin. Ketiga anak tersebut dibekuk dan dibawa ke kepolisian Ciracap.

Reporter : Erick
Redaktur : Dewi Pelangi