Mandor Proyek Cikembar-Cikembang : U-ditch Di Pasang Terbalik Itu Tidak Salah yang Salah Itu Kalau Tidak Dipasang

SUKABUMI.radarinformasi.com- Pemasangan U-ditch di Jalan Provinsi Cikembar-Cikembang, yang dikerjakan oleh PT. Purna Graha Abadi dan bertindak sebagai Konsultan Pengawas PT. Secon Dwitunggal Putra dan PT. Laksana Disain Daya Cipta ( KSO), dengan masa pelaksanaan 120 (Seratus dua puluh) hari kalender kini menjadi buah bibir di masyarakat, pasalnya U-ditch dengan sengaja dipasang secara terbalik, Minggu (28/07/24).

Saat radarinformasi.com mendatangi lokasi, terlihat pemasangan U-dith didepan sebuah ruko terpasang terbalik, dan hal ini tentunya tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

Ditemui di lokasi kegiatan, Mandor proyek Erick mengatakan, terkait U-ditch yang dipasang terbalik tersebut tidak masalah, yang masalah bila tidak dipasang.

“Tidak masalah terbalik, yang jadi masalah bila Udith tidak dipasang (dikerjakan),” ujar Erik tanpa beban, Sabtu, 27 Juli 2024.

Sementara itu, pernyataan Erik berbanding terbalik dengan penjelasan pelaksana dari penyedia jasa Aris.

Menurut Aris, pengerjaan U-ditch terbalik memang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hanya saja kita mengerjakan itu untuk kepentingan warga yang memiliki ruko tersebut agar kegiatannya tidak terganggu dengan adanya proyek ini. Dan dalam pengerjaannya Udith memang tidak menggunakan tutup, karena nanti akan dicor beton.

“Siap salah, memang tidak sesuai RAB, hanya untuk kepentingan warga saja, urgent lah. Namun bila memang jadi masalah nanti akan kita bongkar,” ungkap Aris melalui sambungan telepon.

Sangat disayangkan, pembangunan yang menelan anggaran hampir mencapai 4 milyar tersebut berkesan dikerjakan asal-asalan tanpa memperhitungkan kualitasnya.

Reporter : Dewi

Proyek Jalan Senilai Milyaran di Kecamatan Cisarua diduga dikerjakan Asal-asalan

Proyek Jalan Senilai Milyaran di Kecamatan Cisarua diduga dikerjakan Asal-asalan

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat, telah menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis nilainya untuk program pembangunan jalan guna memperlancar mobilitas, sehingga diharapkan kedepannya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, Senin (19/09/22).

Salahsatunya adalah proyek Peningkatan Jalan Cilember – Batulayang, Kecamatan Cisarua, program penyelenggaraan jalan yang menelan anggaran sebesar Rp. 1.928.996.000 tersebut dikerjakan oleh CV.Rajanska Banguntama dengan Konsultan Pengawas oleh PT. Nasuma Putra, akan tetapi ada yang janggal dalam pekerjaannya dan menjadi perguncingan di masyarakat.

Bagaimana tidak, proyek yang belum selesai dilaksanakan tersebut sudah tampak retak-retak dibeberapa tempat dan pengelupasan dimana-mana, hal tersebut diduga karena adanya gagal kontruksi dan juga lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Dona selaku Ritasi saat dikonfirmasi Ia mengatakan bahwa, “Kerusakan tersebut sudah diperbaiki pada hari Jum’at kemarin, langsung dari pihak betonnya, langsung yang mengerjakan disaksikan oleh Dinas UPT dan Konsultan Pengawas”.

“Maaf sebenernya kalau saya cuma orang ritasi aja, untuk masalah tekhnik lebih baik langsung dengan direkturnya, karena sebetulnya bukan kapasitas saya untuk menerangkan”, ujar Dona.

Sementara itu, Warga sekitar mengatakan meskipun sudah diperbaiki, akan tetapi masih banyak retakan-retakan kecil yang ada.

“Ini proyek belum selesai, tapi ga tau kenapa udah pada retak dan betonnya juga ngelupas tergerus air, mungkin kurang semen atau apalah, saya juga ga paham”, ujar salahsatu Warga yang enggan di sebutkan namanya.

Dewi/red