Diduga Tidak Sesuai Spek TPT Tajurhalang Sudah Alami Banyak Kerusakan

BOGOR.radarinformasi.com – Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya mengarahkan pembangunan nasional untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi semata, tetapi juga upaya untuk memperkokoh kesatuan wilayah dan persatuan bangsa Indonesia, Jumat (12/01/2023).

Namun sangat di sayangkan ketika banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah justru diduga jadi ajang korupsi masal.

Seperti pembuatan Tembok Penahan Tan
nah pada Jalan Palasari, Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, dengan anggaran Rp.1.597.200.000,00, yang dipercayakan kepada CV. Niscala Gevira sebagai pelaksana dan PT. Dimensi Ronakan selaku konsultan pengawas.

Dugaan tersebut muncul disebabkan oleh pembangunan yang baru saja selesai pada Desember 2023, kini sudah terlihat banyak kerusakan. Seperti adanya retakan-retakan halus pada dinding TPT tersebut dan banyak kerusakan pada bahu jalan yang juga baru selesai di perbaiki karena bekas pembangunan TPT.

Setelah ditelusuri oleh Awak Media hal tersebut terjadi karena kurangnya pengerasan pada alas TPT, yang harusnya menggunakan sirtu sebagai alas justru hanya menggunakan tanah tanpa melalui proses pengerasan terlebih dahulu. Bahkan bahu jalan yang kini telah rusak serta amblas karena seharusnya menggunakan coran justru hanya menggunakan aduka semen dan pasir biasa juga sangat tipis.

Tidak hanya itu beberapa pekerja dan warga juga mengatakan bahwa batu bekas bongkaran TPT sebelumnya dipasang kembali dalam pembangunan TPT yang baru.

“Setau saya bukan hanya pasangan batu TPT yang tidak menggunakan sirtu tetapi batu bongkaran TPT lama dipasang kembali dalam pembangunan TPT yang baru. Bahkan upah pekerja saja belum dibayar lunas semua masih kurang sekitar 1juta lebih”, ucap salah satu pekerja yang juga warga setempat.

Namun saat awak media mencoba menghubungi pihak pelaksana melalui pesan WhatsApp dan telephone seluler tidak ada pihak CV. Niscala Gevira yang merespon, bahkan sampai berita ini ditayangkan.

Reporter  :   Dahlia
Redaktur  :   Dewi