Cabup Hairan Nyoblos di TPS 03 Dusun Mudo Didampingi Istri

TANJAB BARAT.radarinformasi.com- Calon Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), H.Hairan, didampingi sang istri, Uni Yati Hairan, menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjab Barat 2024. Pasangan ini mencuri perhatian saat tiba di TPS 03 Dusun Mudo, Kecamatan Kecamatan Muara Papalik Rabu pagi (27/11/2024).

Hairan yang tampil santai mengenakan kemeja putih dipadu dengan kas berwarna abu-abu disambut antusias oleh warga sekitar. Sementara itu, Uni Yati tampil anggun dengan busana bernuansa hitam, menambah kehangatan suasana pemungutan suara. Kehadiran mereka di TPS menunjukkan komitmen keduanya dalam mendukung proses demokrasi di daerahnya.

“Ini adalah momentum penting untuk menentukan masa depan Tanjung Jabung Barat. Saya berharap masyarakat memberikan suaranya dengan bijak,” ujar Hairan usai mencoblos.

Uni Yati, yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Tanjab Barat, menambahkan bahwa partisipasi warga dalam pilkada kali ini sangat menentukan keberlanjutan pembangunan di daerah tersebut. “Mari bersama-sama kita jadikan Pilkada ini sebagai momen untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga Dusun Mudo yang datang sejak pagi untuk mencoblos. Pemilu berlangsung kondusif.

Pasangan Hairan dan Uni Yati menjadi simbol harapan bagi banyak warga Tanjab Barat yang mendambakan pemimpin baru yang mampu membawa perubahan signifikan.

Reporter  : Dani

Redaktur  : Rizal

Selain Jarang Ngantor, Kades Sukaresmi Abaikan Permasalahan Sampah di TPS-nya

Selain Jarang Ngantor, Kades Sukaresmi Abaikan Permasalahan Sampah di TPS-nya

BOGOR.radar.informasi.com – Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjdi momok yang sangat menakutkan, meskipun berbagai cara telah dilakukan, akan tetapi hingga saat ini masih menjadi “PR” bersama dalam mencari solusinya, begitu pula dengan permasalahan sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, meski telah disediakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), namun, penanganan dinilai belum serius, sampah masih menumpuk begitu saja, Senin (03/05/21).

Sejak hadirnya TPS, Warga sebenarnya mengapresiasi langkah Pemerintah Desa dalam menangani sampah di wilayahnya, hanya saja, pengangkutannya kerap kali terlambat, hal tersebut tentu saja menyebabkan bau tak sedap bagi Warga sekitar, bahkan sampah sampai membludak keluar dari TPS, apalagi lokasi TPS tersebut tepat dijalan menuju Kantor Desa.

“Saya sebagai Warga terdekat merasa terganggu dengan adanya tumpukan sampah tersebut, selain bau juga menyebabkan banyaknya nyamuk dan lalat dimana – mana”, ujar Warga sebrang desa.

“Meskipun saya bukan Warga Desa Sukaresmi akan tetapi lokasi saya dekat dengan TPS jadi ya sangat terganggu sekali”, keluhnya.

Sementara itu, Uj salahsatu Warga Desa Sukaresmi mengatakan, “Bulan – bulan sebelumnya sih pengangkutan lancar, akan tetapi sudah dua bulan terakhir tidak ada pengangkutan, padahal iuran bulanan kita rutin bayar”.

Saat dikonfirmasi melalui seluler, Sekdes Sukaresmi membantah hal tersebut, Ia mengatakan sampah rutin diangkut dan dilakukan sehari dua kali, bahkan iuran dari Warga digunakan untuk mengangkut sampah apabila pihak DLH keteter, karena dengan uang sebesar Rp.3.000.000.00 hanya mampu mengangkut dua kali dalam seminggu.

Berbeda pula dengan jawaban dari Petugas sampah yang ada di Desa Sukaresmi, Toble mengatakan bahwa tidak semua Masyarakat yang membuang sampah kesitu ikut membayar iuran bulanan, “Banyak juga koq Warga yang ga bayar, kita gunakan uang dari Warga itu untuk operasional, apalagi dimasa covid ini kan anggaran sering telat turunnya, jadi uang dari Warga buat nalangin bayar ke DLH, kalau kurang ditambahin pakai uang pak Kades”.

Namun sangat disayangkan, Iib Ibrahim selaku Kepala Desa sangat sulit untuk dikonfirmasi, baik melalui seluler ataupun di kantornya, setiap kali Awak Media ke kantor desa, Kades selalu tidak ada ditempat.

Red