Kasad : TNI Tetap Netral, Jangan Berlebihan Menarik Kesimpulan Kasus Boyolali

JAKARTA.radarinformasi.com– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. kembali menegaskan bahwa TNI tetap memegang teguh netralitas dalam menghadapi Pemilu 2024. Ia juga meminta agar semua pihak tidak berlebihan dalam menarik kesimpulan dari insiden yang terjadi di Boyolali pekan lalu. Sabtu (6/01/2024).

Hal tersebut disampaikan Kasad dalam wawancara eksklusif dengan Rosiana Silalahi pada acara yang bertajuk “Penganiayaan Relawan, Netralitas TNI Dipertanyakan”, ditayangkan di Kompas TV, Kamis (4/1/2024).

Terkait tema wawancara, Kasad menyatakan bahwa dirinya menyayangkan ada pihak-pihak yang coba mengaitkan insiden yang terjadi ke arah netralitas TNI. Untuk itu ia bersyukur mendapat kesempatan untuk dapat meluruskan pendapat miring tersebut.

“Tidak ada sangkut-pautnya dengan yang lain (netralitas TNI). Ini murni karena anggota saya masih muda, jadi meresponnya begitu. Tapi dilihat dari perkembangannya sekarang, larinya ke mana-mana. Makanya saya berterima kasih bisa hadir di Rosi untuk mengklarifikasi hal itu,” ujarnya.

Kasad juga menegaskan bahwa tindakan cepat TNI AD dalam merespon insiden Boyolali merupakan bukti konkret bahwa TNI AD memang memegang teguh netralitas. Untuk itu, ia meminta masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut secara utuh, jangan langsung menarik kesimpulan berdasarkan video pendek yang beredar.

“Jangan menganalisa kejadian berdasarkan video pendek dan langsung menarik kesimpulan. Rombongannya sudah mutar delapan kali dan sudah berulang kali diingatkan (agar jangan menimbulkan kebisingan). Jadi ada aksi ada reaksi. Tapi bukan liar kesimpulannya. Jangan disangkutkan ke mana-mana, dan sebaiknya semua pihak saling evaluasi, bukan kami saja,” himbaunya.

Menutup wawancara, Kasad kembali menegaskan bahwa Pimpinan TNI AD akan mengevaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan Angkatan Darat selama masa kampanye, khususnya Pilpres. Agar tidak lagi muncul tuduhan bahwa TNI/TNI AD tidak netral.

“Dari mulai saya dilantik sudah saya sampaikan bahwa saya akan tegas terkait masalah netralitas. Saya sudah buktikan, ada peristiwa, malamnya (oknum anggota) langsung ditahan, beberapa hari sudah jadi tersangka. Tinggal tunggu sidang nanti, karena dia juga punya hak untuk membela diri. Jadi, jangan terus disudutkan ke kita (TNI AD), diarahkan lagi tentang netralitas. Menurut saya itu berlebihan, jadi jangan _lah_,” tandasnya.

Sumber : (Dispenad)

Bule

Tampuk Pimpinan Berganti, TNI AD Gelar Upacara Sertijab Kasad

JAKARTA.radarinformasi.com- Menindaklanjuti pergantian tampuk kepemimpinan di TNI AD, pagi ini Jumat 27 Oktober 2023 Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) menggelar upacara Serah Terima Jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dari Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman kepada Jenderal TNI Agus Subiyanto S.E., M.Si., yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, di lapangan upacara Mabesad, Jakarta Pusat. Sabtu (28/10/2023).

Usai pelaksanaan upacara, Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan kepadanya selaku Kasad. Ia juga menyampaikan bahwa visi dan misi yang ingin dicapainya selaku orang nomor satu di Angkatan Darat yaitu “Mewujudkan TNI AD yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif, dalam menghadapi tantangan global dan nasional menuju Indonesia maju”.

Sementara itu, terkait penanganan konflik di Papua, Kasad mengungkap bahwa hal tersebut merupakan salah satu isu keamanan yang menjadi perhatian pemerintah. TNI AD akan terus mendukung pemerintah, serta melakukan koordinasi lintas sektoral guna menyelesaikan konflik Papua menggunakan pendekatan dialog dan rekonsiliasi, sesuai perintah Panglima TNI.

Di sisi lain, sebagai pembina kekuatan TNI AD, Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus meningkatkan kemampuannya untuk menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. TNI AD juga akan melakukan berbagai program untuk meningkatkan kemampuannya, termasuk memodernisasi alutsista, meningkatkan kemampuan personel, dan pengembangan doktrin militer. Kerja sama dengan negara-negara sahabat untuk sama-sama meningkatkan kemampuan, juga akan terus dilakukan.

Jenderal Agus juga menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan program-program unggulan Angkatan Darat, seperti penanganan stunting, TNI Manunggal Air untuk mengatasi krisis air di tengah musim kemarau, serta program-program lain yang telah dirintis sebagai upaya mendukung program pemerintah. Dalam mewujudkannya, Kasad menekankan pentingnya menjalin sinergi dengan instansi terkait.

“Program-program unggulan TNI AD yang telah berjalan selama ini, nantinya akan saya lanjutkan. Tentunya TNI Angkatan Darat tidak bisa bekerja sendiri, maka kita akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lainnya, termasuk dengan Polri,“ ujar Kasad.

Selanjutnya, Kasad mempertegas pesan Panglima TNI agar TNI AD menjaga keamanan dan kelancaran Pemilu. TNI AD berkomitmen akan netral dalam Pemilu dan tidak akan berpihak pada salah satu calon. TNI AD juga akan bekerja sama dengan pemerintah dan komponen bangsa lainnya, serta penyelenggara Pemilu, untuk memastikan Pemilu berlangsung secara demokratis dan adil.

“Dalam menghadapi tahun politik, peran TNI AD adalah terus menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. TNI AD akan terus mendukung demokrasi dan kedaulatan NKRI, dengan bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, dan ini adalah prioritas kita,” tandasnya.

Pelaksanaan Sertijab Kasad juga dirangkaikan dengan acara Sertijab Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dari Ny. Rahma Dudung Abdurachman kepada Ny. Evi Sophia Indra Agus Subiyanto, yang dipimpin oleh Ketua Dharma Pertiwi Ny. Vero Yudo Margono. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Kasad, Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, serta para pejabat utama TNI AD.

Sumber Dispenad

Red