Panen Perdana PM-AAS di Terisi, Indramayu Dorong Pertanian Makin Modern

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya mendorong pertanian yang lebih modern dan produktif terus dilakukan Kabupaten Indramayu. Pengembangan teknologi pertanian menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada.

Hal tersebut terlihat dalam panen perdana program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang digelar di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu (26/8/2026).

Program tersebut diterapkan pada lahan seluas 100 hektare di Indramayu dan menjadi bagian dari demonstrasi farming (demfarm) nasional dengan total luas 2.000 hektare yang tersebar di 14 provinsi.

Di Kabupaten Indramayu, pelaksanaan PM-AAS melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan, serta 93 petani. Sejumlah teknologi pertanian turut dimanfaatkan, di antaranya pompa dan irigasi perpompaan, combine harvester, hingga drone sprayer.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya. Menurutnya, bantuan alat mesin pertanian dan sarana produksi menjadi dukungan penting bagi petani dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca dan keterbatasan sumber air.

“Walaupun sekarang ada El Nino, tentu ada kekeringan, tapi ini bisa menjadi pelipur lara dan optimisme kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan sekaligus penanggung jawab swasembada pangan Jawa Barat, Rachmat, menilai pemanfaatan teknologi pertanian di Indramayu perlu terus diperluas.

Menurutnya, modernisasi pertanian dapat membantu petani bekerja lebih efisien sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

“Saya siap support Indramayu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi, Amin Nur. Ia memastikan BRMP Padi siap memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi pertanian serta memperkuat pendampingan bagi para petani melalui penyuluh.

“BRMP Padi siap support,” tegasnya.

Amin menjelaskan, modernisasi pertanian tidak hanya sebatas penggunaan mesin maupun peralatan berteknologi. Bagi petani, penerapan teknologi juga menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas kerja, menghemat waktu dan tenaga, serta memperoleh hasil produksi yang lebih optimal.

Penguatan pendampingan juga dinilai penting. Salah satu perwakilan koordinator penyuluh berharap proses pendampingan kepada petani terus ditingkatkan agar penggunaan teknologi dapat diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan budidaya.

Penerapan sistem pertanian modern tersebut mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil pengukuran BPS Kabupaten Indramayu, produktivitas rata-rata dari lima titik ubinan tercatat mencapai 10,45 ton per hektare.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pertanian memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan.

Dengan dukungan pemerintah, penyuluh, brigade pangan, kelompok tani, dan para petani, Indramayu terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kementan Gelar Panen Raya, Wabup Syaefudin: Petani Indramayu Siap Gunakan Teknologi Pertanian Dengan Tepat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabupaten Indramayu terus menjadi perhatian nasional untuk ketahanan pangan. Panen Raya yang baru mencapai 40 persen terus dimaksimalkan dengan menggunakan teknologi pertanian agar mendapatkan hasil maksimal. Selasa (13/5)

Kementerian Pertanian RI memberikan support terhadap daerah yang memiliki luas lahan baku sawah (LBS) mencapai 125.442 hektare ini dengan melaksanakan Panen Raya dan Percepatan Tanam di Desa Wanasari Kecamatan Bangodua, Selasa (13/5/2025). 

Melalui panen raya dan percepatan tanam ini diharapkan memenuhi target produksi nasional yang telah ditetapkan  Presiden RI Prabowo Subianto yakni produksi beras 32 juta ton. Namun demikian Kementerian Pertanian target tersebut optimis terlampaui hingga 34 juta ton dengan memberikan perhatian ektra terhadap daerah-daerah yang menjadi simpul Pertanian termasuk Kabupaten Indramayu. 

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menjelaskan, alih teknologi pertanian merupakan hal yang tidak bisa dihindari seiring dengan makin berkurangnya para pekerja di bidang pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi ini, diharapkan kualitas pertanian Indramayu makin meningkat dan menciptakan petani-petani milenial yang akrab dengan teknologi yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani. 

Syaefudin menambahkan, dengan LBS 125.442 hektare, saat ini areal sawah yang telah melakukan panen raya baru mencapai 40 persen. Sisanya masih terus dilakukan panen secara bertahap. Untuk itu pemanfaatan alat dan teknologi pertanian harus dilakukan agar proses panen bisa lebih cepat. 

“Pemanfaatan teknologi pertanian ini bukan untuk menghilangkan tenaga petani, namun untuk mempercepat proses panen yang saat ini tengah dilakukan,” tegas Wabup Syaefudin. 

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alamsyah mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap petani di Kabupaten Indramayu. Pihaknya siap memberikan sarana dan prasarana lainnya agar proses panen dan tanam bisa dilakukan percepatan. 

“Selesai panen ini petani harus langsung mengolah lahan kembali agar prosesnya bisa cepat. Kebutuhan prasarana dan sarana lainnya, Kementan siap mensupport,” kata Dirjen Andi Nur Alamsyah. 

Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh semua pihak terhadap kemajuan pertanian di Kabupaten Indramayu sangat luar biasa. 

Kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah, petani, penyuluh, pengusaha, dan semua pihak telah menghantarkan Kabupaten Indramayu menjadi daerah pertanian unggulan nasional. 

Menurutnya, potensi pertanian di Kabupaten Indramayu harus terus dikembangkan apalagi saat ini Pemkab Indramayu memiliki regenerasi petani milenial melalui pelatihan yang diselenggarakan setiap tahun.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Lomba TTG 2025: Pemkab Indramayu Cari Inovasi dan Teknologi untuk Ketahanan Pangan dan Pemulihan Ekonomi Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kembali menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Rabu (26/2)

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu, 26 Februari hingga Kamis, 27 Februari 2025 ini mengusung tema “Maju Bersama Membangun Indramayu dengan Inovasi dan Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemulihan Ekonomi Desa” dipusatkan di Aula DPMD Indramayu. 

Lomba ini bertujuan untuk mendorong daya inovasi masyarakat dalam menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan usaha ekonomi produktif dan kreatif berbasis potensi unggulan daerah. 

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Suyitno, menjelaskan, Lomba TTG merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi yang bermanfaat. 

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat serta menjawab kebutuhan mereka melalui teknologi yang tepat guna,” ujarnya. 

Suyitno juga menambahkan, manfaat TTG sangat luas, mulai dari meningkatkan efisiensi usaha kecil dan menengah, membantu sektor pertanian dan perikanan, hingga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. 

“Teknologi-teknologi yang ditampilkan diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek ekonomi maupun lingkungan. Oleh karena itu, inovasi yang lahir dari lomba ini akan terus didorong untuk berkompetisi di tingkat nasional,” pungkasnya. 

Salah satu juri dari DPMD Provinsi Jawa Barat, Ari, memberikan motivasi kepada para peserta untuk menampilkan inovasi mereka dengan percaya diri. 

“Kepada peserta, tolong jangan grogi, ini inovasi dari kita untuk kita. Teknologi yang dikembangkan di sini akan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya. 

Dalam kompetisi tahun ini, sebanyak 21 inventor dari berbagai kecamatan di Indramayu menampilkan inovasi mereka. Beberapa di antaranya adalah alat pendeteksi pH air pada pertanian hidroponik berbasis loT oleh Wildan Al-Ghifari, sistem monitoring kadar air kolam ikan dan pengontrol pakan otomatis oleh Rizgi Julianto Bachtiar, serta alat penangkap tikus tanpa menyakiti yang dikembangkan oleh Mashudi. Selain itu, ada juga sistem pendeteksi jalan rusak oleh Putri Rizgiyah dan teknologi pemilahan sampah oleh M. Salman Affarisi. 

Di bidang pertanian dan lingkungan, inovasi seperti alat pembasmi organisme pengganggu tanaman pada cabai oleh Nuraini, reaktor fermentasi pupuk oleh Ninin Asminah, serta tanur pembakar sampah dari Posyantek Sadewa Haurgeulis menjadi perhatian utama. Sementara itu, di sektor energi, M. Rahmat menampilkan teknologi pemanasan tungku uap yang dapat menyuplai energi listrik, serta Posyantek Pekuwon Jaya Tukdana menghadirkan kompresor pengomposan yang efisien. 

Dengan suksesnya pelaksanaan Lomba TTG 2025, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimis bahwa inovasi yang dihasilkan akan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi desa.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal