Sekolah Fathan Mubina Nekat Gelar Study Tour ke Yogyakarta, Abaikan Instruksi Gubernur

BOGOR.radarinformasi.com – Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Fathan Mubina, yang berlokasi di Jl. Veteran III (Raya Tapos) No. 23A, Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, diketahui mengadakan study tour ke Yogyakarta. Padahal, program perjalanan studi semacam ini telah dilarang oleh Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi. Jumat (28/2)

Berdasarkan informasi yang diperoleh, setiap siswa dikenakan iuran sekitar Rp1,7 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah mengenai alasan tetap mengadakan study tour meskipun larangan telah diberlakukan.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan Whatsapp, salah seorang guru yang bernama Zhin Malik enggan memberikan tanggapan, bahkan terkesan mengabaikan pertanyaan awak media terkait pelaksanaan study tour tersebut.

Larangan Gubernur Jawa Barat Terkait Study Tour

Gubernur Dedi Mulyadi sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan yang melarang sekolah-sekolah di Jawa Barat mengadakan kegiatan study tour.

Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa dan mencegah potensi risiko selama perjalanan. Dedi menegaskan bahwa kepala sekolah yang melanggar larangan ini akan dikenakan sanksi tegas, termasuk penonaktifan dari jabatannya. “Kita ingin meringankan pengeluaran orang tua. Mereka sudah mengeluarkan uang puluhan triliun, tetapi jika di sekolah masih ada pembebanan biaya yang tinggi, artinya subsidi yang diberikan tidak ada manfaatnya,” ujar pria yang akrab disapa KDM.

Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang melanggar larangan study tour akan dikenakan sanksi tegas. Sanksi tersebut mencakup penonaktifan atau pemberhentian kepala sekolah yang terbukti melanggar kebijakan ini. Sebagai contoh, Kepala SMAN 6 Depok telah dinonaktifkan karena mengadakan study tour ke luar provinsi, yang bertentangan dengan larangan yang dikeluarkan.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan besaran biaya study tour tersebut. “Sebenarnya berat, apalagi kondisi ekonomi sedang sulit. Tapi kalau tidak ikut, anak saya pasti merasa minder dan dikucilkan. Jadi mau tidak mau, kami harus mengusahakan uangnya,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah terkait, Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama terkait tindakan yang akan diambil terhadap Madrasah Fathan Mubina atas penyelenggaraan kegiatan yang bertentangan dengan kebijakan gubernur ini.

Red

Kecelakaan Maut di Tol Pandaan KM 77: Bus Pelajar SMP IT Darul Quran Mulia Putri Tabrak Truk, 4 Tewas dan Puluhan Luka-Luka

MALANG.radarinformasi.com – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Tol Pandaan KM 77+100, Malang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024) sore. Bus yang mengangkut rombongan pelajar SMP IT Darul Quran Mulia Putri, Bogor, terlibat tabrakan dengan truk. Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menyatakan bahwa petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi dan pendataan korban. “Hingga kini, tercatat empat orang meninggal dunia, sementara korban luka telah dilarikan ke beberapa rumah sakit di Malang. Kami juga mengatur pengalihan arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran,” ujar Putu.

Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data awal, empat korban meninggal dunia adalah:

1. Sopir bus (baju hitam)

2. Kernet bus (baju putih)

3. Tutor dari Kampung Inggris (baju coklat)

4. Seorang perempuan yang diduga ibu salah satu penumpang (baju pink).

Korban Luka-Luka yang Dirawat di Rumah Sakit

RS Lawang Medika

1. Reisa Zaskia Nur, 13 tahun.

2. Kinaura Arifannisa, 13 tahun.

3. Laila Syakira, 13 tahun.

4. Ilma Navia, 13 tahun.

5. Raisya Zaskia Nur, 13 tahun.

6. Thalita Oratu Ain, 13 tahun.

7. Silmy Agnia, 14 tahun.

8. Siti Hajar Arofatussyifa, 14 tahun.

9. Zilfi Maliha, 13 tahun.

10. Keisha Aulia, 14 tahun.

11. Nayaka Najlay Syah A, 14 tahun.

12. Nadifa, usia tidak diketahui.

13. Rahma Filza Maulina, 13 tahun.

14. Syaira Princesya Aulia, 13 tahun.

15. Tabriz Arifah Ashari, 13 tahun.

16. Yumna, usia tidak diketahui.

17. Talitha Zahra, 13 tahun.

18. Dua balita laki-laki (identitas belum diketahui).

19. Seorang anak perempuan (identitas belum diketahui).

RSUD Lawang

1. Alkoni, 31 tahun, Serang, Banten.

2. Cilla, 13 tahun, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.

3. Nadhifa, Bukit Hijau, Tangerang.

4. Ismaini Nur, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

5. Firda Aulia, Serang Banten.

6. Afifa Nur Aini, Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.

7. Haura Lubna, Cluster Paradise III, Tangerang.

8. Mr. X (identitas belum diketahui).

9. Lia (identitas belum diketahui).

10. Syifa (identitas belum diketahui).

11. Frona (identitas belum diketahui).

12. Hilma (identitas belum diketahui).

13. Nefertiti (identitas belum diketahui).

14. Suma (identitas belum diketahui).

15. Farras (identitas belum diketahui).

RS Prima Husada Sukorejo

1. Khairunnisa Afifa, 13 tahun, anak dari Lina Puji Lestari, berdomisili di Permata Depok Regency.

2. Fiorenza Aruna Nafeeza, 14 tahun, anak dari Silvia, berdomisili di Komplek Pondok Pucung 2 Tangerang Selatan.

3. Hafsa Faliha, 13 tahun, anak dari Kurniasih, berdomisili di Puri Harapan, Bekasi.

4. Nabilla Ayyasy Azzahra, 13 tahun, anak dari Puji Rustanti, berdomisili di Perum Mustika Gandaria Blok B No 1, Bekasi.

5. Zalfa Imania Uzhma, 13 tahun, anak dari Fifin Hilda Silviyani, berdomisili di Batu Ceper, Tangerang.

6. Fathiyya Zahra Maulida, 13 tahun, anak dari Lailan Syafrina, berdomisili di Taman Royal 3 Cluster Edelweis 4 No 9, Cipondoh, Tangerang.

RSSA Kota Malang

1. Hanifa Arrauzha, 14 tahun, pelajar kelas 8 (luka di kaki dan tangan).

2. Hisan Afiffah, 27 tahun, guru Fiqih (luka di wajah, kaki, dan tangan).

3. Rafa, anak Ustaz Al-Qoni (ketua pelaksana acara study tour).

4. Mr. X, pelajar perempuan (identitas belum diketahui).

Korban Sopir Truk
Sopir truk bernama Sigit Winarno (64), asal Bojonegoro, juga mengalami luka berat berupa fraktur humerus kiri dan kini dirawat di RS Prima Husada. Selain Sigit, 2 orang murid bernama Qanita Naya Syach Putri (12 tahun) dan Darinnajah (13 tahun) juga dirawat di Rumah Sakit yang sama.

Penyelidikan dan Evakuasi Berlanjut
Pihak kepolisian dan tim gabungan masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, para korban yang selamat mendapat penanganan intensif di rumah sakit. Kecelakaan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga besar SMP IT Darul Quran Mulia Putri dan masyarakat luas.

Reporter : Rizal