Ngeri …!! Gudang Penimbunan Solar Subsidi Berada Tak Jauh dari Polsek dan Dijaga Oknum TNI

JAKARTA.radarinformasi.com- Ditengah gencarnya upaya pemerintah dalam mengawasi pendistribusian BBM Bersubsidi agar tepat sasaran dan menindak mafia migas yang mencuri dan menggelapkan hak masyarakat kalangan bawah, masih saja ada Oknum yang memanfaatkan situasi hanya untuk memperkaya diri sendiri, gembar-gembor BBM Subsidi untuk kalangan bawah hanya sebagai isapan jempol semata, Jum’at (01/12/23).

Pasalnya ada sebuah lokasi tertutup ditengah Kota Jakarta Timur yang diduga kuat dijadikan gudang penyimpanan dan penimbunan BBM Bersubsidi jenis solar tepatnya di Jl.H. Karim RT.1 RW. 5, Kelurahan Setu, Kec.Cipayung-Jakarta Timur. Mirisnya lagi saat tim melakukan investigasi kelapangan, gudang yang tertutup rapat dan berada tidak jauh dari Polsek Cipayung Jakarta Timur tersebut, ada hal yang sangat memprihatinkan, bagaimana tidak, ternyata gudang tersebut dijaga oleh orang atau oknum yang mengaku sebagai anggota TNI dan berdinas di mabes TNI berinisial RD.

Sontak saat tim mengetahui hal tersebut timpun melakukan investigasi lebih dalam kepada oknum yang menurutnya bertanggungjawab penuh dilapangan menjaga gudang tersebut agar tidak ada sembarang orang masuk.

RD selaku oknum yang menjaga gudang itu mengatakan kepada Awak Media bahwa betul gudang tersebut adalah tempat penyimpanan solar bersubsidi yang menurutnya adalah milik Nico dan sudah beroperasi selama 3 bulan, tak hanya sampai disitu saat tim radarinformasi.com bertanya lebih jauh ada hal yang lebih mengejutkan lagi pasalnya RD menjelaskan kepada awak media bahwa kegiatan itu telah berjalan karena sudah berkoordinasi dengan APH setempat dan juga Oknum Media.

“Kita sudah beroperasi selama 3 bulan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak APH, seperti halnya Polsek, Polres dan ada juga Media”, ujar RD.

Sungguh miris memang mendengar keterangan RD karena seharusnya pemerintah bersama APH justru harus menindak para mafia migas yang jelas jelas telah melanggar ketentuan pasal 55,53,Jo 23 UU no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang dapat diancam pidana 6 tahun penjara serta denda 60 milyar rupiah.

Hingga berita ini diterbitkan tim radarinformasi.com akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, dalam hal ini Polres, Mabes Polri dan pihak Pertamina.

Reporter : Ilham Indra Karya, S.H
Redaktur : Dewi

Polsek Cileungsi Lakukan Investigasi Dua SPBU yang Diduga Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Cileungsi Polres Bogor gerak cepat lakukan investigasi terkait berita online beredar yang mana diketahui adanya SPBU Wilayah Cileungsi menyalahgunakan BBM bersubsidi pada 9 Mei 2023 pukul 19.00 WIB. Rabu (10/4/2023).

Kapolsek Cileungsi Polres Bogor Polda Jabar Kompol Zulkarnaen SH SIK MIK, bersama anggota Polsek Cileungsi Polres Bogor pun Langsung melakukan investigasi terkait pemberitaan tersebut, dimana lokasi SPBU disebut masuk wilayah Cileungsi tepatnya di Kp. Panangga Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor dan Jalan raya Naragong pangkalan 12, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi Kabuapten Bogor, adapun hasil investigasi Sat Reskrim Polsek Cileungsi diketahui memang ada 2 (dua) SPBU tersebut, pengecekan tersebut pun terkait adanya berita yang mengatakan adanya penyelewengan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pengecekan dan pemeriksaan pun dilakukan pihak Kepolisian Sat Reskrim Polsek Cileungsi Polres Bogor melalui pemeriksaan terhadap pengelola dari masing-masing SPBU dengan ( S ) yang menjelaskan bahwa, “Pihaknya sudah melakukan tahapan-tahapan BBM bersubsidi sesuai SOP yang berlaku, untuk dugaan adanya penyalahgunaan yang beredar tersebut dijelaskan pada saat pengecekan tidak ditemukan adanya penyimpangan prosedur”.

Diketahui di lokasi SPBU tersebut dari hasil pengecekan langsung dan juga penjelasan dari pihak pengelolaan SPBU bahwa jelas terlihat adanya pemasangan CCTV dan ketat melalui pantauan CCTV yang mengarah kepada pengisian BBM tersebut dan pihak SPBU pun selalu mengarahkan kepada karyawannya untuk menyalurkan BBM bersubsidi secara benar dan baik.

Adapun juga penjelasan dari SPBU yang satunya dengan penjelasan ( V ) kepada Kepolisian Polsek Cileungsi bahwa, “BBM bersubsidi yang diberikan kepada masyarakat tidak diberikan untuk industri kecuali hanya untuk BBM kendaraan konsumsi masyarakat dan pengawasan pun sangat ketat diatensi sekali bagi seluruh karyawannya apalagi pendistribusian BBM jenis Solar sangat selektif dalam hal penjualan”.

Disamping itupun V menjelaskan, “Apabila ada karyawannya yang diketahui berbuat nakal tidak sesuai dengan SOP penetapan dari pemerintah dan perusahan akan di kenakan sanksi hukum yang berlaku”.

Kepolisian Polsek Cileungsi melalui anggota Sat Reskrim nya telah melakukan Upaya – upaya tindakan kepolisian dengan mendatangi lokasi SPBU, melakukan langkah pengecekan langsung dan mencari keterangan dari para saksi-saksi termasuk pengelola dari SPBU tersebut dan melihat langsung serta mendokumentasikan bahwasannya kedua SPBU yang ada di wilayah Cileungsi tersebut sudah sesuai dengan SOP menjalankan aturan penetapan pemerintah dan perusahaan dengan memasang CCTV di setiap sudut pengisian BBM.

“Kami terangkan bahwa hasil investigasi berita yang beredar tersebut adalah tidak didapati penyimpangan serta penyalahgunaan BBM bersubsidi”.

“Kami pihak Kepolisian pun membuka ruang kepada seluruh masyarakat apabila menemukan dilokasi SPBU ada penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut agar segera melaporkan ke pihak berwajib setempat dan kami pihak Kepolisian akan segera menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku”, tutup Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen.

Sumber Humas Polres Bogor

Red

Pelaku Penimbunan BBM Solar Bersubsidi di Gulung Polres Bogor

Pelaku Penimbunan BBM Solar Bersubsidi di Gulung Polres Bogor

BOGOR.radarinformasi.com – Pengungkapan terhadap pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi diungkap jajaran Sat Reskrim Polres Bogor. Dimana dalam pengungkapan tersebut seorang pelaku berinisial AS (32) berhasil diamankan.

Kapolres Bogor AKBP Dr Iman Imanuddin S.H., S.I.K., M.H, mengatakan bahwa pengungkapan   kasus ini berawal dari Tim gabungan kawal BUMN dan Satreskrim Polres Bogor melakukan penyelidikan terkait adanya penyalahgunaan minyak subsidi pemerintah yang berada di wilayah Gunung Putri.

Modus pelaku AS yaitu dengan cara melakukan pembelian solar di pom-pom bensin yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, Cibubur dan Depok dengan menggunakan 5 unit mobil box yang telah di modifikasi, dimana masing-masing mobil berisi 2 kempu  yang dapat menampung Solar hingga 2000 liter, serta di lengkapi dengan alat sedot.

Kemudian hasil pengangkutan solar-solar tersebut di pindahkan ke tangki berkapasitas 8000 liter dan 30 kempu masing-masing berkapasitas 1000 liter yang berada di lokasi penimbunan.

“Pelaku AS ini melakukan penjualan solar kepada mobil tangki biru PT MPP berkapasitas 8000 liter, yang mana mobil tersebut nantinya keluar dengan menggunakan surat jalan untuk melakukan penjualan ke pabrik atau industri dengan harga 8.300 per liter. Tersangka pun di perkirakan dapat melakukan penjualan solar sekitar 20 ribu liter perhari , dengan meraup keuntungan per hari mencapai 46 juta hingga 50 juta rupiah. Sehingga mengakibatkan kerugian negara selama 2 bulan sebesar 3 Milyar”.

“Tersangka AS ini akan kita jerat dengan pasal 55, dan atau pasal 53 huruf b,c,d Jo. Pasal 23 UU RI Nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun dan denda 60 milyar rupiah”, pungkasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Red