
BOGOR.radarinformasi.com – Warga Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan adanya kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang remaja dalam sebuah rumah kosong pada Rabu (06/10/24), lebih mirisnya lagi kedua remaja tersebut melakukan tindakan asusila di jam pelajaran sekolah dan masih lengkap dengan seragam masing-masing, Jumat (08/10/24).
Kejadian tersebut terungkap setelah salahsatu warga memergoki mereka tengah melakukan perbuatan Mesum, spontan warga pun mulai berdatangan dan menanyakan dimana kedua anak tersebut mengenyam pendidikan. Dari seragam yang mereka pakai, F, Siswa lelaki berasal dari SMPN 01 Ciawi dan duduk dibangku kelas VIII, sedangkan N, tercatat sebagai Siswi SMK swasta yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Akhirnya warga menelepon pihak sekolah dan kedua anak tersebut dibawa ke sekolah, namun sangat disayangkan Humas dari SMPN 01 Ciawi (S) tidak dapat menahan emosi dan langsung melayangkan tamparan keras kepada F di bagian pipi kanan dan kiri.
Dengan adanya kejadian tersebut, radarinformasi.com berusaha melakukan konfirmasi kepada Rahmat Padillah selaku Kepala Sekolah pada Jumat (08/10), sangat disayangkan Rahmat terkesan lamban dalam penanganan kasus yang dapat mencoreng nama baik sekolah tersebut.
“Waktu kejadian saya sedang ada kegiatan diluar, saya hanya mendapat laporan dari pihak Humas, saya juga belum bertemu dengan pihak orangtua dan rencananya Senin nanti baru akan saya panggil kedua orangtuanya. Sampai saat ini, saya belum bisa memberikan keputusan, saya harus rapatkan terlebih dahulu untuk sanksinya”, ujar Rahmat.
Masih menurutnya, “Terkait Humas menampar F, saya sebagai Kepala Sekolah tidak membenarkan hal tersebut, karena berkali-kali sudah saya tekankan bahwa tidak dibenarkan pemberian sanksi dengan cara kekerasan fisik, saya juga tidak tahu kalau Humas melakukan hal tersebut,” ujarnya.
Saat ditanya apakah siswa tersebut masuk sekolah atau tidak, Kepala Sekolah mengatakan bahwa Ia belum crosscheck ke pihak Walikelas.
Sangat disayangkan, Kepala Sekolah yang seharusnya bertanggungjawab terkait apa yang terjadi di sekolah, akan tetapi seolah tidak ada kepedulian sama sekali dengan apa yang terjadi terhadap siswanya.
Red
