Ketua Satgas Pangan Nasional Wilayah Barat Kunjungi Petani Di Wilayah Kecamatan Caringin

BOGOR.radarinformasi.com- Dengan adanya kunjungan dari Mayjen A.Rizal selaku Ketua Pangan Nasional Wilayah Barat ke Wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Jawa Barat, dimanfaatkan oleh para petani untuk mengadukan terkait mahalnya harga pupuk yang melampaui harga Harga Eceran Tertinggi (HET), harga Urea yang petani dapatkan mencapai Rp.5000,00/Kg sedangkan harga HET hanya Rp.2.250/kg, Kamis (30/05/24).

Santai keluhan para petani tersebut sangat membuat terkejut Mayjen A.Rizal, sehingga langsung memerintahkan agar Kapolsek Caringin AKP.Hendra Kurnia dan Danramil Ciawi Mayor Arm.Mohamad Sutrisno  yang saat itu tengah mendampinginya  untuk melakukan pengecekan, selain didampingi oleh Kapolsek dan Danramil, Mayjen A.Rizal dalam kunjungannya juga didampingi oleh Kasdim Kabupaten Bogor 0621 Mayor Cke R.Khoirul, Penyuluh Pertanian PT.Pupuk Indonesia, Distanhortbun dan pemilik agen pupuk.

Dengan adanya keluhan tersebut, dengan spontanitas Jendral Bintang Lima tersebut langsung mempertanyakan terkait mahalnya harga pupuk kepada PT.Pupuk Indonesia dan Distanhorbun.

“Kedatangan kita kesini dalam rangka penyaluran pompa air, akan tetapi kami terkejut dengan adanya keluhan dari masyarakat dengan tingginya harga pupuk yang mencapai dua kali lipat, dengan adanya kejadian ini saya minta Babinsa dan Babinmas agar turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi dengan cara membuat grup Whaatshaap untuk saling memantau”, ujar Mayjen A.Rizal.

“Saya mengecek penyaluran pupuk, ternyata harganya ada yang Rp.. 3000 ada juga yang Rp 5000. Nah Saya sudah memerintahkan pak danramil dan Kapolsek untuk mengecek di lapangan agar diyakinkan harga pupuk Subsidi disesuaikan dengan HET,” tegasnya.

Terkait dengan antisipasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi lanjut dia, pihak Kementan dan panglima TNI  sudah membuat MOU bahkan dengan pak kapolri. Makanya sekarang diarahkan Babinsa dan Babinmas untuk melakukan pendamping kepada para petani. “Dengan pendampingan oleh babinsa dan Babinmas, untuk membantu petani agar penetralan harga tersebut sesuai dengan HET. Nah peran babinsa dan Babinmas inilah yang akan berperan maksimal dilapangan,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau, dana desa yang setiap tahun dikucurkan itu dimanfaatkan dengan baik, untuk sarana dan prasarana pertanian. “Saya menghimbau, agar dana desa itu kan minimal 20 persen untuk dimanfaatkan  untuk  ketahanan pangan, jangan disalurkan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk  fisik baik itu irigasi air, tranportasi pertanian. Pipanisasi itu boleh, jangan dikasi uang nanti hilang uangnya,” pintanya.

Reporter  :  Dewi