Persiapkan Kawasan Industri dan Potensi Unggulan, Bupati Indramayu Paparkan Perubahan Tata Ruang Kecamatan Krangkeng

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Ruang Rapat Prambanan, Gedung Ditjen Tata Ruang, Jakarta, pada Senin (26/5/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana, dan diikuti oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan kementerian/lembaga, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh rekomendasi strategis dalam penyusunan kebijakan tata ruang yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dirjen Suyus Windayana menegaskan pentingnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen operasional Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“RDTR menjadi dasar dalam pengendalian pemanfaatan ruang dan mempercepat proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hal ini akan mendorong investasi berkualitas serta memastikan pembangunan sesuai arah kebijakan tata ruang nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim memaparkan rancangan RDTR Kecamatan Krangkeng yang disusun untuk mengoptimalkan potensi wilayah. Dokumen ini diarahkan untuk menjadikan Kecamatan Krangkeng sebagai pusat kegiatan industri, pertanian, dan garam, yang didukung oleh pengembangan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

“RDTR Krangkeng disusun untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti industri penunjang Kawasan Rebana, pertanian pangan, serta pengembangan garam rakyat. Selain itu, konsep infrastruktur hijau seperti greenbelt dan jalur pejalan kaki juga diintegrasikan dalam dokumen perencanaan,” ujar Bupati.

RDTR Krangkeng turut memuat rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatigede untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya. Selain itu, terdapat rencana peningkatan jalan lingkungan menjadi jalan lokal, pengembangan saluran distribusi tenaga listrik untuk kawasan industri, pembangunan bangunan pengendali banjir, serta penambahan menara Base Transceiver Station (BTS) guna mengatasi area blankspot.

Dokumen RDTR juga mengalokasikan 8,96 persen wilayah sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta mencakup strategi mitigasi bencana dan perlindungan ekosistem secara menyeluruh.

Bupati Lucky menjelaskan bahwa wilayah perencanaan RDTR Kecamatan Krangkeng mencakup ±7.357,44 hektare atau sekitar 3,5 persen dari total luas Kabupaten Indramayu, yang meliputi 11 desa. Wilayah tersebut dirancang menjadi beberapa klaster pengembangan, yaitu pusat kegiatan industri, pengolahan garam, pertanian, perikanan, perumahan, perdagangan dan jasa, serta RTH.

“RDTR Krangkeng diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan wilayah, mempercepat proses perizinan melalui OSS Berbasis Risiko, serta mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup dan daya tarik investasi,” jelasnya.

Selain sebagai alat percepatan perizinan, RDTR Kecamatan Krangkeng juga menjadi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan daerah Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

“RDTR Krangkeng dirancang tidak hanya untuk mempercepat perizinan melalui OSS, tetapi juga memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sesuai visi Indramayu REANG,” tutup Bupati Lucky.

Rakor turut dihadiri oleh perwakilan lintas sektor, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pemerintah daerah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Jembrana. Pertemuan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam implementasi RDTR.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Rapat Koordinasi Pelepasan Presiden RI ke-7 dari Istana Bogor ke Jakarta Berlangsung Lancar

BOGOR.radarinformasi.com – Rapat koordinasi terkait pelepasan Presiden RI ke-7 beserta keluarga dari Istana Bogor menuju Jakarta digelar di Aula Makodim 0606/KB, Jl. Jenderal Sudirman, Bogor. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, Dandim 0606/KB, dan dihadiri oleh 35 perwakilan dari berbagai instansi dan lembaga terkait, Senin (14/10/2024).

Beragam unsur pemerintah dan organisasi turut hadir dalam rapat ini, seperti Aspem Kesra Setda Kota Bogor, Kabag Ops Polresta Bogor, Pasi Ops Rem 061/SK, Kadisdik dan Kesbangpol Kota Bogor, serta Camat dan Lurah dari wilayah Bogor Tengah, Timur, dan sekitarnya. Beberapa tokoh dan pimpinan organisasi masyarakat juga berpartisipasi, di antaranya Ketua Pemuda Pancasila, Festival Merah Putih, FKPPI, dan PPM. Selain itu, perwakilan akademisi, seperti Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, turut hadir memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, Dandim 0606/KB Letkol Inf Dwi Agung Prihanto menyampaikan bahwa acara pelepasan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas kepemimpinan Presiden RI ke-7 selama 10 tahun. “Kegiatan ini adalah perintah lisan dari Komandan Korem 061/SK dan telah masuk dalam program kerja Kodim 0606/KB,” ujarnya. Ia berharap semua instansi terkait dapat bekerja sama dan bersinergi demi kelancaran acara tersebut.

Acara pelepasan akan melibatkan sekitar 20.000 personel dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda (700 orang), TNI (1.000 orang), Polri (1.000 orang), dan Lanud ATS (150 orang). Partisipasi juga datang dari Pusdikzi Pusziad, Persit KCK, Pia Ardhya Garini, Bhayangkari, pelajar (5.000 orang), mahasiswa (500 orang), organisasi masyarakat (3.000 orang), dan masyarakat umum (7.276 orang). Semua elemen ini diharapkan bisa bersinergi untuk memastikan kelancaran acara.

Rute perjalanan presiden akan dimulai dari Pintu 1 Istana Bogor, kemudian melewati Jalan Jalak Harupat, Kebun Raya Bogor, dan Simpang Siloam. Dari sana, rombongan akan menuju Jalan Pajajaran hingga Tugu Kujang dan berlanjut ke Terminal Baranangsiang sebelum masuk ke Tol Jagorawi menuju Jakarta. Sepanjang rute, personel TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat akan ditempatkan di sisi jalan dengan jarak satu meter antara masing-masing orang.

Rapat koordinasi ini berlangsung tertib dan selesai pada pukul 10.30 WIB. Semua pihak berkomitmen untuk memastikan acara pelepasan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh penghormatan.

Reporter : Rizal