Polres Bogor dan Polresta Bogor Kota Ungkap Kasus Premanisme: 9 Pelaku Diamankan, 109 Kendaraan Disita

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor bersama Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana premanisme yang meresahkan masyarakat. Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (9/5/2025) siang di Lapangan Apel Mako Polres Bogor, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung jalannya press release. Turut hadir Bupati Bogor Rudy, S.Si., Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, S.H., dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, S.H.

Dalam pengungkapan ini, sebanyak sembilan orang pelaku berhasil diamankan. Mereka diduga terlibat dalam berbagai tindakan kriminal seperti pemerasan, perampasan, dan pencurian kendaraan bermotor dengan modus mengaku sebagai petugas leasing atau “mata elang”. Beberapa pelaku juga diketahui melakukan pungutan liar terhadap pedagang kaki lima di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Barang bukti yang berhasil disita dari para pelaku mencakup 109 unit kendaraan roda dua dan satu unit kendaraan roda empat. Rinciannya, 82 unit roda dua berasal dari wilayah hukum Polres Bogor, sedangkan 26 unit roda dua dan satu unit roda empat dari wilayah hukum Polresta Bogor Kota. Polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa plat nomor kendaraan, kunci motor, kaca spion, senjata tajam jenis golok, laptop, serta uang hasil pemerasan sebesar Rp76,5 juta.

Para pelaku menjalankan aksinya dengan menghentikan pengendara motor secara paksa dan mengaku sebagai petugas leasing. Korban dipaksa menandatangani surat serah terima kendaraan, yang kemudian disimpan oleh pelaku di gudang tersembunyi di wilayah Gunung Putri dan Bogor Utara.

Aksi pungutan liar dilakukan oleh pelaku yang mengatasnamakan kelompok paguyuban “Suka Tani” dan “PPKLBP”. Mereka secara paksa menarik uang sebesar Rp5.000 per hari dari pedagang kaki lima, dan telah mengumpulkan lebih dari Rp40 juta selama satu tahun terakhir.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 335, 368, 363, 372, 378, 480, dan/atau 481 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk memburu pelaku lain yang masih berkeliaran. “Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik premanisme di wilayah hukum Polres Bogor,” tegasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Rapat Koordinasi Pelepasan Presiden RI ke-7 dari Istana Bogor ke Jakarta Berlangsung Lancar

BOGOR.radarinformasi.com – Rapat koordinasi terkait pelepasan Presiden RI ke-7 beserta keluarga dari Istana Bogor menuju Jakarta digelar di Aula Makodim 0606/KB, Jl. Jenderal Sudirman, Bogor. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, Dandim 0606/KB, dan dihadiri oleh 35 perwakilan dari berbagai instansi dan lembaga terkait, Senin (14/10/2024).

Beragam unsur pemerintah dan organisasi turut hadir dalam rapat ini, seperti Aspem Kesra Setda Kota Bogor, Kabag Ops Polresta Bogor, Pasi Ops Rem 061/SK, Kadisdik dan Kesbangpol Kota Bogor, serta Camat dan Lurah dari wilayah Bogor Tengah, Timur, dan sekitarnya. Beberapa tokoh dan pimpinan organisasi masyarakat juga berpartisipasi, di antaranya Ketua Pemuda Pancasila, Festival Merah Putih, FKPPI, dan PPM. Selain itu, perwakilan akademisi, seperti Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, turut hadir memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, Dandim 0606/KB Letkol Inf Dwi Agung Prihanto menyampaikan bahwa acara pelepasan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas kepemimpinan Presiden RI ke-7 selama 10 tahun. “Kegiatan ini adalah perintah lisan dari Komandan Korem 061/SK dan telah masuk dalam program kerja Kodim 0606/KB,” ujarnya. Ia berharap semua instansi terkait dapat bekerja sama dan bersinergi demi kelancaran acara tersebut.

Acara pelepasan akan melibatkan sekitar 20.000 personel dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda (700 orang), TNI (1.000 orang), Polri (1.000 orang), dan Lanud ATS (150 orang). Partisipasi juga datang dari Pusdikzi Pusziad, Persit KCK, Pia Ardhya Garini, Bhayangkari, pelajar (5.000 orang), mahasiswa (500 orang), organisasi masyarakat (3.000 orang), dan masyarakat umum (7.276 orang). Semua elemen ini diharapkan bisa bersinergi untuk memastikan kelancaran acara.

Rute perjalanan presiden akan dimulai dari Pintu 1 Istana Bogor, kemudian melewati Jalan Jalak Harupat, Kebun Raya Bogor, dan Simpang Siloam. Dari sana, rombongan akan menuju Jalan Pajajaran hingga Tugu Kujang dan berlanjut ke Terminal Baranangsiang sebelum masuk ke Tol Jagorawi menuju Jakarta. Sepanjang rute, personel TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat akan ditempatkan di sisi jalan dengan jarak satu meter antara masing-masing orang.

Rapat koordinasi ini berlangsung tertib dan selesai pada pukul 10.30 WIB. Semua pihak berkomitmen untuk memastikan acara pelepasan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh penghormatan.

Reporter : Rizal