Pertamina IT Balongan dan UNS Edukasi PLTS Off Grid, Tegalurung Menuju Desa Mandiri Energi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya mewujudkan desa mandiri energi mulai digalakkan di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off grid bagi masyarakat setempat, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa, kelompok tani dan peternak, pelaku UMKM, serta pemuda mengenai pemanfaatan energi baru terbarukan yang dapat dimanfaatkan secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik utama.

Program PLTS tersebut saat ini telah hadir di tiga lokasi, yakni Desa Sukaurip, Desa Tegalurung, dan Desa Balongan.

Community Development Officer IT Balongan, Yhova Muliana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang energi berkelanjutan yang diberi nama “Berbatera”. Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus mendukung upaya pengurangan dampak pemanasan global.

“Kami ingin mendorong masyarakat desa, khususnya kelompok tani, agar memiliki kemandirian energi. 

Energi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan produktif seperti usaha tambak udang maupun kegiatan ekonomi lainnya,” ujar Yhova.

Dalam kegiatan tersebut, tim akademisi dari UNS yang diwakili Agus Supriyanto turut memberikan pemaparan teknis mengenai sistem kerja PLTS off grid. 

Materi yang disampaikan meliputi komponen utama seperti panel surya, solar charge controller, baterai penyimpanan, hingga inverter.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti simulasi sederhana terkait perhitungan kebutuhan daya listrik serta estimasi kapasitas sistem PLTS yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Kuwu Desa Tegalurung, Abdullah, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan desa dapat mengembangkan sistem PLTS secara bertahap untuk mendukung fasilitas umum maupun berbagai kegiatan usaha masyarakat.

“Ini menjadi langkah awal menuju Desa Tegalurung yang mandiri energi sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Aab juga berharap fasilitas PLTS yang diberikan melalui program CSR dapat dijaga dan dirawat dengan baik agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Dengan adanya PLTS ini, kami berharap Desa Tegalurung dapat berkembang menjadi desa kreatif dan menuju desa mandiri sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten Indramayu,” katanya.

Melalui kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi ini, diharapkan program PLTS off grid tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat diwujudkan dalam implementasi nyata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transisi energi bersih di tingkat desa, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Cemara Kulon Tancap Gas: PLTS Dorong Wisata dan Energi Ramah Lingkungan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, menorehkan sejarah baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indramayu. Pada Kamis (25/09/25), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) resmi beroperasi di kawasan wisata Taman Cemara Kulon, berkat dukungan penuh Pertamina PHE ONWJ.

Peresmian ini mendapat sambutan hangat dari warga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menekankan bahwa PLTS bukan sekadar penyedia listrik, tetapi simbol kolaborasi untuk mendorong kemandirian energi, memacu pariwisata, dan meningkatkan perekonomian lokal.

“Kehadiran PLTS akan mendukung kebutuhan listrik Taman Cemara Kulon. Wisata yang berkembang akan menciptakan lapangan kerja, menambah pendapatan warga, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Lucky.

Selain itu, Bupati menyoroti status Cemara Kulon sebagai salah satu dari empat Desa Kreatif di Indramayu pada 2025, berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas potensi desa dalam bidang wisata, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.

Sebagai Desa Kreatif, Cemara Kulon dituntut terus berinovasi: mengoptimalkan potensi lokal, mendorong partisipasi warga, menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam wisata dan energi ramah lingkungan, serta menjaga kelestarian alam.

“Dengan status Desa Kreatif dan hadirnya PLTS, Cemara Kulon semakin jelas arah untuk menjadi pionir desa wisata ramah lingkungan berbasis energi terbarukan di Indramayu,” tegas Lucky.

Bupati menambahkan, pembangunan PLTS sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Pemanfaatan energi baru dan terbarukan tak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga lingkungan.

Di akhir acara, Lucky mengajak masyarakat untuk merawat fasilitas ini. “Mari kita jadikan PLTS dan status Desa Kreatif sebagai bukti nyata kolaborasi pemerintah, BUMN, dan warga memberikan manfaat besar bagi semua,” tutupnya.

Kuwu Cemara Kulon, Sudarno, menilai peresmian PLTS sebagai momentum penting. “Energi bersih ini akan mendukung keberlanjutan pariwisata. Harapan kami, Cemara Kulon menjadi wajah baru Indramayu: desa kreatif, mandiri, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Desa ini juga terus mengembangkan hamparan mangrove dan budidaya lebah trigona, yang kini menjadi primadona karena madu alami yang dihasilkan.

Sementara itu, General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus bermitra dan mengembangkan potensi desa pesisir utara. Menurutnya, warga Cemara Kulon sangat kreatif dan gigih dalam memajukan desanya.

(Diskom/Andika).