Sambut Musim Tanam, Bupati Lucky Hakim Serahkan Alsintan ke Petani Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menjelang dimulainya Musim Tanam I tahun 2025/2026, Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali memberikan dukungan bagi petani dengan menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di wilayahnya.

Pada penyerahan yang digelar bersamaan dengan Pencanangan Percepatan Musim Tanam I di Balai Pembenihan Tanaman Pangan Cikedung, Selasa (02/12/2025), pemerintah daerah menyerahkan delapan unit traktor roda empat dan 20 unit traktor roda dua. Sementara mesin panen combine harvester masih menunggu pengiriman dari Kementerian Pertanian RI.

Lucky Hakim menegaskan bahwa penyediaan alsintan menjadi bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian untuk menekan biaya produksi, mempercepat proses tanam, serta mengurangi ketergantungan tenaga kerja. Modernisasi ini, katanya, diharapkan mampu mendorong produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan alsintan secara gratis untuk petani Indramayu. Insya Allah Indramayu semakin maju, petani semakin sejahtera, dan Indonesia semakin mandiri pangan,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto, menambahkan bahwa luas baku sawah Indramayu yang mencapai 126 ribu hektare membutuhkan ribuan alsintan untuk mendukung proses tanam hingga panen.

“Jumlah alsintan saat ini masih belum mencukupi untuk kebutuhan wilayah yang begitu luas. Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan alsintan untuk petani Indramayu,” kata Sugeng.

(Andika/S/Diskom)

Setelah Lepas Ular ke Sawah, Bupati Lucky Hakim Genjot Populasi Burung Hantu Kendalikan Tikus

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengintensifkan upaya pengendalian hama tikus di lahan pertanian tanpa mengandalkan pestisida. Salah satu strategi andalan adalah pengembangan populasi burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami.

Saat ini, sekitar 300 ekor burung hantu telah ditempatkan di rumah burung hantu (Rubuha) di berbagai desa, khususnya di kawasan yang rawan serangan tikus. Langkah ini melanjutkan program sebelumnya yang sempat menarik perhatian publik, yakni pelepasan ular sawah oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim.

“Burung hantu mampu memangsa 5–7 ekor tikus setiap malam. Dengan memanfaatkan predator alami, kita membantu petani mengamankan panen sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Lucky, Rabu (13/8/2025).

Lucky menegaskan, program ini akan diperluas ke lebih banyak desa disertai edukasi bagi petani agar menjaga keberadaan burung hantu dan ular sawah. Ia juga meminta dukungan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk memperbanyak distribusi burung hantu di Indramayu.

Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, menyebut pembangunan Rubuha dibiayai APBD dan Dana Desa, dengan target penambahan setiap tahun. “Atensi pemerintah terhadap pengendalian hama tikus sangat tinggi. Kita dorong desa dan kelompok tani membuat Rubuha di sawah mereka,” jelasnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah Bupati Lucky, termasuk pelepasan ular sawah, namun menekankan pentingnya edukasi petani soal peran ular dan burung hantu sebagai musuh alami tikus. Ia berharap pengembangan populasi burung hantu di Indramayu terus berlanjut demi menekan kerugian petani.

Reporter  : Andika