KLHK Bersama Perhutani Cek Lokasi  Kerjasama Sumber Benih di Bogor

BOGOR.radarinformasi.com- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Perum Perhutani melakukan cek lokasi kerjasama sumber benih jenis tanaman Afrika (maesopsis) di Petak 30 RPH Cirangsad BKPH Jasinga Leuwiliang KPH Bogor pada Kamis (22/08).

Lokasi tersebut merupakan lokasi kerjasama kebun perbenihan antara Perhutani Forest Institute (Pefi) dengan KLHK melalui Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum Ciliwung dan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah I.

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Perhutani BKPH Jasinga Leuwiliang Ade Soma didampingi KRPH Cirangsad Adis Sukandar, KRPH Cigudeg Wawan Hermawan beserta jajaran dan Ketua LMDH Sekar Wangi Atok mendampingi tamu Tim dari BPTH Wilayah I yaitu Esty Siske Satioriny Staf Perencanaan dan Evaluasi Perbenihan bersama Ika Dana Pratiwi Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama dan dari BPDASHL Ciliwung Citarum Tuti Haryati Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama beserta tim.

Dalam pernyataannya Administratur KPH Bogor melalui Ade Soma menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim BPTH dan BPDAS sekaligus memberikan informasi bahwa sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mengamankan kebun benih yang berada dalam pengelolaan Perhutani sebagaimana yang tertera dalam kerjasama, diantaranya Patroli dan Komunikasi Sosial dengan masyarakat dan pihak terkait guna mencegah dari gangguan keamanan hutan berupa penebangan pohon maupun kebakaran hutan.

Sementara itu, Tuti haryati menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan dan kerjasamanya selama ini dimana kondisi tanaman kebun benih dapat terjaga dengan baik.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut Ika Dana Pratiwi juga menyampaikan bahwa saat ini institusinya tengah mendata seluruh kebun benih yang ada di wilayah kerjanya, terutama kegiatan yang dilaksanakan oleh BPDAS Citarum Ciliwung.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Perhutani Lakukan Monev Perpanjangan Kerjasama dengan Brimob di Bogor

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor lakukan monitoring dan evaluasi dalam kerjasama penggunaan kawasan hutan untuk latihan Brigade Mobil (Brimob) Polri di RPH Cipamingkis Hutan Pangkuan Desa (HPD) Sukawangi dan Wargajaya administratif Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor pada Kamis (22/08).

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Endang Rusmaya, Asisten Perhutani Bogor Denih Sutisna, Kepala Subseksi Perencanaan Wikandi, KRPH Cipamingkis Handri beserta jajaran RPH Cipamingkis dan dari Brimob Polri Komisaris Polisi, Eko dan Ajun, Komisaris Polisi Krido.

Dalam keterangannya Endang Rusmaya mewakili Administratur/KKPH Bogor mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk melanjutkan kerjasama yang sudah ada sebelumnya agar lebih baik lagi karena lokasi ini akan dijadikan sebagai tempat Latihan anggota Brimob dengan luas areal latihan 380.08 ha, petak 29, petak 30, petak 32, petak 33, petak 34 dan masuk dalam HPD Sukawangi dan HPD Wargajaya RPH Cipamingkis, BKPH Bogor.

“Untuk kelancaran kegiatan latihan ke depan atau selanjutnya kami bersama Brimob akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat atau kepada para penggarap dengan langkah melakukan pemberitahuan melalui surat dan pemasangan plang himbauan bilamana akan melaksanakan giat pelatihan dari Resimen 2 Brimob,” jelasnya.

Sementara itu, Eko juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini dalam rangka penyediaan lokasi kawasan hutan untuk kegiatan Latihan Resimen 2 Brimob.

“Semoga ke depan kerjasama semakin baik, senantiasa bersinergi positif untuk kedua belah pihak baik Perhutani maupun Resimen 2 Brimob,” pungkasnya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Koordinasi Perhutani Bogor ke Polsek Tenjo Guna Sinergi Penanganan Gukamhut

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor bersinergi bersama Polisi Sektor (Polsek) Tenjo dengan berkoordinasi terkait penanganan Gangguan Keamanan Hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang pada Kamis, 22 Agustus 2024, bertempat di Kantor Polsek Tenjo, Singabraja, Kecamatan Jasingan, Kabupaten Bogor.

Koordinasi tersebut dipimpin oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Parung Panjang Ihsan Gilang Ramadhan bersama jajaran Kepala RPH Maribaya Dudung Supriatna, KRPH Jagabaya Suhendi Aryadinata, Kepala Urusan Teknik Kehutanan Aceng Gunawan didampingi Komandan Regu Polhutmob KPH Bogor Endi Kuswandi dan diterima oleh Kapolsek Tenjo Ipda A.M Zalukhu didampingi Kanit Reskrim Brigadir Asep Supriadi.

Dalam kesempatan tersebut Administratur/KKPH Bogor melalui Ihsan Gilang Ramadhan menyampaikan bahwa koordinasi yang dilakukan adalah dalam rangka mensinergikan penanganan Gukamhut di wilayah BKPH Parung Parung agar terciptanya kondusivitas dalam kegiatan pengelolaan hutan.

“Kami harap koordinasi ini berkesinambungan guna terciptanya sinergi antara Perhutani dan Polri dalam hal ini Polsek Tenjo dalam sosialisasi, pencegahan, penanganan konflik, penegakan hukum serta pengamanan di kawasan hutan BKPH Parung Panjang,” tuturnya.

Sementara A.M. Zalukhu menyambut baik atas koordinasi yang dilakukan oleh Perhutani KPH Bogor BKPH Parung Panjang dan pihaknya siap untuk bekerjasama, bersinergi dalam penanganangan Gukamhut.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Perkuat Sinergi, Perhutani Lakukan Koordinasi dengan Kejari Kabupaten Bogor

Bogor.radarinformasi.com -Dalam rangka membangun sinergisitas, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor lakukan koordinasi dengan Kejari (Kejaksaan Negeri) pada Kamis (08/08) bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong.


Koordinasi tersebut dipimpin oleh Administratur/KKPH Bogor Muhadi didampingi Wakil Administratur/KSKPH Bogor Erlandi beserta Kepala Subseksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan Syafrilis yang diterima oleh Kepala Kejari Kabupaten Bogor Irwanudin berserta jajaran.


Pada kesempatan tersebut Muhadi menyampaikan terkait tujuan kujungannya, yaitu dalam rangka membina hubungan yang sudah terjalin baik dengan Kejari Bogor dengan adanya Nota Kesepahaman sehingga bisa lebih diperkuat lagi guna mengantisipasi serta penyelesaian masalah yang berkaitan dengan gangguan keamanan hutan di wilayah kerja Perhutani KPH Bogor, salah satunya adalah konflik tenurial.


“Terkait Nota Kesepahaman yang sudah ada saat ini, masa berlakunya sudah berakhir dan kami bermaksud melanjutkannya kembali dengan penandatangan perpanjangan nota kesepahaman antara Perhutani KPH Bogor dengan Kejari Kabupaten Bogor yang akan diagendakan”, ungkapnya.


Sementara Irwanudin menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu dan mengkomodir sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam rangka pengoptimalan pelaksanaan dan fungsi dalam penyelesaian masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara yang berada di wilayah yuridiksi Kejari Kabupaten Bogor sehingga dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian masalah hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan yang dihadapi oleh Perhutani KPH Bogor.


Reporter : Maulana

Redaktur : Dewi

Dukung Sanitasi Lingkungan, Perhutani Bogor Bantu Warga Puraseda Bangun MCK

BOGOR.radarinformasi.com – Mendukung sanitasi lingkungan Perum Perhutani KPH Bogor bantu warga di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor membangun MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) umum melalui Forum Masyarakat Pemakai Air Gunung Desa Puraseda pada Selasa (06/08).

Hadir pada kesempatan tersebut, Administratur/KKPH Bogor Muhadi, Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum dan IT Wanti Hadikusumawati, Asisten Perhutani (Asper) Jasinga Leuwiliang Ade Soma, Kepala Subseksi Keuangan Ali Mansyur dan Kepala Subseksi Kemitraan Perhutani Produktif Agustin Darsono serta perwakilan penerima bantuan, Ketua Forum Masyarakat Pemakai Air Gunung Nurjaya bersama anggota.

Pada kesempatan tersebut Muhadi menyampaikan bahwa bantuan Pembangunan MCK dalam rangka membantu warga masyarakat yang memerlukan MCK dalam menunjang aktivitas kesehariaannya serta mendukung upaya pembangunan sanitasi lingkungan yang baik di wilayah ini.

“Sebelumnya kami telah memberikan bantuan untuk instalasi pipa/saluran air bersih guna terpenuhinya kebutuhan air bersih dan pedistribusian air bersih  senilai Rp 20.000.000,- dan untuk pembangunan MCK saat ini senilai Rp 12.000.000,-. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat atau warga yang menerima manfaat dan lingkungan menjadi lebih baik serta dapat berimplikasi positif untuk Perhutani khususnya Perhutani KPH Bogor”, tuturnya.

Sementara Nurjaya mengatakan bahwa pihaknya selaku Ketua Forum Masyarakat Pemakai Air Gunung Desa Puraseda mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Bogor atas bantuan yang telah diberikan. “Semoga Perhutani maju dan jaya sehingga bantuan TJSL dapat ditingkatkan dan bermanfaat lebih luas lagi”, ucapnya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Bersinergi dengan Stakeholder, Perhutani Bogor Hadiri Pasar Pasisian Leuweung Eduforest

BOGOR.radarinformasi.com – Bersinergi dengan stakeholder, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor hadiri Pasar Pasisian Leuweung Eduforest di Hutan Kota Bekasi Eduforest yang diadakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I di Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada Minggu (04/08). Senin (5/8/24)

Hadir pada kegiatan tersebut Asisten Perhutani (Asper)/Kepala BKPH Ujungkrawang Edi Sunardi beserta jajaran, Pj. Bupati Bekasi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, segenap Kepala Dinas Kabupaten Bekasi, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Iding Supriyatna, Camat Setu Kabupaten Bekasi, Danramil Setu Kabupaten Bekasi, Kapolsek Setu Kabupaten Bekasi, PT. Komatsu Undercarriage Indonesia, PT Antam Tbk, Bank BJB Cabang Utama, PT. Kuantum Saga Sekawan, Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Bekasi dan segenap undangan.

Di tempat terpisah Administratur/KKPH Bogor Muhadi menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap gelaran Pasar Pasisian Leuweung yang kembali diadakan di Eduforest, Hutan Kota Bekasi karena gelaran yang disambut positif dan antusiasme dari berbagai pihak terkait, utamanya yang menghasilkan produk hasil hutan, pertanian, perikanan, pariwisata dan produk UMKM lainnya.

“Semoga ke depan dengan adanya gelaran ini, produk-produk hasil hutan, terutama dari UMKM dapat menghasilkan serta memasarkan produk yang berkualitas baik dengan pasar yang lebih luas sehingga dapat menjadi salah satu lokasi kegiatan perekonomian dengan transaksi yang signifikan dan selanjutkan dapat dikembangkan atau ditiru di daerah lainnya,” tuturnya.

Sementara Iding Supriyatna mengatakan bahwa Pasar Pasisian Leuweung di gelar dalam rangka peningkatan pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat sekitar hutan. Kegiatan rutin ini merupakan salah satu inovasi yang mengkolaborasikan para pihak dalam aspek pemasaran produk hasil hutan, pertanian, perikanan dan produk UMKM sekaligus mempromosikan pariwisata alam dengan rangkaian kegiatan senam bersama, seremonial penanaman pohon, gelar produk-produk unggulan KTH atau UMKM doorprize dan hiburan.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Perhutani Bogor Hadiri Kick Off Gebyar Kemerdekaan Inisiasi Kormi Kabupaten Bogor Bersama AOPGI

BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor hadiri Kick Off Gebyar Kemerdekaan RI ke-79 yang diselenggarakan Kormi (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kab. Bogor bersama AOPGI (Asosiasi Olahraga Pendaki Gunung Indonesia) bertempat di Kawah Ratu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Kamis (01/08). Sabtu (3/8/24)

Hadir pada kesempatan tersebut Perhutani KPH Bogor diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper) Jasinga Leuwiliang Ade Soma beserta jajaran, PJ. Bupati Bogor Asmawa Sitepu, Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Dinas Instansi, Forkompincam Pamijahan, TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak), BPDAS (Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai), BUMD, Kepala Desa Gunung Picung, Pecinta Alam dan Pramuka.

Administratur/Kepala KPH Bogor melalui Ade Soma menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kick Off Gebyar Kemerdekaan RI ke-79 dengan mengadakan kegiatan mendaki puncak Gunung Salak sekaligus dengan pengibaran bendera merah putih. Proses pendakian tidak sampai puncak dikarenakan beberapa pertimbangan sehingga pelaksanaan pengibaran bendera dilakukan di Kawah Ratu dengan Inspektur Upacara PJ. Bupati Bogor.

“Kami menyambut baik undangan yang diberikan dan ini merupakan salah satu wadah untuk silaturahmi di momen yang tepat pada perayaan atau menjelang hari kemerdekaan Indonesia, guna menjalin komunikasi serta hubungan yang baik sehingga dapat menciptakan sinergi yang bersifat membangun”, ucapnya.

Sementara Asmawa Sitepu dalam sambutannya pada upacara pengibaran bendera menyampaikan manifesto lingkungan yang terkait dengan pelestarian sumberdaya alam beserta pemanfaatannya, penataan ruang, penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan,  banjir dan longsor, penanganan sampah serta ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Perhutani KPH Bogor dan BRIN MoU Kerjasama Tanaman Garut

BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada hari Jum at 16 Juni 2023. Kerjasama ini dalam rangka optimalisasi pemanfaatan lahan hutan dengan Pola Agroforestry Jati-Tanaman Garut untuk mendukung ketahanan pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Selain itu kerjasama ini juga diharapkan memberikan sumbangan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional dalam hal ketahanan pangan dan tujuan pembagunan berkelanjutan dibidang pengembangan dan penelitian jati dan umbi garut pada lahan hutan dengan pola Agroforestry.

Penandatanganan dilaksanakan di Aula Perum Perhutani KPH Bogor oleh Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto dan Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi  BRIN Anang Setiawan Achmadi, dihadiri oleh Wakil Administratur KPH Bogor Deny Rusyana, Segenap Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi, Asisten Perhutani (Asper) dan Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) sedangkan dari BRIN dihadiri oleh Peneliti Ahli Utama, Peneliti Ahli Madya, Peneliti Ahli Muda dan Peneliti Ahli Pertama.

Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi awal yang baik dan berharap kedepannya dapat menghasilkan khususnya untuk KPH Bogor dan BRIN.

“Ini adalah salahsatu upaya peningkatan pendapatan KPH Bogor kedepannya, terima kasih atas kerjasamanya dan KPH Bogor siap untuk kerjasama lebih lanjut”, ucapnya.

Sedangkan  Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Anang Setiawan Achmadi mengatakan bahwa kerjasama ini bagian dari komitmen pada program net zero emission (emisi nol bersih CO2) dan berharap umbi garut ini bisa jadi primadona, dapat diproduksi, dikelola secara profesional karena belum populer.

Penelitian ini dilakukan dari hulu ke hilir dan dapat bermanfaat untuk Perhutani, mitra-mitra serta kemandirian bagi BRIN dengan terus mengembangkan hasil riset yang terukur dan komprehensif.

“Kami berharap kerjasama ini dapat terjalin secara kontinuitas tidak sekedar 2 tahun secara berkelanjutan”, ucapnya.

Reporter  : Maulana
Redaktur  : Dewi

ADM Bogor Berbagi Bingkisan Kepada Masyarakat Mitra Kerja Penyadap Getah Pinus di Jonggol

RADAR.Informasi.com (6/6). Perum Perhutani Kesatuan Permangkuan Hutan (KPH) Bogor yang memiliki target sadapan getah pinus 281,048 kg dengan realisasi sampai dengan bulan Mei 151,935 Kg, hal tersebut memicu semangat manajemen KPH Bogor untuk terus memberikan support kepada para penyadap, Selasa (06/06), seperti yang dilaksanakan Ade Sugiharto selaku Administratur KPH Bogor pada saat penianjuan lokasi TP. Bantu/hutan di petak 2f RPH Tinggarjaya, pada hari Jum’at (09/06).

Pada kesempatan tersebut Ade Sugiharto didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Agus Darmaya, Kasi Produksi Edwin Hafidz, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jonggol Ade Soma dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Tinggarjaya, Awis.

Ade Sugiharto pada kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan kunjungan kerja ini merupakan salah satu program 100 hari, selain bersilaturahmi kepada mitra penyadap diseluruh wilayah kerja KPH Bogor, juga menampung dan menerima masukan jika ada permasalahan yang dihadapi para penyadap.

“Sadapan getah pinus ini merupakan salah satu andalan pendapatan Perhutani KPH Bogor selain dari pengelolaan destinasi objek wisata, semoga dengan kunjungan ini agar dapat meningkatkan motivasi mereka untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)” ungkapnya.

Nusri, tenaga penyadap asal Mejenang menyampaikan terimakasih atas kunjungan pimpinan Perhutani KPH Bogor yang baru.

“Terimakasih juga atas bingkisan dari Pak Adm, saran dan bimbingannya akan kami laksanakan, sebagai pemicu dalam melaksanakan tugas di lapangan”, ujarnya. (

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi