
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam menurunkan angka stunting membuahkan hasil gemilang. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita stunting di Indramayu melorot tajam dari 18,4% menjadi 9,8% hanya dalam kurun satu tahun. Capaian ini menobatkan Indramayu sebagai daerah dengan angka stunting terendah kedua di Jawa Barat.
Prestasi tersebut tidak lepas dari pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang dijalankan secara kolaboratif lintas sektor. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, saat menghadiri Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Kabupaten Indramayu Tahun 2025 secara daring bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Barat, Jum’at (15/6/2025), dari Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu.
“Pemkab Indramayu terus berkomitmen menjalankan 8 Aksi Konvergensi sebagai strategi utama percepatan penurunan stunting. Melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan pemantauan, serta kolaborasi lintas sektor, kami optimistis target nasional dapat tercapai,” tandas Syaefudin.

Beragam intervensi konkret dilakukan, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, bayi, dan balita, distribusi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan calon pengantin, hingga optimalisasi pemberian ASI eksklusif. Dukungan intervensi sensitif turut diperkuat melalui peningkatan akses air minum layak (86,2%), sanitasi sehat (97,96%), pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kampanye konsumsi protein hewani lewat program Gemarikan.
Tahun 2025, Pemkab Indramayu juga menetapkan 15 desa sebagai lokus prioritas pencegahan stunting melalui Keputusan Bupati. Penguatan peran kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) terus dimasifkan, dengan total lebih dari 5.000 kader aktif bergerak di desa dan kecamatan.
Sejumlah indikator turut melampaui target nasional, di antaranya cakupan pelayanan KB pasca persalinan yang mencapai 96,35% (target nasional 70%), serta status bebas buang air besar sembarangan yang telah menyentuh 100% (target 90%).
TPPS Provinsi Jawa Barat menyatakan apresiasi terhadap langkah strategis Pemkab Indramayu dan berharap komitmen serta inovasi yang tercipta mampu mengantarkan daerah ini menuju target zero stunting.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Indramayu Wawan Ridwan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Indramayu Deden Bonni Koswara, Kepala DP2KBP3A Iman Sulaeman, Ketua TP PKK Idah Nuryani, serta jajaran stakeholder TPPS Kabupaten Indramayu.
Reporter : Andika
