Pemdes Tenjoayu Adakan Pelatihan Satgas Anti Narkoba Kepada Warga

Sukabumi.radarinformasi.com – Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan BNN dan Polsek Cicurug adakan giat pelatihan satgas anti narkoba yang terlaksana di aula kantor desa, Selasa (26/09/2023).

Giat tersebut dihadiri oleh Babinkamtibnas, anggota BNN, RT, RW, Tokoh Masyarakat dan perwakilan warga dari setiap RT. Dalam giat tersebut membahas tentang undang-undang narkoba, dampak dari penyalahgunaan narkoba serta apa saja jenis narkoba yang kini semakin banyak jenisnya.

AIPDA Irfan Maulana,S.PD,M.M,C.H Kasium Polsek Cicurug pun menjelaskan apa saja dampak yang akan dialami oleh para pengguna narkoba baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, Ia juga menjelaskan apa saja yang termasuk jenis narkoba serta definisi dari narkoba.

“Disini saya berikan penjelasan tentang narkoba, terbuat dari apa dan seperti apa proses pembuatannya sehingga zat atau bahan-bahan nya menjadi obat atau zat memabukan jika di konsumsi secara berlebihan. Karena pada dasarnya narkoba atau narkotika itu terbuat dari bahan yang diambil dari alam dan menjadi obat-obat dengan berbagai jenis yang seharusnya digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit sesuai dengan zat yang dikandung, namun menjadi narkoba ketika penggunaanya tidak sesuai dengan dosis yang seharusnya”, ucapnya

Erza Nur Afrilia,S.K.M yang menjadi narsum dari BNN Sukabumi juga menjelaskan secara lebih detil bahaya penyalah gunaan narkoba jika tidak di cegah dari sekarang tentunya akan menjadi ancaman besar untuk bangsa dan agama.

” Saya berharap dengan adanya giat ini perwakilan warga desa tenjoayu yang hadir bisa sadar dan semakin paham tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba dan semoga semua yang hadir hari ini bisa membantu menyampaikan kepada masyarakat luas agar tidak banyak lagi yang menjadi korban baik secara fisikis, materialis serta mental yang kian banyak terjadi”, ucapnya

” Seiring berkembangnya jaman makin banyak pula jenis narkoba yang sangat mudah di dapatkan karena banyaknya pengedar serta harga yang murah, bahkan sangat terjangkau oleh anak usia sekolah, hal tersebut tentunya membuat kita merasa hawatir dengan para generasi penerus menjadi rusak akibat penyalah gunaan narkoba tersebut”, pungkasnya.

Reporter : Dahlia