Pembangunan Lapen Jalan Usaha Tani Desa Siabal-abal I Kec. Sipahutar Terindikasi Asal-asalan, Inspektorat dan APH Diharapkan Peka

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Dana Desa merupakan dana yang dikucurkan pemerintah pusat melalui dan dikelola oleh pemerintah desa untuk kepentingan seluruh warga masyarakat desa, yang digunakan untuk pemberdayaan dan pembangunan dengan tujuan agar dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Jadi jelas bahwa dana desa harus direalisasikan dengan baik oleh pemerintah desa. Sabtu (26/7)

Tapi para oknum-oknum kepala desa dan pemerintah desa yang tidak amanah dan korup dalam menjalankan tugas, Dana Desa kerap kali dijadikan ladang korupsi untuk memperkaya diri.

Contohnya seperti yang terjadi di Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara. Dimana anggaran Dana Desa untuk pembangunan lapen jalan usaha tani tahun anggaran 2024, sebagian diduga “ditilep” oleh oknum Kepala Desa dan TPKnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan lapen jalan usaha tani Dusun Torhasundutan, Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar yang terkesan asal-asalan tidak memperhatikan teknis pembuatan jalan yang semestinya.

Demikian yang disampaikan oleh Harris Lumban Toruan selaku pengurus LSM PAKAR kepada awak media, Sabtu (26/07/2025) setelah pihaknya melakukan pemantauan langsung ke lokasi pembangunan.

Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani lapen yang dibangun oleh Pemerintah Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknik, dan ada dugaan pengurangan pembelian bahan material seperti pengurangan pembelian batu split, 5×7, 3×5 dan 2×3 serta aspal.

Pengurangan pembelian agregat dapat dibuktikan secara kasat mata bahwa lapisan jalan lapen sangat tipis. Pengurangan bahan Aspal dapat dibuktikan dengan melihat beberapa titik jalan sudah mulai mengelupas karena aspal sebagai material pengikat (perekat) sangat kurang. Kemudian dilihat secara teknis, pembangunan lapen jalan usaha tani di Dusun Torhasundutan tersebut diduga tidak benar.

Secara teknis penyiraman aspal yang semestinya tiga lapis atau tiga kali, yaitu di lapisan agregat 3×5, dilapisan agregat 2×3 dan diatas lapisan agregat spilit, tapi dalam pelaksanaan nya penyiraman aspal hanya selapis atau hanya sekali yaitu hanya dilapisan agregat spilit saja.

Oleh sebab itu, menurut Harris Lumban Toruan, pihak Inspektorat dan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tapanuli Utara diharapkan turun ke Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, untuk melihat langsung dan melakukan pemeriksaan dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jalan usaha tani lapen yang dilakukan oleh Kepala desa dan TPK Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar.

Guna menindaklanjuti informasi yang disampaikan oleh Harris Lumban Toruan selaku pengurus LSM PAKAR, ia mencoba menghubungi Krisno Tampubolon, selaku kepala desa Siabal-abal I Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara melalui telpon seluler dan WatsApp, Sabtu (26-07/2025), namun yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Telan Dana Ratusan Juta, proyek Telford Dusun III Sidari Pagaran Lambung I Diduga Sarat Korupsi

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com  – Pemerintah Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara merelokasikan dana sebesar Rp 283.243.000 melalui dana desa (DD) TA 2024 untuk kegiatan pembangunan fisik berupa pembangunan jalan Telford dusun III Sidari.
Namun, proyek pembangunan yang menelan biaya ratusan juta dan sudah rampung dikerjakan Tahun 2024 itu dikeluhkan masyarakat serta dugaan kuat akan sarat korupsi. Senin (21/7)

Sesuai prasasti yang berada dilokasi, proyek pembangunan jalan Telford dusun III Sidari volume panjang 650 M x 2,5 M x 02 M. Adapun sumber dananya melalui dana desa tahun anggaran 2024.

Menurut pantauan media ini, dilokasi proyek tersebut dibagian pembangunan Telford keadaannya sangat memperihatinkan. Sebab, nampak terlihat jelas batu sudah bertaburan. Dugaan kuat pada saat pengerjaan jalan Telford yang dibiayai dari dana desa Tahun 2024 itu bagaikan tidak adanya pemakaian pemadatan atau wales (alat berat). Sehingga proyek yang menelan ratusan juta itu terindikasi akan sarat korupsi.

Hal itu juga diperkuat oleh pengakuan yang dikeluhkan warga Desa Pagaran Lambung I Kecamatan Adiankoting. Kepada awak media saat dilokasi dirinya menyampaikan bahwa pembangunan jalan Telford dusun III Sidari tersebut baru selesai setahun  yang lalu. Akan tetapi, keadaannya sudah sangat memperihatinkan.

Seharusnya kata masyarakat yang identitasnya enggan disebut, proyek Telford dusun III Sidari itu ada tehnik pekerjaan khusus. Sebab, proyek Telford itu bukan seperti proyek jalan sertu padat.
“Ini selesai dikerjakan setahun yang lalu, dan proyek ini sepintas aja pemadatannya pake wales, sedangkan batu pinggiran ini bukan batu keras tapi merupakan batu yang rapuh makanya kualitasnya jadi bergelombang begini”, ungkap warga saat ditanya dilokasi proyek. Senin, (21/7/2024).

Sementara itu, berkali-kali saat dikonfirmasi Kepala Desa Pagaran Lambung I Kecamatan Adiankoting, Romulus Situmeang selalu bungkam.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Pemasangan Pagar Pembatas Kantor Bapeda Litbang Diduga Dikerjakan Asal Jadi

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bapeda Litbang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.69.300.000,00 untuk pembangunan pagar pembatas kantor, namun sayang pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Cahaya Aghif Sinergy tersebut diduga dikerjakan dengan asal-asalan, Minggu (29/09/24).

Di lokasi pekerjaan terlihat pemasangan ukuran besi selup coran tihang tidak sesuai dengan yang semula adapun tembok pondasi bawah baru terpasang setelah pemasangan batu bata. Saat dikonfirmasi mandor mengatakan bahwa selup / pondasi bawah di bongkar karena dapat teguran.

“Memang pemasangan bata merah di atas pondasi lama, karena ditegur akhirnya kita akalin dan di sulam dengan coran”, ujarnya seraya pergi meninggalkan Awak Media yang tengah konfirmasi.

Selain itu juga terlihat bata yang dipasangkan sebagian menggunakan bata bekas dan ada satu tiang yang masih menggunakan tiang lama hanya di tutupi oleh plesteran.

Red