Efendi Ungkap Alasan Lucky Hakim Mundur: Mahar Rp 2,5 Miliar dan Proyek Bermasalah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Publik kini mulai mendapat gambaran tentang sosok calon bupati Indramayu, Lucky Hakim, setelah Efendi, seorang yang dekat dengannya, membeberkan sejumlah fakta. Kamis (7/11)

Efendi mengungkapkan bahwa selama ini, peran Lucky Hakim dalam kancah politik diwarnai oleh perbedaan antara perkataannya dan realitas. Ia meminta warga Indramayu agar tidak tertipu dalam memilih pemimpin.

Mantan Wakil Ketua Badan Pemenangan Partai Gerindra Kabupaten Indramayu ini menjelaskan sejumlah masalah terkait Lucky Hakim, termasuk proyek-proyek yang mangkrak dan pengunduran diri Lucky dari posisi Wakil Bupati dengan “mahar” sebesar Rp 2,5 miliar.

Efendi menyebutkan adanya 26 proyek bermasalah yang menjadi temuan BPK dan melibatkan Lucky Hakim saat menjabat. Ia juga mengungkapkan bahwa Lucky Hakim menerima uang Rp 2,5 miliar ketika mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Efendi pada Kamis (7/11/2024) kepada media sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masa depan Indramayu, terutama menjelang pencalonan Lucky Hakim sebagai Bupati di Pilkada 2024.

“Saya menyampaikan ini demi menyelamatkan Indramayu, agar masyarakat tidak salah memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan,” tegas Efendi.

Efendi menyatakan dirinya memahami perjalanan karir dan rekam jejak Lucky Hakim sejak Pilkada 2020, mengingat posisinya sebagai mantan Wakil Ketua Badan Pemenangan Kepala Daerah DPC Gerindra Indramayu serta kedekatannya dengan Lucky.

Menurut Efendi, pengunduran diri Lucky sebagai Wakil Bupati bukanlah karena alasan yang diungkapkan sebelumnya, tetapi lebih bermotifkan transaksi. Ia mengatakan, Lucky menerima uang dari pihak yang diperkirakan akan menggantikannya.

“Saya tidak perlu menyebutkan siapa yang memberikan, tapi media mungkin sudah mengetahui. Alasan mundur karena ingin bersih dari gaji buta itu omong kosong,” ujar Efendi.

Efendi mengaku siap mempertanggungjawabkan pernyataannya dan bahkan siap menghadapi konsekuensi hukum jika permasalahan ini sampai ke ranah hukum. Ia menyatakan akan mengungkap lebih banyak fakta jika diperlukan.

“Apa yang saya katakan sudah saya pertimbangkan dengan matang. Saya siap menghadapi konsekuensinya,” tutup Efendi.

Reporter  : Andika
Redaktur : Rizal

Lucky Hakim Soroti Perubahan dan Kepemimpinan sebagai Pelayan Rakyat dalam Debat Pilkada Indramayu 2024

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dalam debat publik Pilkada Indramayu 2024 yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 4 November 2024, calon Bupati Lucky Hakim menekankan pentingnya perubahan dalam tata kelola pemerintahan. Ia mengungkapkan bahwa pemimpin daerah, seperti Bupati dan Wakil Bupati, seharusnya berperan sebagai pelayan rakyat, bukan bertindak seperti raja yang jauh dari aspirasi masyarakat.

Selama masa kampanye, Lucky mengklaim telah mengunjungi lebih dari 1.700 lokasi di seluruh Indramayu untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, termasuk dari petani, seniman, dan pengusaha. Lucky menyatakan bahwa banyak masyarakat yang mengeluhkan kegagalan panen, sulitnya akses terhadap pupuk, dan masalah infrastruktur serta perizinan yang berlarut-larut.

Dalam debat itu, Lucky juga memberikan kritik kepada calon petahana Nina Agustina, meskipun tanpa maksud menyerang pribadi. Ia menyoroti bahwa berbagai masalah seperti sampah yang menumpuk, jalan yang rusak, dan perizinan yang sulit masih dirasakan warga Indramayu.

“Memimpin itu tidak bisa dilakukan seorang diri. Tidak seharusnya ada tindakan yang terburu-buru, seperti sedikit-sedikit pecat atau sedikit-sedikit lapor polisi,” ujarnya, menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif dan tidak otoriter.

Lucky menutup pernyataannya dengan optimisme akan visi dan misinya untuk membawa perubahan di Indramayu, seraya menyatakan bahwa kepemimpinannya bersama wakilnya akan amanah.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal