FWJ Indonesia Lantik DPD dan Korwil Indramayu di Jakarta, Siap Perkuat Profesionalisme dan Pengabdian

JAKARTA.radarinformasi.com – Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Indramayu dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso No. 27–29, RT 19/RW 5, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara, DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Pelantikan yang dihadiri sekitar 350 peserta tersebut menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru untuk memulai pengabdian sekaligus memperkuat profesionalisme organisasi dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Fredi Setiawan, perwakilan Kadiv Humas Polri Kombes Pol. Hadi Wahyudi, S.I.K., M.H., M.Han., perwakilan Kepala Suku Dinas Kesbangpol Jakarta Utara, Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Jakarta Utara, perwakilan Kapolres Metro Jakarta Utara, perwakilan Dandim 0502/Jakarta Utara, Ketua Umum Media Online Indonesia (MIO) AYS Prayogi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Selain tamu undangan dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan, acara juga dihadiri para pengurus DPD, Korwil, serta anggota FWJ Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi simbol soliditas dan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang profesional dan berintegritas.

Dalam sambutannya, jajaran pengurus pusat menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari pembuktian melalui kerja nyata. Seluruh pengurus diminta menjaga integritas, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pelantikan ini merupakan titik awal pengabdian. Mari bersama-sama membuktikan bahwa FWJ Indonesia mampu menjadi organisasi wartawan yang profesional, solid, independen, serta hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar salah seorang pengurus dalam sambutannya.

FWJ Indonesia juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat guna mendukung pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.

Ditemui awak media usai pelantikan, Ketua FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang akrab disapa Bang Opan, untuk memimpin FWJ Indonesia Korwil Indramayu.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. Kami siap menjaga marwah organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memperkuat solidaritas antaranggota dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik,” ujar Mutadi.

Ia menegaskan, kepengurusan FWJ Indonesia Korwil Indramayu akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami juga siap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim melalui visi dan misi Indramayu Reang. Semoga FWJ Indonesia Korwil Indramayu semakin maju, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kepengurusan yang baru, FWJ Indonesia diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai organisasi profesi wartawan yang menjunjung tinggi independensi, etika, dan kompetensi, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang edukatif, objektif, dan terpercaya.

Reporter : Andika

Perkuat Silaturahmi, 16 Ketua Organisasi Wartawan Bentuk FKOWI di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebanyak 16 ketua organisasi wartawan di Kabupaten Indramayu sepakat membentuk Forum Ketua Organisasi Wartawan Indramayu (FKOWI). Forum ini dibentuk sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi insan pers.

Pembentukan FKOWI berlangsung dalam musyawarah yang digelar di Sekretariat FKOWI, Jalan Siapem 3, Kompleks Perumahan Madani Residence, Kecamatan Indramayu, Sabtu (25/7/2026).

Dalam musyawarah tersebut, disepakati susunan kepengurusan FKOWI. Erwanto dari Forum Media Cetak Indramayu (FMCI) dipercaya sebagai Ketua, Raskhana S. Depari dari Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia (AJII) sebagai Sekretaris, dan Mutadi dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) sebagai Bendahara.

Ketua FKOWI, Erwanto, mengatakan, pembentukan forum tersebut dihadiri 16 pimpinan organisasi wartawan di Kabupaten Indramayu. Mereka berasal dari FMCI, AJII, FWJI, PJS, KWRI, HIPSI, AJIB, PWRI Jaya, SEKBER, AWI, KJPI, FORWIT, PWI, PJIB, IWOI, dan JOIN.

Menurut Erwanto, FKOWI dibentuk sebagai respons atas minimnya komunikasi dan silaturahmi antarpimpinan organisasi wartawan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik.

“Sejak tahun 2026, seluruh SKPD Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak lagi berlangganan surat kabar. Kondisi ini sangat berdampak terhadap media cetak yang selama ini mengandalkan biaya langganan untuk mendukung operasional pencetakan koran,” ujarnya.

Erwanto berharap FKOWI dapat menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi insan pers.

“Kami berharap organisasi wartawan di Kabupaten Indramayu semakin solid dan mampu menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris FKOWI, Raskhana S. Depari, menyambut baik terbentuknya forum tersebut. Menurutnya, FKOWI diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara para pemangku kepentingan di Kabupaten Indramayu dengan organisasi wartawan.

“FKOWI diharapkan dapat menjadi penghubung antara stakeholder dengan organisasi wartawan, termasuk dalam berbagai program yang berkaitan dengan media. Dengan adanya anggaran berita advertorial dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, FKOWI dapat menjadi wadah koordinasi bagi organisasi wartawan,” tuturnya.

Senada, Bendahara FKOWI, Mutadi, berharap kehadiran forum tersebut dapat memperkuat sinergi, komunikasi, dan kerja sama antarorganisasi wartawan sehingga memberikan dampak positif bagi para ketua organisasi maupun para jurnalis.

“Dengan terbentuknya FKOWI, kami berharap kehidupan para ketua organisasi wartawan maupun para wartawan di Kabupaten Indramayu dapat menjadi lebih baik dan semakin kompak dalam menjalankan tugas jurnalistik,” pungkasnya.

Reporter : Andika

Sejumlah Organisasi Kewartawanan Guyub Bareng, Gelar Diskusi Santai di Setu Bilabong

BOGOR.radarinformasi.com – Menyoroti banyaknya persoalan yang muncul di Kabupaten Bogor, perwakilan dari sejumlah Organisasi Kewartawanan dan para awak media yang menamakan dirinya Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe menggelar diskusi bersama pada Sabtu, 7 Desember 2024, di areal Setu Bilabong. Minggu (8/12)

Adapun dalam diskusi tersebut diantanya membahas berbagai isu dan persoalan yang dianggap perlu adanya penataan di Pemerintahan Kabupaten Bogor.

Hal yang utama dikatakan Jubir Koalisi Wartawan Indonesia Bersatu (KWIB) yang juga sebagai ketua umum PWOIN merilis sedikitnya ada 4 hal yang mendorong diskusi itu.

“Pertama-tama kami sampaikan Pemkab Bogor memasuki tahun 2025 harus lebih melihat dengan ril, warganya masih banyak terbelakang. Program-program kerja Pemkab Bogor telah dinanti untuk menuju kemajuan, kesejahteraan warga, pendidikan yang merata serta memiliki karakter sesuai dengan slogan Tegar Beriman,” kata Harun.

Lebih lanjut, dia menyebut mundurnya frekuensi kepercayaan publik atas berbagai alibi-alibi program yang tidak lain adalah merujuk kepada agenda healing, seperti yang dilakukan ratusan kepala desa mengikuti acara Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Bali. 

“Kemerosotan infrastruktur intelektual terus dilakukan Pemkab Bogor. Dengan menggunakan anggaran BHPRD sebesar Rp15 juta per kepala desa, merupakan prestasi buruk untuk menguras dana rakyat. Bayangkan jika ada 500 kepala desa, berapa anggaran Negara yang dikeluarkan, itupun belum termasuk biaya transportasi dan akomodasi,” ungkapnya.

Sebagai kontrol publik tata kelola Pemerintah, Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe wajib mengawal dan mengkritisi serta mengawasi pengelolaan keuangan Negara dan aset daerah.

Hal lainnya Harun juga menyatakan selain membidik Healing para Kades Kabupaten Bogor ke Bali, Koalisi juga sedang mendata informasi dan bukti-bukti atas sikap dan arogansi oknum ketua PWI Kabupaten Bogor dalam delik aduan.

“Disini kita juga mendorong akan membuat laporan polisi adanya sikap arogansi, dan perbuatan yang tidak elok dari seorang oknum ketua PWI Kabupaten Bogor. Kami merangkum sedikitnya ada unsur tindak pidana provokasi, keonaran Pers Nasional, diskriminatif, pencemaran nama baik dan yang terparah adalah oknum tersebut membuat statement diberbagai pemberitaan bahwa organisasi-organisasi yang aksi di Dinsos Kabupaten Bogor adalah tidak resmi,” beber Harun.

Setidaknya lanjut Harun, ada disposisi Koalisi untuk meminta adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) sekaligus mendesak Graha Wartawan Kabupaten Bogor segera diganti nama menjadi Balai Wartawan Kabupaten Bogor dan tanpa embel-embel tercantum nama-nama organisasi kewartawanan.

“Graha Wartawan menjadi Balai Wartawan Kabupaten Bogor adalah bentuk fasilitas yang baik untuk seluruh organisasi kewartawanan dan para awak media se Kabupaten Bogor. Semoga Bupati kedepannya dapat melihat sisi positif yang kami usulkan demi terciptanya sinergitas dan kondusifitas wilayah,” pungkasnya.

Red