Buntut Konfirmasi Soal ASN Paluta Diduga Jadi Rentenir, Kontributor tvOne Dianiaya

TAPANULISELATAN.radarinformasi.com – Tindak kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini dialami Irvan, seorang kontributor televisi swasta nasional tvOne, yang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial YS, yang bertugas di Puskesmas Gunung Tua, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Pemkab Paluta), Jumat sore (13/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di area parkir Rumah Makan Pondok Agung, Desa Aek Suhat, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara. Akibat kejadian itu, pria berusia 48 tahun tersebut mengalami luka memar di bagian perut setelah diduga dipukuli berulang kali oleh terduga pelaku.

Korban saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi sesaat setelah dirinya masuk ke dalam mobil.

“Saya kaget, ada seorang wanita mengenakan batik ASN lengkap dengan kartu identitas Pemkab Paluta tiba-tiba marah-marah. Saat itu saya sudah berada di dalam mobil, namun pelaku langsung menyerang saya,” ungkap Irvan saat ditemui ketika hendak membuat laporan di Polres Tapanuli Selatan.

Ia menambahkan, pelaku tidak hanya sekali memukul, tetapi berulang kali melayangkan pukulan menggunakan tangan kosong.

“Ada sekitar tiga kali perut saya dipukul, bahkan sempat dicakar. Akibatnya bagian perut saya mengalami luka dan memar,” ujarnya sembari menunjukkan bekas luka di tubuhnya.

Irvan menduga peristiwa yang dialaminya berkaitan dengan upaya konfirmasi yang sebelumnya ia lakukan kepada terduga pelaku sebagai bagian dari tugas jurnalistik.

“Sebelumnya saat saya melakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, pelaku sudah marah-marah dan membalas dengan kata-kata makian,” jelasnya.

Konfirmasi tersebut, lanjut Irvan, berkaitan dengan informasi yang ia himpun mengenai dugaan keterlibatan pelaku sebagai ASN yang diduga menjalankan praktik rentenir dengan sasaran sejumlah kepala desa (kades).

“Informasi yang kami dapat, setiap peminjam dikenakan bunga cukup tinggi dan kabarnya sasarannya adalah para kepala desa. Bahkan disebut-sebut jaminannya berupa SK kepala desa,” ungkapnya.

Merasa menjadi korban penganiayaan, Irvan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Tapanuli Selatan dengan nomor laporan:
STTLP/B/94/III/2026/SPKT/Polres Tapanuli Selatan/Polda Sumatera Utara.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan, AKP Bontor Sitorus, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dari korban. Kasus kekerasan terhadap wartawan ini menjadi atensi pihak Polres Tapanuli Selatan dan akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Red

Kangkangi Netralitas Pilkada Taput, Oknum Kapolsek dan Oknum Danramil Pahae Jae Diduga Ikuti Pertemuan Bahas Suksesi Salah Satu Calon

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Viral di media sosial melalui postingan sejumlah akun facebook yang menyebutkan oknum Kapolsek Pahae Jae, oknum Danramil Pahae Jae bersama dengan DPRD Terpilih dari PKB Jufri Sitompul, Kepala Desa Silangkitang, Pjs.Kepala Desa Sitoluompu, melakukan pertemuan di rumah warga bernama Martin Sitompul di Desa Silakkitang, pada hari Jumat, 27 September 2024. Tampak di depan rumah pertemuan mereka tersebut, terpasang baliho paslon JTP – Dens.

Sesuai dengan isi postingan di media sosial facebook dengan akun Dompak Hutaosit Pkb pertemuan tersebut diduga untuk membahas tentang pemenangan dan kontribusi untuk JTP – Dens. Postingan yang sama juga diposting oleh akun facebook Lumban Toruan. Sehingga memancing para warganet untuk turut berkomentar soal kenetralitasan para aparat negera tersebut.

Terkait berita viral tersebut, Desi Pane, salah satu warga Sarulla Pahae Jae kepada wartawan menyanyangkan seorang aparat keamanan dan pemerintah yaitu Komandan Koramil Pahae jae dan Kapolsek Pahae Jae yang tugasnya mengamankan tahapan Pilkada, memasuki rumah Saudara Martin Sitompul yang notabene disebutnya adalah pengurus inti Tim pemenangan JTP-DENS.

“Kehadiran oknum Danramil dan oknum Kapolsek itu sangat salah. Dan saya sebagai warga negara sangat meragukan netralitas mereka dalam tahapan pilkada ini. Yang mana kehadiran mereka berdua ditempat tersebut tidak sedang bertugas dan di dinding rumah saudara Martin Sitompul tersebut banyak ditempel baliho JTP-DENS. Sebagai penyelenggara negara mereka tidak pantas masuk diranah politik praktis,” Ujar Desi.

Dompak Hutasoit, Sekretaris PKB Taput saat dikonfirmasi terkait postingannya di akun facebooknya itu mengatakan bahwa ia telah melakukan konfirmasi terhadap Jufri Sitompul, caleg terpilih DPRD Taput dari partainya PKB.

“Jadi setelah saya konfirmasi, yang bersangkutan (Jufri-red) mengakui bahwa memang ada pertemuan tersebut. Ada juga oknum kapolsek Pahae jae dan oknum Danramil di rumah milik Martin Sitompul,”kata Dompak.

Namun lanjut Dompak, Jufri Sitompul menyangkal bahwa pertemuan tersebut untuk membahas pemenangan atau suksesi Pilkada, melainkan untuk menyampaikan undangan terkait pelantikannya sebagai anggota DPRD Taput.

“Makanya saya sampaikan tadi, mana mungkin pertemuan itu hanya untuk mengundang untuk acara pelantikan DPRD Taput. Sedangkan saya selaku sekretaris PKB belum ada pernah diundang dia,”kata Dompak.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernys Sitinjak yang dikonfirmasi sejumlah wartawan lewat pesan Whats App belum memberikan jawabannya saat dimintai tanggapan terkait berita yang sudah viral di medsos tersebut

Sementara itu, Redianto Sinaga, Camat Pahae Jae saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pertemuan tersebut dan juga tentang adanya kehadiran kepala Desa dalam pertemuan tersebut.
“Saya akan memanggil kades bersangkutan dan meminta klarifikasi atas kehadiran mereka dalam pertemuan dimaksud,” kata Redianto.

Reporter : Reno H
Redaktur : Dewi