Perhutani Bogor Dampingi dan BPDAS Citarum Ciliwung Lakukan Monev Sumber Benih Rasamala dan Afrika

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor mendampingi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung dan Perhutani Forest Institute (PeFi) lakukan Monitoring dan Evaluasi Sumber Benih Rasamala (Atlingia Excelsa) dan Kayu Afrika (Maesopsis eminii), pada Kamis (14 September 2023 di petak 30c RPH Cirangsad, BKPH Jasinga-Leuwiliang. Selasa (19/09/2023).

Hadir pada kegiatan tersebut Administratur/KKPH Bogor yang diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Jasinga Leuwiliang Ade Soma beserta jajaran, Kepala Subseksi Perencanaan dan Evaluasi Riset Taat Firmansyah, Tim dari BPDAS Citarum Ciliwung Kusmilah, Dwi Wulandari dan Marlina serta Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Banyuwangi Atok.

Pada kesempatan tersebut Ade Soma mengatakan bahwa Perhutani KPH Bogor melakukan pendampingan kegiatan ke lokasi sumber benih rasamala dan afrika kerjasama dengan BPDAS yang luasnya 6,40 ha.

“Sumber benih tersebut kami yang memelihara dan menjaganya dari Gukamhut dan lainnya agar dapat menghasilkan bibit unggul”, ujarnya.

Sementara Kusmilah mengatakan bahwa dari monev ini, kita bisa melihat kondisi tegakan yang terkena penyakit dan potensi benih yang dihasilkan baik dari jenis Rasamala maupun jenis Afrika. Potensi tanaman tersebut akan disertifikasi untuk menjadi tanaman penghasil bibit unggul.

“Kami mohon untuk dibantu dalam memantau keamanan sumber benih, agar terhindar dari kerusakan ataupun kebakaran, karena setelah pemeliharaan rentan terhadap kebakaran”, tuturnya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Agrowisata Gunung Cibodas Cibadak Dimonev Perhutani KPH Bogor


BOGOR.radarinformasi.com – Berlokasi di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Gobang Petak 18a-1 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jasinga-Leuwiliang administratif Desa Cibadak Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Tim Pengembangan Bisnis KPH Bogor melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap kerjasama Agrowisata Gunung Cibodas Cibadak. Minggu (15/07/2023).

Kegiatan monev dipimpin oleh Kepala Seksi Pengembangan Bisnis KPH Bogor Agus Suhendar, Asisten Perhutani/KBKPH Jasinga Leuwiliang Ade Soma, Komandan Regu Polhutmob Endi Kuswandi, Kepala Subseksi Pengembangan Bisnis Edi Sunardi dan Staf Chairil Anwar, KRPH Gobang Robil Amsyur beserta Mandor Polter Wawan dan Staf Perencanaan Anang Kuncoro W dan Khoidir Bahari sementara dari pihak Agrowisata Gunung Cibodas Cibadak hadir Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Gunung Cibodas Cibadak Abu Hasan Meridian beserta anggota dan Kepala Desa Cibadak Liya Muliya.

Agus Suhendar mewakili Administratur mengatakan monev ini dilakukan terhadap kerjasama yang akan habis masa berlakunya, untuk ditinjau kondisi riil dilapangan sebagai bahan evaluasi guna kemajuan atau pengembangan Agrowisata yang dikerjasamakan.

“Bagi Perhutani selain dari aspek ekologis yang dijaga perlu juga adanya pendapatan yang masuk seperti fixed sharing yang disesuaikan dengan potensi wilayah yang ada dan variable sharing sesuai proporsi dari kegiatan-kegiatan yang ada, kami mempersilahkan kepada mitra untuk mengembangkan kerjasamanya dengan kreatif dan inovatif dengan tetap memperhatikan kondisi ekologis, hidrologis dengan menyesuaikan dengan landscape yang ada”, pesannya.

Sementara Abu Hasan Meridian mengatakan pihaknya ingin memperpanjang kerjasama dengan Perhutani walaupun untuk secara pendapatan belum signifikan dan berharap tetap mendapat pengarahan terkait teknis pengelolaan hutan yang dikerjasamakan.

“Kami optimis terhadap perkembangan Agrowisata Gunung Cibodas Cibadak dengan potensi yang ada, tinggal bagaimana menyediakan sarana atau fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan dan pemasaran yang baik dan terencana”, ujarnya.

Reporter  : Maulana
Redaktur  : Dewi

PERTEK Objek Wisata Lanjutan Wisata Gunung Galuh Situ Menteng

BOGOR.radarinformasi.Com – Tim Pengembangan Bisnis Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor yang dipimpin Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Agus Suhendar, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Wisata Gunung Galuh Situ Menteng di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Leuwiliang Petak 26 BKPH Jasinga-Leuwiliang administratif Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/07/2023).

Ikut serta pada kesempatan tersebut Asisten Perhutani/KBKPH Jasinga-Leuwiliang Ade Soma, Komandan Regu Polhutmob Endi Kuswandi, Kepala Subseksi Pengembangan Bisnis Edi Sunardi beserta Staf Chairil Anwar, KRPH Leuwiliang Rahmat Darso beserta jajaran, Staf Perencanaan Anang Kuncoro W dan Khoidir Bahari dan Staf Hukum, Kepatuhan & Komunikasi Perusahaan Ginanjar R.
Sementara dari pihak Wisata Gunung Galuh Situ Menteng hadir Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tumaritis Herman dan anggota LMDH, Ketua Desa Wisata Bantar Karet Yosep Ibrahim dan Kepala Desa Bantar Karet Khotib.

Menurut Agus Suhendar kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan agenda rutin Tim Pengembangan Bisnis KPH Bogor, sebagai pertimbangan tekhnis (Pertek) atas pengajuan kerjasama mitra kerja baru, maupun mitra kerja lama yang mengjaukan perpanjangan kerjasama.

“Wisata Gunung Galuh Situ Menteng ini sebenarnya sudah dilakukan kerjasamanya sudah lama, namun dengan munculnya pandemic Covid-19 lokasi sepi pengunjung, sedangkan potensi destinasi wisata ini cukup bagus dan menarik untuk dijadikan sebagai wisata harian, selain letaknya berdekatan dengan Geopark Pongkor, sarana prasarana juga sudah tersedia, diantaranya bangunan aula, MCK, shelter, mushala, rumah makan, kolam renang, permainan air”, ujarnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, “Kami mengakomodir permintaan terkait perubahan nama wisata yang sebelumnya, yaitu Wisata Gunung Galuh Situ Menteng menjadi Wisata Gunung Dahu Situ Menteng, pengelolaannya pun ada pergantian, sebelumnya bersifat personal oleh Wahyudin dan untuk saat ini atas nama Destinasi Desa Wisata Bantar Karet”.

“Dan untuk kedepannya perpanjangan pengelolaan objek wisata dapat dilakukan sesuai regulasi Perhutani, penyesuaian dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Negosiasi dilengkapi “Company Profile Wisata” disertai Analisis Bisnis atau Usaha untuk gambaran bisnis wisata kedepannya, agar memperkuat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Budaya dan Pariwisata, dalam upaya meningkatkan pengembangan potensi dan kemajuan kepariwisataan”, pungkasnya.

Herman selaku Ketua LMDH Tumaritis berharap kerjasama ini bisa diperpanjang, selain upaya untuk memberdayakan peneningkatkn ekonomi masyarakat desa, anggota LMDH khususnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Bantar Karet Khotib mengatakan juga berharap Perhutani KPH Bogor menyetujui pengajuan perpanjangan Kerjasama LMDH, agar Wisata Gunung Dahu Situ Menteng dapat aktif Kembali, hal ini berkaitan dengan rencana program pemerintah Kabupaten Bogor melalui Disbudpar, yang ingin membuat Menara Pandang di sekitar Wisata Gunung Dahu Situ Menteng, nantinya daerah ini merupakan bagian dari Geopark Pongkor.

“Kami berkomitmen kedepannya akan membantu mengembangkan destinasi Wisata Gunung Dahu Situ Menteng, kedepan wisata ini semoga menjadi salah satu destinasi wisata sehingga adanya pendapatan semua pihak”, harapannya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi