Warga Mundakjaya Bangun Madrasah Lewat Gotong Royong, Wabup Indramayu Letakkan Batu Pertama

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Semangat kebersamaan masyarakat Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, kembali mengemuka. Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, meresmikan dimulainya pembangunan Madrasah Al Islam dengan peletakan batu pertama di Blok Badak, Jum’at (21/11/25).

Kehadiran Wabup Indramayu disambut antusias warga. Pembangunan madrasah tersebut telah lama menjadi harapan mereka, terutama sebagai ruang belajar yang lebih layak bagi generasi muda di desa tersebut.

Ketua Panitia Pembangunan MDTA Al Islam, Wahidin, dalam laporannya menyampaikan rasa haru sekaligus syukur. Selama ini, kata dia, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di teras masjid karena belum tersedia bangunan madrasah yang memadai.

“Alhamdulillah tahun ini DKM mendapat hibah tanah sehingga pembangunan akhirnya bisa dimulai. Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tumbuh dengan pendidikan yang baik serta berakhlak,” ungkapnya.

Wahidin juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati yang menurutnya menjadi penyemangat tersendiri bagi warga.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mengaku bangga dapat hadir mewakili Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Ia memuji semangat masyarakat yang memulai pembangunan dengan modal kebersamaan dan tekad kuat.

“Langkah ini luar biasa. Meski dimulai dengan modal keberanian, namun niatnya mulia yaitu mencetak generasi yang tidak buta huruf hijaiyah, mampu membaca, menulis, hingga mendakwahkannya,” ujar Syaefudin.

Menurutnya, pembangunan madrasah ini selaras dengan visi Indramayu REANG, terutama pilar religius dan semangat solidaritas masyarakat.

Dalam sambutannya, Syaefudin berpesan agar masyarakat tetap bersatu dalam proses pembangunan desa. Ia berharap madrasah tersebut membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi fondasi pembentukan generasi berkarakter.

“Tidak mungkin Mundakjaya maju jika warganya tidak bergerak bersama. Gotong royong adalah kuncinya,” tegasnya.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati, didampingi Camat Cikedung Dadang Supriana dan panitia pembangunan MDTA Al Islam. Momentum tersebut menjadi awal baru bagi peningkatan fasilitas pendidikan di Desa Mundakjaya.

(Andika/Sbr/Diskom)

Selly Andriany Serap Aspirasi Guru Madrasah Lewat Kegiatan NGOPI di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, kembali turun ke daerah pemilihannya dengan menggelar kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bertema “Peran Guru dan Tenaga Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Era Digital”.

Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, dan dihadiri para kader serta masyarakat setempat, Jumat (17/10/25).

Dalam dialog interaktif tersebut, Selly menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, khususnya dalam mendukung kemajuan pendidikan di lembaga-lembaga madrasah, baik di tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, maupun Awaliyah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara APBD provinsi dan APBN akan membantu mengurangi kesenjangan pendidikan di berbagai daerah.

“Kami terus mendorong agar kesenjangan pendidikan tidak hanya diatasi di tingkat lokal, tetapi juga menjadi perhatian nasional. Saya juga mengajak rekan-rekan di daerah untuk melakukan advokasi dan pendekatan kepada guru-guru madrasah, terutama yang berada di sekolah swasta,” ujar Selly.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga memberikan apresiasi atas dedikasi tinggi para guru madrasah, yang dinilainya memiliki peran besar dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia mengungkapkan, banyak aspirasi yang diterima dari para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah, yang berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Guru-guru madrasah telah memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan. Selain soal kesejahteraan, mereka juga membutuhkan dukungan dalam hal sarana dan prasarana. InsyaAllah, kami di DPR RI akan terus memperjuangkan aspirasi tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Selly menambahkan bahwa pemerintah perlu memberikan keberpihakan melalui APBN terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam, termasuk Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil reses kali ini akan menjadi dasar dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas masjid dan mushola, serta percepatan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) yang sangat dinantikan masyarakat.

“Banyak masukan yang kami terima, mulai dari sarana ibadah hingga pencairan PIP untuk madrasah. Semua ini menjadi perhatian kami agar kebutuhan masyarakat Indramayu dapat segera terpenuhi,” tutup Selly Andriany Gantina.

(Andika/Ari).