Peneliti BRIN Hadiri Forum Penjaga Mimpi di Timothy Integrated Farm Simalungun

SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Upaya memperkuat pemahaman mengenai hubungan manusia, budaya, dan lingkungan menjadi salah satu pembahasan dalam forum Penjaga Mimpi yang digelar di Timothy Integrated Farm (TIF), Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, 22–23 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sedang menjalankan penelitian lapangan mengenai kosmologi ekologis Batak Toba di Lumban Ambarita Sihaporas.

Forum Penjaga Mimpi menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, karya, cerita, serta gagasan yang berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan. Kehadiran peneliti BRIN dalam kegiatan itu mempertemukan perspektif penelitian dengan praktik dan pengalaman yang berkembang di tengah masyarakat.

Timothy Integrated Farm sendiri dikembangkan oleh Richard Ambarita, yang akrab disapa Pak Timo. Kawasan tersebut selama ini diarahkan sebagai ruang pembelajaran yang mengangkat berbagai aspek, mulai dari pertanian, alam, budaya hingga kehidupan masyarakat.

Keberadaan TIF juga memiliki keterkaitan dengan isu ekologis yang menjadi perhatian dalam penelitian BRIN. Praktik pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari gambaran mengenai hubungan manusia dengan alam serta upaya membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, kawasan Sihaporas yang berada di wilayah Simalungun menjadi salah satu lokasi penelitian terkait kosmologi ekologis Batak Toba. Kajian tersebut turut melihat keterkaitan antara nilai budaya, kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan komunitas setempat.

Melalui forum seperti Penjaga Mimpi, pertukaran pengetahuan antara peneliti, masyarakat, dan pegiat lingkungan diharapkan dapat membuka perspektif baru mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

Reporter : Andika

TP PKK Tapanuli Utara Dorong Kesadaran Kolektif Menjaga Lingkungan Bersih dan Sehat

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Staf Ahli TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, bersama Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing, menyambut kedatangan Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara dalam rangka penilaian Desa Percontohan 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tapanuli Utara, karena Desa Hutapea Banuarea berhasil terpilih sebagai salah satu nominator desa terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan program Lingkungan Bersih dan Sehat.

Dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., yang dibacakan oleh Camat Tarutung, disampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Utara.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan TP PKK Provinsi Sumatera Utara yang telah menominasikan Tapanuli Utara. Semoga kegiatan ini menjadi pemacu semangat dan motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, melalui Staf Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim evaluasi Provinsi Sumatera Utara serta seluruh pihak yang telah berperan aktif mempersiapkan Desa Hutapea Banuarea.

“Setelah ditetapkan sebagai desa percontohan, berbagai pembenahan dilakukan secara kolaboratif antara desa dan pemerintah kabupaten. Kami meyakini kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas desa dan daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memiliki program unggulan SAITAPAIAS, yaitu gerakan edukasi lingkungan yang dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah, untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dini yang kemudian meluas ke keluarga dan masyarakat.

Dari pihak provinsi, TP PKK Provinsi Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, melalui perwakilan Ny. Rina Fariz Hutagalung, mengapresiasi capaian Desa Hutapea Banuarea sebagai kandidat nominator hasil seleksi administrasi dan kegiatan lapangan.

“Prestasi ini hendaknya tidak dianggap sebagai akhir, tetapi sebagai awal untuk terus menyehatkan dan menyejahterakan keluarga serta memaksimalkan potensi desa,” ujarnya.

Desa Hutapea Banuarea menampilkan sejumlah inovasi unggulan di bidang lingkungan, antara lain:

GORGA (Gorahon Donganmu Paias Pekaranganmu)

MAS DEBA DARLING (Masyarakat Desa Hutapea Banuarea Sadar Akan Kebersihan Lingkungan)

TAPADOMU (Tapaias Jala Tapature Buangan ni Aekta)

KOMET (Komposter Ember Tertumpuk)

CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)

Selain itu, desa ini juga menggagas pembuatan ecobrick dari botol plastik bekas dan ecoenzym yang dikelola secara mandiri oleh warga.

Kegiatan evaluasi turut dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, para kepala desa se-Kecamatan Tarutung, tokoh masyarakat, lansia, serta kader TP PKK desa. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad Tapanuli Utara untuk terus menjadi daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing di tingkat provinsi.

Setelah rangkaian sambutan dan presentasi inovasi, acara dilanjutkan dengan pembagian susu dan vitamin kepada para lansia sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat lanjut usia. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara serta peninjauan lapangan ke berbagai titik inovasi di Desa Hutapea Banuarea.

Reporter : RH
Redaktur : Rizal

Perhutani Bogor Dalam Green Youth Movement

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor turut serta dalam pelaksanaan Green Youth Movement (GYM) Angkatan ke-2 yang bertempat di Kantor Perhutani KPH Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada (15/07).

Dalam pelaksanaan GYM KPH Bogor menjadi salah satu “Simpul Belajar” dengan menjaring 10 Sekolah Menengah, diantaranya SMA Islam Terpadu Al-Madinah, SMAS PGRI Cibinong, SMAS Darut Taqwa, SMAS Al Falah, SMK Plus Pelita Nusantara, SMKS Insan Kreatif, SMK Mekanik Cibinong, SMA Plus Al-Asiyah, SMA Al-Nur Cibinong dan SMK Manunggal. Simpul Belajar sendiri merupakan bentuk pendidikan yang mengadaptasi sistem berjejaring, yaitu bentuk yang memusatkan pendidikan pada satu lokasi terpilih. 

Dalam keterangannya Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto menyampaikan bahwa Green Youth Movement merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup yang disediakan sebagai wadah bagi para generasi muda untuk bertukar pengetahuan, inisiasi dari Institut Hijau Indonesia yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka menumbuh kembangkan, memberdayakan peran kaum muda yang secara implementatif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memfasilitasinya dan ke depannya dapat menjadi Pelopor, Duta Penyelamat Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Untuk saat ini, trend green lifestyle atau istilah go green sudah mulai dikenal atau istilah yang tidak asing di kalangan anak muda, namun dalam penerapannya belum berdampak signifikan, diharapkan dengan program Green Youth Movement ini, suatu langkah ke depan yang secara signifikan dalam kampanye implementasi budaya ramah lingkungan dalam komunitas ataupun masyarakat”, tuturnya.

Sementara Suciara Putricha Alfraresha salah satu peserta dari SMAS PGRI Cibinong menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani KPH Bogor atas undangan yang diberikan untuk bisa mengikuti Green Youth Movement. 

“Saya senang dengan kegiatan ini, karena menambah wawasan serta pengetahuan dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Ini sangat positif dan bermanfaat, semoga bisa menjalani dengan lancar serta baik program Green Youth Movement, karena pelaksanaan kegiatan sampai dengan bulan Mei tahun 2025, jika melihat dalam tata waktunya”, jelasnya.

Reporter   : Maulana

Redaktur   : Dewi