Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Pimpin Upacara Dikbangum Angkatan Ke-51 Dihadiri Wali Kota Sukabumi

Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Pimpin Upacara Dikbangum Angkatan Ke-51 Dihadiri Wali Kota Sukabumi

SUKABUMI.radarinformasi.com – Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Pimpin Upacara Tradisi Pengenalan Lingkungan Peserta Dikbangum Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan Ke-51 TA 2022 di lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Polri Sukabumi Jawa Barat, Rabu (9/3/2022).

Informasi yang dihimpun jumlah siswa dari peserta Dikbangum Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan Ke-51 TA 2022 sebanyak 2.126 orang yang terdiri dari Setukpa Polri 1.425 orang, di Pusdik Polair 250 orang, Pusdik Binmas 251 orang, Pusdikmin 75 orang, dan Pusdik Intel 125 orang.

Hadir dalam kesempatan momen tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan menyampaikan agar para peserta didik dapat mengenal Kota Sukabumi, salah satunya sebagai kota Polisi karena memiliki sisi historis, empiris dan psikologis dengan kepolisian.

”Atas nama warga Kota Sukabumi dan selaku Wali kota secara khusus mengucapkan selamat datang di wilayah Kota Sukabumi yang dikenal Nizza Van Java, kalau Bandung Paris Van Java dan Garut Swiss Van Java”, katanya.

Fahmi mengatakan, Kota Sukabumi ini dinamakan Sukabumi berawal dari kata Suka-bumen-bumen. Di mana suka artinya senang dan bumen-bumen tempat menyenangkan untuk disinggahi sebagai tempat tinggal. Dari sisi sejarah Sukabumi menunjukkan sebuah lokasi menyenangkan untuk singgah karena suasana dan udaranya dan keberadaan warganya.

”Dalam konteks pengenalan lingkungan, secara geografis Kota Sukabumi salah satu kota terkecil di Jabar luas wilayah 48 hektar, 7 kecamatan, 33 kelurahan, 355 RW, dan 1.550 RT”, jelas Wali kota.

Kalau melihat peta Sukabumi lanjut Fahmi layaknya ibarat telur mata sapi maka kuning telurnya Kota Sukabumi dan putih Kabupaten Sukabumi.

Dari sisi sejarah 1914, Pemerintah Hindia Belanda menyebutkan Sukabumi sebagai gementee sebuah pembagian kota administrator dan tahun ini pula resmi jadi kota administratif dengan kepemimpinan sendiri. ”Pada 1927 muncul sekolah pendidikan kepolisian, itulah sebabnya secara historis, empiris dan psikologis Kota Sukabumi tidak bisa dilepaskan dengan kepolisian”,ungkap Fahmi.

Reporter : Erick
Redaktur : Dewi Pelangi