Polisi Ikut Program Ketahanan Pangan, Karo SDM Polda Jabar Jelaskan Alasannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung, memiliki alasan tersendiri. Polri menyebut kehadirannya bukan untuk mengambil alih tugas petani, melainkan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Polda Jawa Barat Kuartal III Tahun 2026 di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Menurut Fadly, ketahanan pangan memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, stabilitas tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan dan tindak kriminal, tetapi juga dengan terpenuhinya kebutuhan dasar serta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, ketersediaan pangan, kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.

“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” kata Fadly.

Ia menyebut peran Polri dalam program tersebut lebih diarahkan pada pendampingan dan koordinasi. Salah satunya membantu menghubungkan kebutuhan kelompok tani dengan instansi maupun pihak yang memiliki kewenangan di bidang pertanian.

Mulai dari pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, ketersediaan benih dan pupuk, hingga akses permodalan menjadi bagian yang dapat dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Untuk aspek teknis pertanian, Fadly menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan dari tenaga yang memiliki kompetensi tersebut dinilai diperlukan agar petani dapat memperoleh informasi dan teknik budidaya sesuai kondisi lahannya.

Fadly juga menyoroti keberadaan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lahan yang masih memungkinkan digunakan pada musim kemarau dapat dipetakan dan disesuaikan dengan komoditas yang cocok, termasuk jagung.

Selain produksi, persoalan pembiayaan juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan lembaga keuangan dinilai dapat membantu membuka akses pembiayaan bagi kelompok tani yang memenuhi persyaratan. Penggunaan dana pun perlu diarahkan untuk kegiatan yang bersifat produktif.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Pendampingan Tak Berhenti Saat Tanam

Menurut Fadly, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari proses penanaman. Tahapan setelah panen juga perlu dipersiapkan agar hasil produksi petani memiliki jalur pemasaran yang jelas.

Karena itu, koordinasi diharapkan melibatkan pemerintah daerah, dinas teknis, penyuluh pertanian, kelompok tani, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, hingga pihak yang dapat menyerap hasil panen.

Dengan pola tersebut, petani diharapkan memperoleh dukungan sejak tahap persiapan lahan, produksi, panen, hingga pemasaran.

“Kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.

Ia menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak dimaksudkan menggantikan peran petani maupun instansi pertanian. Polri mengambil bagian melalui koordinasi dan dukungan agar berbagai unsur yang terlibat dapat bekerja secara terpadu.

Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu terus dikembangkan melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dari sisi produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Dandim 0616 Indramayu Klarifikasi Video Yang Beredar Di Medsos

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dengan beredarnya video-video di Ponpes Al-Zaytun, Dandim 0616 Indramayu Lekol. Andang Radianto, S.A.P. didampingi Kasdim Mayor INF. Drs. Ohan Subhan dan Jajarannya mengklarifikasi video-video yang beredar di medsos tersebut.

Dandim 0616 Indramayu saat Konferensi Pers mengatakan atas ijin pimpinan saya ingin menyampaikan klarifikasi tentang beberapa video yang viral di medsos mengenai diri saya selaku Dandim 0616 di Indramayu.

“Dapat saya tegas ada 2 video yang beredar di medsos, yang pertama video tersebut video 1 tahun yang lalu, saat saya baru menjabat dandim di indramayu, kita fokus angkatan darat di ketahanan pangan,” ujar Andang. Senin, 26 Juni 2023.

Saat itu, katanya kita ada agenda kegiatan tentang ketahanan pangan di Al-Zaytun untuk melihat secara langsung Intregasi Farming System yang ada disana.

“Disitu ada testimoni saya tentang ketahanan pangan di sana (Al-Zaytun),” kata dandim.

Kemudian video kedua, tentang video tanggal 22 Juni 2023 malam hari di Al-Zaytun. Sebelumnya bersamaan dengan itu siangnya ada demo yang kedua di Al-Zaytun.

“Setelah selesai demo sore hari saya mendapatkan info bahwa ada tim MUI dari jabar dan pemerintah daerah yang sedang menuju ke Al-Zaytun,” katanya.

Namun saat itu, Kepala Kesbangpol dan Camat setempat serta rombongan MUI dari Jabar mengalamai kesulitan akses untuk memasuki Pondok Pesantren Indramayu.

“Kemudian saya beserta kabid kesbangpol dan protokol bupati mendahului menjadi tim aju ke al-zaytun, dan alhamdulillah diterima dari hasil penyampaian, MUI tidak diperkenankan karena pernyataan MUI indramayu soal Al-zaytun, diberita-berita juga banyak kan?,” jelas Andang.

Kami didalam Ponpes Al-Zaytun selama kurang lebih 1 jam melakukan obrolan dan diskusi, dan kemudian menyusul perwakilan tim MUI dari Jabar memberikan surat kepada Al-Zaytun. Pada saat saya diskusi tersebut ternyata ada yang merekam video secara diam-diam.

“Yang perlu jadi catatan, video yang malam hari tersebut tanpa persetujuan saya, dan saya tidak tahu kalau saya sedang divideo, lihat saja gestur tubuh saya, saya tidak tahu ada yang merekam,” jelas Dandim 0616.

Selanjutnya, keesokan harinya setelah saya tahu ada video-video yang viral di medsos, saya menghimbau untuk menghentikan video-video tersebut yang untuk memframing macam-macam.

“Saat saya tanya soal video tersebut, pihak al-zaytun menjawab video tersebut dari tim propinsi, loh, kan tim dari propinsi datangnya saja belakangan, dan saya tidak berdua seperti yg ada di video, saya bersama kabid kesbangpol, protokol bupati, danramil setempat dan staf saya,” kata Andang.

Tujuan Kami ke Al-zaytun secara objektif memberikan fasilitas kepada Tim MUI jabar yang saat itu akan menyerahkan surat panggilan kepada Panji Gumilang untuk datang ke Gedung Sate pada Jum’at, 23 Juni 2023. dan seperti kita ketahui akhirnya Panji Gumilang memenuhi panggilan tersebut di Gedung Sate.

“Demikian klarifikasi terkait video-video saya yang viral di medsos, saya mohon kepada temen-temen media untuk membantu mecerahkan dan mengklarifikasi secara obyektif dan benar, terima kasih.” pungkas Dandim 0616 Indramayu.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi