Kapolres Bogor Kota Diminta Evaluasi Kerja Sama dengan Rehabilitasi Kayva

BOGOR.radarinformasi.com – Kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh seorang personel dari Rehabilitasi Kayva mengguncang masyarakat Kabupaten Bogor. Personel berinisial L tersebut ditahan oleh pihak berwajib beberapa bulan lalu, memicu kekhawatiran publik terkait keamanan dan kredibilitas institusi rehabilitasi yang seharusnya menjadi tempat pemulihan korban penyalahgunaan narkoba. Insiden ini menimbulkan desakan agar Polres Bogor Kota mempertimbangkan kembali kerja sama dengan pihak Rehabilitasi Kayva. Jumat (1/10)

Para keluarga pasien merasa resah dan mempertanyakan keamanan institusi tersebut. “Bagaimana kami bisa mempercayakan anak-anak kami untuk rehabilitasi jika ada personel di sana yang justru diduga terlibat narkoba?” ujar seorang perwakilan keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.

Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, sejumlah pihak mengusulkan agar seluruh personel Rehabilitasi Kayva menjalani tes urine. Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan rehabilitasi, sehingga keamanan dan kualitas perawatan bagi para pasien tetap terjamin.

Ketua Umum Mapan Indonesia (Masyarakat Peduli Anti Narkoba), PSF Parulian Hutahaean, turut memberikan sorotan terhadap kasus ini. Ia mempertanyakan kinerja dan efektivitas Rehabilitasi Kayva dalam mendukung pemulihan pasien. “Kita perlu mengevaluasi berapa banyak pasien yang benar-benar pulih dan kembali ke masyarakat selama tahun 2024. Jika masalah seperti ini masih ada, bagaimana mungkin masyarakat bisa tenang mempercayakan masa depan anak-anak mereka di sana?” ujar Parulian.

Masyarakat dan pegiat anti-narkoba berharap Polres Bogor Kota segera mengambil langkah tegas terkait kerja sama dengan Rehabilitasi Kayva. Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga kredibilitas institusi rehabilitasi dan Polres Bogor Kota, tetapi juga demi masa depan generasi muda yang bersih dari narkoba.

Red