Tinjau Bendung Cileuis, Kementan dan BBWS Cimanuk Cisanggarung Perkuat Penanganan Kekeringan di Sukagumiwang

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya penanganan dampak kekeringan pada lahan pertanian terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Tenaga Ahli Menteri Pertanian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kondisi Bendung Cileuis di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kamis (23/7/2026).

Kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Kecamatan Sukagumiwang Yayan Tefianty, S.E., mewakili Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari monitoring kondisi kekeringan yang berdampak pada Daerah Irigasi Sekunder Bondan. Saluran irigasi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sukagumiwang dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Daerah Irigasi Sekunder Bondan mengairi sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian. Kondisi kekeringan yang terjadi menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi ketersediaan air untuk mendukung produktivitas pertanian.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, pihak terkait melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi bendung dan sistem pengairan sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi dampak kekeringan.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan kekeringan serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Langkah koordinasi dan monitoring secara langsung dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air irigasi tetap menjadi perhatian bersama, khususnya dalam menjaga produktivitas lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan.

Sumber: Humas Sukagumiwang
Andika

Kementan Gelar Panen Raya, Wabup Syaefudin: Petani Indramayu Siap Gunakan Teknologi Pertanian Dengan Tepat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabupaten Indramayu terus menjadi perhatian nasional untuk ketahanan pangan. Panen Raya yang baru mencapai 40 persen terus dimaksimalkan dengan menggunakan teknologi pertanian agar mendapatkan hasil maksimal. Selasa (13/5)

Kementerian Pertanian RI memberikan support terhadap daerah yang memiliki luas lahan baku sawah (LBS) mencapai 125.442 hektare ini dengan melaksanakan Panen Raya dan Percepatan Tanam di Desa Wanasari Kecamatan Bangodua, Selasa (13/5/2025). 

Melalui panen raya dan percepatan tanam ini diharapkan memenuhi target produksi nasional yang telah ditetapkan  Presiden RI Prabowo Subianto yakni produksi beras 32 juta ton. Namun demikian Kementerian Pertanian target tersebut optimis terlampaui hingga 34 juta ton dengan memberikan perhatian ektra terhadap daerah-daerah yang menjadi simpul Pertanian termasuk Kabupaten Indramayu. 

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menjelaskan, alih teknologi pertanian merupakan hal yang tidak bisa dihindari seiring dengan makin berkurangnya para pekerja di bidang pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi ini, diharapkan kualitas pertanian Indramayu makin meningkat dan menciptakan petani-petani milenial yang akrab dengan teknologi yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani. 

Syaefudin menambahkan, dengan LBS 125.442 hektare, saat ini areal sawah yang telah melakukan panen raya baru mencapai 40 persen. Sisanya masih terus dilakukan panen secara bertahap. Untuk itu pemanfaatan alat dan teknologi pertanian harus dilakukan agar proses panen bisa lebih cepat. 

“Pemanfaatan teknologi pertanian ini bukan untuk menghilangkan tenaga petani, namun untuk mempercepat proses panen yang saat ini tengah dilakukan,” tegas Wabup Syaefudin. 

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alamsyah mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap petani di Kabupaten Indramayu. Pihaknya siap memberikan sarana dan prasarana lainnya agar proses panen dan tanam bisa dilakukan percepatan. 

“Selesai panen ini petani harus langsung mengolah lahan kembali agar prosesnya bisa cepat. Kebutuhan prasarana dan sarana lainnya, Kementan siap mensupport,” kata Dirjen Andi Nur Alamsyah. 

Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh semua pihak terhadap kemajuan pertanian di Kabupaten Indramayu sangat luar biasa. 

Kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah, petani, penyuluh, pengusaha, dan semua pihak telah menghantarkan Kabupaten Indramayu menjadi daerah pertanian unggulan nasional. 

Menurutnya, potensi pertanian di Kabupaten Indramayu harus terus dikembangkan apalagi saat ini Pemkab Indramayu memiliki regenerasi petani milenial melalui pelatihan yang diselenggarakan setiap tahun.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal