Polres Indramayu Ingatkan Warga Bijak Bermedia Sosial, Jangan Sebarkan Hoaks Kasus Kematian Satu Keluarga

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan isu ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus meninggalnya lima anggota keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menegaskan bahwa perhatian publik atas kasus ini memang sangat besar. Namun, ia meminta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai kabar yang beredar.

“Kami mengimbau masyarakat Indramayu yang dikenal religius agar tidak ikut menyebarkan berita bohong. Hal itu justru akan memperdalam duka keluarga maupun kerabat korban,” kata AKP Tarno, Kamis (4/9/2025).

Ia memastikan, Polres Indramayu selalu terbuka dalam memberikan informasi resmi yang akurat. “Silakan konfirmasi langsung ke kami. Setiap perkembangan akan kami sampaikan untuk meluruskan kabar yang tidak benar,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga memohon doa serta dukungan masyarakat agar penyelidikan kasus ini berjalan lancar. “Kami berharap doa dari masyarakat Indramayu, supaya kasus ini segera terungkap dan dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban,” pungkasnya.

(HMS/Andika).

Polisi Naikkan Kasus Kematian Satu Keluarga di Indramayu ke Tahap Penyidikan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Misteri kematian lima anggota keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, terus menjadi sorotan publik. Polres Indramayu memastikan kasus ini resmi naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan indikasi kuat adanya tindak pidana.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sejumlah bukti awal di lapangan.

“Alhamdulillah, saat ini status perkara kami tingkatkan ke penyidikan karena penyidik menemukan adanya peristiwa pidana. Beberapa orang sudah diperiksa, dan jumlahnya masih mungkin bertambah sesuai kebutuhan penyidikan,” jelas Tarno, Kamis (4/9/2025).

Ia menambahkan, proses pengungkapan kasus ini juga mendapat dukungan penuh dari Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

“Kami mohon masyarakat bersabar. Yang terpenting, kami berharap doa bersama agar kasus ini bisa segera terungkap,” ujarnya.

Hingga kini, setidaknya lima saksi sudah diperiksa. Meski demikian, polisi belum bisa memastikan siapa pelaku maupun motif di balik tragedi ini.

Terkait barang bukti, mulai dari rekaman CCTV, ponsel, hingga hasil autopsi, pihak kepolisian masih menahan diri untuk membeberkan secara rinci.

“Semua masih dalam proses. Nantinya akan kami sampaikan secara resmi. Saat ini tim bekerja maksimal, semoga bisa memberikan keadilan bagi para korban dan keluarganya,” pungkas Tarno.

(HMS/Andika).