Libur Akhir Pekan, Wisata Pantai Bali 2 Balongan Jadi Primadona Wisata Keluarga di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana libur akhir pekan, terasa begitu semarak di kawasan wisata Bali 2 yang berada di Jl. Raya Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan pantai yang dikenal dengan nuansa khas Pulau Dewata tersebut, Minggu, 10 Mei 2026.

Pantai yang akrab disebut “Bali 2” atau Balongan Indah 2 ini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat karena menawarkan panorama laut yang indah, spot foto estetik bernuansa Bali, hingga suasana santai yang cocok untuk liburan keluarga. 

Dengan deretan gapura khas Bali, patung artistik, gazebo, serta hamparan pasir pantai yang luas, pengunjung seakan diajak menikmati suasana wisata ala Pulau Bali tanpa harus keluar daerah. Tidak heran, kawasan wisata ini terus ramai dikunjungi terutama saat akhir pekan dan musim liburan. 

Sejak pagi hari, pengunjung tampak memenuhi area bibir pantai untuk bermain air, menikmati angin laut, hingga berburu foto bersama keluarga dan sahabat. Anak-anak terlihat ceria bermain pasir, sementara para remaja memanfaatkan berbagai spot instagramable yang tersedia di kawasan wisata tersebut.

Selain menikmati keindahan pantai, wisatawan juga dimanjakan dengan aneka kuliner khas pesisir yang dijajakan para pedagang sekitar. Mulai dari seafood bakar, kelapa muda, hingga jajanan tradisional menjadi pelengkap suasana liburan yang hangat dan menyenangkan.

Salah satu pengunjung asal Cirebon, Rina (28), mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena penasaran dengan suasana Pantai Bali 2 yang sedang viral di media sosial.

“Tempatnya bagus, cocok buat healing dan foto-foto. Nuansanya seperti di Bali, apalagi kalau sore hari sunset-nya sangat indah,” ujarnya.

Pengelola wisata juga terus melakukan pengembangan fasilitas demi meningkatkan kenyamanan pengunjung, mulai dari area parkir yang luas, wahana hiburan keluarga, hingga penambahan spot foto kekinian.

Keberadaan wisata Bali 2 pun menjadi salah satu ikon wisata bahari unggulan di Kabupaten Indramayu yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang menikmati pesona pantai utara Jawa Barat.

Reporter : Andika

Ratusan Nelayan Karangsong Tolak Rencana Kenaikan Solar Bersubsidi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Gerakan Nelayan Pantura menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga solar bersubsidi yang dinilai akan semakin membebani para nelayan, Senin (4/5/2026).

Ratusan nelayan bersama aktivis pesisir turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan aspirasi secara terbuka dan menilai kebijakan kenaikan bahan bakar minyak, khususnya solar bersubsidi, akan berdampak langsung pada melonjaknya biaya operasional melaut.

Ketua GNP, Kajidin, mengatakan kondisi nelayan saat ini sudah cukup sulit akibat tingginya biaya operasional dan hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Kalau harga solar naik, nelayan semakin berat untuk melaut. Pengeluaran tinggi, sementara pendapatan tidak bisa dipastikan,” ujarnya saat menyampaikan orasi di hadapan massa aksi.

Para nelayan mengaku selama ini sudah menghadapi mahalnya harga BBM non-subsidi serta keterbatasan akses bahan bakar bagi kapal-kapal berukuran besar. Mereka khawatir apabila harga solar subsidi ikut naik, maka semakin banyak kapal yang tidak lagi beroperasi.

Kondisi tersebut, menurut mereka, mulai terlihat di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong. Sejumlah kapal tampak bersandar dan tidak melaut karena tingginya biaya kebutuhan operasional.

Selain persoalan ekonomi nelayan, GNP juga menyoroti dampak sosial yang berpotensi muncul apabila kebijakan tersebut diberlakukan. Mereka menilai kenaikan harga solar subsidi dapat memicu meningkatnya pengangguran di wilayah pesisir, menurunkan pendapatan masyarakat nelayan, hingga melemahkan roda perekonomian daerah.

Dalam aksi tersebut, para nelayan menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menolak kenaikan harga solar bersubsidi untuk nelayan, menjamin ketersediaan BBM dengan harga terjangkau, serta memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha perikanan tangkap.

Aksi mimbar bebas berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Massa berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi nelayan serta mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Pantura Indramayu.

Reporter : Andika

Proyek Underpass Jatibarang Ditarget Mulai Mei 2026, Ini Lokasi dan Tahapannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu merencanakan pembangunan underpass di perlintasan kereta api Jatibarang yang berlokasi di Kecamatan Jatibarang. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan Mei 2026, guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di titik tersebut.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Ali Fikri, seusai kegiatan pelatihan ramp check oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat yang digelar di Aula Dishub Indramayu pada Rabu, 22 April 2026.

Ali menjelaskan, saat ini proyek pembangunan underpass masih dalam tahap pengadministrasian dan persiapan dokumen pendukung. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah strategis, termasuk pembebasan lahan serta rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, disebut telah menyatakan kesiapan dalam mendukung proyek tersebut. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait skema kerja sama pembangunan.

Berdasarkan data awal, sekitar 20 rumah warga di sekitar lokasi perlintasan kereta api Jatibarang akan terdampak proyek ini. Tujuh rumah berada di atas lahan milik pribadi, sementara sisanya berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sebagai langkah awal, tim gabungan bersama pihak pertanahan akan melakukan pengukuran lahan untuk menentukan besaran ganti rugi.

Secara teknis, pembangunan underpass akan mengubah struktur jalan secara signifikan. Ruas jalan direncanakan diperlebar masing-masing 15 meter ke sisi kanan dan kiri, serta 50 meter ke arah utara dan selatan. Selain itu, jalur yang sebelumnya hanya satu lajur akan ditingkatkan menjadi dua lajur untuk meningkatkan kapasitas kendaraan.

Rencana pembangunan ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para pedagang di kawasan tersebut. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Daerah Jatibarang, Hedi Lubis, menyambut baik proyek tersebut karena dinilai akan memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Dengan dimulainya proyek pada Mei 2026 di kawasan perlintasan kereta api Jatibarang, pemerintah berharap kemacetan dapat terurai, risiko kecelakaan berkurang, serta aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Sukra Disiapkan Jadi Kawasan Industri, Pemerintah Jaga Keseimbangan dengan Lahan Pertanian

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kecamatan Sukra bersiap memasuki babak baru sebagai kawasan industri strategis. Pengembangan ini dilakukan dengan komitmen kuat untuk tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lahan pertanian.

Pemerintah Kecamatan Sukra menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Camat Sukra, Sigit Widiyanto, menegaskan bahwa industrialisasi di wilayahnya diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kami mendukung penuh selama prosesnya sesuai aturan. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Langkah pengembangan kawasan industri ini turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu (19/4/2026).

Dalam kunjungannya, Nusron memastikan bahwa pemanfaatan lahan untuk mendukung program hilirisasi industri tetap sesuai dengan ketentuan tata ruang. Pemerintah, kata dia, berhati-hati dalam kebijakan alih fungsi lahan agar tidak mengganggu kawasan pertanian yang dilindungi.

“Kami memastikan lahan yang digunakan tidak termasuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan maupun Lahan Sawah Dilindungi. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap alih fungsi lahan menjadi hal strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.

Melalui pendekatan kolaboratif antara berbagai pihak, Sukra diharapkan berkembang sebagai kawasan industri yang modern tanpa mengorbankan peran strategisnya sebagai lumbung pangan. 
Pemerintah berkomitmen menjaga agar pembangunan tidak menggerus lahan pertanian secara masif.

Dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat, Sukra diproyeksikan menjadi kawasan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab ekologis di masa mendatang.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Setelah sekian lama mandek,  kasus kematian Ainun Almunawar yang dikejar sebelas siswa hingga tewas di lokasi kecelakaan memasuki babak baru, Sebuah pertemuan antara pihak keluarga korban dan keluarga para pelaku pengejaran (yang tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka) digelar atas inisiasi dan dijembatani Polres Indramayu, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan tersebut di hadir oleh, Kasat Lantas, Penyidik Lantas, perwakilan orang tua pelaku, dan Lurah Desa Nunuk. Dari pihak korban, hadir langsung Ibnu (kakak almarhum).

Dalam pertemuan itu, pihak keluarga pelaku secara terang-terangan memohon kepada keluarga korban untuk mencabut laporan polisi. Sebagai imbalannya, mereka menawarkan sejumlah uang.

“Pertemuan itu di jembatani langsung oleh Polres Indramayu. Para pihak keluarga pelaku meminta maaf dan memohon agar laporan di cabut, lalu mereka menawarkan sejumlah uang,” ujar Ibnu kakak korban.

Ibu Tarilah Menegaskan bahwa “Saya Minta Keadilan Bukan Uang,” tegasnya.

Namun, permintaan itu kandas. Tarilah, ibu kandung Ainun, dengan tegas menolak tawaran pemberian uang. Ia juga menyatakan tidak akan mencabut laporan apapun.

“Saya tidak mau uang, saya minta keadilan untuk anak saya. Ainun meninggal karena dikejar dan disenggol. Saya minta Polisi melanjutkan kasus ini sampai tuntas, bukan malah mempertemukan saya dengan pihak yang menyebabkan anak saya meninggal dunia, dengan menawari saya sejumlah uang,” ujar Tarilah dengan nada tinggi.

Ibnu, Perwakilan keluarga korban yang hadir dalam pertemuan tersebut, turut mendukung sikap ibu Tarilah. Mereka secara bulat meminta kepada pihak Kepolisian Resor Indramayu, terutama Kasat Lantas dan Penyidik untuk melanjutkan kasus ini hingga selesai sesuai hukum yang berlaku.

Keluarga korban menegaskan kematian Ainun bukanlah perkara kecelakaan biasa. “Ini ada unsur pengejaran dan penyenggolan. Jangan coba-coba menutupi kasus ini dengan uang damai. Kami minta proses hukum di tegakkan
Jangan tajam kebawah tumpul keatas,” pungkas keluarga.

Kami akan meneruskan berita ini ke Mabes Polri dan Divisi Propam Polri, mengingat kasus ini sudah berjalan lama 7 bulan.

Red

Wisata Bali 2 Balongan Ramai Dikunjungi di Hari Minggu, Dongkrak Ekonomi Lokal

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Destinasi wisata Bali 2 Balongan di Kabupaten Indramayu dipadati pengunjung . Momen akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga di kawasan wisata pantai yang menawarkan suasana santai dan pemandangan menarik tersebut, pada Minggu (19/4/2026).

Sejak pagi, arus wisatawan terus berdatangan dari berbagai daerah. Area wisata terlihat ramai oleh pengunjung yang menikmati panorama laut, bersantai di gazebo, hingga mengabadikan momen di berbagai spot foto yang tersedia.

Pengelola wisata menyebutkan, peningkatan jumlah pengunjung pada hari Minggu ini dipengaruhi oleh cuaca cerah serta semakin dikenalnya Bali 2 Balongan sebagai salah satu destinasi unggulan di Indramayu. Peningkatan fasilitas dan kebersihan juga menjadi faktor pendukung kenyamanan pengunjung.

“Alhamdulillah, setiap akhir pekan khususnya hari Minggu, jumlah pengunjung terus meningkat. Kami terus menjaga kebersihan dan keamanan agar pengunjung betah,” ujar salah satu pengelola.

Ramainya kunjungan wisatawan turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Para pedagang makanan, minuman, serta penyedia jasa penyewaan perlengkapan wisata mengaku mengalami peningkatan pendapatan dibanding hari biasa.

Salah satu pengunjung, Rina (28), mengungkapkan bahwa Bali 2 Balongan menjadi pilihan wisata yang terjangkau dan nyaman untuk keluarga. “Tempatnya bagus, cukup bersih, dan cocok untuk liburan santai di hari Minggu,” ujarnya.

Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki, Bali 2 Balongan diharapkan semakin berkembang dan menjadi daya tarik utama wisata di Indramayu.

Reporter : Andika

Pemkab Indramayu Evaluasi Pemekaran Desa Gunungsari, Usulkan Desa Mulyasari

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Sekretariat Daerah melaksanakan evaluasi tingkat perkembangan pemerintahan desa sebagai bagian dari proses pemekaran wilayah. Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Selasa (15/4/2026).

Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Sekretaris Daerah yang menugaskan tim pembentukan desa persiapan untuk menilai kelayakan pemekaran Desa Gunungsari menjadi desa baru bernama Desa Mulyasari.

Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, menyampaikan bahwa pemekaran desa menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta memperpendek rentang kendali pemerintahan di tingkat desa.

“Pemekaran desa bukan sekadar persoalan administratif, tetapi merupakan upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan Desa Mulyasari diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Desa Gunungsari sebagai desa induk memiliki potensi wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar, sehingga pemekaran dinilai relevan untuk dilakukan.

Proses evaluasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga tim teknis dari kabupaten. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya aspek administratif, jumlah penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi, serta kesiapan sarana dan prasarana pemerintahan.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam proses ini. Dukungan warga terhadap rencana pembentukan Desa Mulyasari dinilai cukup tinggi, seiring harapan adanya peningkatan pelayanan dan percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Gunungsari menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses pemekaran demi kemajuan wilayah. Ia berharap, Desa Mulyasari ke depan dapat berkembang menjadi desa mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahapan evaluasi ini menjadi langkah krusial sebelum penetapan resmi desa persiapan oleh pemerintah daerah. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan Desa Mulyasari untuk ditetapkan sebagai desa definitif.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam menata pemerintahan desa secara lebih efektif dan efisien, sekaligus memperkuat pembangunan berbasis wilayah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Diskominfo Indramayu Bentuk Saka Kominfo, Perkuat Literasi Digital Pramuka

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Upaya membina generasi muda yang cakap digital terus dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu melalui kolaborasi dengan Gerakan Pramuka. Salah satunya diwujudkan melalui pembentukan Satuan Karya Komunikasi dan Informatika (Saka Kominfo) yang digelar di Aula Diskominfo Indramayu, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Acara tersebut dihadiri Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Indramayu, Jajang Sudrajat, para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), serta pembina dan anggota Pramuka tingkat Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.

Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembentukan Saka Kominfo menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas generasi muda di bidang komunikasi dan teknologi informasi.

Ia menjelaskan, Saka Kominfo akan mencakup empat krida utama, yakni telematika, broadcasting, multimedia, dan kehumasan. Keempat bidang tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan keterampilan anggota Pramuka agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“Melalui pembinaan ini, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memproduksi dan menyebarkan informasi secara bijak, kreatif, serta bertanggung jawab,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, penguatan literasi digital ini juga sejalan dengan upaya perlindungan anak di ruang digital, sehingga generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan positif.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Indramayu, Jajang Sudrajat, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Saka Kominfo. Menurutnya, program ini menjadi terobosan sekaligus peluang bagi anggota Pramuka untuk mengasah minat dan bakat di bidang komunikasi dan informatika.

“Ini langkah yang sangat baik untuk meningkatkan keterampilan anggota Pramuka agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan berbagai materi, mulai dari etika bermedia sosial, pengenalan broadcasting dan kehumasan, hingga keamanan informasi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, lahir generasi muda yang adaptif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Teknologi CAS Polindra Perpanjang Masa Simpan Mangga hingga 25 Hari

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tim dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) mengembangkan teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) untuk memperpanjang masa simpan buah mangga. Inovasi ini ditujukan sebagai solusi pascapanen agar komoditas unggulan daerah tersebut lebih tahan lama dan bernilai jual lebih tinggi.

Ketua tim peneliti, AA Setiawan S.T., M.T., menjelaskan bahwa penelitian telah rampung dan siap untuk tahap pengembangan lanjutan di masyarakat. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media pada Selasa (14/4/2026) di lingkungan kampus Polindra.

Menurutnya, teknologi CAS bekerja dengan mengatur komposisi gas di dalam ruang penyimpanan. Mesin tersebut menurunkan kadar oksigen (O₂) hingga sekitar 1–3 persen, meningkatkan nitrogen (N₂), serta menambah kadar karbon dioksida (CO₂) hingga sekitar 10 persen. Kondisi ini mampu memperlambat proses pematangan dan pembusukan buah.

“Tanpa perlakuan khusus, mangga umumnya hanya bertahan 7 hingga 10 hari sebelum membusuk. Dengan teknologi CAS, masa simpannya bisa diperpanjang hingga sekitar 25 hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem CAS diimplementasikan dalam ruang pendingin atau lemari pendingin yang telah dimodifikasi. Pengaturan atmosfer tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas buah selama penyimpanan.

Penelitian ini melibatkan lima dosen dari Prodi TPTU Polindra serta mahasiswa tingkat akhir yang menjadikannya sebagai proyek tugas akhir dengan fokus pada perancangan dan pembuatan mesin CAS.

Dari sisi pendanaan, riset ini didukung melalui hibah internal Polindra yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) pada tahun anggaran 2025. Pengembangan lanjutan direncanakan berlangsung pada 2026 dengan penyempurnaan teknologi dan peningkatan kapasitas alat.

Ke depan, tim peneliti berencana mendorong penerapan teknologi ini di masyarakat melalui program pengabdian serta menjalin kemitraan dengan pihak industri. Hal tersebut dinilai penting mengingat Indramayu dikenal sebagai salah satu sentra produksi mangga di Indonesia.

“Harapannya, teknologi ini bisa diadopsi dan dikembangkan hingga skala lebih besar, sehingga memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Reporter : Andika

Jadi Motor Ekonomi Daerah, Indramayu Genjot Bidang Pariwisata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam program “Dialog Jabar Hari Ini” yang disiarkan pada Kamis (9/4/2026).

Melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Suhardi, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparra) Indramayu mengungkapkan bahwa daerah ini memiliki potensi wisata yang beragam, mencakup wisata alam, budaya, hingga agrowisata. 

Letak geografis Indramayu di pesisir utara Pulau Jawa dengan garis pantai sekitar 135 kilometer menjadi kekuatan utama dalam pengembangan wisata bahari dan pesisir, yang didukung oleh karakter budaya masyarakat setempat yang khas.

Usai momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Barat tercatat meningkat sebesar 3,28 persen. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis bagi Indramayu untuk memaksimalkan potensi pariwisatanya. Selain unggul di sektor bahari, Indramayu juga memiliki kekayaan budaya seperti tradisi Nadran dan Ngarot di Desa Lelea, serta keuntungan posisi di jalur Pantura yang memudahkan akses wisatawan.

Dari sisi ekonomi, Indramayu berperan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) sekaligus dikenal sebagai lumbung pangan dan kawasan industri migas. Potensi agrowisata turut menjadi daya tarik, terutama komoditas mangga unggulan seperti gedong gincu, cengkir, arumanis, dan agrimania yang dapat ditemukan di sejumlah sentra produksi, antara lain Desa Mangunjaya, Jatibarang, dan Balongan. Tak hanya itu, wisata mangrove, aktivitas nelayan, hingga pembuatan kapal tradisional juga menjadi pengalaman unik bagi pengunjung.

Berbagai destinasi wisata turut memperkaya pilihan, di antaranya Pantai Tirtamaya, Pantai Balongan Indah, Pantai Pletong, Pulau Biawak, serta objek wisata budaya seperti Alun-Alun Indramayu dan Museum Bandar Cimanuk. Kuliner khas daerah, seperti pindang gombyang dan pedesan entog, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Untuk memperkuat pengembangan sektor ini, pemerintah daerah terus meningkatkan aksesibilitas, mengoptimalkan promosi digital, serta memberdayakan desa wisata. Pembinaan generasi muda melalui program “Nok Nang Dermayu” dan kerja sama dengan agen perjalanan juga terus digencarkan. Dengan strategi yang terintegrasi, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi Indramayu yang berkelanjutan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika