Warga Lemah Mekar Indramayu Mengeluh Tak Terima Bantuan, Lurah Soroti DTKS yang Bermasalah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tasdik (72), warga Gang Dongol, RT 01/08, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Minggu (12/1)

Hal ini terungkap saat tim media mengunjungi rumahnya yang dalam kondisi memprihatinkan pada Kamis (02/01/2025).

Menanggapi hal ini, Lurah Lemahmekar, Umar Dani, menyampaikan berbagai kendala terkait pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam wawancara dengan tim media, Senin (06/01/2025).

Salah satu permasalahan utama adalah overload data pada program Digital Transformasi Sosial (DTS). “Pengajuan ke DTS sangat tinggi, mencapai lebih dari 4.000 dalam sebulan, sementara kapasitas hanya sekitar 2.000 lebih,” ungkap Umar Dani.

Selain itu, ketidaksesuaian data menjadi kendala lain. Banyak warga yang tidak memenuhi syarat, seperti perubahan domisili, status sosial, hingga data warga yang telah meninggal namun masih tercatat.

Umar Dani menilai bahwa perbaikan data ini adalah proses yang rumit dan memakan waktu. Proses pengajuan ke DTKS juga dihadapkan pada antrean panjang.

Meski dokumen seperti KTP, KK, dan foto kondisi rumah telah dilengkapi, banyak warga tetap harus menunggu lama karena keterbatasan sistem administrasi.

Program bantuan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), juga memiliki jadwal distribusi yang terbatas, yakni setiap tiga bulan sekali.

Umar Dani berharap pemerintah dapat meningkatkan keandalan data DTKS melalui pengawasan dan evaluasi. “Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan banyaknya masalah ini, Umar Dani mengajak semua pihak untuk mendukung transparansi dan perbaikan sistem data agar warga seperti Tasdik yang layak mendapatkan bantuan tidak lagi terlewatkan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Warga Lemahmekar Tagih Janji Lurah yang Belum Terealisasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Warga Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, menuntut realisasi janji bantuan dari Lurah Umar Dani yang hingga kini belum terlaksana. Sabtu (11/1)

Janji tersebut mencakup perbaikan rumah dan bantuan lainnya bagi Wartinih (59 tahun), seorang janda yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Warganda (64 tahun) saat ditemui di rumahnya tak jauh dari rumah Wartini, Sabtu (04/01/2025) mengungkapkan kepada awak media bahwa Wartinih, yang tidak memiliki anak, kini bergantung pada bantuan tetangga dan saudara-saudaranya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah ditinggalkan oleh suaminya.

“Wartinih tinggal di rumah yang sangat sederhana dan memprihatinkan. Rumah itu dibangun hasil gotong royong keluarga dan tetangga di atas tanah milik orang tuanya. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari, dia meminta-minta ke sanak sodara maupun ke pada orang lain,” kata Warganda.

Warganda juga mengungkapkan bahwa rumah tersebut dibangun di atas tanah milik Wartinih, yang merupakan peninggalan orang tuanya.

“Tanah tersebut dulu dibeli oleh ayah mereka yang juga menjabat sebagai Ketua RT,” ujarnya.

Danudi (55 tahun), adik Wartinih, di temui di rumahnya yang tak jauh dari rumah Wartini juga membenarkan pernyataan Warganda dan menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi kakaknya yang sangat memprihatinkan.

Pada Oktober 2024, Lurah Umar Dani meninjau langsung rumah Wartinih dan menjanjikan bantuan. Dalam wawancara kepada awak media di Kantor Kelurahan Lemahmekar Senin (06/01/2025) Lurah Umar Dani menjelaskan bahwa proses bantuan terkendala oleh kelengkapan administratif.

“Proses ini memerlukan waktu karena saya harus memastikan apakah tanah tersebut sesuai ketentuan atau tidak. Kami sudah mengajukan proposal Bantuan ke Kecamatan, namun kami masih menunggu Kelengkapan Dokumen seperti Sertifikat Tanah atau Surat Pernyataan yang Menyatakan bahwa Tanah tersebut Milik Wartinih,” tutur Lurah Umar Dani.

“Saya berkomitmen untuk membantu, tapi harus sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.

Lurah juga menambahkan bahwa dia telah memberikan bantuan sembako pribadi kepada Wartinih sebagai bentuk perhatian. Meskipun demikian, warga berharap segera merealisasikan janjinya.

“Kami ingin bantuan segera terealisasi, terutama untuk Wartinih yang sangat membutuhkan,” tegas Warganda.

Kasus ini memunculkan desakan dari masyarakat agar pemerintah segera menanggapi kebutuhan sosial, khususnya bagi warga yang hidup di rumah tidak layak huni dan juga tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Jika Terpilih Hairan-Amin Akan Gratiskan Masuk WFC 

TANJAB BARAT.radarinformasi.com- Pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan-Amin, mengungkapkan komitmen mereka untuk mengembalikan kebijakan populer masa lalu jika terpilih dalam Pilkada mendatang. Salah satu janji kampanye mereka yang mendapat perhatian luas adalah penggratisan tiket masuk ke Water Front City (WFC), destinasi wisata unggulan di daerah Kabupaten Tanjab Barat, yang sempat diberlakukan di era kepemimpinan Bupati terdahulu. Jumat (27/09/24).

Dalam sebuah pertemuan terbuka dengan masyarakat Tanjab Barat, Hairan menyampaikan bahwa Water Front City adalah ikon kebanggaan masyarakat yang seharusnya dinikmati oleh semua kalangan tanpa beban biaya. “Kami ingin mengembalikan kebahagiaan masyarakat dengan menggratiskan tiket masuk WFC. Ini bukan sekadar fasilitas wisata, tapi bagian dari identitas Tanjab Barat,” tutur Hairan.

Amin, sebagai calon Wakil Bupati, menambahkan bahwa penggratisan ini juga bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata lokal. “Kami percaya dengan kebijakan ini, WFC akan menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan luar daerah, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ungkap Amin.

WFC sendiri pernah menjadi destinasi yang sangat diminati di era kepemimpinan Dua Bupati terdahulu, di mana masyarakat menikmati akses gratis ke fasilitas tersebut. Namun, kebijakan ini berubah setelah periode pemerintahan berikutnya, sehingga banyak warga yang mengharapkan kebijakan serupa kembali dihidupkan.

Masyarakat Tanjab Barat menyambut baik rencana ini, dengan banyak yang berharap kebijakan tersebut benar-benar dapat direalisasikan.

Reporter  : Dani

Redaktur  : Rizal