Super Apps Wong Reang, Gerbang Digital Layanan Terpadu Pemkab Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi transformasi digital sebagai bagian dari modernisasi tata kelola pemerintahan. Penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi fondasi utama dalam upaya tersebut.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Atang Suwandi, saat menjadi narasumber dialog khusus di TVRI Bandung, Jawa Barat, yang diikuti secara daring melalui Indramayu Command Centre (ICC), Jum’at (9/1/2026).

Dalam pemaparannya, Atang menjelaskan bahwa Pemkab Indramayu terus menghadirkan berbagai inovasi digital, mulai dari integrasi layanan publik melalui Super Apps hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan tidak semata mengikuti perkembangan zaman, melainkan langkah strategis yang didukung oleh regulasi yang jelas. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Bupati tentang Satu Data Indramayu serta pengelolaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengakhiri pola kerja aplikasi pemerintahan yang terpisah-pisah, sehingga seluruh layanan dapat terintegrasi dalam satu sistem yang efisien dan andal.

Salah satu inovasi unggulan yang menjadi sorotan adalah Super Apps Wong Reang, aplikasi layanan satu pintu yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan. Di dalamnya tersedia beragam fitur, seperti Sehat Yu untuk layanan kesehatan, Pasar Yu untuk informasi harga kebutuhan pokok, hingga layanan administrasi kependudukan dan perizinan.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga menghadirkan Nyai, asisten digital berbasis agentic AI yang dirancang untuk membantu masyarakat secara aktif. Berbeda dari chatbot konvensional, Nyai mampu mengecek status perizinan, memberikan panduan layanan, hingga membantu proses pembayaran pajak daerah secara real-time.

Dalam kesempatan tersebut, Atang Suwandi menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia.

“Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan manusia sebagai pengelola dan pengguna layanan. Karena itu, peningkatan literasi digital bagi ASN dan masyarakat terus kami dorong agar layanan berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2024, Kabupaten Indramayu masuk kategori tinggi dengan capaian skor 47,32 poin.

Ke depan, Pemkab Indramayu menargetkan seluruh layanan publik terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi duplikasi sistem, mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah, serta mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

(S/Diskom/Andika)

Raup Penghasilan dari Minyak Jelantah, Warga Indramayu Diajak Ubah Limbah Jadi Rupiah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Minyak jelantah yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah tak berguna, ternyata menyimpan potensi ekonomi jika dikelola secara tepat. Selain mampu menambah pemasukan rumah tangga, pengelolaan minyak bekas pakai juga berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Limbah minyak jelantah diketahui dapat merusak struktur tanah dan mengganggu ekosistem mikroorganisme apabila dibuang sembarangan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah.

Pemkab Indramayu mendorong warga agar tidak lagi membuang minyak jelantah ke saluran air atau tanah, melainkan menyetorkannya ke bank sampah. Minyak bekas pakai tersebut kemudian diolah kembali sehingga memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Melalui program pengumpulan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi. 

Limbah yang terkumpul akan diproses ulang sehingga mengurangi risiko pencemaran sekaligus menciptakan peluang pendapatan tambahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu melalui stafnya, Intan, menyampaikan bahwa pengelolaan minyak jelantah merupakan langkah konkret dalam upaya pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat bahwa limbah rumah tangga, termasuk minyak jelantah, dapat dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat ekonomi,” ujar Intan, Rabu (7/1/2026).

Salah satu bank sampah yang aktif mengelola minyak jelantah adalah Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang. Bank sampah ini mencatat rata-rata penerimaan sekitar 63 kilogram minyak jelantah setiap bulan, dengan harga jual Rp4.000 per kilogram. 

Warga yang menjadi nasabah dapat menyetorkan minyak jelantah dengan sistem tabungan yang bisa dicairkan setelah enam bulan atau saat saldo mencapai Rp50.000.

Selain dari rumah tangga, Bank Sampah Rumah Hijau juga menjalin kemitraan dengan pedagang kaki lima dan pelaku usaha kuliner. Penjemputan dari mitra usaha umumnya dilakukan dalam jumlah lebih besar, rata-rata di atas 20 kilogram per pengambilan. 

Untuk nasabah rumah tangga, penyetoran biasanya dilakukan sebulan sekali pada pekan terakhir setiap bulan.

Hal serupa juga dilakukan Bank Sampah Jembangan Jaya di Kecamatan Lemahabang. Bank sampah ini menerima setoran minyak jelantah dari masyarakat dengan rata-rata 10 hingga 15 liter per bulan. Harga yang ditetapkan sebesar Rp3.000 per 600 mililiter atau setara satu botol air mineral.

Proses pengumpulan dilakukan dengan sistem setoran langsung oleh nasabah ke lokasi bank sampah, yang umumnya dilaksanakan satu kali dalam sebulan pada akhir bulan.

Melalui pengelolaan minyak jelantah ini, Pemkab Indramayu berharap kesadaran lingkungan masyarakat semakin meningkat sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari limbah rumah tangga.

(S/Diskom/Andika).

Polres Indramayu Fokus pada Inovasi dan Keamanan Masyarakat di Akhir Tahun 2024

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Polres Indramayu memaparkan hasil capaian program kerja dan kinerja sepanjang tahun 2024 dalam acara Press Release yang digelar di Aula Command Center Polres Indramayu,Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan berbagai inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat Menjelang Ahir Tahun, Senin (30/12/24).

Kapolres menjelaskan beberapa program unggulan, seperti pembangunan 13 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di 13 kecamatan, penyediaan sumur bor di wilayah krisis air bersih, yakni Blok Sukajadi Desa Santing Losarang dan Desa Jangga Losarang. Selain itu, Polres Indramayu juga membentuk Satkamling Wiralodra Presisi di seluruh kabupaten serta Tim Respon Cepat (TRC) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Program ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen Polres Indramayu untuk hadir di tengah masyarakat, baik dalam upaya preventif maupun responsif,” ujar AKBP Ari Setyawan.

Dalam pemaparan tersebut, Polres Indramayu juga mengungkap data kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan meningkat dari 574 kasus pada 2023 menjadi 607 kasus pada 2024, meskipun angka korban meninggal dunia mengalami penurunan sebanyak 54 orang. Selain itu, kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dari 107 kasus pada 2023 menjadi 121 kasus pada 2024, dengan jumlah tersangka yang bertambah menjadi 153 orang.

Kapolres juga menyoroti keberhasilan Polres Indramayu dalam mengungkap sejumlah kasus kriminal, termasuk pembacokan, pengedaran uang palsu, dan penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Data kriminalitas menunjukkan penurunan kasus tindak pidana dari 1.550 kasus pada 2023 menjadi 1.415 kasus pada 2024, dengan penyelesaian perkara sebanyak 720 kasus.

“Kami terus berupaya menekan angka kejahatan melalui pendekatan hukum yang tegas serta edukasi kepada masyarakat. Kami juga mengimbau seluruh warga untuk merayakan tahun baru dengan aman dan tertib,” tambah Kapolres.

Polres Indramayu berharap program dan langkah preventif yang dilakukan mampu menciptakan suasana kondusif di wilayah hukum Polres Indramayu sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal