FPWI Dukung Penuh Kepemimpinan Baru Asmawi Day di FKJI

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI) resmi menetapkan ketua baru dalam pemilihan yang berlangsung di Aula Graha Pers Indramayu, Kamis, 8 Mei 2025. Asmawi Day, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Sekber, dipercaya memimpin FKJI menggantikan Dedi Musashi. Jumat (9/5)

Pemilihan ini dihadiri oleh 19 ketua organisasi wartawan yang tergabung dalam FKJI. Ketua Forum Pewarta Warga Indonesia (FPWI), Chong Soneta, menyambut positif terbentuknya kepengurusan baru. Ia menilai, hadirnya Asmawi Day membawa angin segar bagi semangat kolaborasi antarinsan pers di Indramayu, terlebih setelah sempat terjadi kekosongan kepemimpinan.

“Terpilihnya sahabat saya, Asmawi Day, sebagai Ketua FKJI periode ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan FPWI dan menjalin silaturahmi yang lebih erat di kalangan jurnalis,” ujar Chong.

Sebagai forum lintas organisasi wartawan, FKJI berperan penting sebagai ruang diskusi dan jembatan silaturahmi antarjurnalis di wilayah Indramayu. Dalam sambutannya, Asmawi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya sangat menghargai amanah ini. Terima kasih kepada seluruh ketua organisasi wartawan yang telah memberikan kepercayaan. Semoga FKJI ke depan bisa lebih solid, aktif, dan membawa manfaat besar bagi komunitas pers Indramayu,” tutup Asmawi.

Reporter : Andika
Redaktut : Rizal

Wajah Baru Ketua Terpilih FKJI, FPWI Beri Dukungan Penuh

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI) beri dukungan penuh terhadap ketua baru Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI). Jumat (9/5)

Pemilihan ketua FKJI berlangsung di Gedung Graha Pers Indramayu (GPI), Kamis (8/5) dan terpilih sebagai ketua yang baru yaitu Asmawi Day mengantikan Dedi Musashi (Demus)

Terpilihnya ketua Sekber Asmami Day sebagai ketua FKJI yang baru merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara ketua-ketua organisasi kewartawanan yang ada di Kabupaten Indramayu.

Sebanyak 19 ketua Organisasi wartawan hadir dalam pemilihan tersebut, termasuk ketua FPWI Chong Soneta.

Menurut Chong Sonata, terpilihnya ketua FKJI yang baru merupakan langkah yang tepat sebagai wadah Silaturahmi antara wartawan yang sebelumnya terdapat kekosongan.

“Semoga dengan hadirnya kepengurusan FKJI terbaru dan terpilihnya sahabat saya Asmawi Day, sebagai ketua terpilih priode ini, dapat menjalin sinergitas dengan FPWI serta mempererat tali silahturahmi wartawan kedepannya,” ucapnya.

Perlu diketahui, FKJI merupakan forum lintas organisasi wartawan yang bertujuan sebagai ajang diskusi serta wadah silahturahmi khususnya wartawan Indramayu.

Sementara itu, Asmawi Day, Ketua terpilih FKJI 2025 menyampaikan, terimakasih kepada seluruh Ketua Organisasi Wartawan yang hadir atas amanah yang di berikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Ketua organisasi wartawan yang sudah menunjuk saya sebagai ketua FKJI. Saya berharap, kedepan FKJI lebih solid dan lebih baik,” ujarnya.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Ratusan Wartawan Indramayu Gelar Aksi Protes, Boikot Pemberitaan Lucky Hakim

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pernyataan kontroversial calon Bupati Indramayu nomor urut 2, Lucky Hakim, yang diduga merendahkan profesi jurnalis, memicu gelombang aksi dari ratusan wartawan di Indramayu. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI) menggelar aksi protes di depan kantor KPU Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa (19/11/2024).

Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyuarakan protes mereka melalui orasi dan membawa berbagai spanduk. Mereka mendesak KPU untuk memeriksa lebih jauh dugaan penghinaan Lucky Hakim terhadap profesi jurnalis.

Koordinator aksi, Urip Triandi, mengkritik pernyataan Lucky Hakim yang menyebut jurnalis di Indramayu tidak waras.

“Lucky Hakim secara terbuka melalui video yang tersebar di media sosial dan platform mainstream menyatakan bahwa produk jurnalis lahir dari ketidakwarasan. Kami ingin tahu apa yang dimaksud dengan ketidakwarasan itu,” ujar Urip kepada media.

Urip juga menyinggung pernyataan Lucky Hakim yang mengaku tidak takut pada media lokal.

“Kami ingin klarifikasi terkait ucapannya bahwa ia tidak takut pada media lokal. Apakah itu berarti ada diskriminasi terhadap media lokal? Padahal, dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, tidak ada pembedaan antara media lokal, nasional, atau regional,” tambahnya.

Menurut Urip, semua media yang berbadan hukum memiliki kedudukan setara, dengan produk jurnalistik yang dapat menjangkau audiens hingga ke tingkat internasional.

Urip meminta Lucky Hakim untuk segera memberikan klarifikasi, baik secara langsung maupun melalui video yang diunggah di media sosial.

“Kami hanya meminta penjelasan. Jika tidak ingin menemui kami, cukup buat video klarifikasi untuk menjelaskan maksud pernyataannya,” tegasnya.

Sebelumnya, video Lucky Hakim yang diduga menghina profesi jurnalis beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi 5 menit 21 detik itu, Lucky menyebut media sudah banyak yang “tidak waras” dan menyatakan bahwa sejumlah produk jurnalistik adalah “berita sampah.”

“Kewarasan menjadi sesuatu yang langka. Bahkan di kalangan media banyak yang tidak waras, terlihat dari isi pemberitaan,” ujar Lucky dalam video tersebut.

Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dari komunitas jurnalis yang merasa profesinya dilecehkan. Hingga kini, mereka menunggu klarifikasi resmi dari Lucky Hakim terkait ucapannya.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal