DHN P-KPK PEPANRI Minta Inspektorat dan DPUPR Kab.Bogor Periksa Proyek TPT Banjarsari dan Drainase Pandansari

 
BOGOR.radarinformasi.com- Dewan Harian Nasional Lembaga P-KPK PEPANRI melayangkan surat ke Dinas PUPR dan Inspektorat Kabupaten Bogor untuk melakukan pemeriksaan terkait dua pekerjaan (TPT-Drainase) di wilayah Kecamatan Ciawi. Selasa (24/10/3023).
 
Dalam surat nya, DHN P-KPK PEPANRI melalui ketua investigasi DPD Bogor Raya melaporkan dugaan dua pekerjaan tersebut tidak sesuai spek dan RAB.
 
Dimana dari hasil investigasi yang dilakukan bersama awak media, didapati dugaan kecurangan pengurangi kubikasi pemakaian material batu pada pondasi TPT dan Drainase oleh pihak pelaksana.
 
Selain itu, dalam laporannya DHN P-KPK PEPANRI juga menjelaskan tidak ada terlihatnya Direksi keet yang dibangun oleh pihak pelaksana TPT di Desa Banjarsari.
 
“Untuk proyek TPT di Desa Banjarsari kita dua kali ke lokasi bersama awak media, banyak sekali dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pihak pelaksana, seperti lebar pondasi yang tidak sesuai dengan gambar perencanaan,” ujar Luky selaku koordinator investigasi Lembaga P-KPK PEPANRI Bogor Raya kepada media, Senin (23/10/23).
 
Berikut temuan DHN P-KPK PEPANRI pada 2 pekerjaan proyek di Dinas PUPR Kab.Bogor tersebut:
1.Pekerjaan TPT di Desa Banjarsari                     

  • Lebar pondasi yang terpasang tidak sesuai dengan ukuran pada gambar perencanaan
  • Bongkahan batu besar yang ada di jalur pasangan TPT tidak dibongkar, bahkan terlihat pekerja memanfaatkan bongkahan batu tersebut sebagai pondasi,
  • Saat DHN P-KPK PEPANRI bersama media ke lokasi, tidak terlihat direksi keet yang berdiri, sementara pekerjaan sudah berjalan kurang lebih satu bulan, sebagaimana keterangan salah satu pekerja.
  1. Pekerjaan Drainase di Desa Pandansari
  • Saat pemasangan batu pondasi kondisi galian penuh air dan tidak terlihat kisdam (karung pasir) yang digunakan disisi galian pondasi,
  • Diduga kedalaman pondasi tidak sesuai spek/gambar perencanaan.
     
    Berdasarkan temuan tersebut, DHN P-KPK PEPANRI melalui surat resmi nya mendesak Kepala Dinas PUPR dan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan fisik konstruksi dan memanggil pihak pelaksana serta konsultan pengawas termasuk PPK.
     
    “ Adanya dugaan kecurangan pada dua pekerjaan proyek tersebut, menandakan lemah nya pengawasan pihak konsultan dan PPK, bahkan timbul asumsi dari kami konsultan dan PPK tutup mata”, tegas koordinator investigasi Lembaga P-KPK PEPANRI DPD Bogor Raya tersebut.
     
    Jangan sampai, sambungnya, timbul asumsi negatif di publik bahwa adanya pembiaran oleh pihak konsultan pengawas dan PPK.
     
    Untuk diketahui, pembangunan TPT 002 Desa Banjarsari Ciawi  dikerjakan oleh CV. Mitra Karya Bersama selaku Penyedia Jasa dan PT. Geodinamik Konsultan sebagai Konsultan Pengawas. Proyek ini bersumber dari APBD Tahun 2023 dengan nilai kontrak Rp.340.268.000,00.
     
    Sementara pekerjaan drainase di Desa Pandansari menelan biaya Ro.190.395.000,00. Bertindak sebagai pihak pelaksana CV. Talenta Karya Endah dengan konsultan pengawas PT. Dua Tunas Sejahtera.
     
    Hingga berita ini diturunkan, team media terus melakukan konfirmasi ke pihak dinas terkait.
     

Bule/Tim

Udel Pelaksana : Terkait Keretakan yang Terjadi itu Silahkan Konfirmasi ke Pland, Bukan Saya yang Membuat Beton

Udel Pelaksana : Terkait Keretakan yang Terjadi itu Silahkan Konfirmasi ke Pland, Bukan Saya yang Membuat Beton

BOGOR.radarinformasi.com– Betonisasi jalan di jalur Cilember- Batulayang, Kecamatan Cisarua, selain menuai protes warga juga mendapat sorotan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, media maupun LSM, pasalnya kerusakan yang terjadi benar-benar merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan, Senin (19/09/22).

Sementara itu Udel selaku Pelaksana saat dikonfirmasi terkait adanya keretakan dan pengelupasan beton memaparkan bahwa bukan dia yang membuat beton.

“Bukan saya yang buat beton, tanya ke Pland, untuk perbaikan itu di grouting,  sekarang lagi tahap penanganan, pihak beton tanggungjawab untuk perbaiki keretakan”, ujar Udel.

Sangat disayangkan juga, Rizki Akbar yang dikenal dengan sapaan Bombom selaku Kepala UPT Jalan dan Jembatan  Kelas A Wilayah II saat akan dikonfirmasi tidak pernah ada di kantor, bahkan Ade selaku Humas pun saat di konfirmasi diam seribu bahasa, seolah tutup mata dengan adanya proyek yang diduga telah merugikan negara tersebut.

Dewi/red

Proyek Jalan Senilai Milyaran di Kecamatan Cisarua diduga dikerjakan Asal-asalan

Proyek Jalan Senilai Milyaran di Kecamatan Cisarua diduga dikerjakan Asal-asalan

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat, telah menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis nilainya untuk program pembangunan jalan guna memperlancar mobilitas, sehingga diharapkan kedepannya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, Senin (19/09/22).

Salahsatunya adalah proyek Peningkatan Jalan Cilember – Batulayang, Kecamatan Cisarua, program penyelenggaraan jalan yang menelan anggaran sebesar Rp. 1.928.996.000 tersebut dikerjakan oleh CV.Rajanska Banguntama dengan Konsultan Pengawas oleh PT. Nasuma Putra, akan tetapi ada yang janggal dalam pekerjaannya dan menjadi perguncingan di masyarakat.

Bagaimana tidak, proyek yang belum selesai dilaksanakan tersebut sudah tampak retak-retak dibeberapa tempat dan pengelupasan dimana-mana, hal tersebut diduga karena adanya gagal kontruksi dan juga lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Dona selaku Ritasi saat dikonfirmasi Ia mengatakan bahwa, “Kerusakan tersebut sudah diperbaiki pada hari Jum’at kemarin, langsung dari pihak betonnya, langsung yang mengerjakan disaksikan oleh Dinas UPT dan Konsultan Pengawas”.

“Maaf sebenernya kalau saya cuma orang ritasi aja, untuk masalah tekhnik lebih baik langsung dengan direkturnya, karena sebetulnya bukan kapasitas saya untuk menerangkan”, ujar Dona.

Sementara itu, Warga sekitar mengatakan meskipun sudah diperbaiki, akan tetapi masih banyak retakan-retakan kecil yang ada.

“Ini proyek belum selesai, tapi ga tau kenapa udah pada retak dan betonnya juga ngelupas tergerus air, mungkin kurang semen atau apalah, saya juga ga paham”, ujar salahsatu Warga yang enggan di sebutkan namanya.

Dewi/red